

ACEH UTARA – Memasuki bulan Ramadhan 1447 H, para penyintas banjir bandang di Aceh Utara bersiap diri untuk melaksanakan ibadah puasa. Kendati masih dalam tahap pemulihan, semangat untuk bangkit terus bergairah agar puasa dijalani dengan keberkahan.
Di Aceh Utara, Lazismu beserta relawan masih melakukan aksi kemanusiaannya, di dua kecamatan yaitu, Kecamatan Sawang dan Kecamatan Muara batu. Dalam kegiatannya selama ini untuk para penyintas para relawan berkolaborasi dengan mitra strategis untuk menyalurkan bantuan.
Kali ini, Lazismu Aceh Utara bersinergi dengan Dufaahasheera untuk memberikan bantuan berbuka puasa berupa Takjil. Penyaluran tahap pertama terlaksana pada akhir Februari sampai dengan awal Maret 2026.
Ketua Lazismu Aceh Utara, Azkia Algifari mengatakan, program ini merupakan bentuk empati dan kepedulian terhadap saudara-saudara yang sedang diuji dengan musibah.
“Banjir bandang yang melanda beberapa wilayah Aceh Utara tentu meninggalkan dampak bagi masyarakat. Melalui program berbagi takjil, Lazismu hadir memberikan dukungan moril sekaligus memastikan mereka tetap merasakan kebersamaan dan perhatian, khususnya di bulan Ramadhan,” paparnya.
Bantuan yang telah tersalurkan di Kecamatan Sawang dan Muara Batu menyasar penerima manfaat sebanyak 300 orang. Azkia merinci, bantuan Takjil kembali disalurkan di beberapa desa antara lain sebanyak 50 paket Takjil di Desa Blang Reuling, 50 paket takjil di Desa Payarabo Kecamatan Sawang.
Selebihnya, 50 paket Takjil disalurkan di Desa Bungkaih dan 10 paket Takjil untuk jamaah Masjid Alizzah serta 50 paket Takjil untuk santri Mahad Al-Urwatulusqa, di kecamatan Muara Batu.
Salah seorang penerima manfaat, Azwar Sari, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Lazismu Aceh Utara dan kepada donatur yang telah memberikan bantuan berbuka puasa.
“Penyintas banjir bandang di Masjid Jamik Al-Izzah Cot Seurani merasa bersyukur bisa berbuka puasa bersama. Mereka berharap program ini dapat berkelanjutan,” tuturnya.
Bantuan takjil ini sangat berarti bagi kami. Azwar menambahkan, semoga kebaikan ini terbalas oleh Allah SWT dan kami berharap program seperti ini dapat terus berjalan.
Lazismu Aceh Utara berkomitmen untuk melanjutkan program distribusi pada tahap selanjutnya dengan penerima manfaat lebih luas agar semakin banyak korban banjir bandang yang dapat merasakan manfaatnya.
Takjil ini bukan sekadar bantuan pangan, tapi juga simbol dukungan moral bahwa melalui semangat "Zakat Majukan Kesejahteraan Bangsa" mampu mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus berdonasi.
Mari mendukung program-program pemulihan pascabencana bagi mustahik dan penyintas di wilayah Aceh Utara selama bulan suci ini. Azkia juga mengajak masyarakat luas untuk turut berpartisipasi dalam pendistribusian tahap berikutnya.
Pelaksanaan program ini tidak luput untuk memastikan saudara-saudara yang masih dalam masa pemulihan akibat bencana tetap merasakan kehangatan dan keberkahan Ramadhan.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Aceh Utara]

TANGERANG – Setiap terjadi bencana masjid kerap terdampak alami kerusakan. Risiko bencana tak bisa dihindarkan. Sejatinya, jamaah masjid bisa memitigasi risikonya sebagai suatu komunitas. Maka, peningkatan kapasitas jamaah perlu diberikan agar tangguh hadapi bencana.
Kenyataannya tidak semua jamaah masjid mengenal risiko bencana. Berdasarkan data BNPB, sepanjang tahun 2025 tercatat sebanyak 813 tempat ibadah mengalami kerusakan akibat bencana banjir dan tanah longsor.
Berdasarkan kondisi itu, Wakil Sekretaris MDMC PP Muhammadiyah, Budi Santoso, pada Selasa (25/2/2026) mengatakan bahwa pendampingan terhadap komunitas masjid harus terus dilakukan mengingat tingginya angka kerusakan tempat ibadah akibat bencana.
“Program ketangguhan komunitas berbasis masjid telah digagas lewat jamaah tangguh bencana. MDMC dan Lazismu akan terus memperkuat upaya pengurangan risiko bencana melalui program yang dirancang sebagai bagian dari pendampingan komunitas,” ujarnya.
Karena itu, agenda yang telah dirancang tersebut akan dilaksanakan selama enam bulan, dimulai pada Mei hingga Oktober 2026, yang dilaksanakan di tiga wilayah, antara lain Sumatera Utara, Maluku Utara, dan Kalimantan Barat.
Program ini digagas sebagai respons terhadap tingginya dampak bencana terhadap fasilitas ibadah. “Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penguatan kapasitas masyarakat berbasis masjid dalam menghadapi ancaman bencana,” pungkasnya.
Selain itu, program masjid tangguh bencana (MASTANA), akan melengkapi peran masjid yang tidaj hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat mitigasi, evakuasi, dan edukasi kebencanaan bagi masyarakat sekitar.
Pelaksanaan program dilakukan melalui kolaborasi antara MDMC dan Lazismu bersama LRB-MDMC PWM dan PDM setempat, serta didukung oleh LPCRA dan Majelis Tabligh Muhammadiyah. Sinergi lintas lembaga ini diharapkan dapat memperkuat ketangguhan masyarakat berbasis masjid dalam menghadapi risiko bencana.
Fokus utama program adalah peningkatan kapasitas komunitas masjid dalam mengenali risiko bencana, melakukan upaya mitigasi, serta meningkatkan kesiapsiagaan. Kegiatan yang akan dilaksanakan meliputi pelatihan peningkatan kapasitas serta pembentukan komunitas tangguh bencana berbasis masjid dengan pendekatan One Muhammadiyah One Response (OMOR).
Program ketangguhan berbasis masjid ini merupakan bagian dari komitmen MDMC dan Lazismu dalam memperkuat resiliensi masyarakat di seluruh fase penanggulangan bencana, tidak hanya pada tahap tanggap darurat tetapi juga pada upaya pengurangan risiko dan kesiapsiagaan.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/MDMC]

TANGERANG – Dana pentasyarufan program penguatan ekosistem filantropi di persyarikatan Muhammadiyah merupakan bentuk dukungan atas pilar program lembaga amil zakat Muhammadiyah. Sebanyak 22 mitra yang terdiri dari majelis, lembaga dan ortom (MLO) berkomitmen untuk sinergi program berkelanjutan.
Adapun total dana yang disalurkan sebesar Rp 17 miliar, yang berasal dari Lazismu. Secara resmi disalurkan kepada MLO yang penyerahannya dilangsungkan dalam rangkaian agenda Pengkajian Ramadan 1447 H, yang berlokasi di Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT), pada Rabu (25/2/2026).
Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Ahmad Imam Mujadid Rais, menyebutkan bahwa penyaluran dana ini merupakan bentuk dukungan nyata Lazismu terhadap penguatan program-program persyarikatan.
"Dana yang diberikan senilai Rp 17.076.983.042 untuk majelis, lembaga, dan ortom, dengan nominal yang berbeda-beda berdasarkan pengajuan proposal program dari masing-masing lembaga," ungkapnya.
Sebelum disalurkan, kata Mujadid Rais, seluruh dana tersebut telah melalui tahapan penyaringan (screening) dan asesmen yang ketat oleh jajaran Direksi dan Badan Pengurus Lazismu. Proses ini, sambungnya, dilakukan untuk memastikan bahwa alokasi dan pemanfaatan dana benar-benar sesuai dengan golongan penerima zakat (asnaf) serta mematuhi seluruh ketentuan syariat Islam.
Mujadid Rais menegaskan harapannya terkait pendistribusian dana ini. Ia berharap penyaluran dana tersebut tidak hanya melancarkan program masing-masing lembaga, tetapi juga dapat memperkuat ekosistem filantropi Islam secara menyeluruh di tubuh Persyarikatan Muhammadiyah.
Kegiatan serah terima ini dihadiri langsung oleh perwakilan dari 22 Majelis, Lembaga, dan Ortom (MLO) sebagai penerima manfaat. Adapun daftar lengkap 22 MLO tersebut antara lain:
Majelis Lingkungan Hidup, Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial, Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian & Pengembangan, Majelis Pustaka dan Informasi, Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani, Majelis Hukum dan Hak Asasi Manusia, Majelis Pembina Kesehatan Umum, Majelis Tarjih dan Tajdid, Majelis Tabligh, Majelis Pemberdayaan Masyarakat, Lembaga Resiliensi Bencana, Lembaga Hubungan dan Kerja Sama Internasional, Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik, Lembaga Pengembangan Cabang/Ranting dan Pembinaan Masjid, Lembaga Pemeriksa Halal dan Kajian Halalan Thayyiban, Lembaga Bantuan Hukum dan Advokasi, Lembaga Dakwah Komunitas, Lembaga Seni Budaya, Hizbul Wathan, Ikatan Pelajar Muhammadiyah, Nasyiatul Aisyiyah, Muhammadiyah Scholarship Agency.
Dengan tersalurkannya dana ini, Lazismu berkomitmen untuk terus menjadi jembatan kebaikan yang profesional, transparans, dan akuntabel demi kemaslahatan umat dan bangsa.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Athif]

KENDARI – Keterbatasan ekonomi bagi fakir miskin dalam mengisi ibadah Ramadan merupakan ujian hidup. Akses memenuhi kebutuhan pokok jauh panggang dari api. Kondisi ini ada di sekitar kita, sejauh mana puasa mampu menjadi perisai bagi mereka yang duafa.
Di kota Kendari, panorama itu mampu dideteksi Lazismu, Sebagai upaya memberikan kebahagiaan jelang Ramadan program bagi Paket Sembako digulirkan untuk duafa pada Selasa (17/2/2026) di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.
Program ini bertujuan membantu meringankan beban kebutuhan pangan mustahik sebelum memasuki bulan Ramadhan, sehingga mereka dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih baik dan layak.
Ketua Badan Pengurus Lazismu Sulawesi Tenggara Abdul Hamid, berharap dengan adanya paket sembako dari Kado Pra-Ramadhan meringankan beban penerima manfaat.
“Dengan program ini Lazismu berharap paket sembako ini dapat meringankan beban memenuhi kebutuhan pokok dan memberikan ketenangan bagi para penerima manfaat, saat bersiap menyambut Ramadhan tiba dengan kebutuhan dasar terpenuhi,” ujarnya.
Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah Sulawesi Tenggara, Rosmini yang hadir juga dalam kegiatan ini berharap dengan adanya Berbagi Kado Pra-Ramadhan dapat menjad penenang bagi mustahik.
“Semoga paket sembako Pra-Ramadhan ini menjadi penguat langkah saudara kita dalam menyambut bulan suci dengan tenang dan penuh harapan,” tutunya. Dalam kesempatan itu, penerima manfaat, Ruhayya mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan Kado Pra-Ramadhan yang telah diterimanya.
"Mewakili penerima manfaat lainnya, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas bantuan paket sembako pra-ramadhan yang telah kami terima. Mudah-mudahan Allah SWT membalas kebaikan para donatur dan seluruh pihak yang terlibat melalui Lazismu,” ungkap Ruhayya.
Melalui Program Bagi Paket Sembako Pra-Ramadhan, Lazismu berharap tercipta keberkahan bersama, terjalinnya ukhuah sosial, serta meningkatnya kesejahteraan mustahik. Program ini juga menjadi langkah awal untuk membangun kemandirian dan pemberdayaan masyarakat, sejalan dengan visi Lazismu dalam mewujudkan keadilan sosial dan kesejahteraan umat.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Kendari]

PRINGSEWU - Menjelang bulan Ramadhan 1447 H, berbagai kebutuhan bahan pokok harganya meroket. Kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil membuat sebagian masyarakat alami kesulitan memenuhi kebutuhan dasar, terutama kebutuhan pangan seperti beras.
Kondisi tersebut memberikan inisiatif bagi Kantor Layanan Lazismu Al-Muttaqin untuk berkolaborasi dengan Pimpinan Ranting Muhammadiyah Pringsewu Selatan, dan Takmir Masjid setempat untuk berkomitmen melakukan pendistribusian bantuan.
Dengan menghadirkan program Kado Beras Menjelang Ramadhan 1447 H, sebanyak 40 mustahik menerima bantuan beras untuk per orang masing-masing seberat 10 kilogram. Ketua Kantor Layanan Lazismu Al-Muttaqin Pringsewu Selatan Jemingin mengatakan Program Kado Beras Menjelang Ramadhan ini komitmen Lazismu hadir bukan hanya sebagai lembaga penghimpun dana, tetapi penguat persaudaraan di masyarakat.
Kami bersyukur total bantuan yang didistribusikan mencapai 400 kilogram beras, yang terlaksana pada Selasa (17/2/2026) di TPQ Al-Muttaqin Pringsewu Selatan. Program Kado Beras Menjelang Ramadhan merupakan bentuk kepedulian dan amanah dari para muzaki.
“Kami salurkan kepada para mustahik yang harapannya bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Lazismu hadir bukan hanya sebagai lembaga penghimpun dana, tetapi juga sebagai penguat ukhwah dan kepedulian sosial di tengah masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Ranting Muhammadiyah Pringsewu Selatan, Yulian Abduh turut mengapresiasi bentuk kerja sama yang Lazismu terapkan dengan lingkungan sekitar Masjid Al-Muttaqin.
“Kami mengapresiasi sinergi antara Lazismu dan seluruh elemen di lingkungan Masjid Al-Muttaqin. Kegiatan ini menunjukkan bahwa gerakan Muhammadiyah bukan hanya berbicara tentang dakwah lisan, tetapi juga dakwah yang nyata”, ucapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Takmir Masjid Al-Muttaqin Pringsewu Selatan, Munir Efendy, mengatakan masjid adalah tempat pemberdayaan umat. Lazismu memastikan orang yang membutuhkan akan tetap mendapatkan dukungan, paparnya.
Merespons hal itu, Ketua TPQ dan Tahfidz Al-Muttaqin Andi Sunaryo, mmengungkapkan rasa syukurnya atas pelaksanaan program “Kado Beras Menjelang Ramadhan 1447 H” di lingkungan TPQ dan Tahfidz Al-Muttaqin.
“Kami bersyukur kegiatan ini dilaksanakan di lingkungan TPQ dan Tahfidz Al-Muttaqin. Ini menjadi pembelajaran nyata bagi para santri tentang pentingnya berbagi dan peduli terhadap sesama”, ungkap Andi.
Hal senada juga disampaikan Penerima Manfaat Lina, mengatakan, sangat bersyukur atas bantuan beras yang sangat membantu keluarganya. “Alhamdulillah, sangat bersyukur atas bantuan beras ini. Menjelang Ramadhan biasanya kebutuhan meningkat, bantuan ini sangat membantu keluarga kami”, pungkasnya.
Lazismu berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program pemberdayaan yang berkelanjutan, agar mustahik tidak hanya terbantu secara konsumtif, tetapi juga semakin berdaya dan mandiri secara ekonomi.
Program ini bertujuan untuk membantu meringankan beban jamaah masjid yang duafa agar dapat menyambut Ramadhan dengan lebih tenang, penuh rasa syukur. Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata kolaborasi dakwah sosial antara Kantor Layanan Lazismu Al-Muttaqin dengan Pimpinan Ranting Muhammadiyah Pringsewu Selatan, Takmir Masjid Al-Muttaqin, serta TPQ dan Tahfidz Al-Muttaqin Pringsewu Selatan dalam menguatkan solidaritas umat.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Pringsewu]

PEKANBARU – Buruh harian lepas itu masih bermandi peluh. Sebelum jeda rehat, mereka berjibaku dengan mengumpulkan barang bekas, selebihnya ada yang menjadi buruh cuci. Sementara itu yang lain bekerja serabutan untuk membawa pulang rupiah.
Ramadhan tahun ini kembali memberikan keberkahan bagi warga kurang mampu di RW 09 dan RW 10 Jalan Kandis Tangkerang Utara, Kecamatan Bukit Raya, Kota Pekanbaru, pada Senin, (24/2/2026), yang rata-rata berprofesi sebagai buruh harian lepas.
Divisi Pendistribusian dan Pendayagunaan Lazismu Pekanbaru, Abdul Rasyid, mengatakan Ramadhan tahun ini Lazismu kembali dapat berbagi kebahagian dengan berbagi sembako kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Ini adalah salah satu program Lazismu Pekanbaru di bulan Ramadhan yang bertujuan memudahkan mereka untuk melaksanakan berbuka dan sahur”, jelasnya. Bantuan yang disalurkan berupa beras sebanyak 180 paket sembako.
Beras sebanyak itu, jelas Rasyid, dibagikan untuk dua rukun warga masing – masing terdiri dari 70 paket sembako untuk RW 9 dan sebanyak 110 paket sembako untuk RW 10. Penyaluran bantuan itu amanah dari muzaki kepada Lazismu untuk diserahkan kepada penerima manfaat yang membutuhkan agar bisa memenuhi kebutuhannya di bulan Ramadhan.
Mewakili Lazismu, Rasyid mengucapkan terimakasih kepada seluruh muzzaki yang telah mempercayakannya sebagai wadah untuk menyalurkan dana zakat infak dan sedekah. Mudah-mudahan memberi kemanfaatan atas sembako yang dibagikan untuk memenuhi kebutuhan selama menjalani Ramadhan.
“Tak lupa juga terima kasih kepada seluruh donatur yang telah mendukung dengan menyalurkan infak dan sedekah terbaiknya hingga bisa diserahkan kali ini 180 paket sembako", tuturnya.
Mendapati warganya memperoleh bantuan dari Lazismu, Ketua RW 09, Herwin Yanto mengucapkan terima kasih kepada Lazismu Pekanbaru yang memberikan perhatian kepada warganya yang rata-rata bekerja sebagai buruh harian lepas.
"Memang mereka sehari-hari bekerja sebagai buruh harian, ini sangat luar biasa bagi kami, sekali lagi kami ucapkan terimakasih," ujarnya. Hal senada disampaikan Ketua RW 10, Astar bahwa mewakili warga kami bersyukur atas bantuan tersebut untuk warganya yang duafa.
"Di sini warga penerima manfaat mayoritas bekerja di sektor non formal. Sangat tepat Lazismu hadir di tengah-tengah warga yang membutuhkan. Masih ada warga kami yang nasibnya jauh dari cukup. Kami berharap di lain waktu mendapat perhatian yang sama”, ungkapnya.
Turut hadir dalam kegiatan ini HIMA Sistem Informatikan UMRI untuk berkolaborasi menyalurkan bantuan sembako kepada penerima manfaat sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.
"Alhamdulillah hari ini kami dapat hadir disini untuk membantu penyaluran bantuan kepada Masyarakat. Di sini datang sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, jadi kami tidak hanya sebagai pembelajar, kami juga harus aktif dalam pengabdian masyarakat " ungkap Arya Maulana selaku Ketua HIMA Sistem Informatika UMRI.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Pekanbaru]

