Berita

Ikuti kabar terbaru dari Lazismu. Lihat laporan penyaluran, kisah inspiratif penerima manfaat, dan dampak nyata dari ZIS Anda

LESTARIKAN EKOSISTEM LAUT, LAZISMU DAN KOLING TANAM 1000 POHON MANGROVE

KABUPATEN PANDEGLANG -- Melestarikan laut adalah tanggung jawab bersama semua elemen masyarakat agar laut tersebut beserta ekosistemnya tetap terjaga, terutama dengan tetap menjaga fungsi ekologis hutan mangrove sehingga lingkungan pantai dapat menghidupkan rantai makanan yang memiliki nilai manfaat bagi sekitarnya. Melalui Pilar Lingkungan dengan program Sayangi Lautmu, Lazismu Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah pada Sabtu (02/09) menggelar aksi penanaman Mangrove di Muara Cikaung, Desa Ujung Jaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandegalang, Banten.

Dengan berkolaborasi bersama Komunitas Lingkungan (Koling), Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten, dan Komunitas Peduli Lingkungan Sekitar (Kompilasi), penanaman Mangrove yang melibatkan puluhan mahasiswa dan pelajar sekolah dasar berjalan lancar. Kegiatan ini dihadiri dan didukung oleh Sekretaris Dinas (Sekdis) Perikanan Kabupaten Pandeglang dan Kepala Dusun Desa Ujung Jaya.

Sekdis Perikanan Kabupaten Pandeglang, Onah mengatakan, hutan Mangrove bukan hanya sekadar menahan abrasi, tapi keberadaannya akan membawa dampak positif terhadap para nelayan, ikan, dan kepiting. Ekosistem tersebut banyak hidup di bawah hutan Mangrove. "Dengan kegiatan penanaman ini mari kita bersama menciptakan ekosistem hutan Mangrove. Maka upaya melindungi laut dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat bisa dimulai dari sini," ajaknya.

Dalam kesempatan itu, Koordinator Koling Eni Nuraeni menyebutkan bahwa restorasi Mangrove dapat mencegah bencana yang terjadi di laut. "Karena itu konservasi hutan Mangrove mampu menyimpan stok karbon yang keberadaannya dapat mengurangi pemanasan global," ujarnya.

Dalam aksi lingkungan tersebut, Nazhori Author selaku Manajer Program Kemanusiaan dan Lingkungan Lazismu PP Muhammadiyah mengungkapkan, pada perkembangannya lembaga filantropi tidak hanya menyasar program ekonomi, kesehatan, pendidikan, dan sosial semata. Di luar itu, sebagai lembaga amil zakat Lazismu harus memotret persoalan lingkungan. "Di Banten ini, Lazismu sudah melakukan penanaman Mangrove yang kedua. Pertama bersama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di Lembur Patikang dan Domas sebanyak 2200 pohon Mangrove. Dan yang kedua di Desa Ujung Jaya sebanyak 1000 pohon Mangrove," paparnya.

Author menambahkan, nilai manfaat dari pohon Mangrove banyak sekali. Selain untuk menstabilkan ekosistem pantai, Mangrove memiliki fungsi biologis bagi biota laut dan juga bernilai ekonomi jika dikelola dengan baik dan benar oleh warga pesisir laut. Karena itu ikhtiar melestarikan lingkungan menjadi tanggung jawab bersama, apalagi dampak pemanasan global sekarang begitu terasa. Belum lagi fenomena El-Nino yang dihadapi Indonesia dampaknya juga sudah terlihat, salah satunya kekeringan yang ada di beberapa wilayah Banten.

Nilai penting lainnya, sambung Author, kegiatan penanaman Mangrove ini bisa memberikan pengalaman, manfaat, dan program berkelanjutan bagi masyarakat Ujung Jaya. "Di sini juga ada nilai edukasi lingkungan dengan ikut hadirnya adik-adik mahasiswa dan pelajar dari SD Ujung Jaya yang dengan semangat menanam Mangrove," imbuhnya.

Hal senada diungkapkan Yaya Jakaria selaku Ketua Kompilasi. Ia berharap warga Desa Ujung Jaya turut berpartisipasi menjaga kelestarian ekosistem laut. Mangrove yang manfaatnya sangat banyak ini justru bisa menjadi kegiatan warga yang padat karya selain mencari ikan di laut. Yaya mengatakan, penanaman Mangrove kali ini dilaksanakan di atas tanah hibah, tanah yang sebelumnya tanah tambak udang dengan luas 8.000 m².

"Adalah sudah tepat tertanam 200 Mangrove dengan tinggi setengah meter yang ditanam bersama. Jumlah total tanaman yang akan ditanam sebanyak 1000 pohon," pungkas Yaya.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Nazhori Author]

SELENGKAPNYA
4 September 2023

BERSAMA LEMBAGA PENGEMBANGAN PESANTREN, LAZISMU LUNCURKAN BEASISWA UNTUK 1000 USTADZ DAN USTADZAH

KABUPATEN SUKOHARJO -- Lazismu Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah meluncurkan program Pendidikan 1000 Ustadz/Ustadzah Pesantren Muhammadiyah (PUPM) dengan menggandeng Lembaga Pengembangan Pesantren PP Muhammadiyah pada Jumat (01/09). Program ini dirangkai dengan program Beasiswa Sang Surya Lazismu. Acara ini berlangsung di sela-sela Rapat Koordinasi Nasional Pesantren Muhammadiyah dengan tema "Revitalisasi Pesantren Muhammadiyah sebagai Pusat Kaderisasi Ulama untuk Dakwah Islam Berkemajuan" di Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

Peluncuran program tersebut ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara Lazismu PP Muhammadiyah yang diwakili oleh Ahmad Imam Mujadid Rais, M.IR. selaku Ketua Badan Pengurus dengan Ketua Lembaga Pengembangan Pesantren PP Muhammadiyah Dr. H. Maskuri, M.Ed. dan disaksikan oleh Ketua PP Muhammadiyah Dr. Kiai Saad Ibrahim, M.A. yang membidangi Lembaga Pengembangan Pesantren. Para peserta berasal dari pesantren Muhammadiyah, baik yang hadir secara daring maupun luring.

Ketua Badan Pengurus Lazismu PP Muhammadiyah, Ahmad Imam Mujadid Rais, M.IR. menegaskan, program ini sangat penting untuk dijalankan, mengingat Amanat Muktamar ke-48 Muhammadiyah dan Aisyiyah yang mendorong untuk peningkatan ustadz/ustadzah serta pesantren dalam menguatkan dakwah Islam Berkemajuan. Menurutnya, harus ada ikhtiar serius dalam mengelola pesantren di lingkungan Muhammadiyah, apalagi masih banyak kekurangan seperti dari sisi sumber daya manusia maupun manajemen pengelolaan.

"Saya kira program ini program yang sangat penting, terlebih Amanat Muktamar ke-48 digariskan mendorong peningkatan ustadz/ustadzah dan pesantren-pesantren yang mendorong kepada dakwah Islam Berkemajuan. Dan kita melihat memang dari sisi sumber daya manusia dan manajemen, itu sangat kurang. Harus ada ikhtiar serius," tegas Rais.

Oleh karena itu, lanjut Rais, Lazismu kemudian bersinergi Lembaga Pengembangan Pesantren. Harapannya, kerja sama ini dapat menimbulkan dampak yang sangat besar untuk penambahan sumber daya manusia, yaitu ustadz/ustadzah atau pimpinan pesantren sehingga bisa mendukung pengembangan program-program Islam Berkemajuan di pondok pesantren Muhammadiyah.

Kerja sama ini pun disambut baik oleh Ketua Lembaga Pengembangan Pesantren PP Muhammadiyah, Dr. H. Maskuri, M.Ed. Menurutnya, program ini merupakan langkah yang sangat strategis. Hal ini didasari oleh data bahwa perkembangan jumlah pesantren meningkat cukup tajam dari 127 pesantren pada akhir tahun 2015 hingga menjadi 440 pesantren sampai menjelang Muktamar ke-48 Muhammadiyah dan Aisyiyah lalu.

"Dari 27 provinsi yang tersebar, sebagian besar menghendaki adanya ustadz/ustadzah yang mempunyai latar belakang agama Islam yang kuat. Indikatornya adalah para ustadz/ustadzah yang lulusan dari Timur Tengah bahasa Arabnya cukup menguasai dan pemahaman agama cukup mendalam, sehingga ketika kerja sama ini dijalin dengan Lazismu, nanti kader-kader kita yang saat ini belajar khususnya di Universitas Al Azhar Kairo setelah kembali ke tanah air akan disebar ke pesantren-pesantren Muhammadiyah di seluruh Indonesia untuk memenuhi kekurangan ustadz/ustadzah yang saat ini memang sangat dibutuhkan," ungkap Maskuri.

Maskuri kemudian mengingatkan bahwa amal usaha Muhammadiyah di bidang pendidikan harus memiliki keunggulan dan berkemajuan. Hal ini akan bisa dicapai dengan kerja yang sungguh-sungguh, yaitu melalui Beasiswa Sang Surya program PUPM ini. "Dengan beasiswa ini studinya menjadi lancar, kemudian terprogram dan fokus sehingga betul-betul dalam menuntut ilmu itu serius. Ketika tamat, pulang membawa ilmu yang cukup untuk mengembangkan pesantren Muhammadiyah," terangnya.

Pada tahap pertama ini Lazismu dan Lembaga Pengembangan Pesantren PP Muhammadiyah akan membiayai 20 kader yang sedang menempuh kuliah di Mesir. Setelah mereka lulus akan didistribusikan sesuai dengan daerah masing-masing penerima manfaat. Beasiswa ini diharapkan dapat mendukung pengembangan pesantren baik secara kelembagaan maupun sumber daya manusia pesantren itu sendiri. Lazismu berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan majelis dan lembaga serta ortom yang ada di lingkungan Muhammadiyah dalam mendistribusikan dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelolanya.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

SELENGKAPNYA
2 September 2023

AIKIPRESSURE, METODE NASYIATUL AISYIYAH DAN LAZISMU CEGAH STUNTING DI KABUPATEN KARANGANYAR

KABUPATEN KARANGANYAR -- Kerja sama untuk membantu pencegahan stunting dijalin antara Lazismu dan Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah Kabupaten Karanganyar. Bentuk kerja sama ini adalah mengenalkan Aikipressure sebagai upaya metode kesehatan guna melakukan optimalisasi pertumbuhan dan perkembangan anak guna mencegah stunting. Pengenalan terapi Aikipressure berlangsung pada Selasa (12/09) di Aula SD Aisyiyah Surya Ceria dengan menghadirkan para ibu muda guna diberikan tips tentang pencegahan stunting.

Ketua PDNA Karanganyar, Sartini mengatakan bahwa keikutsertaan pihaknya pada program pencegahan stunting merupakan penjabaran dari program Pashmina (Pelayanan Remaja Sehat Milik Nasyiatul Aisyiyah) Karanganyar. Di antara program tersebut terdapat kegiatan Timbang (Tingkatkan Gizi Seimbang). Kali ini, program Timbang bertema "Terapi Aikipressure" dilaksanakan untuk optimalisasi pertumbuhan dan perkembangan anak dalam rangka pencegahan stunting.

"Untuk sosialisasi terapi Aikipressure di Karanganyar kami gelar awal pekan ini dengan format kajian Rutin Nasyiatul Aisyiyah di Aula SD Aisyiyah Surya Ceria, menghadirkan narasumber Dosen Universitas Aisyiyah Surakarta, Istiqomah Risa Wahyuningsih, S.S.T., M.Kes.," terang Sartini.

Selain melakukan sosialisasi format dialog atau kajian, sambung Sartini, kerja sama Lazismu dengan PDNA Kabupaten Karanganyar tersebut juga menggandeng pihak terkait. Di antaranya adalah komunitas berbasis masyarakat untuk terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan terapi ini.

Akhmad Zaki selaku Manajer Lazismu Kabupaten Karanganyar menerangkan, kerja sama antara pihaknya dengan Nasyiatul Aisyiyah merupakan tindak lanjut dari kesepakatan Lazismu se-Jawa Tengah dalam mendukung program penurunan stunting di Jawa Tengah. "Melalui Program 5NG (JateNG GayeNG NginceNG WoNG MeteNG), kita berharap ibu-ibu sehat melahirkan, dan anak-anak tumbuh dengan sehat dan cerdas," jelasnya.

Akhmad Zaki menambahkan, pihaknya juga selalu memberikan dukungan terhadap peningkatan gizi dengan membagikan RendangMu, yaitu makanan rendang olahan siap saji pada setiap kegiatan pencegahan stunting. "Hadirnya RendangMu merupakan solusi sekaligus membantu masyarakat untuk mengonsumsi makanan sehat dan bergizi, misalnya daging merah," tutupnya.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

SELENGKAPNYA
1 September 2023

DUKUNG HARI JADI POLWAN, LAZISMU BERBAGI NUTRISI DI LAPAS PEREMPUAN YOGYAKARTA

KABUPATEN GUNUNGKIDUL -- Hari Jadi ke-75 Polwan RI Tahun 2023 diperingati dengan kegiatan Bakti Kesehatan oleh Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda DI Yogyakarta. Kegiatan ini berlangsung di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIB Yogyakarta, Jalan Mgr. Sugiyo Pranoto No.35, Wukirsari, Baleharjo, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunung Kidul pada Senin (28/08). Lazismu Wilayah DI Yogyakarta turut serta berkontribusi dengan memberikan bantuan kepada warga binaan lapas pada acara tersebut.

Bantuan yang diberikan oleh Lazismu Wilayah DI Yogyakarta adalah paket nutrisi berupa berupa susu sebanyak 180 paket. Tujuannya untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya dalam rangka meningkatkan derajat warga binaan yang di Lapas Perempuan Kelas IIB. Paket nutrisi tersebut diharapkan juga dapat meningkatkan imunitas selama tinggal di lapas, di samping untuk meningkatkan kesadaran hidup sehingga warga binaan tetap produktif.

Kabiddokkes Polda DI Yogyakarta, Kombes. Pol. drg. Agustini Purwaningsih, Sp.Perio., M.M. mengucapkan terima kasih atas kontribusi Lazismu dalam gelaran tersebut. "Ucapkan terima kasih kepada Lazismu DI Yogyakarta dalam memberikan nutrisi dalam rangka Hari Jadi Polwan ke-75 sebagai bentuk bakti Polwan pada Polri untuk Negeri," ujarnya.

Sementara itu, Rizal Firdaus mewakili Divisi Program Lazismu Wilayah DI Yogyakarta menyebutkan, dalam upaya sosialisasi gaya hidup sehat, pihaknya selalu memberikan dukungan kepada para mitra yang fokus terhadap pencegahan penyakit, khusus untuk warga binaan lapas perempuan. Salah satunya adalah melalui kegiatan yang diselenggarakan Polda DI Yogyakarta ini.

"Hari Jadi Polwan ke-75 menjadi ajang sosialisasi hidup sehat kepada warga binaan Lapas Perempuan di Yogyakarta. Melalui program Peduli Kesehatan, Lazismu DI Yogyakarta menyasar penerima manfaat di lapas," terang Rizal.

Peduli Kesehatan merupakan salah satu program yang berada di bawah Pilar Kesehatan Lazismu. Bentuknya adalah berupa pemeriksaan dan layanan kesehatan pada berbagai kegiatan serta sosialisasi hidup sehat, dengan tujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya hidup sehat.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Rizal Firdaus]

SELENGKAPNYA
1 September 2023

IMPLEMENTASIKAN RISALAH ISLAM BERKEMAJUAN DALAM PENGELOLAAN ZISKA, LAZISMU DISEMINASI HASIL RISET

JAKARTA -- Sebagai Unit Pembantu Pimpinan (UPP), Lazismu memiliki peran dalam penghimpunan serta pendayagunaan dana zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya (ZISKA) di Muhammadiyah. Pasca Muktamar ke-48 Muhammadiyah di Surakarta, setiap UPP dalam lingkup persyarikatan berupaya menerjemahkan keputusan-keputusan strategis sebagai acuan untuk lima tahun ke depan. Perhelatan tersebut telah menetapkan Risalah Islam Berkemajuan sebagai salah satu keputusan strategis. Oleh karena itu perlu diadakan suatu kajian untuk merumuskan langkah peneguhan dan pencerahan yang dapat dilaksanakan oleh Lazismu sesuai amanat keputusan Muktamar ke-48.

Lazismu PP Muhammadiyah menggelar diseminasi riset yang berjudul "Dimensi Islam Berkemajuan dalam Pengelolaan ZISKA di Muhammadiyah" secara daring pada Jumat (01/09). Acara ini dihadiri oleh Amil Lazismu dari tingkat Pusat, Wilayah, Daerah, hingga Kantor Layanan se-Indonesia. Bertindak sebagai Keynote Speaker adalah Prof. Hilman Latief, Ph.D. (Bendahara Umum PP Muhammadiyah), kemudian turut menghadirkan Fauzan Anwar Sandiah, M.Pd. (Peneliti Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani PP Muhammadiyah), Dr. Dadang Syaripuddin, M.A. (Dewan Pengawas Syariah Lazismu PP Muhammadiyah), dan Ibnu Tsani, M.Sos. (Badan Pengurus Lazismu PP Muhammadiyah). Sementara Moderator adalah Sita Rahmi BS, M.A. (Manajer Divisi R&D Lazismu PP Muhammadiyah).

Dalam sambutannya, Ketua Badan Pengurus Lazismu PP Muhammadiyah, Ahmad Imam Mujadid Rais,. M.IR mengingatkan bahwa Amanat Muktamar ke-48 Muhammadiyah dan Aisyiyah mendorong Lazismu sebagai UPP yang diamanahkan untuk mengelola ZISKA agar memperkuat tata kelolanya. Salah satunya membentuk manajemen yang profesional, memperkuat audit keuangan, inovasi-inovasi sosial, yang semuanya berujung pada kontribusi untuk program-program persyarikatan dan keumatan.

"Dari aspek ideologis juga menjadi hal yang penting bahwa Risalah Islam Berkemajuan ini dapat berjalan dengan masif. Kita mulai dari Lazismu," tegas Rais.

Bendahara Umum PP Muhammadiyah, Prof. Hilman Latief, Ph.D. yang menjadi Keynote Speaker dalam acara ini menerangkan bahwa gerakan filantropi di dalam Persyarikatan Muhammadiyah dapat berkembang lebih baik lagi. Selain kenyataan bahwa Muhammadiyah tidak lepas dari gerakan filantropi, ekosistem filantropi dalam gerakan ini harus dibangun dengan baik. "Untuk tahun-tahun ini kita didorong melakukan dan membuat banyak sinergi serta kerja sama, bagaimana kita merekonsiliasi program-program yang berbeda antar majelis dan lain sebagainya. Inilah yang menjadi pekerjaan rumah kita bersama," ujarnya.

Gerakan Islam Berkemajuan, lanjut Hilman, tidak lepas dari gerakan dakwah, tajdid, ilmu, dan amal. Tugas kita adalah mengombinasikan gerakan tersebut secara bersamaan. Pendekatan-pendekatan yang dilakukan oleh gerakan filantropi Muhammadiyah juga harus mulai meningkat, bergeser dari pola-pola lama kepada pola-pola baru yang lebih menantang, mudah dieksekusi, dan lebih cepat memberikan manfaat bagi masyarakat.

Hilman pun berpesan agar Lazismu harus memiliki pilot project untuk pemberdayaan. Rencana yang kuat harus disiapkan, seperti membuat agenda perubahan untuk Lazismu 5 tahun ke depan, menentukan tolok ukur sehingga bisa melihat apa yang dihasilkan. Lazismu pun harus membuat 'grand design' untuk pemberdayaan tersebut, sehingga bisa melihat, mempelajari, mengevaluasi, dan mengembangkannya.

"Saya mendorong seluruh jajaran Lazismu, mulai sekarang kita imajinasikan bahwa proyek perubahan Lazismu tidak dilakukan sendirian, tapi juga dilakukan dengan majelis lain. Apa sih yang bisa kita buat? Selama ujungnya adalah untuk penguatan masyarakat, saya kira inovasi yang dilakukan harus didorong. Jangan takut berinovasi, salah lebih baik daripada tidak melakukan apa-apa," ajak Hilman.

Peneliti Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani PP Muhammadiyah, Fauzan Anwar Sandiah, M.Pd. yang turut menyusun kajian riset tersebut bersama Divisi Research and Development (R&D) Lazismu PP Muhammadiyah memaparkan bahwa ada 3 pertanyaan yang mendasari penelitian ini. "Pertama adalah bagaimana menerjemahkan Risalah Islam Berkemajuan untuk memperkuat paradigma, metode, strategi, dan narasi tata kelola ZISKA di Muhammadiyah. Kedua, bagaimana keterjalinan antara gagasan Islam Berkemajuan dan fungsinya untuk menopang tajdid dalam tata kelola ZISKA di Muhammadiyah. Terakhir, bagaimana desain yang mungkin untuk mengakselerasi inovasi tata kelola ZISKA Muhammadiyah melalui Lazismu," jelasnya.

Fauzan menambahkan, salah satu keputusan penting dalam Muktamar ke-48 yang perlu diperhatikan adalah setiap entitas di Muhammadiyah ditantang untuk menerjemahkan, mengimplementasikan, serta mengevaluasi ide dasar mengenai Islam berkemajuan dalam melakukan pelayanan sosial. Ini terkait dengan bagaimana Muhammadiyah dapat berakselerasi dalam konteks meningkatkan kiprah dakwah dan tajdidnya di Indonesia.

Dewan Pengawas Syariah Lazismu PP Muhammadiyah, Dr. Dadang Syaripuddin, M.A. menanggapi kajian riset ini dengan mengingatkan agar Risalah Islam Berkemajuan tidak boleh berhenti hanya sebatas rumusan, namun harus diturunkan ke tingkat implementasi program-program di persyarikatan. Salah satunya adalah dalam pengelolaan ZISKA. "Hakikat Islam Berkemajuan adalah Islam yang diinterpretasi dan diimplementasikan bagi umatnya, baik yang sifatnya individual maupun kolektif," ucapnya.

Lebih jauh Dadang menjelaskan, yang diinginkan Allah dalam pelaksanaan ibadah zakat adalah keimanan, ketakwaan, ketaatan, dan kepatuhan hamba dalam memenuhi perintah untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah. Kaitan dengan implementasi tidak sebatas hanya memenuhi apa yang diperintahkan Allah, tetapi bagaimana pelaksanaan perintah itu berdampak dan berdaya guna. Dalam implementasinya, apakah kemaslahatan atau manfaat dapat secara luas dirasakan atau tidak.

Sementara itu mewakili Badan Pengurus Lazismu PP Muhammadiyah, Ibnu Tsani, M.Sos. merekomendasikan beberapa hal yang harus dijalankan oleh Lazismu berdasar hasil kajian riset ini. Rekomendasi tersebut meliputi aspek gerakan dakwah, kompetensi amil, syariah, dan kelembagaan. Selain itu, Lazismu pun harus mendefinisikan ulang kemiskinan.

Saat ini, menurut Ibnu Tsani, kemiskinan tidak lagi berdasarkan pendapatan seseorang. Bukan hanya aspek apakah seseorang menjadi miskin karena pendapatannya di bawah nilai tertentu. Akses air, sanitasi, listrik, dan lain sebagainya kini telah menjadi instrumen dalam mendefinisikan kemiskinan.

"Kalau selama ini kita disajikan oleh data dan teori bahwa kemiskinan itu didefinisikan melalui pendekatan moneter. Sekarang trennya berubah, kemiskinan itu konsepnya melalui pendekatan kemiskinan yang diperluas," pungkas Ibnu Tsani.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

SELENGKAPNYA
1 September 2023

PACITAN KRISIS KEKERINGAN, MDMC DAN LAZISMU DISTRIBUSIKAN AIR BERSIH

KABUPATEN PACITAN -- Sejumlah tempat di Kabupaten Pacitan mengalami krisis air bersih akibat kekeringan. Warga pun mengeluhkan dampak dari musim kemarau ini. Terlebih lagi air bersih merupakan kebutuhan paling penting untuk aktivitas sehari-hari, seperti minum, mandi, memasak, mencuci, dan lain sebagainya.

Keadaan ini segera direspons oleh Muhammadiyah Kabupaten Pacitan. Melalui Lembaga Resiliensi Bencana atau Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) yang didukung oleh Lazismu, Muhammadiyah melakukan aksi distribusi air bersih ke sejumlah titik. Kegiatan ini juga berkolaborasi dengan Omah Balam Donorojo dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pacitan.

Penyaluran air bersih dilakukan pada Sabtu (26/08) di Desa Temon, Kecamatan Arjosari. Persoalan kebencanaan, terutama kekeringan ini bukan hanya tugas pemerintah, namun juga menjadi tanggung jawab bersama. Hal ini disampaikan oleh Agus Hadi Prabowo, Ketua Badan Pengurus Lazismu Kabupaten Pacitan yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua MDMC Kabupaten Pacitan.

"Saat ini yang diperlukan masyarakat adalah solusi atas bencana kekeringan, mencari-cari siapa yang salah atas bencana ini justru akan menghabiskan energi. Untuk itu Muhammadiyah melalui MDMC dan Lazismu yang hari ini bekerja sama dengan lembaga sosial Omah Balam dan BPBD Pacitan membuat aksi nyata dengan turun ke lapangan melakukan penyaluran air bersih," terang Agus.

Kolaborasi pentahelix dalam penanganan bencana, menurut Agus, mutlak diperlukan. Tidak perlu untuk saling menyalahkan, karena bencana hakikatnya adalah urusan bersama. "Muhammadiyah dalam hal ini MDMC sebagai bagian dari elemen tersebut tergerak untuk membantu pemerintah dan masyarakat yang membutuhkan dengan melakukan penyaluran air bersih," ungkapnya.

Bantuan ini disambut oleh warga. Tokoh masyarakat Desa Temon, Wori mengaku senang dan terbantu dengan aksi yang dilakukan oleh MDMC tersebut. "Kami berterima kasih atas respons cepat yang dilakukan oleh rekan-rekan MDMC. Kami berharap lembaga-lembaga lain di Kabupaten Pacitan juga melakukan hal yang sama dalam mengurangi dampak bencana kekeringan ini," ujarnya.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

SELENGKAPNYA
31 Agustus 2023
LAZISMU adalah lembaga zakat nasional dengan SK Menag No. 90 Tahun 2022, yang berkhidmat dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendayagunaan dana zakat, infaq, wakaf dan dana kedermawanan lainnya baik dari perseorangan, lembaga, perusahaan dan instansi lainnya. Lazismu tidak menerima segala bentuk dana yang bersumber dari kejahatan. UU RI No. 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang

Alamat

Jl. Menteng Raya No.62, RT.3/RW.9, Kb. Sirih, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10340
Jl. Jambrut No.5, Kenari, Kec. Senen, Jakarta Pusat 10430
info@lazismu.org
0213150400
0856-1626-222
Copyright © 2026 LAZISMU bagian dari Persekutuan dan Perkumpulan PERSYARIKATAN MUHAMMADIYAH
cross