

MALUKU – Dalam keindahan kepulauan Maluku yang tersembunyi, terdapat Pulau Kelang tepatnya di Kabupaten Seram Barat. Pulau tersebut dikelilingi oleh Laut Seram dan Laut Banda. Di Pulau Kelang terdapat 15 desa yang penduduknya berprofesi sebagai nelayan dan petani.
Di Pulau Kelang, ada sebuah desa yang bernama Tahalupu, Desa Tahalupu dikenal juga sebagai Negeri Tahalupu. Di sanalah Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Tomitomi berdiri megah. Lazismu Maluku menyambanginya untuk menyampaikan amanat donatur dari Jawa Timur.
Menurut Wakil Ketua Lazismu Maluku Rivai Tuhuleley, donatur tersebut mengamanahkan tujuh ribu lebih buku Iqra. “Semua buku tersebut akan disalurkan ke sembilan kota atau kabuten yang ada di Maluku melalui pimpinan daerah Muhammadiyah”, kata Rivai.
Rivai mengatakan ada 44 paket kardus yang berisi buku Iqra. Masing-masing kardus ada 160 eksemplar buku Iqra. Penerima manfaat di lokasi berbeda dijadwalkan akan mendapatkan jumlah kardus yang berbeda-beda juga sesuai kebutuhan.
Rivai merinci, sebanyak 44 kardus akan dibagikan masing-masing 3 sampai dengan 4 kardus untuk kabupaten dan kota. Untuk daerah yang sangat membutuhkan lebih banyak, sambung Rivai, kami akan mengirimkan sebanyak 5 kardus yang disesuaikan dengan keadaan dan kondisi penduduk, khsusunya anak-anak dari masyarakat muslim.
“Alhamdulillah program sosial dakwah ini dalam bentuk bantuan buku Iqra telah disalurkan ke penerima manfaat”, jelas Rivai. Yang pertama adalah murid-murid di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Tomitomi mendapatkan bantuan buku Iqra yang disalurkan pada hari ini, Rabu, 22 Juli 2026.
Dalam kesempatan itu, Kepala Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Muhamadiyah Tomitomi, Rustam Hart menyampaikan ucapan terima kasih kepada donatur yang telah memberikan amanah dalam bentuk buku Iqra.
Ada sebanyak 7.040 buku dan rencananya akan kami sebarkan sampai ke daerah pelosok yang ada di Pulau Kelang, Maluku. “Kami sekali lagi menyampaikan apresiasi kepada Lazismu Maluku yang telah membantu sekolah kami. Buku Iqra tersebut diberikan kepada 35 anak kelas dua yang tentu saja sangat bermanfaat”, pungkasnya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Maluku]

PAMEKASAN -- Pendidikan adalah pilar utama dalam membangun peradaban bangsa yang berkemajuan. Di balik tegaknya pilar tersebut, terdapat sosok guru yang mengemban amanah besar untuk mentransfer ilmu, membentuk akhlak, dan menanamkan nilai-nilai keimanan kepada generasi penerus.
Dalam lingkup persyarikatan Muhammadiyah, guru bukan sekadar profesi, melainkan bentuk pengabdian dan jihad untukmencerdaskan kehidupan umat. Pada kenyataannya, dedikasi para guru sering kali belum diimbangi dengan kesejahteraan yang layak. Masih ada guru Muhammadiyah yang mengabdi.
Di daerah tingkat kabupaten seperti Pamekasan, Madura, guru berjuang dalam keterbatasan finansial. Kesenjangan fasilitas dan pendapatan operasional sekolah di daerah kerap memaksa para pendidik ini untuk bertahan dengan honorarium yang jauh dari kata cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Melalui program Peduli Guru Muhammadiyah (Bakti Guru) tahun 2026, Lazismu Jawa Timur kembali hadir berkomitmen menyalurkan dana zakat guna mengapresiasi, meringankan beban hidup dan meningkatkan motivasi kerja para guru Muhammadiyah di Jawa Timur.
Sebagai tahap awal bantuan Peduli Guru disalurkan pada hari Sabtu pagi (18/7/2026) di Kabupaten Pamekasan, Madura bertempat di Gedung SMA Muhammadiyah Pamekasan. Penyaluran bantuan ini bertepatan dengan Pembukaan acara Penguatan Amil Fundraising LAZISMU se-Madura Raya.
Sebanyak 25 orang guru dari perguruan atau sekolah Muhammadiyah di Pamekasan tingkat SD, SMP dan SMA yang tidak tersentuh tunjangan sertifikasi hadir untuk mendapatkan bantuan ini.
Aditio Yudono, Wakil Ketua LAZISMU Jatim membidangi pendistribusian dan pendayagunaan mengatakan sebagai lembaga amil zakat yang bergerak demi kemaslahatan umat, kami memandang bahwa menjaga kesejahteraan para guru adalah bagian dari asnaf Fi Sabilillah.
"Guru yang sedang berjuang tersebut akan tenang secara kesejahteraan dan mampu memberikan dedikasi terbaiknya dalam mendidik generasi bangsa. Oleh karena itu, sinergi pengelolaan dana zakat yang amanah dan tepat sasaran menjadi instrumen krusial untuk hadir sebagai solusi nyata," kata Aditio Yudono di sela-sela pendistribusian paket program peduli guru.
"Paket bantuan meliputi sembako dan uang tunai. Program ini diharapkan dapat menjadi jembatan kebaikan yang menghubungkan para muzaki dengan para pejuang pendidikan Islam yang tangguh di garda terdepan," imbuhnya.
"Setelah Pamekasan akan disusul ke daerah-daerah lainnya di Jawa Timur dengan skala prioritas dengan ketersediaan anggaran dana ZISKA yang ada. Oleh karena itu, kami mengimbau ummat Islam jangan ragu-ragu berzakat dan bersedekah melalui Lazismu. Dana ZISKA yang terhimpun akan disalurkan kepada asnaf yang membutuhkan sesuai syariat Islam, termasuk kepada para guru sekolah Islam yang tidak memperoleh tunjangan sertifikasi dari negara," pungkas Aditio.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Ddt]

BONDOWOSO – Menjadi muhal bila organisasi modern dengan aset besarnya tak melibatkan partisipasi masyarakat. Dalam gerakan dakwahnya mesti menyesuaikan pendekatan cara berpikir dan bertindak. Oleh karena itu, Muhammadiyah dengan gerakan filantropinya konsisten menghadirkan nilai manfaat untuk semua kalangan.
Gerakan filantropi itu kini usia sosialnya memasuki 24 tahun. Adalah Kota Tape tempat Lazismu Bondowoso beroperasi, pada Ahad, 19 Juli 2026 bekerja sama dengan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Prajekan dan Pimpinan Cabang 'Aisyiyah Prajekan menghelat kegiatan Ahad Pagi dengan penyaluran bantuan 150 paket perlengkapan sekolah (School Kit).
Kegiatan itu dipusatkan di lingkungan PCM Prajekan yang berlangsung meriah, dihadiri warga Muhammadiyah, kader Ortom, para donatur, serta masyarakat sekitar. Selain ajang silaturahim, kegiatan ini menjadi langkah nyata kepedulian Lazismu dalam mendukung pendidikan anak-anak menjelang tahun ajaran baru.
Diawali dengan Pengajian Ahad Pagi, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bondowoso, Muhammad Malik, dalam sambutannya mengapresiasi Lazismu Bondowoso atas konsistensinya yang terus menghadirkan program-program bermanfaat langsung kepada masyarakat.
"Mewakili Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bondowoso, kami mengucapkan terima kasih kepada Lazismu Bondowoso yang senantiasa menguatkan gerakan filantropi dan menghadirkan segenap kebermanfaatannya bagi umat", ujarnya.
Keberkahan nilai manfaat itu, kata Malik yang juga menyinggung potensi Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi dengan aset terbesar di dunia. Menurutnya, aset besar tersebut tidak selalu mengurangi pentingnya partisipasi masyarakat dalam berinfak dan bersedekah.
Di dunia filantropi sering muncul pertanyaan mengapa masih perlu berdonasi kepada organisasi yang sudah kaya? Jawabannya, donasi memang dihimpun melalui organisasi yang kuat dan terpercaya, tetapi seluruh manfaatnya dikembalikan kembali kepada warga yang membutuhkan. Inilah nilai dasar gerakan filantropi Muhammadiyah, sambung Malik.
Cetak biru kebesaran Muhammadiyah, menurut Ketua Lazismu Bondowoso, Muhammad Hamka, dalam demografis Republik Kopi (red: Bondowoso penghasil kopi arabika) bahwa dipilihnya PCM Prajekan sebagai lokasi pelaksanaan milad bukan tanpa alasan.
Menurutnya, PCM Prajekan secara geografis dalam kiprahnya di daerah tapal kuda merupakan salah satu cabang yang memiliki sinergi terbaik dengan Lazismu Bondowoso dalam berbagai program pemberdayaan.
"PCM Prajekan merupakan cabang yang paling energik bekerja sama dengan Lazismu Bondowoso. Salah satu program yang rutin kami laksanakan setiap tahun ajaran baru adalah pembagian perlengkapan sekolah bagi anak-anak yang membutuhkan", pungkas Hamka.
Dengan slogan Memberi Untuk Negeri, menurut Agus Lukman Hidayat Anggota Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Lazismu Jawa Timur, keberadaannya diharapkan terus berkembang menjadi lembaga filantropi yang semakin profesional dan inovatif dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
Agus menuturkan bahwa salah satu inovasi unggulan Lazismu adalah program Qurban Kemasan Rendangmu, yang memudahkan distribusi daging kurban ke berbagai daerah. Ia menyampaikan pada tahun 2026 Lazismu memproduksi Rendangmu senilai sekitar Rp6,5 miliar, yang dikemas menjadi sekitar 125 ribu kaleng untuk masyarakat yang membutuhkan.
Selain pengajian dan penyaluran bantuan pendidikan, kegiatan juga dimeriahkan dengan layanan pemeriksaan kesehatan gratis hasil kolaborasi bersama SMK Muhammadiyah 1 Bondowoso. Turut memeriahkan agenda ini, ibu-ibu 'Aisyiyah Prajekan menghadirkan bazar UMKM yang menawarkan beragam produk olahan dan kebutuhan rumah tangga.
Di penghujung acara, Lazismu Bondowoso menyerahkan 200 eksemplar Al-Qur'an dan produk Rendangmu kepada masing-masing Pimpinan Cabang Muhammadiyah. Bantuan tersebut diharapkan menjadi media pendukung dakwah sekaligus sarana sosialisasi inovasi program Qurban Kemasan Rendangmu kepada masyarakat.
Melalui rangkaian kegiatan ini, Lazismu Bondowoso kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan program yang tidak hanya memberikan bantuan sesaat, tetapi juga memperkuat pendidikan, kesehatan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat melalui kolaborasi bersama seluruh elemen Persyarikatan Muhammadiyah.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Bondowoso]

DEPOK – Penempatan kembali amil dalam suatu tugas yang berbeda merupakan perwujudan dari bagaimana tata kelola lembaga amil zakat berkembang dengan dinamis. Seperti dialami Lazismu kantor layanan Sukmajaya, Kota Depok, yang disampaikan dalam Pengajian Muhammadiyah di Masjid Nurul Iman pada Ahad, (19/7/2026).
Ketua Badan Pengurus Lazismu Kota Depok, Farahdibha Tenrilemba, dalam sambutannya, menyampaikan bahwa reposisi kepengurusan ini merupakan tindak lanjut atas terbitnya Surat Keputusan (SK) terbaru sebagai upaya memperkuat tata kelola organisasi di Kantor Layanan Lazismu Sukmajaya.
“Lazismu merupakan lembaga amil zakat yang sah secara hukum, memperoleh izin operasional dari negara, dan menjalankan pengelolaan zakat berdasarkan ketentuan Undang-Undang tentang Pengelolaan Zakat, sehingga masyarakat tidak perlu ragu untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah”, jelasnya.
Terbitnya surat keputusan terbaru ini, kata Farahdibha berharap kantor layanan Lazismu Sukmajaya semakin solid dalam menjalankan amanah, mampu meningkatkan penghimpunan dan pendayagunaan zakat, infak, dan sedekah secara optimal.
Lazismu mampu memberikan nilai manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. “Jadikan Lazismu sebagai lembaga yang amanah, profesional, terpercaya, dan berdampak”, ujarnya.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Sukmajaya, M. Raihan Febriansyah, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Lazismu Kota Depok atas kehadiran serta dukungannya dalam pengukuhan reposisi kepengurusan tersebut.
“Kami PCMM mengucapkan terima kasih kepada Lazismu Kota Depok, yang telah hadir dan mengukuhkan reposisi kepengurusan Kantor Layanan Lazismu Sukmajaya. Semoga kepengurusan yang baru ini semakin memperkuat sinergi persyarikatan, mengembangkan gerakan filantropi Islam, serta menghadirkan kebermanfaatan yang lebih luas bagi umat dan masyarakat”, tutur Raihan.
Selain agenda prosesi pengukuhan reposisi kepengurusan, kegiatan juga diisi dengan pengajian sebagai sarana memperkuat dakwah persyarikatan dan membangun sinergi antarunsur Muhammadiyah di Sukmajaya dan Cilodong di Kota Depok.
Kegiatan ini dihadiri M. Yana Aditya Wakil Ketua PDM Kota Depok, Idhayu Leony Ketua KL Lazismu Sukmajaya, M. Ridha Ketua PCPM Sukmajaya Cilodong, serta jajaran pimpinan Persyarikatan Muhammadiyah, Ortom, Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), dan warga Muhammadiyah Sukmajaya dan Cilodong, Kota Depok.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Kota Depok]

SURAKARTA -- Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sangat dinanti murid-murid baru. Pertama kalinya mereka akan merasakan suasana hangat penuh kebersamaan selama lima hari. Murid-murid di SD Muhammadiyah 24 Gajahan, Surakarta, merasakan hal itu pada Jum’at (17/7/2026).
Setelah melaksanakan Salat Dhuha berjamaah, mereka mendapatkan edukasi filantropi sekaligus menikmati Baksomu gratis yang disajikan melalui program Food Truck Humanity Lazismu Kota Surakarta.
Program tersebut tidak sekadar membagikan makanan bergizi, tetapi juga menanamkan nilai kepedulian sosial dan semangat berbagi kepada para peserta didik sejak dini. Ratusan siswa, guru, dan karyawan sekolah menikmati sajian bakso dalam suasana penuh gembira.
Direktur Lazismu Kota Surakarta, Wahid Hamdani, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Food Truck Humanity, yang bertujuan mengenalkan gerakan filantropi kepada anak-anak sejak usia sekolah.
"Melalui program ini kami ingin memberikan edukasi tentang pentingnya berbagi dan membantu sesama, meski pun dalam bentuk sederhana seperti memberikan makanan kepada yang membutuhkan”, ujarnya. Harapannya, kegiatan ini menjadi inspirasi lahirnya budaya saling peduli di lingkungan sekolah.
Ia berharap SD Muhammadiyah 24 Gajahan dapat menjadi mitra sekaligus gerai inspiratif Lazismu yang mendorong lahirnya berbagai program filantropi di sekolah-sekolah Muhammadiyah lainnya.
Selain memperkenalkan gerakan sosial Lazismu, Food Truck Humanity juga menghadirkan makanan sehat dan bergizi sebagai bagian dari edukasi pola hidup sehat bagi anak-anak. Kepala SD Muhammadiyah 24 Gajahan Surakarta, Gatot Suherman, mengapresiasi kolaborasi dengan Lazismu yang dinilai memberikan pengalaman berbeda dalam MPLS tahun ini.
Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menghadirkan makanan bergizi, tetapi juga mengajarkan nilai berbagi, kepedulian, dan pentingnya menjaga kesehatan melalui konsumsi makanan yang baik.
"Kegiatan Food Truck Humanity ini sangat bermanfaat. Anak-anak mendapatkan edukasi tentang makanan sehat sekaligus belajar berbagi. Kami berharap program seperti ini dapat kembali dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang," katanya.
Gatot juga menyampaikan terima kasih kepada Lazismu Kota Surakarta atas dukungan terhadap pelaksanaan MPLS di SD Muhammadiyah 24 Gajahan. Keceriaan para siswa tampak saat menikmati semangkuk Baksomu yang disajikan secara gratis.
Salah satunya diungkapkan Azka, siswa kelas V SD Muhammadiyah 24 Gajahan. "Baksonya enak sekali. Semoga yang memberi diberikan kesehatan dan sedekahnya bermanfaat. Panjang umur dan dimudahkan rezekinya," kata Azka penuh antusias.
Kegiatan tersebut menjadi penutup yang berkesan pada hari kelima MPLS SD Muhammadiyah 24 Gajahan Surakarta. Melalui kolaborasi antara sekolah dan Lazismu, para siswa tidak hanya dikenalkan dengan lingkungan belajar yang baru, tetapi juga dibekali nilai-nilai keislaman, kepedulian sosial, serta semangat berbagi sebagai pendidkan karakter.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Kota Surakarta/Sugiharko]

MALANG -- Lirik lagu Iwan Fals berjudul Ambulans Zig-Zag menceritakan tentang deru ambulans yang masuk pelataran rumah sakit membawa korban kecelakaan. Lalu disambut para medis berdatangan kerja cepat membawa korban ke ruang periksa untuk menyelamatkan pasien.
Lirik ini memiliki kaitan cerita dalam konteks sosial-kemanusiaan lembaga amil zakat dalam situasi darurat. Salah satunya Lazismu yang di beberapa wilayah memiliki layanan ambulans. Menurut data Lazismu Jawa Timur dalam program Indonesia Mobile Clinic (IMC) di pilar Kesehatan, terdapat armada ambulans yang tersebar di berbagai Kabupaten/Kota lebih dari 60 unit yang mayoritas berjenis transporter.
Seiring dengan meningkatnya volume kebutuhan masyarakat dan dinamika di lapangan, ditemukan beberapa peluang dan tantangan. Anggota Badan Pengurus LAZISMU Jatim, Achmad Saifu, yang membidangi pelayanan ambulans dan aksi kemanusiaan mengatakan perlunya standar pelayanan, skema pendanaan operasional, dan kompetensi driver yang saat ini masih belum seragam.
“Sistem koordinasi antar-daerah perlu dicermati sehingga ada integrasi untuk mewujudkan layanan yang responsif, profesional, akuntabel dan tepat sasaran”, jelasnya dalam wadah diskusi terarah yang diselenggarakan oleh Lazismu Jawa Timur, pada Rabu (15/7/2026) bertempat di Kampung Mahasiswa Dau, Malang.
Tujuan diselenggarakannya dikusi terarah ini, kata Achmad untuk memetakan berbagai masalah soal pernak-pernik layanan ambulans dan mencari pemecahan solusinya. Oleh sebab itu, kegiatan diskusi ini terfokus tentang pengelolaan dan operasional ambulans yang dibungkus dengan tema “Menuju Layanan Ambulans Lazismu se-Jatim Profesional dan Terintegrasi”.
Ahcmad Saifu dan amil se-Jawa Timur mencari referensi mengenai standar operasional yang ada dari berbagai sumber. Para amil juga berbagi pengalaman bagaimana ambulans di daerahnya masing-masing beroperasi melayani masyarakat.
"Kita mengidentifikasi bersama berbagai kendala, utamanya berkaitan dengan operasional, pendanaan dan pemeliharaan ambulans di masing-masing daerah. Maka standardisasi layanan menjadi penting. Ia berharap dapat menyusun draf standardisasi pelayanan ambulans bersama yang menyentuh aspek pelayanan pasien dan jenazah", pungkasnya.
Diskusi ini juga membahas integrasi Sistem Jaringan yaitu membangun sistem komando atau koordinasi armada (Sistem Jaringan Ambulans Lazismu se-Jatim) secara digital agar lebih responsif terhadap permintaan layanan atau rujukan antarkota.
Hal yang tidak boleh terlupakan keberlanjutan finansial yaitu merumuskan formula pendanaan operasional ambulans yang mandiri dan akuntabel tanpa membebani mustahik atau masyarakat pengguna, ungkap Pak Mamak sapaan karibnya.
Agenda diskusi tersebut diikuti oleh 45 orang yang terdiri dari Badan Pengurus Lazismu dari 17 Daerah kabupaten dan kota di Jawa Timur yang melibatkan partisipasi pengelola dan driver ambulans. Bertindak sebagai narasumber adalah Jamilatus Sa'diyah dari Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim dan Zaenal Abidin, Wakil Sekretaris LAZISMU Jatim yang juga pengajar Kesejahteraan Sosial Universitas Muhammadiyah Malang.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Adit]

