Berita

Ikuti kabar terbaru dari Lazismu. Lihat laporan penyaluran, kisah inspiratif penerima manfaat, dan dampak nyata dari ZIS Anda

EMT Muhammadiyah Ditarik, Penyintas Merasa Kehilangan Relawan Kemanusiaan

NUSA TENGGARA TIMUR -- Datang lebih awal pulang paling akhir. Bidal ini bersemayam dalam jiwa relawan kebencanaan. Hampir dua dekade kata-kata itu kerap terdengar dari relawan kemanusiaan Muhammadiyah.

Secara genetik spirit itu ada pada alam pikir gerakan dakwah dan kemanusiaan yang struktur biologisnya dari rahim al-Maun yang disempurnakan dalam fikih kebencanaan.

Aksi kemanusiaan relawan muhammadiyah di Nusa Tenggara Timur pascagempa bumi pada pertengahan Agustus lalu telah memberikan pelajaran berharga tentang arti kemanusiaan. Kolaborasi relawan dan pemangku kepentingan saling melengkapi melayani para penyintas.

Sebagian relawan masih bertahan menyiapkan tahap pemulihan, sebagian yang lain bersiap untuk kembali ke aktivitas sehari-hari.  Di klaster kesehatan, Emergency Medical Team (EMT) Type 1 Fixed Muhammadiyah yang terdiri dari 2 roster list telah bertugas selama hampir satu bulan di Dampek, Manggarai Timur dan akan ditarik dari pelayanan kemanusiaan.

Hal itu disampaikan Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Agus Taufiqurrahman, saat mengunjungi Rumah Sakit Lapangan di Dampek, Manggarai Timur, pada Sabtu (20/9/2026). Seperti dilansir dalam laman resmi Muhammadiyah, Agus mengutarakan, prinsip Muhammadiyah adalah menolong tanpa syarat dan tidak meninggalkan masyarakat setelah memberikan bantuan.

Karena itu, kendati EMT ditarik, pelayanan Muhammadiyah kepada penyintas dan masyarakat terdampak bencana akan terus dilanjutkan dalam berbagai bentuk. “Meski EMT ini (roster list 2) nanti secara kelembagaan akan segera ditarik, insyaallah kita akan berusaha tetap menjalin komunikasi,” katanya.

Ia mengatakan penanganan bencana tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Karena itu, program penguatan pascabencana akan diarahkan pada kerja sama dan kolaborasi lintas pihak, lintas sektor, bahkan lintas iman.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) atau Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) yang didukung oleh Lazismu lewat program Indonesia Siaga, akan menyiapkan program penguatan masyarakat pascabencana yaitu Sekolah Tangguh Bencana.

“Kami akan membangun kegiatan-kegiatan tanggap bencana. Dimulai dengan Sekolah Tanggap Bencana, sehingga anak-anak menyadari bahwa kebencanaan itu menjadi tanggung jawab bersama,” kata Agus dokter spesialis neurologi.

Kami Merasa Kehilangan

Keberadaan tim medis darurat Muhammadiyah mendapat kesan yang mendalam dari masyarakat setempat. Rumah Sakit Lapangan yang didirikan dengan standar WHO, merupakan tempat yang nyaman bagi penyintas untuk mendapatkan layanan kesehatan.

Camat Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Emilianus Sarjanit, merasakan langsung kehadiran relawan muhamamdiyah sejak awal. Kini merekan akan meninggalkan kami, kata Emilianus dalam agenda penarikan EMT Type 1 Fixed Muhammadiyah sekaligus penyerahan bantuan operasional kepada Posko Koordinasi Wilayah (Poskorwil) dan Posko Koordinasi Daerah (Poskorda) Muhammadiyah di Manggarai Timur.

Kami merasa kehilangan, penarikan EMT Muhammadiyah menjadi kabar yang mengharukan bagi masyarakat. Menurutnya kata dia, selama berada bersama warga terdampak para relawan telah membangun kedekatan dan dianggap sebagai bagian dari keluarga.

Emilianus menyampaikan apresiasi kepada Muhammadiyah melalui MDMC atas semua layanan yang diberikan selama masa tanggap darurat. Berulang-ulang saya sampaikan kehadiran Muhammadiyah telah menghapus air mata kami.

Ferni Riwu, Kepala Puskesmas Dampek, Kecamatan Lamba Leda Utara, mengaku terharu atas kehadiran relawan Muhammadiyah. Mereka membantu pelayanan kesehatan masyarakat sejak gempa Flores terjadi pada 15 Agustus 2026.

Hari pertama pascagempa dikenang betul oleh Ferni. Di saat tenaga kesehatan Puskesmas harus bekerja dengan keterbatasan, bantuan dari relawan Muhammadiyah baru tiba beberapa hari kemudian dengan memberikan dukungan penuh di sini.

“Pelayanan kesehatan yang dilakukan relawan Muhammadiyah tidak hanya terpusat di Puskesmas Dampek. Kerusakan bangunan puskesmas dan luasnya cakupan kerja membuat pelayanan kesehatan membutuhkan dukungan tambahan”, ujarnya.

Ferni sebelumnya tak mengira jika tenda-tenda yang didirikan tersebut (red: rumah sakit lapangan) di dalamnya terdapat sistem pelayanan kesehatan yang sangat bagus. Ia yakin masyarakat terlayani dengan baik. Hal itu terbukti di awal ketika jumlah kunjungan meningkat.

Mukhsin Masri putra asli daerah NTT yang juga Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Nusa Tenggara Timur (NTT) mengatakan perhatian Muhammadiyah terhadap masyarakat terdampak akan terus berjalanmeski tendanya sudah dibongkar.

Ia menyampaikan terima kasih atas kepedulian, kasih saying dan bantuan Muhamamdiyah kepada masyarakat terdampak terutama di Manggarai Timur dan sekitarnya. Pada kesempatan itu, Muhammadiyah juga menyalurkan bantuan stimulasi untuk mendukung penguatan gerakan Muhammadiyah di tujuh Poskorda, yakni di Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ende, Sikka, Nagekeo, dan Ngada, serta Poskorwil Muhammadiyah NTT.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Muhammadiyah.or.id]

SELENGKAPNYA
21 September 2026

Kelompok Rentan Jangan Terabaikan, Lazismu PP Aisyiyah Salurkan 1.695 Baju "Newborn" Bayi

NUSA TENGGARA TIMUR -- Tantangan utama pascagempa bumi di Nusa Tenggara Timur adalah bagaimana memberikan pelayanan dan perlindungan kepada kelompok rentan. Kelompok inilah yang memiliki keterbatasan sehingga membutuhkan penanganan khusus.

Pada masa tanggap darurat, relawan muhammadiyah telah melakukan penanganan terhadap para penyintas termasuk kelompok rentan. Hingga saat ini aksi layanan kemanusiaan ini masih berlangsung dengan dukungan Lazismu melalui program Indonesia Siaga.

Pada awal September 2026, Kantor Layanan Lazismu Pimpinan Pusat (PP) Aisyiyah berkolaborasi menyalurkan bantuan khusus untuk bayi dan keluarga terdampak. Sebanyak 1.695 pasang baju bayi baru lahir (newborn) disalurkan melalui Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) di NTT sebagai bentuk kepedulian terhadap penyintas bencana, terutama balita sebagai salah satu kelompok rentan.

Melalui Kantor Layanan Lazismu Pimpinan Pusat Aisyiyah dengan melibatkan PDA Aisyiyah di NTT, bantuan kemanusiaan ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dasar bayi, khususnya mereka yang berada dalam keluarga rentan dan terdampak situasi darurat pascabencana.

Demikian disampaikan Penanggungjawab program dari Kantor Layanan Lazismu Pimpinan Pusat Aisyiyah, Rifka Anisa, seperti dilansir dalam laman resminya (17/9/2026). Rifka mengatakan bantuan tersebut diberikan dengan mempertimbangkan kebutuhan bayi yang kerap belum mendapat perhatian utama dalam situasi darurat pascabencana.

“Sudah banyak bantuan dari berbagai pihak untuk penyintas bencana gempa bumi untuk orang dewasa. Tetapi, masih belum banyak bantuan yang khusus bayi di saat darurat pascabencana,” tuturnya.

Rifka mengungkapkan pemenuhan kebutuhan bayi adalah bagian penting dalam penanganan dalam situasi darurat. Oleh karena itu, bantuan baju bayi baru lahir (newborn), dari amanah donatur yang dikolola nilai manfaatnya oleh Lazismu Pimpinan Pusat Aisyiyah diharapkan keluarga penyintas yang memiliki bayi bisa memenuhi kebutuhan dasarnya.

“Kami berharap dengan penyaluran bantuan baju bayi ini dapat bermanfaat untuk para penyintas, khususnya yang memiliki bayi, agar terpenuhi kebutuhan spesifiknya”, terang Rifka.

Penyaluran bantuan ini menjadi bagian dari ikhtiar Lazismu Pimpinan Pusat Aisyiyah untuk hadir bersama masyarakat dalam menghadapi situasi pascabencana. Bantuan yang diberikan tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan material, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian dan dukungan bagi keluarga yang tengah menghadapi kondisi sulit.

Baju bayi newborn sebanyak 1.695 pasang diharapkan dapat dimanfaatkan oleh bayi-bayi dari keluarga terdampak, terutama mereka yang membutuhkan dukungan lebih dalam masa pemulihan pascagempa.

Lazismu Pimpinan Pusat Aisyiyah mengajak berbagai pihak untuk terus memperkuat kepedulian kepada kelompok rentan pascabencana. Perhatian terhadap kelompok rentan ini menjadi bagian dari upaya bersama memastikan pemulihan dapat berlangsung lancar dengan tetap memperhatikan kebutuhan setiap anggota keluarga penyintas.

(Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/PP Aisyiyah/Nola)

SELENGKAPNYA
18 September 2026

Bertumbuh Bersama, Lazismu DIY Perkuat Kapasitas Lazismu Pidie Jaya Lewat Pelatihan dan Pendampingan

PIDIE JAYA -- Saling berinteraksi antar amil dapat menumbuhkan semangat belajar dan menggali pemahaman bahwa cara manusia berada bersama yang lain tidak bisa dipisahkan dari dunia keseharian yang digelutinya.

Ada bersama dengan dunia ini menjadi arti penting bagi amil dari bergerak dan berhentinya aktivitas filantropi. Interaksi positif itu, tertuang dalam pelatihan dan pendampingan bagi Lazismu Pidie Jaya, Aceh, pada 16–18 September 2026 bersama Lazismu Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kegiatan pelatihan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas kelembagaan dan amil Lazismu Pidie Jaya dalam pengelolaan zakat yang berkualitas, transparans dan mampu memberikan kontribusi yang lebih luas bagi masyarakat.

Acara pelatihan digelar pada 16 – 18 September 2026, demikian dilansir dalam laman resmi Lazismu DIY. Melalui diskusi yang intens Lazismu Wilayah Aceh, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pidie Jaya, Lazismu Pidie Jaya dan Lazismu Bireuen, memetakan kondisi kelembagaan, kebutuhan penguatan, serta berbagai tantangan yang dihadapi dalam tata kelola Lazismu di daerah.

Ketua PDM Pidie Jaya, Makmur Hasan Sufi, menyampaikan bahwa pendampingan ini memiliki arti penting karena Lazismu Pidie Jaya berada dalam tahap penguatan kelembagaan dan pengembangan sumber daya manusia.

Gagasan pendampingan ini, menurut Makmur, berawal dari proses asesmen pascabencana yang dilakukan oleh Lembaga Resiliensi Bencana Muhammadiyah. Dalam proses itu, aspek kelembagaan Lazismu kemudian dinilai penting untuk diperkuat sebagai bagian dari upaya pemulihan.

Siapa yang akan menggerakkan kelembagaan dan kemanusiaan ini, kata Makmur. Ia menekankan pentingnya keberadaan Lazismu sebagai fondasi gerakan sosial yang dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.

Ia menilai, pengelolaan zakat tidak hanya diarahkan untuk warga Muhammadiyah, tetapi juga masyarakat Pidie Jaya dan Aceh secara lebih luas. Karena itu, para peserta diminta memanfaatkan momentum pelatihan untuk menimba ilmu dan memperkuat kapasitasnya.

Mewarnai diskusi terbatas itu, Eka Yuhendri, Sekretaris Lazismu DIY menyampaikan, pendampingan terhadap Lazismu Pidie Jaya berangkat dari proses asesmen yang dilakukan pascabencana di Aceh. Dalam perjalanannya, aspek kelembagaan Lazismu menjadi salah satu bagian penting, terutama pascabencana dalam rangkaian program di tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.

Penguatan kelembagaan sangat penting karena zakat memiliki potensi yang terus berkembang seiring dengan keberadaan masyarakat muslim. Oleh sebab itu, Lazismu diharapkan tidak terbatas menghimpun, pada aspek tata kelolanya melalui program-program yang ada mampu memberikan manfaat dan pemberdayaan bagi masyarakat.

Eka menekankan pentingnya pengelolaan zakat sebagai instrumen pemberdayaan. Hal ini, diharapkan dapat membantu masyarakat keluar dari kondisi rentan menuju kehidupan yang lebih berdaya.

Pelatihan ini tidak berhenti dalam waktu tiga hari, tapi awal dari kerja sama yang produktif untuk memperkuat kader dan pengelolanya. Kaderisasi dan penguatan sumber daya manusia adalah kunci, ke depan Lazismu Pidie Jaya akan semakin mampu bergerak bersama masyarakat.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu DIY]

SELENGKAPNYA
18 September 2026

Peduli Penyintas Gempa Bumi NTT, PT Adhi Kartiko Pratama Serahkan Donasi Rp 27,5 Juta Lewat Lazismu

KENDARI -- Kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur diwujudkan karyawan PT Adhi Kartiko Pratama. Sebagai bentuk solidaritas sosial dan kemanusiaan, perwakilan karyawan menyerahkan donasi sebesar Rp 27.500.000 kepada Lazismu Sulawesi Tenggara.

Donasi tersebut diserahkan langsung oleh HRD PT Adhi Kartiko Pratama, Herry Twoesty Nugroho, kepada Ketua Badan Pengurus (BP) Lazismu Sulawesi Tenggara, Abdul Hamid, pada Jum’at (11/9/2026).

Penyerahan donasi ini merupakan kepedulian nyata keluarga besar PT Adhi Kartiko Pratama terhadap masyarakat yang sedang bertahan menghadapi musibah bencana gempa bumi pertengahan Agustus lalu. Bantuan yang dihimpun dari para karyawan itu diharapkan dapat memberikan manfaat dan membantu meringankan beban para warga yang terdampak.

Dalam kesempatan itu, Herry Twoesty Nugroho menyampaikan bahwa donasi yang diberikan merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas karyawan PT AKP terhadap saudara-saudara yang terdampak dan membutuhkan dukungan akibat bencana.

“Musibah bencana ini tidak hanya menjadi perhatian masyarakat di wilayah terdampak, tetapi juga menjadi panggilan kemanusiaan bagi semua pihak untuk saling membantu dan menguatkan”, ujarnya.

Harapannya semua pihak tetap bersinergi dengan masyarakat di sekitar wilayah tersebut. Apalagi terhadap warga yang terdampak untuk membawa nilai manfaat bagi lingkungan sekitar. Kepedulian karyawan hanya salah satu dari upaya sinergi yang dibangun dengan semua pihak.

Sementara itu, Ketua Badan Pengurus Lazismu Sulawesi Tenggara, Abdul Hamid, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran manajemen serta seluruh karyawan PT Adhi Kartiko Pratama yang telah memberikan bantuan dan kepedulian terhadap penyintas gempa bumi di NTT.

“Lazismu menyampaikan terima kasih kepada PT Adhi Kartiko Pratama dan seluruh karyawan yang telah mempercayakan donasinya. Insyaallah amanah ini akan kami salurkan untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur”, ucapnya.

Ia menambahkan bahwa kepedulian seperti ini menjadi bukti bahwa semangat gotong-royong dan solidaritas kemanusiaan masih terus tumbuh di tengah masyarakat. Lazismu berkomitmen untuk mengelola setiap amanah yang diterima secara bertanggung jawab dan menyalurkannya kepada masyarakat yang membutuhkan.

Melalui program Indonesia Siaga, bantuan ini yang telah diterima Lazismu termasuk dalam penanganan dan respons terhadap bencana. Donasi sebesar Rp27.500.000 dari PT Adhi Kartiko Pratama, selanjutnya akan menjadi bagian dari dukungan kemanusiaan bagi masyarakat yang terdampak.

Penyerahan donasi ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara dunia usaha dan lembaga filantropi dalam menghadirkan kepedulian sosial yang nyata. Sinergi berbagai pihak diharapkan dapat terus berkembang sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaat dari gerakan kemanusiaan.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Sulteng/Adrian]

SELENGKAPNYA
18 September 2026

Masih Karhutla Musim Kering Tiba, Muhammadiyah Kalbar Salurkan Puluhan Ribu Liter Air Bersih

KALIMANTAN BARAT – Udara berselimut asap yang menyebar luas di Kalimantan Barat semakin membuat sesak. Dampak kebakaran hutan dan lahan ini telah menghanguskan 48 ribu hektar. BNPB melaporkan per September 2026, titik api yang masih dalam penanganan dan belum dipadamkan ada di lahan seluas 80 hektar.   

Kondisi ini belum sepenuhnya padam, ditambah lagi musim kemarau panjang semakin menambah krisis yang mengakibatkan akses air bersih di Kalimantan Barat sulit diperoleh. Pemerintah provinsi dan pemerintah kota meresponsnya dengan bantuan distribusi air bersih.

Senada dengan hal itu, Muhammadiyah Kalimantan Barat melalui Lazismu Wilayah dan Lazismu Daerah Kubu Raya turut menyalurkan air bersih sebanyak 9000 liter kepada warga yang terdampak. Konsentrasi penyaluran air layak konsumsi menyasar warga Desa Parit Keladi, pada Sabtu, (13/9/2026), Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya.

Manajer Lazismu Kalimantan Barat, Suhartini Sastro Diono, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Muhammadiyah lewat Program Indonesia Siaga Lazismu terhadap kebutuhan dasar masyarakat di saat kondisi air bersih alami keterbatasan.

“Melengkapi bantuan air bersih, Lazismu juga memberikan bantuan layanan kesehatan dengan pemeriksaan gratis, pemberian oksigen dan pembagian masker kepada masyarakat”, ujarnya.

Akibat kabut asap dan kemarau berkepanjangan, kata Suhartini, bantuan ini merupakan langkah nyata Muhammadiyah di Kalimantan Barat dalam merespons dampak bencana karhutla dan krisis lingkungan di beberapa wilayah Kalimantan Barat.

Suhartini berharap bantuan ini meringankan beban yang ditanggung masyarakat untuk menjaga kesehatan. Air bersih yang disalurkan untuk masyarakat merupakan air layak konsumsi.

Nilai manfaat bantuan air bersih tersebut sangat dirasakan manfaatnya oleh warga. Warga setempat, Siti mengaku air bersih ini bisa langsung dimasak untuk kebutuhan memasak. “Terima kasih kepada Muhammadiyah dan Lazismu atas bantuan yang diberikan kepada warga. Layanan pemeriksaan kesehatan gratis juga meringankan warga untuk cek kesehatannya”, jelas Siti.

Di tengah kepungan asap dan sulitnya air bersih, Muhammadiyah melalui Lazismu dan relawan kemanusiaan telah bergerak salurkan air bersih sejak Agustus lalu. Sampai dengan 15 September 2026, penerima manfaat bantuan rumah oksigen ada 211 orang, dan 30 ribu lebih masker dibagikan untuk masyarakat serta 650 orang menerima bantuan air bersih.  

Sebagai respons kesiapsiagaan bencana kebakaran hutan dan lahan, Muhammadiyah Kalimantan Barat telah menyiapkan tiga unit ambulans dan mendirikan 8 Pos Koordinasi di berbagai titik untuk mendukung aktivasi layanan kemanusiaan yang dilengkapi dengan 2 dapur umum.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Kalbar]    

SELENGKAPNYA
17 September 2026

Lazismu Kirim Lagi Bantuan Logistik Senilai Rp 1 Miliar untuk Warga Terdampak Gempa di NTT

MOJOKERTO -- Untuk yang ketiga kalinya Lazismu Jawa Timur mengirimkan bantuan logistik untuk penyintas gempa di Nusa Tenggara Timur.  Pengiriman pertama dan kedua dikirim dengan menggunakan KRI TNI AL Kodaeral V Surabaya dan Kontainer Meratus-FOZ Jatim. Untuk yang ketiga bantuan kemanusiaan ini dikirim dengan armada truk.

Bantuan sebanyak 4 truk dikirimkan menggunakan jalur laut dan darat menuju ke Poskor MDMC Muhammadiyah Jatim yang berada di kabupaten Manggarai Timur dan Ngada. Pelepasan armada dilakukan di pabrik PT Hesheng Plastic Industrial di Kawasan Jasem, Ngoro, Mojokerto, pada Jum’at, (16/9/2026).

Ketua LAZIMSU wilayah Jatim, Sigit Hermawan mengatakan bantuan ini dikirimkan untuk merespon kebutuhan penyintas akan hunian darurat dan kebutuhan pangan di lokasi terdampak gempa bumi.

“Alhmadulillah, hari ini kami mengirimkan banyak bantuan lagi ke Flores NTT untuk warga terdampak bencana akan hunian darurat dan kebutuhan pangan di lokasi terdampak gempa bumi”, ujarnya.

Kegiatan pendistribusian ini juga merupakan jalinan yang baik dengan korporat terutama CSR PT Hesheng Plastic Industrial yang telah memberikan banyak sumbangan terpal, air minum dan mie instan. Sigit menyampaikan ucapan terima kasih kepada berbagai pihak yang yang telah berpartisipasi.

Sementara itu, Virlya mewakili PT Hesheng Plastic Industrial berharap bantuan dari perusahannya bisa meringankan beban warga yang terdampak gempa bumi di NTT. "PT Hesheng Plastic Industrial bekerjasama dengan Lazismu Jawa Timur mengirimkan bantuan berupa terpal plastik sebanyak 2000 lembar”, pungkasnya.

Di samping itu, bantuan berupa air mineral 1100 dos dan mie instan 523 dos sebagai pelengkapnya diharapkan bantuan tersebut dari perusahaan kami, kata Virlya bisa meringankan beban saudara kita yang terdampak gempa bumi.

Secara teknis, Penata Laksana bantuan logistik Lazismu Jawa Timur, Aditio Yudono, menjelaskan bahwa semua armada truk ini akan menempuh perjalanan darat dan penyeberangan laut antar pulau sepanjang 1000 kilometer lebih.

"Tiga truk akan menempuh jalur darat, sementara 1 truk menggunakan kapal laut ke Lombok, yang dilanjut dengan jalur darat hingga Flores," jelas Aditio. Selain terpal, bantuan lainnya dari PT Jasa Tirta I Malang berupa tandon toren dan air minum dalam kemasan, serta bantuan dari Lazismu daerah berupa family kit dan RendangMu dari Lazismu Pusat, sembako, pampers dan obat-obatan telah terkumpul.

Selain itu, ada bantuan ribuan boneka beruang dari mahasiswa baru Umsura. Total bantuan yang dikirimkan kata Aditio senilai Rp 1 Miliar. Diharapkan armada truk tiba di Labuhan Bajo pada Selasa pekan depan. Kemudian truk akan melanjutkan perjalanan menuju ke Poskor Relawan Muhammadiyah Jawa Timur di kota kecamatan Riung, kabupaten Manggarai timur, yang berjarak 300 km dari Labuhan Bajo.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Jatim]

SELENGKAPNYA
17 September 2026
LAZISMU adalah lembaga zakat nasional dengan SK Menag No. 90 Tahun 2022, yang berkhidmat dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendayagunaan dana zakat, infaq, wakaf dan dana kedermawanan lainnya baik dari perseorangan, lembaga, perusahaan dan instansi lainnya. Lazismu tidak menerima segala bentuk dana yang bersumber dari kejahatan. UU RI No. 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang

Alamat

Jl. Menteng Raya No.62, RT.3/RW.9, Kb. Sirih, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10340
Jl. Jambrut No.5, Kenari, Kec. Senen, Jakarta Pusat 10430
info@lazismu.org
0213150400
0856-1626-222
Copyright © 2026 LAZISMU bagian dari Persekutuan dan Perkumpulan PERSYARIKATAN MUHAMMADIYAH
cross