

KOTA BANDUNG -- Para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mendapat perhatian dari Lazismu Wilayah Jawa Barat melalui pelatihan yang berlangsung pada Senin (22/08). Pelatihan ini diberikan kepada para calon pengusaha ataupun mereka yang baru merintis usahanya. Kegiatan ini berlangsung di Aula Masjid Raya Mujahidin, Jalan Sancang, Burangrang, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung.
Pelatihan ini diikuti oleh 26 peserta yang berasal dari berbagai penjuru daerah Jawa Barat. Mereka diajarkan cara jitu mengelola usaha, mulai dari mengatur keuangan, marketing, digital marketing, dan lain sebagainya. Acara ini merupakan bentuk kerja sama Lazismu dengan Bank Mega Syariah selaku mitra.
Ketua Pelaksana kegiatan tersebut, Yosis Salman Rahmat menjelaskan, kegiatan ini merupakan program yang diproyeksikan agar dapat menghasilkan wirausahawan hebat di Jawa Barat. "Harapannya mereka bisa terus berkembang dan lebih jauh tentu saja agar usahanya memberikan manfaat luas pada masyarakat," terangnya.
Yosis pun menegaskan bahwa program pelatihan UMKM ini tidak hanya sekadar pembinaan para usahawan. Ke depannya, akan ada pemeriksaan pada para peserta setiap tiga bulan sekali guna memeriksa perkembangan produk yang mereka jual. "Per tiga bulan kita monitoring ke lokasi usahanya, kemudian melihat perkembangan usahanya. Kita akan melihat apakah materi yang diberikan hari ini direalisasikan atau tidak," ujarnya.
Direktur Utama Lazismu Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Edi Suryanto yang hadir dalam pembukaan kegiatan berharap agar program pembinaan UMKM yang diadakan oleh Lazismu Wilayah Jawa Barat bisa berkelanjutan. Menurutnya, lahirnya pengusaha baru di berbagai daerah akan berimbas pada penguatan ekonomi Indonesia. "Harapan semoga program bisa berkelanjutan dan berkesinambungan secara terus menerus sehingga muncul pengusaha-pengusaha baru yang akan memperkuat ekonomi Indonesia ke depannya," ungkapnya.
Terakhir, Edi pun berharap agar melalui program ini, makin semangat wirausaha dapat terus ditumbuhkan. "Semoga program ini bisa menularkan semangat kewirausahaan di masyarakat kita, khususnya di lingkungan Jawa Barat dan umumnya di Indonesia," pungkasnya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Reksa Sandi]

PALESTINA -- Semarak HUT ke-78 RI tidak hanya dirasakan di tanah air, namun juga menjangkau mancanegara. Di Palestina, Lazismu Wilayah Jawa Timur melalui perwakilan relawan menyalurkan bantuan School Kit kepada 13 siswa sekolah dasar atau madrasah yang ada di Distrik Khan Yunis, Jalur Gaza. Bantuan yang disalurkan pada Kamis (17/08) ini berasal dari para donatur yang memercayakan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) melalui Lazismu, khususnya saat kegiatan Safari Ramadhan 1444 H se-Jawa Timur.
Wakil Ketua Badan Pengurus Lazismu Wilayah Jawa Timur, Aditio Yudono menyebutkan, bantuan 130 paket School Kit atau alat sekolah senilai 56 juta rupiah diserahkan di sebuah gedung madrasah di Kota Khan Yunis. Acara ini diiringi dengan kegiatan perayaan HUT ke-78 Kemerdekaan RI yang ke-78 dan dipandu oleh tim relawan yang ada di Gaza. Koordinatornya relawan adalah Ustadz Ahmad Saleem Sulaiman Abu Anza, mitra tasyaruf dari Yayasan Wakaf Khan Yunis, Gaza.
"Lazismu Wilayah Jawa Timur senantiasa memberikan kepedulian dan perhatian kepada perjuangan bangsa Palestina. Oleh karena itu Lazismu Jawa Timur menghimpun donasi kemanusiaan kepada donatur, muzakki dan kalangan luas untuk program Peduli Palestina. Penyalurannya kita wujudkan dalam bentuk paket bantuan pendidikan, pangan, dan kesehatan," terang Aditio.
Aditio pun berharap agar kemerdekaan yang diraih bangsa ini dapat semakin berkah, bermakna, dan berdayaguna dengan mampu berbuat serta berbagi kepada saudara-saudara yang membutuhkan. Tidak hanya di dalam negeri, namun juga ke mancanegara seperti halnya di Palestina. Hal ini sebagai partisipasi dan kepedulian bangsa Indonesia untuk turut serta dalam menjaga dan mewujudkan perdamaian dunia.
"Untuk bantuan pendidikan Lazismu memberikan beasiswa bagi Mahasiswa Palestina yang studi di Universitas Muhammadiyah di Jawa Timur dan paket School Kit. Bantuan pangan diwujudkan dalam bentuk paket food atau sembako. Untuk kesehatan berupa paket alat kesehatan dan sebagainya," lanjut Aditio.
Paket bantuan School Kit yang diberikan berupa tas sekolah, buku tulis, tempat minum, alat tulis dan lain-lain. 130 anak-anak Palestina terlihat senang menerima bantuan ini. Tidak hanya itu, bendera Indonesia pun berkibar dan bersanding dengan bendera Palestina di arena kegiatan.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

KOTA BANJARMASIN -- Kiprah Lazismu di Kalimantan Selatan semakin dirasakan oleh masyarakat. Keberpihakan terhadap kaum dhuafa terus mengalir melalui berbagai program, salah satunya adalah BerasMu. Dalam nuansa HUT ke-78 Kemerdekaan RI, Lazismu Wilayah Kalimantan Selatan meluncurkan BerasMu, sebuah program ketahanan pangan yang menggandeng Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Selatan dalam pendistribusiannya.
Peluncuran program BerasMu berlangsung pada Rabu (23/08) di Kantor PWM Kalimantan Selatan. Acara ini dihadiri oleh jajaran PWM Kalimantan Selatan, yaitu Ketua Prof. Dr. H. Ridhahani Fidzi, M.Pd., Sekretaris Prof. Dr. H. Sarbaini, M.Pd., serta Ketua MPM Drs. M. Natsir Barjad. Sementara itu, jajaran Lazismu Wilayah Kalimantan Selatan dihadiri oleh Ketua Badan Pengurus Erie Norahman, Manajer Area Hendra Permana Saputra, dan Kepala Kantor Layanan (KL) Al Jihad M. Ikbal.
Pada rangkaian acara ini, Lazismu menyerahkan 78 paket BerasMu dan 100 kaleng RendangMu kepada warga tunanetra yang bernaung di bawah Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni). Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh PWM Kalimantan Selatan kepada perwakilan Pertuni, untuk kemudian disalurkan langsung kepada warga tunanetra yang ada di Kota Banjarmasin. Serah terima ini menandai diluncurkannya program BerasMu oleh Lazismu PWM Kalimantan Selatan.
Ketua Badan Pengurus Lazismu PWM Kalimantan Selatan, Erie Norahman menjelaskan bahwa program BerasMu ini merupakan salah satu program unggulan yang akan dijalankan Lazismu pada periode ini. Tujuannya adalah untuk membantu warga yang membutuhkan dan menjadi solusi ketahanan pangan bagi warga banua. Selain itu, program BerasMu ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian warga persyarikatan, terutama para petani beras.
"BerasMu ini merupakan solusi atas permasalahan sosial. Bukan hanya untuk membantu kaum dhuafa atau mereka yang membutuhkan, namun juga untuk memberdayakan para petani kita. Ini sebagai bentuk jihad ekonomi agar kemandirian para petani dapat tercapai, terutama di Kalimantan Selatan," terang Erie.
Erie juga berterima kasih kepada Lazismu Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah yang telah menyalurkan bantuan RendangMu melalui Lazismu Wilayah Kalimantan Selatan sebagai bentuk dukungan terhadap program ini. RendangMu melengkapi BerasMu dalam paket bantuan yang disalurkan. Tidak hanya untuk warga tunanetra, distribusinya juga akan menjangkau kawasan pedalaman di Kalimantan Selatan.
"Terima kasih kepada Lazismu PP Muhammadiyah yang telah memercayakan distribusi RendangMu melalui Lazismu Wilayah Kalimantan Selatan. RendangMu merupakan produk dari program qurban Lazismu yang mampu bertahan untuk jangka waktu yang cukup lama dan praktis untuk dikonsumsi, sehingga cocok sekali untuk ketahanan pangan. Apalagi kami memiliki desa mualaf binaan Lazismu yang berada di pedalaman Pegunungan Meratus, jadi perpaduan RendangMu dan BerasMu ini mampu menyasar kawasan terpencil," ujar Erie.
Program BerasMu ini akan terus diperluas sehingga lebih banyak penerima manfaat yang dapat disasar. Lazismu PWM Kalimantan Selatan mengajak para muzakki dan munfik untuk mendukung program BerasMu dengan memercayakan zakat dan infaknya melalui Lazismu. Dengan program BerasMu akan lebih banyak para mustahik yang dapat terbantu dan lebih banyak petani yang dapat diberdayakan.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

KOTA BANJARMASIN -- Sebagai bentuk penghargaan atas jasa-jasa para pejuang kemerdekaan, Kantor Layanan (KL) Lazismu Al Jihad Kota Banjarmasin memberikan bingkisan kepada Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI). Bingkisan ini diserahkan bertepatan dengan "Malam Ramah Tamah HUT ke-78 Kemerdekaan RI Tahun 2023" yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Banjarmasin. Acara ini berlangsung pada Rabu (16/08) malam di Lobby Balai Kota Banjarmasin.
Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina mengucapkan terima kasih kepada seluruh lapisan masyarakat seperti organisasi masyarakat, tokoh agama, dan tamu undangan yang bersedia hadir dalam kesempatan tersebut. Ia pun mengingatkan untuk terus bergerak maju dalam menghadapi berbagai tantangan dan peluang pada masa depan, sesuai dengan tema HUT ke-78 Kemerdekaan RI, yaitu "Terus Melaju Untuk Indonesia Maju".
"Ke depannya, kita harus tetap bersatu, berkarya dengan dedikasi, serta mampu menghadirkan inovasi dalam segala aspek kehidupan demi kemajuan bangsa dan negara. Terutama dalam era globalisasi ini, dimana kita memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga dan meningkatkan daya saing bangsa," ajak Ibnu Sina.
Dalam acara yang berlangsung khidmat ini, KL Lazismu Al Jihad Kota Banjarmasin menyerahkan 33 bingkisan kado untuk LVRI. Bingkisan tersebut berisi beras premium, minyak goreng, gula pasir, sarden, teh, mie telur, dan kopi. Penyerahannya dilakukan langsung oleh Wali Kota Banjarmasin.
Staf Program KL Lazismu Al Jihad, Muhammad Ikhza menjelaskan bahwa bantuan ini diberikan dalam rangka merayakan momen kemerdekaan RI. Menurutnya, dalam rangka mencapai kemerdekaan, ada banyak orang-orang yang telah berkorban. Oleh karena itu, para veteran yang tergabung dalam LVRI dipilih menjadi penerima bingkisan tersebut.
"KL Lazismu Al Jihad memiliki beberapa program rutin, prioritas, dan penunjang. Program penunjang yang dimaksud di sini adalah program yang dibuat ketika ada momen-momen tertentu, dalam hal ini seperti perayaan Hari Kemerdekaan RI atau hari internasional dan nasional," terang Ikhza.
Lebih lanjut, Ikhza menambahkan bahwa pada bulan Februari lalu, pihaknya memanfaatkan momen Hari Kanker Anak Sedunia. Pada bulan Desember yang akan datang pun pihaknya berencana untuk mengadakan program Pemberdayaan Disabilitas, bertepatan dengan momen Hari Disabilitas Nasional. "17 Agustus disambut suka cita dan dimeriahkan dengan berbagai acara untuk memperingati jasa para pejuang dalam melawan penjajah. Dalam momen ini kami ingin sedikit memberikan dedikasi berupa piagam penghargaan dan kado kemerdekaan sebagai bentuk penghormatan jasa kepada para veteran tersebut," pungkasnya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Muhammad Ikhza]

KABUPATEN PONOROGO -- 130 orang guru di lingkungan Muhammadiyah se-Kabupaten Ponorogo mendapatkan bantuan dari Lazismu Wilayah Jawa Timur. Kegiatan yang bertempat di Aula Gedung Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Ponorogo, Jalan Jawa No. 38 ini dihadiri oleh Wakil Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Badan Pengurus Lazismu Wilayah Jawa Timur yang terdiri dari Wakil Ketua Bidang Pendistribusian dan Sekretaris, Ketua dan jajaran Majelis Dikdasmen (Pendidikan Dasar dan Menengah) PDM Kabupaten Ponorogo serta jajaran Lazismu tingkat daerah di Jawa Timur. Distribusi ini merupakan bagian dari program Bakti Guru Muhammadiyah tahap kedua telah dimulai pada bulan Agustus 2023 ini.
Wakil Ketua Majelis Dikdasmen PWM Jawa Timur, Isa Anshori memaparkan visi dasar seorang insan pendidik atau guru yang sebenar-benarnya. Ia menegaskan bahwa guru menurut UU Pendidikan RI adalah sebuah profesi yang profesional dengan tugas mengajar dan mendidik siswa sebagai upaya pencerdasan kehidupan bangsa. Tugas dan kewajiban berat dalam hal kependidikan memang berada di tangan guru.
"Oleh sebab itu profesi guru itu sangat mulia jika dijalankan dengan sebagaimana mestinya karena menyangkut masa depan generasi bangsa. Dalam menjalankan tugasnya guru harus fokus pada pekerjaan profesinya dan tidak memikirkan hal-hal lain yang justru membuatnya tidak fokus dan melupakan tugas pokok dan fungsinya," terang Isa Anshori pada acara yang berlangsung Selasa (15/08) tersebut.
Guru, sambung Isa Anshori, tidak perlu memikirkan tetek bengek dan pernak-pernik sekolah seperti biaya pendidikan dan sebagainya, karena hal itu sudah ada yang mengurus. "Sudah dipikirkan oleh persyarikatan, khususnya Majelis Dikdasmen dan lembaga lainnya dalam persyarikatan, termasuk Lazismu, bagaimana meningkatkan tingkat kesejahteraan para Guru. Oleh karena itu ada program Bakti Guru Lazismu," ungkapnya.
Salah satu guru penerima manfaat program ini, Khusna menyampaikan terima kasih atas bantuan yang telah diterimanya. "Terima kasih banyak kepada Lazismu dan Majelis Dikdasmen yang telah mengadakan kegiatan program Bakti Guru. Hal ini sangat bermanfaat dan kami berharap tidak sampai disini tetapi akan ada program program lanjutan," harapnya.
Sementara itu, Sigit Hariyanto, selaku Manajer Lazismu Kabupaten Ponorogo menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap tenaga pendidik Muhammadiyah yang berada di lingkup Ponorogo. "Tadi juga ada penyampaian materi yang harapannya mampu menumbuhkan semangat dan prestasi oleh guru-guru Muhammadiyah. Kami Lazismu Ponorogo akan terus berupaya agar program serupa bisa dilaksanakan dikemudian hari," jelasnya.
Setiap guru yang terdata berhak menerima paket bantuan berupa 20 kg beras dan 2 kaleng RendangMu. Program solutif ini memberikan bantuan bulanan berupa paket bahan makanan pokok kepada 652 orang guru Muhammadiyah di Jawa Timur yang diserahkan setiap dua bulan sekali. Bantuan ini rutin diberikan hingga tahun depan. Kali ini para guru tidak hanya menerima paket bantuan tetapi juga mendapatkan pembekalan guna meningkatkan wawasan kependidikan dari Majelis Dikdasmen PWM Jawa Timur.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

KABUPATEN BOYOLALI -- Dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun ke-78, Kantor Layanan (KL) Lazismu SD Muhammadiyah PK Banyudono menyalurkan Kado Kemerdekaan kepada warga yang tinggal di sekitar sekolah tersebut. Acara yang diselenggarakan pada Jumat (18/08) ini adalah untuk berbagi kebahagiaan dan keadilan sosial kepada masyarakat. Meski kemerdekaan telah diraih, masih ada warga yang belum sepenuhnya menikmati kemerdekaan, oleh karena itu bantuan ini merupakan perwujudan dari keadilan sosial.
Kepala KL Lazismu SD Muhammadiyah PK Banyudono, Siti Mar'atush Sholihah menjelaskan bahwa program ini merupakan upaya untuk berbagi kebahagiaan kemerdekaan kepada mereka yang membutuhkan. Ia menekankan bahwa kebahagiaan dan keadilan sosial harus disebarluaskan kepada seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya golongan tertentu.
"Kami percaya bahwa keadilan sosial adalah tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, kami memilih untuk membagikan Kado Kemerdekaan kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan sebagai salah satu bentuk pelaksanaan keadilan sosial ini," ujar Siti Mar'atush Sholihah.
Sementara itu, Afifatun Masruroh yang menjadi Ketua Panitia kegiatan tersebut menambahkan bahwa kehadiran Lazismu untuk memberikan kontribusi nyata kepada bangsa melalui berbagai kegiatan sosial serta pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah. Acara ini juga merupakan bentuk implementasi dari tagline Lazismu yaitu memberi untuk negeri yang bertujuan untuk membawa kebahagiaan kepada masyarakat secara luas.
Pada acara ini dibagikan 15 paket Kado Kemerdekaan kepada warga sekitar. Beberapa di antaranya merupakan penerima manfaat tetap dari program KL Lazismu SD Muhammadiyah PK Banyudono. Selain untuk membantu warga, program ini juga memberikan keteladanan kepada siswa tentang pentingnya semangat berbagi dan arti dari memberi kepada mereka yang membutuhkan. Siswa pun dapat belajar tentang manfaat dari pengelolaan zakat, infak, dan sedekah untuk kepentingan yang lebih luas dalam masyarakat.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

