

KABUPATEN PURBALINGGA -- Melalui program Pemberdayaan UMKM, Lazismu Kabupaten Purbalingga berusaha untuk mendorong perekonomian lokal. Pada Kamis (11/01) bantuan untuk usaha ternak kelinci dengan nama "FASCHO RABBITS BOBOTSARI" disalurkan dengan tujuan untuk menciptakan lapangan kerja, meningkatkan keterampilan pemeliharaan kelinci, memasarkan produk secara efektif, serta menjaga dan mengembangkan usaha secara berkelanjutan. Usaha ternak kelinci ini berada di Pekuncen RT 03/RW 02, Kecamatan Bobotsari, Kabupaten Purbalingga.
Sebagai langkah awal, Lazismu Kabupaten Purbalingga memberikan bantuan berupa empat ekor indukan dan satu kelinci pejantan kepada penerima manfaat program ini, Wasis Aman. Di rumahnya, Wasis aman telah merintis ternak kelinci. Dengan bantuan ini penerima manfaat diharapkan dapat terus mengelola ternak kelinci secara berkelanjutan, menciptakan dampak positif pada ekonomi pribadi, sekaligus mendukung visi pemberdayaan ekonomi Muhammadiyah.
Bantuan dari Lazismu Kabupaten Purbalingga disambut baik oleh Wasis Aman. Ia menyampaikan terima kasih atas bantuan kelinci indukan dan pejantan yang diterimanya. "Saya sangat bersyukur atas bantuan ini. Semoga ini menjadi langkah awal yang baik untuk mengembangkan usaha ternak kelinci saya," ungkapnya.
Program pemberdayaan ini diharapkan oleh Wasis Aman agar tidak hanya sekadar memberikan manfaat bagi dirinya sendiri, tetapi juga dapat menginspirasi dan membantu lebih banyak kader Muhammadiyah di daerah tersebut untuk meraih kesuksesan dalam pengembangan usaha mereka. "Dengan adanya dukungan seperti ini, kami sebagai anggota Muhammadiyah merasa didorong untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat," imbuh Wasis Aman.
Manajer Lazismu Kabupaten Purbalingga, Maftuh Chamdani turut berharap agar program Pemberdayaan UMKM Ternak Kelinci ini dapat menjadi contoh bagi kegiatan serupa di masa mendatang. "Melalui kolaborasi dan dukungan seperti ini, kami berharap dapat membantu lebih banyak masyarakat dalam mengembangkan potensi ekonomi lokalnya," harapnya.
"FASCHO RABBITS BOBOTSARI" diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang bagi para pelaku usaha kelinci dan masyarakat sekitar. Program ini juga menjadi landasan untuk pengembangan program serupa di masa yang akan datang.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

KOTA PALANGKA RAYA -- Dalam rangka Milad RS Islam PKU Muhammadiyah Palangka Raya, Lazismu Wilayah Kalimantan Tengah menyelenggarakan khitanan massal gratis. Acara ini berlangsung di Klinik Aisyiyah Kalimantan Tengah yang terletak di Jalan Anggrek I, Langkai, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya. Anak-anak dari kalangan keluarga kurang mampu tampak antusias mengikuti kegiatan yang berlangsung pada Rabu (10/01) ini.
Akhmad Tirmidzi selaku Ketua Panitia Milad menyampaikan terima kasih kepada pihak yang telah membantu suksesnya khitanan massal. Di antaranya adalah Lazismu Wilayah Kalimantan Tengah sebagai penyandang dana, petugas medis, serta seluruh pihak yang telah membantu kelancaran dan kesuksesan kegiatan ini. Milad RS Islam PKU Muhammadiyah Palangka Raya sendiri mengangkat tema "Meraih Keberkahan dengan Berbagi".
"Kami akan terus bersinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak dalam melaksanakan berbagai kegiatan, khususnya sosial untuk masyarakat dalam meraih keberkahan dunia dan akhirat," ungkap Akhmad Tirmidzi.
Sementara itu, Ketua Badan Pengurus Lazismu Wilayah Kalimantan Tengah, Muhammad Fitriani menambahkan, khitanan massal ini merupakan salah satu bentuk program kesehatan yang sudah direncanakan. Kegiatan ini pun sesuai dengan hasil dari Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Lazismu beberapa waktu lalu, yaitu penguatan inovasi sosial menuju SDGs.
"Ini merupakan bentuk kontribusi konkret kami dalam menjaga amanah (muzakki) dan para donatur yang menitipkan atau membayar zakat, infak, dan sedekahnya kepada Lazismu Kalimantan Tengah," ujarnya.
Muhammad Fitriani pun berharap agar program-program ini dapat berdampak positif bagi seluruh lapisan masyarakat. Selain itu, kegiatan ini menjadi satu bentuk eksistensi Muhammadiyah atas kontribusinya bagi masyarakat secara luas, khususnya di wilayah Kalimantan Tengah.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Bonni Febrian]

KABUPATEN KAPUAS -- Lazismu Wilayah Kalimantan Tengah kembali menyalurkan dana bantuan untuk pendidikan. Kali ini bantuan tersebut diberikan kepada SMP Muhammadiyah C-4 Dadahup yang berada di Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas. Penyerahan bantuan dilakukan oleh Manajer Area Lazismu Wilayah Kalimantan Tengah, Kurniawan pada Ahad (07/01) di sekolah tersebut.
Bantuan di bawah Pilar Pendidikan Lazismu ini berupa School Kit kepada para peserta didik dan uang tunai untuk para guru melalui program Peduli Guru. Tidak hanya itu, Lazismu Wilayah Kalimantan Tengah juga memberikan bantuan tambahan modal bagi kantin sekolah. Bantuan ini berasal dari program Pemberdayaan UMKM yang ada di bawah Pilar Ekonomi Lazismu.
Manajer Area Lazismu Wilayah Kalimantan Tengah, Kurniawan menyebutkan, bantuan Pilar Pendidikan Lazismu menjadi prioritas untuk disalurkan. Pihaknya pun telah menyiapkan dana cukup besar untuk menjalankan program-program di bawah pilar tersebut. "Kami telah mengalokasikan sejumlah dana yang tidak sedikit khusus untuk Pilar Pendidikan, seperti program Beasiswa Mentari, School Kit, dan Peduli Guru," ungkapnya.
Muhammad Fitriani selaku Ketua Badan Pengurus Lazismu Wilayah Kalimantan Tengah merincikan bahwa telah banyak bantuan yang disalurkan oleh pihaknya melalui ketiga program tersebut. "Dari ketiga program pada Pilar Pendidikan itu kami telah menyalurkan kepada ratusan penerima manfaat atau lebih kurang 181 orang, ditambah bantuan UMKM guna penambahan modal kantin sekolah dengan penerima 2 sekolah. Terima kasih para donatur Lazismu, semoga Lazismu Kalimantan Tengah menjadi bagian anda sekalian dalam semangat berderma," terangnya.
Sementara itu, Kepala SMP Muhammadiyah C-4 Dadahup, Slamet menyampaikan terima kasih atas kunjungan dan bantuan yang diberikan oleh Lazismu Wilayah Kalimantan Tengah, baik untuk para pendidik maupun kepada peserta didik. "Mudah-mudahan berkah dan menambah semangat, khususnya untuk peserta didik dan belajar lebih semangat lagi," ujarnya.
Meski lokasi SMP Muhammadiyah C-4 Dadahup cukup jauh dan melalui medan yang tidak mudah, penyaluran bantuan menjadi wujud komitmen Lazismu Wilayah Kalimantan Tengah dalam membantu meningkatkan kualitas pendidikan. Selain ke lokasi tersebut, Lazismu Wilayah Kalimantan Tengah juga menyerahkan bantuan ke sekolah lain yang ada di Kabupaten Kapuas.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

KOTA PALEMBANG -- Warga dhuafa di Kota Palembang terus mendapatkan perhatian dari Lazismu. Lembaga Amil Zakat milik Muhammadiyah ini kembali membagikan beras sebagai bentuk kepedulian kepada mereka yang tidak mampu. 300 warga dhuafa yang tersebar di berbagai kecamatan masing-masing mendapatkan beras sebanyak 5 kilogram.
Ketua Badan Pengurus Lazismu Kota Palembang, Kiagus M. Fahmi menyampaikan bahwa penyaluran beras merupakan salah satu program rutin yang dijalankan oleh pihaknya. Hal ini dilakukan untuk membantu warga dhuafa di kota tersebut. "Ini adalah penyaluran dari program Sedekah Subuh yang kita peruntukkan menjadi bantuan beras bagi warga yang membutuhkan," ujarnya.
Program Sedekah Beras, sambung Fahmi merupakan salah satu program unggulan Lazismu Kota Palembang. "Melalui program ini, kami ingin membantu warga dhuafa yang membutuhkan beras untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," sebutnya.
Fahmi mengajak masyarakat untuk turut serta berkontribusi dalam program Sedekah Beras. Masyarakat dapat menyalurkan sedekah berasnya melalui rekening Lazismu Kota Palembang atau dapat datang langsung ke kantor yang terletak di Gedung Dakwah Komplek Perguruan Muhammadiyah Palembang Balayudha. "Kami mengajak masyarakat untuk turut berkontribusi dalam program sedekah beras ini. Dengan bersedekah, kita dapat membantu sesama yang membutuhkan. Jangan lupa bisa follow Instagram Lazismu Palembang agar bisa melihat info-info lainnya," imbuh Fahmi yang juga merupakan guru di SD Muhammadiyah ini.
Salah satu penerima manfaat program Sedekah Beras Lazismu Kota Palembang, Siti mengaku sangat bersyukur atas bantuan beras yang diterimanya. Perempuan berusia 50 tahun ini mengatakan bahwa bantuan beras sangat berarti bagi dirinya dan keluarga. "Saya sangat bersyukur atas bantuan beras dari Lazismu Palembang. Bantuan ini sangat berarti bagi saya dan keluarga," ujarnya.
Distribusi beras dilakukan secara langsung oleh amil Lazismu Kota Palembang kepada warga dhuafa yang telah terdata. Para penerima manfaat dari program Sedekah Beras antara lain tukang sapu jalan, tukang parkir, warga dhuafa di sekitar wilayah ranting Muhammadiyah, pedagang kecil, marbot masjid, serta santri penghafal Al-Qur'an yang merupakan yatim dhuafa.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Andi Wijaya]

KABUPATEN SIDOARJO -- Keterbatasan fisik tidak menjadi halangan bagi Choirul Huda dalam beraktivitas. Untuk memenuhi kebutuhan hidup, lelaki berusia 35 tahun ini berjualan pulsa, sebuah usaha yang telah ditekuninya selama 8 tahun. Usaha tersebut kini mendapatkan kesempatan untuk lebih berkembang melalui program Pemberdayaan UMKM yang dijalankan oleh Lazismu Kabupaten Sidoarjo. Program ini merupakan kolaborasi Lazismu Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah bersama Bank Mega Syariah.
Saat amil Lazismu Kabupaten Sidoarjo, Yekti Pitoyo menyambangi rumah Choirul yang terletak di Jati Kalang, Kecamatan Prambon, Kabupaten Sidoarjo pada Selasa (09/01), ia pun banyak bercerita. Menurutnya, sejak lahir ia memiliki tulang kaki dan tangan yang tidak bisa tumbuh secara normal. Malang, ia hanya bisa duduk karena kesulitan untuk berjalan. Namun demikian, anak kedua dari 3 bersaudara ini tetap bersyukur atas kehidupan yang dijalaninya.
"Saya tetap bersyukur memiliki kondisi tubuh seperti ini, semua sudah ketetapan Allah. Dulu saya sempat sekolah sampai kelas 5 Madrasah Ibditaiyah, kemana-mana diantar oleh ibu, berangkat ngaji dan sekolah diantar jemput digendong. Sebetulnya ibu pengin saya sekolah terus, tapi saya kasihan ibu yang kemana-mana mengendong saya. Karena hanya ibu saya yang bisa menemani. Kalau orang lain dengan kondisi fisik saya seperti ini, takut tidak bisa mengendong, malah jatuh," ungkap Choirul.
Keberadaan sang ibu menjadi suntikan penyemangat tersendiri bagi Choirul. Ia pun berjuang keras agar tidak bergantung dengan orang lain, terutama dalam menjalani hidup. "Saya beruntung memiliki ibu yang penuh kasih sayang merawat saya. Sebagai anak laki-laki, saya juga ingin mandiri, ingin punya penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup agar tidak tergantung pada orang lain. Apalagi sejak bapak meninggal 6 tahun lalu," tuturnya.
Seiring dengan perkembangan waktu mendorong pergeseran dalam menjalankan usaha. Hal ini pun diakui oleh Choirul sebagai pelaku UMKM yang berjualan pulsa. Ia harus menyesuaikan diri dengan perubahan, namun masih terkendala modal.
"Dulu awal berjualan pulsa eletronik lumayan hasilnya, bisa untung sampai rata-rata 50 ribu per hari. Sekarang jarang orang beli pulsa, hanya yang memiliki handphone jadul dan orang-orang desa yang masih beli pulsa, yang hanya bisa dipakai SMS dan telepon. Dengan model handphone Android seperti saat ini, jarang yang beli pulsa, tapi beli paket data. Nah ini yang menjadi kendala saya. Untuk jualan paket data membutuhkan modal yang cukup banyak dan harus punya stok untuk perputaran dari beberapa jenis penyedia layanan data seluler. Tapi usaha ini tetap saya telateni untuk berjualan pulsa eletrik, dan berharap punya modal bisa jualan paket data," terang Choirul.
Bantuan yang diberikan oleh Lazismu kategori UMKM Disabilitas ini sangat berarti bagi Choirul untuk meningkatkan usahanya. Ia pun mengucapkan syukur sembari berharap agar apa yang digelutinya dapat terus berkembang. "Alhamdulillah, Lazismu Sidoarjo memberikan bantuan modal usaha ini. Semoga menambah semangat saya untuk mengembangkan usaha jualan pulsa dan paket data," pungkasnya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Yekti Pitoyo]

KOTA SURABAYA -- 2 penghargaan diraih oleh Lazismu Kabupaten Sidoarjo dalam rangkaian Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Lazismu Wilayah Jawa Timur yang berlangsung pada Sabtu-Ahad (06-07/01) di Suit Hotel, Surabaya. Penghargaan Lazismu Jawa Timur Award ini terdiri dari kategori Pendistribusian dan Pendayagunaan Kreatif dan Inovatif Bidang Sosial Dakwah Terbaik melalui program Pembangunan Mushola di Daerah Terpencil, serta Bidang Ekonomi melalui program Pemberdayaan UMKM Disabilitas serta WarungMu.
Sekretaris Badan Pengurus Lazismu Kabupaten Sidoarjo, Achmad Solichul Amin mengungkapkan, penghargaan ini merupakan kado bagi seluruh tim yang telah bekerja penuh keikhlasan, baik Badan Pengurus maupun Eksekutif Lazismu Kabupaten Sidoarjo. Komunikasi dengan menyamakan visi dan misi pun menjadi kunci keberhasilan.
"Alhamdulillah atas penghargaan ini. Kami sebagai Badan Pengurus yang belum genap satu tahun sejak pengukuhan pada bulan Juni tahun lalu berusaha untuk melakukan berbagai pembenahan. Sebagai pengurus baru yang diberi amanah untuk mengelola Lazismu bersama tim berusaha mencari ide kreatif untuk memberikan pelayanan terbaik baik bagi muzakki maupun mustahik, dengan berkomunikasi dan menyamakan visi dan misi dengan Eksekutif," ungkap Achmad Solichul Amin.
Sebagai pengurus, lanjut Achmad Solichul Amin, pihaknya membuka ruang kreativitas seluas-luasnya pada setiap amil maupun eksekutif agar aktif memberikan sumbangsih pemikiran untuk kemajuan bersama. "Dengan kerja sama tim dan selalu belajar dan tidak puas dengan apa yang sudah kami terima hari ini, InsyaAllah akan memberikan semangat untuk bekerja dalam menjalankan amanah mengelola lembaga zakat. Semoga Lazismu Sidoarjo bisa turut berkontribusi mewujudkan tema Rakerwil yaitu Penguatan Inovasi Sosial untuk Pencapaian SDGs. Dengan menjaga kekompakan tim, baik dari unsur Badan Pengurus maupun Badan Eksekutif," harapnya.
Menurut Achmad Solichul Amin, dengan adanya kekompakan tim, program yang dijalankan pun dapat berdampak, terukur, dan berkelanjutan. Lazismu juga dapat memberikan tawaran solusi baru dalam mengatasi masalah sosial secara lebih efektif dan efisien melalui inovasi sosial. Dengan implementasi konsep inovasi sosial diharapkan bisa menjawab berbagai permasalahan sosial masyarakat di Kabupaten Sidoarjo.
"Salah satu upaya dalam mendorong terjadinya inovasi sosial, Lazismu Sidoarjo membuka diri untuk bekerja sama dengan berbagai pihak, baik dari majelis, lembaga, ortom, cabang maupun ranting, serta amal usaha di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah," tutup Achmad Solichul Amin.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Yekti Pitoyo]

