

KOTA MEDAN -- Program Pesantren Lansia juga diselenggarakan di Kota Medan. Melalui Lazismu Kota Medan, program ini menyasar para lansia dalam rangka memeriahkan bulan suci Ramadhan. Kegiatan ini berlangsung pada Ahad (18/03) Masjid Taqwa Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Karang Berombak, Jalan Merpati Gang Wakaf.
Pada pelaksanaannya, program Pesantren Lansia Lazismu Kota Medan yang menggandeng Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Sugeng Rejo ini diikuti oleh sebanyak 15 orang penerima manfaat. Walaupun sedikit namun tidak mengurangi semangat PRA Sugeng Rejo untuk menjalankan program tersebut. Ke depannya kegiatan semacam ini diharapkan bisa diikuti oleh lebih banyak peserta.
Pesantren Lansia merupakan kegiatan dalam rangka "Birrul Walidain" atau berbuat baik kepada orang tua. Tujuannya adalah untuk memberi perhatian lebih dan kasih sayang yang prima terhadap lansia pada bulan yang penuh berkah ini.
Salah satu amil Lazismu Kota Medan mengingatkan untuk terus membantu. "Belum tentu tahun depan bertemu lagi dengan bulan Ramadhan. Jangankan tahun depan, besok atau nanti kita belum tahu. Maka dari sekarang harus memberikan sedikit sedekah untuk membantu sesama manusia," ungkapnya.
Kegiatan tersebut diharapkan bisa menjadi semangat untuk menebar kebaikan dalam bulan suci ini dan untuk saling membantu yang lebih tua maupun muda. Selain itu, program ini juga bisa memberikan semangat dan saling membantu antar sesama warga yang ada di sekitar lingkungan masing-masing.
[Komunikasi dan Digitalisasi Lazismu PP Muhammadiyah]

KOTA YOGYAKARTA -- Ramadhan dimanfaatkan sebagai momentum untuk menggelorakan berbagai program filantropi. Seperti yang dilakukan oleh Lazismu Wilayah DI Yogyakarta, pada Ramadhan 1445 H meluncurkan program Infaq Teladan. Mengambil suasana bulan suci, program tersebut diluncurkan pada Pengajian Ramadhan 1445 H yang diselenggarakan pada Sabtu (23/03) oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DI Yogyakarta.
"Harapannya bisa menjadi teladan bagi pimpinan di tingkat bawahnya. Sehingga ini menanamkan jiwa keteladanan dalam gerakan filantropi dan menjadi penting untuk bisa menguatkannya," demikian disampaikan oleh Ketua Badan Pengurus Lazismu Wilayah DI Yogyakarta, Jefree Fahana.
Menurut Jefree, program ini tidak memperhitungkan besar kecilnya, namun jika ada nominal akan terus dipantau pergerakannya. Di lingkungan PWM DI Yogyakarta terdapat 600 pengurus dalam jajaran pimpinan, majelis/lembaga, ortom, dan lainnya. Lazismu Wilayah DI Yogyakarta pun akan menggali potensi ini dengan mencoba melakukan pengumpulan dan penguatan lini tersebut.
"Peruntukannya untuk Infaq Teladan ini adalah kembali ke persyarikatan. Dalam hal syiar dakwahnya akan dimanfaatkan majelis atau lembaga tentunya," imbuh Jefree.
M. Ikhwan Ahada selaku Ketua PWM DI Yogyakarta menyambut baik adanya program Infaq Teladan yang digagas Lazismu Wilayah DI Yogyakarta. Ia berharap agar jajaran pimpinan di tingkat wilayah bisa mengawali program tersebut agar bisa dicontoh oleh pimpinan di tingkat bawah yaitu Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM).
"Para pimpinan di wilayah menjadi penggerak untuk mengawali. Oleh karenanya, di PDM diharapkan akan ada Infaq Teladan di Lazismu Daerahnya masing-masing," harap Ikhwan.
Nama pemberi yang berinfaq pun tidak akan dicantumkan alias disamarkan berikut nominal infaq yang diberikan. "Jadi InsyaAllah, langsung masuk dan pahalanya langsung dicatat," tutup Ikhwan.
[Komunikasi dan Digitalisasi Lazismu PP Muhammadiyah]

JAKARTA -- Kado Ramadhan Lazismu kembali menyasar para penerima manfaat di Jakarta. Bekerja sama dengan Majelis Hukum dan HAM Pimpinan Pusat (PP) Aisyiyah, Lazismu PP Muhammadiyah membagikan bingkisan tersebut untuk masyarakat yang berasal dari kelompok rentan. Bantuan ini didistribusikan pada Jumat (29/03).
Upik Rahmawati selaku Manajer Kemitraan Lazismu PP Muhammadiyah menyampaikan bahwa Kado Ramadhan tersebut merupakan amanah dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) RI. Tahun ini Lazismu mendapatkan mandat untuk menyalurkan sebanyak 770 paket pada bulan Ramadhan 1445 H. Paket tersebut akan disalurkan di wilayah DI Yogyakarta dan DKI Jakarta.
"Alhamdulillah tahun ini Lazismu mendapatkan Kado Ramadhan dari BPKH sebanyak 770 paket yang pendistribusiannya tahun ini hanya di dua provinsi yaitu DI Yogyakarta dan DKI Jakarta. Sasaran kami ada kelompok difabel, marbot masjid, prakarya sekolah, dan hari ini masyarakat yang rentan kasus hukum atau kekerasan rumah tangga," jelas Upik
Lebih jauh Upik juga mengungkapkan bahwa paket Kado Ramadhan yang dibagikan ini berisi seperangkat alat salat. "Kado Ramadhan kali ini isinya seperakat alat salat, mukena, sarung, sajadah. Ini insyaAllah bisa digunakan seluruh anggota keluarganya disamping juga meningkatan ibadah di bulan suci Ramadhan," sebutnya.
Pada pendistribusian Kado Ramadhan kali ini, Lazismu membagikannya di Kantor PP Aisyiyah, Jl. Gandaria I No. 1, Kramat Pela, Kebayoran, Jakarta. Sasaran penerima manfaat adalah perempuan kepala keluarga, yatim, dhuafa, lansia, dan masyarakat sekitar. Total kado Ramadhan yang dibagikan adalah 67 paket.
[Komunikasi dan Digitalisasi Lazismu PP Muhammadiyah]

KABUPATEN CIANJUR -- Awal Maret 2023, Lazismu Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah berkesempatan mengunjungi Masjid Mujahidin, SMK Teknik Muhammadiyah, dan Panti Asuhan Aisyiyah yang berada di jalan Dr. Muwardi Kabupaten Cianjur. Ketiganya masih dalam satu lokasi dengan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Cianjur. Beberapa bagian dinding masing-masing retak akibat gempa berkekuatan 5,6 SR yang terjadi pada 21 November 2022. Kala itu, Pemerintah Kabupaten Cianjur fokus pada penanganan respons darurat kepada warga yang rumahnya mengalami kerusakan, termasuk amal usaha Muhammadiyah yang terdiri dari masjid dan sekolah.
Tim Asistensi Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) yang melakukan kaji dampak gempa Cianjur terhadap amal usaha Muhammadiyah merekomendasikan agar segera dilakukan perbaikan untuk masjid, sekolah, dan panti asuhan yang ada di sana. Dinding-dinding yang retak ditandai oleh MDMC sebagai bukti bahwa bangunan tersebut perlu mendapat perhatian serius pascagempa. "Relawan MDMC setelah melakukan pengkajian terhadap struktur bangunan di SMK Teknik, Masjid, dan Panti Asuhan merekomendasikan agar segera diperbaiki lebih lanjut," kata Faturrahman Ketua PDM Cianjur saat itu.
Atas saran dan kajian MDMC, Lazismu merespons unutk memperbaiki tiga unit amal usaha Muhammadiyah tersebut. Dalam pertemuan dengan PDM setempat, Barry Aditya mewakili Badan Pengurus Lazismu PP Muhammadiyah yang hadir dan melihat langsung lokasinya turut berkoordinasi dengan pimpinan Lazismu untuk menindaklanjuti program rehabilitasi dan rekonstruksi.
Direktur Utama Lazismu PP Muhammadiyah, Edi Suryanto yang menindaklanjuti rehabilitasi dan rekonstruksi pada 23 Juli 2023 bersama dengan Sekretaris Badan Pengurus Lazismu PP Muhammadiyah, Nuryadi Wijihardjono memastikan bahwa bantuan rekonstruksi akan dapat dimanfaatkan langsung oleh PDM guna memperbaiki amal usaha yang rusak. Di Masjid Mujahidin yang juga disaksikan oleh Ketua PDM Cianjur terpilih, M. Saiful Ulum, Lazismu kembali menyaksikan pemugaran tangga masjid yang akan diperbaiki. Beberapa ruang kelas juga turut diperbaiki termasuk ruang administrasi dan ruang guru.
Masjid dan Sekolah Kembali Dibuka
Hampir satu tahun lebih perbaikan masjid, sekolah, dan panti asuhan berlangsung. Kekhawatiran Saiful terhadap nasib sekolah kini mulai reda. Pasalnya, beberapa siswa SMK Teknik banyak yang pindah sekolah pascagempa karena takut jika bencana serupa terjadi lagi bangunan sekolah akan roboh. Kerisauan itu perlahan hilang, sekarang para siswa kembali lagi ke sini untuk bersekolah. Demikian disampaikan Saiful kepada Tim Teknik Sipil Lazismu yang melaksanakan monitoring pada Rabu, 27 Maret 2024.
"Alhamdulillah perbaikan SMK Teknik sudah selesai lebih dahulu. Ruang guru, ruang administrasi, dan ruang laboratorium komputer sudah dapat digunakan oleh para siswa dan siswi," pungkasnya dengan nada gembira.
Ia mengatakan kegiatan dakwah di sini kembali bergairah, dan tentu saja ini atas dukungan donatur yang mengamanahkannya kepada Lazismu. Tidak lupa kepada semua pemangku kepentingan yang telah peduli bergerak cepat untuk melakukan rekonstruksi. "Kami ucapkan terima kasih untuk semuanya atas bantuannya," lanjut Saiful.
Demikian juga dengan Masjid Mujahiddin, dua tangga yang dulu mengalami rusak parah sudah layak digunakan untuk ke lantai dua. Saiful mengatakan, perbaikan masjid ini telah sesuai dengan perencanaan. "Meski dalam praktiknya ada kegiatan yang sifatnya mengalami lebih dan kurang, itu masih dalam tahap wajar," jelasnya.
Masjid ini dulu tidak seperti ini. Konstruksinya berubah setelah mendapat bantuan dari lembaga donor Islam yang membantu penuh proses pembangunannya. Karena konstruksi yang lumayan tinggi, tentu saja ada beberapa kerumitan yang terjadi selama proses perbaikan pascagempa. Para jamaah pun kembali datang untuk meaksanakan ibadah di sini, termasuk siswa-siswi yang sekarang bergantian memanfaatkan masjid untuk mengikuti pesantran Ramadhan.
Di lokasi lainnya, Lazismu yang diwakili oleh Tim Teknik Sipil juga menyaksikan langsung bahwa panti asuhan Aisyiyah, terutama untuk aulanya sudah sepenuhnya dipugar dan dibangun kembali. Sementara itu, tinggal dua unit rumah sebagai tempat bermukim anak-anak panti masih dalam proses perbaikan berupa pengecatan atap, dinding dan jendela.
Bersama Yumna dan Aditya Rizki selaku utusan dari Lazismu yang didampingi PDM, kegiatan motoring berjalan lancar. Aditya Rizki mengatakan, SMK Teknik sudah 100 persen selesai. Adapun Masjid Mujahidin juga sudah selesai, hanya perbaikan kecil saja yang akan difokuskan, termasuk di panti asuhan agar bisa segera selesai.
"Monitoring ini merupakan bagian dari kepedulian Lazismu terhadap dampak yang diakibatkan pascagempa Cianjur terutama sarana umum. Secara prinsip kami memastikan bantuan ini tepat sasaran dalam penggunaannya. Lebih jauh lagi untuk memantau bahwa akuntabilitas bantuan ini bagi Lazismu bisa dipertanggung jawabkan," imbuhnya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Nazhori Author]

KABUPATEN ROTE NDAO -- Masjid Jamiatul Islamiyah Oelaba terletak di Kecamatan Rote Barat Laut, Kabupaten Roten Ndao, Nusa Tenggara Timur. Di tempat ini, Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) dan Lazismu Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menyelenggarakan Pesantren Mualaf yang dirangkai dengan penyaluran 100 Kado Ramadhan. Sasarannya adalah para dai dan mualaf yang ada di daerah tersebut sebagai kawasan terdepan, terluar, dan tertinggal atau 3T.
Kamarul Zaman mewakili LDK PP Muhammadiyah menyampaikan, Muhammadiyah sejak lama sudah memberikan perhatian serius kepada para mualaf yang ada di daerah pedalaman. "Sebenarnya sejak 1979 Muhammadiyah sudah memberikan perhatian yang serius kepada para dai dan mualaf di daerah pedalaman lewat salah satu badan pembina masyarakat suku terasing. Setelah itu, nomenklatur itu lalu berubah menjadi Lembaga Dakwah Khusus, dan sekarang menjadi Lembaga Dakwah Komunitas," terangnya.
Untuk mencapai lokasi kegiatan, Kamarul Zaman bersama Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Nusa Tenggara Timur Syarifuddin Darajat harus menempuh perjalanan laut selama 4 jam, ditambah perjalanan darat selama 2 jam. Mereka juga ditemani oleh perwakilan Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Nusa Tenggara Timur Jailani Tong, dan Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kota Kupang Abdul Majid Laba.
Wakil Ketua PWM Nusa Tenggara Timur, Syarifuddin Darajat pada kesempatan tersebut juga menekankan pentingnya bagi para ibu terus belajar membaca Al-Qur'an. "Ibu-ibu harus terus belajar dan memperbaiki bacaan Al Qur'an. Apalagi di dalam bulan Ramadhan ini," ujarnya.
Perhatian kepada para dai dan mualaf di pulau terluar paling selatan negeri ini tersebut mendapatkan apresiasi dari Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Rote Ndao, Ahmad Kiah. Ia pun mengucapkan terima kasih kepada LDK dan Lazismu. "Kami ucapkan terima kasih kepada LDK dan Lazismu PP Muhammadiyah karena sudah memberikan perhatian kepada para dai dan juga mualaf di Rote Ndao lewat kegiatan pesantren Ramadhan hari ini," ungkapnya.
Pesantren Mualaf LDK dan Lazismu merupakan kegiatan yang bertujuan untuk memberikan materi-materi praktis Al-Islam secara intensif selama 2 hari 1 malam kepada para mualaf yang dibina oleh para dai komunitas. Program ini juga disertai kajian, berbuka puasa, dan sahur bersama.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

KOTA YOGYAKARTA -- Ratusan anggota kelompok dampingan Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mendapatkan bingkisan Kado Ramadhan. Bantuan ini merupakan bentuk kerja sama dengan Lazismu PP Muhammadiyah. Penyerahan bantuan ini berlangsung di Gedung Dakwah PP Muhammadiyah Cik Di Tiro Yogyakarta pada Ahad (31/03) dan disaksikan oleh Ketua MPM PP Muhammadiyah, M. Nurul Yamin beserta jajarannya.
Ardhi Lutfi Kautsar selaku Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan Lazismu PP Muhammadiyah menyebutkan, program ini rutin dilakukan oleh Lazismu bersama MPM. Kado Ramadhan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap mereka yang tidak mampu, terutama dari kelompok dampingan MPM.
"Sesuai dengan peruntukannya, Kado Ramadhan ini menyasar kelompok dampingan MPM. Dengan demikian bantuan ini dipastikan tepat sasaran dan berdaya guna bagi mereka yang menerimanya," ujar Ardhi.
Lebih jauh Ardhi merinci, penerima manfaat yang berjumlah lebih kurang 500 orang itu berasal dari Kelompok Dampingan Pemulung MARDIKO, Kelompok Dampingan Asongan Surya Mandiri, Kelompok Dampingan UKM (UKM Sedayu Maju Ngoro-oro Gunungkidul dan UKM Pusaka Mulia Kokap Kulon Progo), serta Kelompok Dampingan Difabel (Kelompok KSP Bangun Akses Kemandirian Difabel Ngaglik, JATAM Difabel Bejen, Gala Difabel Gamping, dan Gerakan Kesejahteraan Tunarungu Indonesia). Di samping itu juga terdapat Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM) Sleman.
"Para penerima manfaat datang langsung ke PP Muhammadiyah Cik Di Tiro. Kami berharap agar apa yang diberikan ini dapat membantu menjalankan ibadah di bulan suci dan bermanfaat bagi mereka yang menerimanya," harap Ardhi.
Kado Ramadhan merupakan salah satu program khusus yang dijalankan oleh Lazismu secara nasional pada bulan suci. Bantuan ini berupa bingkisan sembako maupun bentuk lainnya yang diberikan kepada dai, ustadz, guru, yatim, dhuafa, difabel, maupun mereka yang membutuhkan. Dalam penyalurannya, Lazismu juga menggandeng berbagai mitra strategis, salah satunya adalah MPM PP Muhammadiyah.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

