

KABUPATEN BANYUMAS -- Ucapan selamat diberikan oleh Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, K.H. Tafsir atas pengukuhan Pengelola Lazismu Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah Periode 2022-2027. Acara tersebut diselenggarakan dalam rangkaian Ideopolitor Sesi 3 pada Sabtu (12/08) di Hotel Dominic Purwokerto. Pengukuan yang diselenggarakan oleh PWM Jawa Tengah ini dihadiri oleh jajaran pimpinan di lingkungan PWM Jawa Tengah, Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto selaku tuan rumah dalam kegiatan Ideopolitor Sesi 3, dan Ketua Badan Pengurus Lazismu Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah.
Tafsir menyampaikan harapannya agar pimpinan Lazismu dapat menjadi figur yang ekspansi dan progresif sehingga dapat membawa Lazismu Wilayah Jawa Tengah untuk terus menjadi Lazismu yang terpercaya dan terbaik. Ia pun mengingatkan pentingnya keberadaan Lazismu saat ini. "Sholat dan puasa adalah amunisi rohani, sedang zakat adalah amunisi jasmani. Maka keberadaan Lazismu ini menjadi sangat penting karena keberadaannya adalah untuk support dakwah," tegasnya.
Apresiasi ini disambut baik oleh Dwi Swasana Ramadhan selaku Ketua Badan Pengurus Lazismu Wilayah Jawa Tengah. Ia menyampaikan terima kasih atas amanah yang diberikan PWM Jawa Tengah untuk memimpin Lazismu Wilayah Jawa Tengah selama 5 tahun ke depan. "Saya dan tim yang hari ini dikukuhkan mengucapkan terima kasih kepada PWM atas amanah yang diberikan kepada kami.
Dwi Swasana Ramadhan berharap agar tetap istiqomah dan semangat untuk berjuang dalam menjalankan amanah tersebut. "Support, bahu-membahu dan bimbingan dari semua pihak tentu akan sangat kami butuhkan agar Lazismu Jawa Tengah bisa menjadi Lazismu yang terbaik seperti harapan dari Kiai Tafsir," ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Badan Pengurus Lazismu Wilayah Jawa Tengah, Muhammad Amir Anshori menyampaikan bahwa pengalaman adalah guru terbaik. "Oleh karenanya berangkat dari pengalaman yang sudah dilalui Lazismu dapat dijadikan acuan untuk terus melakukan perbaikan dalam berbagai ranah, salah satunya adalah bisa menjalankan tata kelola dengan standar internasional," terangnya.
Terakhir, Amir menambahkan bahwa pihak akan segera mengadakan konsolidasi pasca pengukuran tersebut. "Kita harus segera melakukan konsolidasi internal seluruh jajaran pelaksana Lazismu Jawa Tengah pada 4 September 2023 untuk menjawab amanah yang diberikan," pungkasnya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

KABUPATEN CILACAP -- Dampak kemarau tahun ini sangat dirasakan di Kabupaten Cilacap. Beberapa wilayah mengalami kekeringan, bahkan sebagian telah berada dalam kategori darurat. Dalam hasil mitigasinya, Lembaga Resiliensi Bencana atau Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Cilacap menyebutkan bahwa terdapat 33 desa di 7 kecamatan yang sudah mengalami kesulitan dalam mendapatkan air bersih.
Fenomena ini bergegas direspons oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Cilacap. Melalui MDMC dan Lazismu yang menggandeng PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Cilacap, air bersih pun didistribusikan secara gratis kepada warga yang ada di Desa Bojong, Mentasan, dan Kubangkangung, Kecamatan Kawunganten pada Senin (14/08). Selain itu, bantuan juga disalurkan ke Desa Sidaurip, Kecamatan Gandrungmangu.
"Air yang didistribusikan ini setidaknya hanya bisa untuk memenuhi kebutuhan selama beberapa hari saja," Jelas Winarni Santosa selaku Ketua Divisi Jaringan dan Kerja Sama MDMC Cilacap.
Warga bersorak tatkala truk tangki air milik Perumdam Tirta Wijaya Cilacap muncul dari kejauhan. Mereka sudah menunggu dengan membawa jerigen atau wadah air berbagai ukuran yang berjejer rapi. Demi memenuhi kebutuhan air bersih, warga rela bersusah payah membawa jerigen penuh air bersih itu ke rumah yang jaraknya cukup jauh dari titik distribusi.
Manajer Lazismu Kabupaten Cilacap, Budi Santoso menegaskan, pihaknya bertekad untuk mengajak dan menggerakkan seluruh elemen masyarakat agar ikut meringankan beban mereka yang mengalami kekeringan. "Penggalangan dana untuk pengadaan air bersih akan kami lakukan sampai beberapa bulan ke depan, sampai musim kemarau tahun ini berakhir," ujarnya.
Indra Surahman selaku Supervisor Sales Service and General Affair PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Cilacap berharap bantuan yang diberikan oleh Pertamina Peduli ini akan bermanfaat bagi warga masyarakat yang membutuhkan. Hingga saat ini, 22 ribu liter air bersih sudah didistribusikan ke Desa Bojong, Mentasan, dan Kubangkangung, Kecamatan Kawunganten juga Desa Sidaurip, Kecamatan Gandrungmangu.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

JAKARTA -- Pandemi Covid-19 telah memberikan dampak serius bagi kelompok penyandang disabilitas, baik dari segi ekonomi, sosial, kesehatan, maupun pendidikan. Untuk menjawab tantangan ini, Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah bersama dengan Lazismu, Alfamart, dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) meluncurkan "Gerakan Ekonomi Inklusi (GEI)" bagi penyandang disabilitas dan keluarga disabilitas. Program ini menyediakan dukungan bagi penyandang disabilitas untuk beradaptasi dengan kondisi baru.
Peluncuran program ini berlangsung pada Rabu (23/08) di Aula Ahmad Dahlan PP Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya 62 Jakarta. Acara ini menghadirkan 30 orang perwakilan penerima manfaat, Ketua PP Muhammadiyah dr. Agus Taufiqurrahman, Ketua MPKS PP Muhammadiyah Dr. Mariman Darto, M.Si., Direktur Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Kementerian Sosial RI Nur Syamsu, serta perwakilan dari PT. Sumber Alfaria Trijaya (Alfamart) dan BAZNAS RI. Kegiatan ini didukung pula oleh Institute Teknologi Bisnis Ahmad Dahlan (ITB-AD) dengan menurunkan tim Pusat Inkubasi Bisnis ITB-AD untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kewirausahaan para penerima manfaat. Ayi Muhyidin, S.E., M.M. selaku Direktur Pusat Inkubasi Bisnis ITB-AD ikut hadir dalam acara ini.
Dr. Mariman Darto, M.Si. selaku Ketua MPKS PP Muhammadiyah menyampaikan bahwa GEI bagi penyandang disabilitas merupakan tindak lanjut dari hasil keputusan
Muktamar ke-48 di Surakarta. Menurutnya, Muhammadiyah meletakkan terkait gerakan inklusi ekonomi sebagai salah satu isu kebangsaan yakni penataan ruang publik yang inklusif dan adil. Penyandang cacat sebagai warga negara yang sangat rentan terdampak perkembangan jumlah penduduk, industri dan perubahan sosial, kepemilikan, ketersediaan dan akses terhadap ruang publik.
"Tegaknya aturan, jaminan terhadap hak-hak disabilitas, penataan ruang publik dan kesempatan berusaha dalam memperjuangkan hak ekonomi disabilitas harus terjamin. Karena itu Muhammadiyah turut serta mendukung pemerintah untuk menjamin hak hak dasar disabilitas, khususnya pemerataan kesempatan berusaha dengan melaukukan inisiasi gerakan ekonomi inklusif ini," tegas Mariman Darto.
Data survei yang dirilis oleh Jaringan Difabel Indonesia (JDI) menunjukkan bahwa penyandang disabilitas mengalami dampak serius dari sektor ekonomi selama pandemi. Sebanyak 86 persen responden yang bekerja di sektor informal mengalami penurunan pendapatan signifikan. Kehadiran program GEI dapat memberi angin segar untuk membantu penyandang disabilitas.
Program GEI bagi penyandang disabilitas dan keluarga disabilitas bertujuan untuk memberikan dukungan dan peluang bagi penyandang disabilitas pada aspek ekonomi, sosial, dan kewirausahaan. Program ini meliputi penguatan pengetahuan dan keterampilan kewirausahaan, pemberian modal usaha, serta pendampingan sesuai dengan rintisan masing-masing penerima manfaat. 50 orang akan menjadi penerima manfaat program ini yang berasal dari Jakarta, Depok, Tangerang, dan Surabaya. Sebagian besar penerima manfaat bergerak dalam bidang usaha retail/warung, pijat, dan tata rias. Melalui inisiatif ini diharapkan para penyandang disabilitas beserta keluarga mereka akan lebih mampu dalam meningkatkan pendapatan ekonomi.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

KOTA PAYAKUMBUH -- Perhatian terhadap dunia pendidikan terus ditunjukkan oleh Lazismu Kota Payakumbuh. Kali ini, 260 pelajar tingkat SLTP hingga SLTA mendapatkan bantuan beasiswa. Penyerahan bantuan pendidikan tersebut berlangsung pada Ahad (13/08).
Ketua Badan Pengurus Lazismu Kota Payakumbuh, H. Elnigra Dt. Cumano menjelaskan bahwa program ini dikenal dengan nama Beasiswa Mentari. "Dikatakannya, total dana pendidikan yang disalurkan sebanyak Rp. 120.400.000,- yang terdiri dari Rp. 55.400.000,- untuk 130 orang pelajar SLTP dan Rp. 65.000.000,- untuk 130 pelajar SLTA," terangnya.
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Payakumbuh, H. Irwandi Nashir menekankan pentingnya berpikir positif dan mengambil hikmah dalan setiap lembar peristiwa kehidupan. Hal ini disampaikan dalam arahannya kepada para penerima beasiswa. Dengan mengutip surah Al-Baqarah ayat 216, ia mengajak para mustahik untuk bisa memaknai keadaaan ekonomi yang sulit sebagai pelecut untuk bangkit dan maju.
"Hari ini Ananda semua sebagai penerima zakat, maka bertekad dan berikhtiarlah untuk menjadi muzakki atau donatur zakat di kemudian hari," ajak H. Irwandi Nashir.
Acara penyerahan beasiswa ini dihadiri oleh Ketua Badan Pengurus Lazismu Wilayah Sumatra Barat, Rifki Abrar, serta Staf Ahli Walikota Payakumbuh, Herlina Matondang. Beasiswa Mentari merupakan bantuan biaya pendidikan yang menyasar para penerima manfaat dari tingkat SD, SMP, hingga SMA atau sederajat.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

KOTA BATU -- Lazismu Kota Batu menyerahkan bantuan dari Pilar Pendidikan berupa Beasiswa Mentari kepada siswa dan guru dari beberapa sekolah di Kota Batu. Penyerahan ini dilakukan pada Sabtu (14/08) di Gedung Aula SMK Muhammadiyah 1 Kota Batu. Kegiatan ini dihadiri oleh Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Batu Nurul Wahidah, perwakilan Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Kota Batu Anizak Umi Latifah, kepala sekolah serta guru-guru sekolah Muhammadiyah di Kota Batu, serta orang tua penerima Beasiswa Mentari.
Ketua Badan Pengurus Lazismu Kota Batu, Rinikso Kartono dalam sambutannya mengapresiasi Lazismu Kota Batu yang terus memberikan berbagai inovasi program dan berusaha sebaik mungkin untuk mewujudkan pengelolaan dana zakat secara profesional sehingga kegiatan yang telah laksanakan ini menjadi sebagai salah satu bentuk pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) secara profesional. "Saya sangat bersyukur diberikan tanggung jawab untuk menjadi Ketua Lazismu Kota Batu dan tugas ini sangat selaras dengan berbagai kegiatan yang saya lakukan, karena saya banyak terlibat di dalam kegiatan sosial dan hal ini merupakan salah satu tanggung jawab yang cukup besar,” katanya.
Rinikso Kartono mengaku merasa tersentuh karena masih beberapa bulan menjabat, tetapi sudah ada acara yang cukup besar yaitu penyerahan bantuan Pilar Pendidikan dalam bentuk program Beasiswa Mentari yang diberikan kepada siswa-siswi tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Selain itu juga ada program Save Our School yang diberikan kepada beberapa sekolah yang melakukan perbaikan dan pembangunan, serta program Bakti Guru yang menyasar guru-guru berpenghasilan rendah dibawah 500 ribu rupiah.
"Ini merupakan permulaan yang baik untuk mewujudkan Muhammadiyah untuk bangsa, sehingga ke depannya bantuan seperti ini kebermanfaatannya dapat menjangkau lebih luas lagi, tidak hanya orang Islam saja akan tetapi semua warga Kota Batu yang memerlukan bantuan dapat merasakan kiprah dari Lazismu Kota Batu dan Muhammadiyah Kota Batu ke depannya, serta dapat memecahkan persoalan-persoalan keumatan," ujar Rinikso Kartono.
Dalam kegiatan ini penerima Beasiswa Mentari terdiri dari tingkat SD sejumlah 24 siswa, tingkat SMP sejumlah 10 siswa, dan tingkat SMA sejumlah 15 siswa, dengan total 49 siswa penerima manfaat. Sementara penerima manfaat program Bakti Guru terdiri dari 11 guru TK, 12 guru SD hingga SMA, dengan total 23 guru penerima manfaat dari beberapa sekolah di Kota Batu. Kegiatan ini kemudian ditutup dengan sosialisasi dari Lembaga Pengkajian dan Pemberdayaan Perempuan dan Anak (LP3A) Universitas Muhammadiyah Malang yang mengangkat tema "Anti Perundungan di Sekolah".
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

KOTA YOGYAKARTA -- Bertempat di Gedung Dakwah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DI Yogyakarta, Kantor Layanan (KL) Lazismu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengadakan silaturahim bersama Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) PWM DI Yogyakarta. Pada kesempatan ini, KL Lazismu UMY dan MPKS mendiskusikan program kolaborasi kemandirian panti asuhan Muhammadiyah yang termasuk dalam Pilar Ekonomi Lazismu.
Silaturahim yang berlangsung pada Rabu (02/08) ini dihadiri oleh pengelola KL Lazismu UMY yang terdiri dari Kepala KL Lazismu UMY Rozikan bersama Staf Fundraising, Keuangan, dan Publikasi. Kedatangan ini disambut secara langsung oleh Zainal Arifin selaku Ketua MPKS PWM DI Yogyakarta.
Kepala KL Lazismu UMY, Rozikan dalam diskusinya menyampaikan bahwa KL Lazismu UMY bersama MPKS DI Yogyakarta beritikad mengadakan pemberdayaan usaha terhadap Panti Asuhan Muhammadiyah. Tujuannya adalah agar Panti Asuhan Muhammadiyah menjadi mandiri. "KL Lazismu UMY ingin mengajak kolaborasi bersama MPKS PWM DI Yogyakarta untuk program kemandirian panti asuhan Muhammadiyah dibawah naungan PWM DI Yogyakarta," jelasnya.
Pihak MPKS PWM DI Yogyakarta pun memberikan respons positif atas program yang telah dijelaskan. Program kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan hal positif dalam pemberdayaan dan juga mencerahkan syiar Muhammadiyah. Hal ini disampaikan oleh Zainal Arifin selaku Ketua MPKS PWM DI Yogyakarta.
"MPKS sangat menyambut baik ajakn kolaborasi bersama KL Lazismu UMY. Kami berkomitmen untuk segera memetakan dan mendata panti asuhan Muhammadiyah di bawah naungan PWM DI Yogyakarta," ujar Zainal.
Setelah mengadakan diskusi, kedua pihak sepakat melakukan pembahasan lebih mendalam untuk Program Kolaborasi Kemandirian Panti Asuhan Muhammadiyah ini. Lazismu terus melakukan sinergi dengan berbagai pihak terutama yang berasal dari internal persyarikatan seperti yang dijalin dengan MPKS PWM DI Yogyakarta.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

