

KABUPATEN BANTUL -- Keseriusan Kantor Layanan (KL) Lazismu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dalam dunia pendidikan kembali ditunjukkan melalui penyaluran beasiswa. Dana sebesar Rp. 672.859.500,- pun digelentorkan kepada para penerima manfaat yang berasal dari berbagai perguruan tinggi, baik swasta maupun negeri. Penyerahan dana bantuan pendidikan dalam program Beasiswa Sang Surya Lazismu ini diserahkan langsung oleh Rektor UMY secara simbolis di Gedung AR Fakhruddin A Lantai 5 UMY.
70 orang mahasiswa dari 6 perguruan tinggi menjadi penerima manfaat beasiswa yang diserahkan pada Sabtu (26/08) tersebut. Di antaranya berasal dari UMY, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Negeri Semarang, Universitas Muhammadiyah Malang, dan Universitas Negeri Yogyakarta. 60 orang merupakan mahasiswa program sarjana, 1 mahasiswa program magister, 5 mahasiswa program vokasi, dan 4 mahasiswa program profesi.
Dalam sambutannya, Rektor UMY, Prof. Dr. Ir. Gunawan Budiyanto, M.P., IPM., ASEAN.Eng. mengajak para mahasiswa penerima beasiswa untuk selalu bersyukur dan memandang kehidupan dari sudut pandang yang lebih tinggi. Belajar menjadi orang yang bersyukur dalam setiap aspek kehidupan adalah hal yang sangat penting.
"Jangan pernah berpikir dengan matematika bumi, berpikirlah dengan matematika langit. Menjadi orang kaya atau orang pintar itu mudah, tetapi menjadi orang yang selalu bersyukur itu yang sulit," tegas Gunawan.
KL Lazismu UMY juga diharapkan dapat menjangkau lebih luas dalam menjalankan program-programnya. "Kami berharap agar jangkauan LazisMu UMY bisa semakin luas, sehingga semua orang dapat membuktikan bahwa Islam adalah rahmat bagi semesta alam," tambah Gunawan.
Sementara itu, mewakili KL Lazismu UMY, Dr. Muhammad Syamsudin, M.Pd. menyampaikan ucapan selamat kepada para mahasiswa yang telah terpilih sebagai penerima manfaat program Beasiswa Sang Surya. Bantuan beasiswa ini diyakini tepat sasaran dan akan memberikan manfaat yang signifikan bagi perkembangan akademis para mahasiswa. Ia juga memberikan pesan tentang pentingnya menjaga komunikasi antar sesama mahasiswa penerima beasiswa tersebut.
"Apapun yang Anda pelajari, dan di mana pun Anda belajar, jangan lupakan nilai-nilai Muhammadiyah yang telah menjadi landasan kita. Dengan semangat dan tekad yang kuat, segala rintangan dapat diatasi. Istiqomah dan menjaga amanah adalah kunci," pungkas Samsuddin.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

KOTA YOGYAKARTA -- Melalui program Muhammadiyah Aid, Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) Muhammadiyah atau Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) bersama Lazismu merespons kejadian gempabumi di Maroko yang berdampak sangat parah. Tim asistensi pun diturunkan ke lokasi terdampak untuk melakukan kaji cepat, koordinasi, dan membuka layanan bagi para penyintas.
Tim yang berangkat pada Rabu (13/09) malam ini terdiri dari 2 orang, yaitu Wahyu Pristiawan Buntoro dan Al Afik yang berasal dari bidang Diklat MDMC dan Emergency Medical Team (EMT) Muhammadiyah. Keduanya akan mendampingi Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Kerajaan Maroko yang menjadi Management Support Assistance Team dan bertugas selama 14 hari.
Pemberangkatan tim ini mendapat apresiasi dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Maroko, Hilal Ahmar, dan media lokal Maroko. Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang membidangi Kerjasama Internasional, Prof. Dr. Syafiq A. Mughni, M.A. menyampaikan bahwa keberangkatan tim asistensi ini merupakan upaya yang dilakukan oleh Muhammadiyah untuk membuka layanan respons yang lebih besar lagi.
"Tadi saya bersama MDMC ikut berdiskusi dengan Kedutaan Besar Maroko di Jakarta. Mereka sangat mengapresiasi usaha Muhammadiyah untuk memberikan bantuan ini," terang Syafiq.
Syafiq menambahkan, akan ada banyak kebutuhan penyintas yang harus dipenuhi. "Selama tidak ada resistensi dari masyarakat lokal di sana dan pemerintah yang punya otoritas di negara tersebut tidak menjadi masalah. Karena tentu banyak kebutuhan yang harus dipenuhi, tidak hanya logistik dan kesehatan tapi juga psikososial," imbuhnya.
Ketua MDMC PP Muhammadiyah, H. Budi Setiawan, S.T. menegaskan bahwa nilai kemanusiaan sangat dijunjung tinggi oleh Muhammadiyah Aid. Oleh karena itu, Muhammadiyah akan terus berkoordinasi dengan lembaga kemanusiaan dan pemerintah sehingga dapat mengukur sejauh mana Muhammadiyah dapat membantu warga Maroko yang terdampak bencana tersebut.
"Kami berharap Muhammadiyah dapat mengajak banyak lembaga untuk bersama-bersama saling bahu-membahu merespons bencana Maroko ini dengan mengutamakan semangat kemanusiaan. Karena saat ini korban sudah mencapai 2.400 jiwa meninggal dunia," ungkap Budi.
Mewakili Lazismu Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Edi Suryanto selaku Direktur Utama menjelaskan bahwa pihaknya memberikan dukungan bagi aksi kemanusiaan ini. Lazismu pun akan melakukan penggalangan dana pada berbagai tingkatan, mulai dari Kantor Layanan, Daerah, Wilayah, hingga Pusat. Dana yang dihimpun akan digunakan untuk mendukung gerak langkah Muhammadiyah Aid dalam membantu penyintas gempa Maroko.
"Muhammadiyah Aid, sebagai koordinator bidang kemanusiaan luar negeri telah melakukan koordinasi bersama lembaga-lembaga kemanusiaan global dan pemerintah Indonesia dalam menyusun langkah-langkah bantuan yang tepat sasaran. Demikian pula PCIM Maroko yang telah bertemu dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dan Hilal Ahmar setempat telah mendapatkan akses dalam menyampaikan bantuan dari Muhammadiyah kepada para penyintas," papar Edi.
Lazismu terus menghimpun bantuan guna mendukung aksi kemanusiaan internasional ini. Bantuan dapat disalurkan melalui tautan https://lazismu.org/gempamaroko untuk membantu mereka yang terdampak. Mari bantu Maroko!
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

MAROKO -- Gempabumi berkekuatan M 6.8 yang menghantam Maroko telah menimbulkan dampak yang cukup parah. Tercatat hingga Selasa (12/09), korban jiwa yang tewas mencapai 2.901 orang, sementara korban luka-luka menjadi 5.530 orang seperti yang dirilis oleh pemerintah Maroko. Bencana ini pun menyita perhatian dunia, termasuk Persyarikatan Muhammadiyah.
Respons cepat pun dilakukan melalui Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) Muhammadiyah atau dikenal dengan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) yang didukung oleh Lazismu. Bersama Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Kerajaan Maroko, Muhammadiyah menginisiasi tim untuk membantu warga Maroko selama masa tanggap darurat yang berlangsung 14 hari. Tim ini juga berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) yang berkedudukan di Maroko dan Hilal Ahmar di Chichaoua.
Ketua MDMC Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, H. Budi Setiawan, S.T. menyampaikan bahwa pihaknya sedang berkoordinasi dengan lembaga kemanusiaan dan pemerintah dalam merespons kejadian bencana ini. MDMC juga menjajaki sejauh mana kemungkinan ikut membantu meringankan duka warga Maroko. Selain itu, kaji cepat juga sedang dilakukan untuk menentukan bantuan yang efektif disalurkan di lokasi terdampak.
"Sebagai warga yang menjunjung nilai-nilai kemanusiaan, kami menyampaikan rasa duka dan empati yang mendalam atas musibah di Maroko," ujar Budi.
Bantuan yang akan diberikan kepada warga Turki mendapatkan dukungan dari Lazismu. Hal ini disampaikan oleh Edi Suryanto selaku Direktur Utama Lazismu PP Muhammadiyah. Menurutnya, aksi kemanusiaan ini juga merupakan implementasi hasil Muktamar ke-48 yang berlangsung tahun lalu di Surakarta.
"Pada koordinasi tadi malam, PP Muhammadiyah bersama Lazismu, MDMC, Muhammadiyah Aid, LHKI, dan PCIM Maroko menyepakati bahwa bantuan ini sebagai wujud nyata dari Risalah Islam Berkemajuan hasil Muktamar Surakarta. Di antaranya adalah pengabdian kepada kemanusiaan global dan juga Internasionalisasi Muhammadiyah," ungkap Edi.
Sementara itu, perwakilan PCIM Maroko, Jundi Abdurrahman pada Ahad (10/09) menuturkan bahwa saat ini tim respons cepat bergerak membantu pendistribusian kebutuhan dasar, makanan, air bersih, dan perlengkapan kesehatan kepada para penyintas. PCIM Maroko juga berfokus pada program dukungan kepada kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, bayi, balita, lansia, dan disabilitas.
"Dalam rangka memberikan bantuan kemanusiaan yang efektif dan tepat waktu, PCIM Maroko berencana untuk mengoperasikan tim bantuan selama 14 hari dalam fase tanggap darurat," terang Jundi.
Seperti diketahui, menurut Survei Geologi Amerika Serikat (US Geological Survey), gempa yang sangat merusak tersebut menghantam Maroko pada Jumat (08/09) pukul 23.11 waktu setempat atau Sabtu (09/09) pukul 05.11 WIB pada kedalaman 18,5 km. Dampaknya dirasakan hampir di seluruh bagian Maroko, termasuk Provinsi Al-Haouz, Taroudant, Chichaoua, Ouarzazate, Marrakech, Azilal, Agadir, Casablanca, dan Youssoufia.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

Perhatikan Saat Donasi di Lazismu.org !
Klik program zakat atau program lain yang tersedia, isi data diri dan itu wajib ya sobat lazismu.

KABUPATEN LUMAJANG -- Lazismu Kabupaten Lumajang kini memiliki kantor baru yang lebih representatif. Kehadiran kantor ini merupakan upaya untuk meningkatkan pelayanan kepada para muzakki dan mustahik Lazismu di Kabupaten Lumajang. Kinerja dan pencapaian Lazismu dalam rangka optimalisasi dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) secara modern pun juga diharapkan dapat terus ditingkatkan.
Peresmian kantor baru yang berada di Jalan Diponegoro No. 64, Jogoyudan, Kabupaten Lumajang ini berlangsung pada Senin (11/09). Sebelumnya, kantor lama berada di Jalan Brantas No. 22 Kabupaten Lumajang yang satu atap dengan kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Lumajang. Peresmiannya dihadiri oleh Wakil Bupati Lumajang Ir. Hj. Indah Amperawati Masdar, M.Si., Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur Dr. dr. Sukadiono, M.M., Bendahara PWM Jawa Timur drh. Zainul Muslimin, Ketua Badan Pengurus Lazismu Wilayah Jawa Timur Imam Hambali, Sekretaris PDM Lumajang Zainal Abidin, dan Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Lumajang Aini Mardiana.
Dalam sambutannya, Ketua PWM Jawa Timur, Dr. dr. Sukadiono, M.M. memuji berdirinya kantor Lazismu Kabupaten Lumajang yang baru ini. Kantor yang berfungsi sebagai zakat center ini pun menjadi yang pertama kali berdiri secara mandiri oleh Lazismu di tingkat PDM yang ada di Jawa Timur.
"Jadi, ini sangat luar biasa untuk PDM Lumajang yang tentu tidak lepas dari jasa para pendahulunya. Ternyata dengan keikhlasan dan pengorbanan yang luar biasa bisa mendirikan kantor Zakat Center Lazismu Lumajang," puji Sukadiono.
Apresiasi juga datang dari Wakil Bupati Lumajang, Ir. Hj. Indah Amperawati Masdar, M.Si. yang turut merasakan pentingnya kehadiran Lazismu di Lumajang, terutama saat bencana seperti erupsi Gunung Semeru beberapa waktu lalu. Ia pun mengajak lembaga-lembaga amil zakat untuk terus menjaga kebersamaan. "Kita ini kan rawan gempa, tsunami, longsor, banjir, maka kebersamaan itu harus dibangun dengan baik, dukungan pemerintah harus bagus bagi lembaga-lembaga amil zakat," ajaknya.
Menurut Indah Amperawati, kebersamaan yang dicontohkan oleh Lazismu salah satunya adalah melalui kegiatan-kegiatan Aisyiyah yang selalu mendapatkan dukungan. Ia mengingatkan, sebagai sebuah organisasi yang mengumpulkan dana umat, tata kelola harus dijalankan dengan baik demi menjaga amanah tersebut. Hal itu pun sudah diterapkan di Lazismu Kabupaten Lumajang.
"Saya atas nama pemerintah sangat mengapresiasi Lazismu sebagai salah satu lembaga amil zakat yang ada di Lumajang. Setiap ada bencana selalu ada Lazismu. Lazismu luar biasa, mudah-mudahan ini menjadi contoh bagi lembaga-lembaga sosial lain agar hadir di tengah masyarakat. Orang itu yang diingat ketika mereka berduka. Lazismu tidak pernah berhenti pada saat kejadian erupsi saja, tapi pasca erupsi tetap rajin mengunjungi orang-orang yang ada di hunian tetap," ungkap Indah Amperawati.
Kantor baru ini dibangun di atas tanah Persyarikatan Muhammadiyah dengan menelan dana 300 juta rupiah. Jika ditotal, tanah dan bangunan kantor nilainya mencapai 1,2 miliar rupiah. Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita secara bersama-sama oleh para tokoh yang hadir dan kemudian memasuki ruangan gedung Lazismu Kabupaten Lumajang yang baru. Selain melihat lobi utama, hadirin juga diajak masuk satu persatu ke dalam ruangan yang ada di gedung baru yang bersih, cantik, dan modern.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

KABUPATEN SIDOARJO -- Rumah Tahanan (Rutan) Perempuan Kelas II A Surabaya mendapatkan kunjungan dari Lazismu Kabupaten Sidoarjo. Kunjungan di rutan yang berlokasi di Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo ini berlangsung pada Selasa (12/09). Delapan orang amil Lazismu Kabupaten Sidoarjo datang untuk menyalurkan bantuan kepada para penghuni rutan.
Memasuki kawasan rutan, tim melewati pintu besi pertama yang tertutup rapat. Setelah menyerahkan tanda pengenal KTP dan diperiksa petugas, tim kemudian mendapatkan kartu identitas sebagai pengunjung. Memasuki pintu besi kedua, tim mengikuti lorong panjang dengan pepohonan yang tumbuh di sisi kiri, sebelah kanan tembok menjulang tinggi dengan pagar berduri.
Setelah tiba di dalam, bangunan pertama yang terlihat adalah klinik. Memasuki pintu pagar besi ketiga ada beberapa bangunan seperti aula, dapur, dan ruang keterampilan. Beberapa orang perempuan terlihat sedang mengerjakan keterampilan batik Sibori. Suasana terasa ramah seperti memasuki asrama perempuan. Di sebelah lapangan olah raga berdiri dua rumah ibadah, gereja dan masjid.
Di Masjid An Insyiro inilah rombongan amil Lazismu Kabupaten Sidoarjo diterima oleh petugas. Di dalam masjid sudah berkumpul ratusan perempuan. Jamaah Masjid An Insyiro mengadakan acara lomba certum atau ceramah tujuh menit yang diikuti 12 orang peserta yang merupakan perwakilan masing-masing blok.
Hifni Sholikin, Ketua Badan Pengurus Lazismu Kabupaten Sidoarjo menjadi salah satu juri lomba tersebut. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa pihaknya sangat bangga dan berbahagia atas kemampuan para penghuni rutan dalam menyampaikan materi.
"Saya sangat bangga dan berbahagia atas kemampuan berceramah ukti calon penghuni surga. Semoga selepas dari masa pembinaan di rutan ini akan betul-betul menjadi pendakwah yang akan menjadi kebanggaan keluarga dan tentu para pembina di sini," ujar Hifni.
Sri Wahyuni, salah satu peserta lomba, pada akhir ceramahnya menyampaikan terima kasih karena setelah empat bulan berada di rutan, ia sudah bisa membaca Al-Qur'an. "Nasib yang membawa saya di sini. Empat bulan di sini yang awalnya tidak bisa baca Qur'an, dibimbing oleh ustadzah mulai dari iqro sampai sekarang sudah bisa baca Al-Qur'an, walau belum lancar," ujarnya dengan suara serak dan menahan tangis.
Setelah acara lomba selesai, Lazismu Kabupaten Sidoarjo menyerahkan bantuan secara simbolis. 100 jilbab dan 3 dus RendangMu pun dibagikan, disaksikan petugas rutan.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

