

JEMBER – Dalam usianya yang ke-24, Lazismu tengah menyongsong perubahan teknologi informasi. Perubahan yang dimulai dengan perilaku berderma yang biasa menuju perilaku berderma masyarakat yang modern bahkan merambah jagad digital.
Serupa dengan syukuran bertambahnya usia Lazismu di wilayah lainnya, di Jember, perhelatan milad Lazismu digelar meriah. Puncak acara milad Lazismu diiringi dengan rangkaian Pengajian Ahad Pagi Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Jember, yang berlangsung di Kompleks PDM Kabupaten Jember, pada Ahad (12/7/2026).
Perayaan hari jadi Lazismu ke-24, menurut Asbit Iman Sampurna, Direktur Lazismu Jember, dilatari oleh bentuk syukur bahwa semangat dakwah filantropi dan dengan aksi nyata pemberdayaan umat perlu diperkuat dan integrasikan dengan lintas organisasi dan lembaga untuk kolaborasi.
“Milad ke-24 Lazismu bukan sekadar peringatan bertambahnya usia lembaga, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat gerakan kolaborasi dalam menghadirkan solusi atas berbagai persoalan sosial yang dihadapi Masyarakat”, ujarnya.
Ketua PDM Jember, Aminullah Elhady, membuka acara dan menyampaikan apresiasi untuk Program Ketahanan Pangan Lazismu. Ia mengatakan, program "BaksoMu" yang berasal dari hasil olahan daging kurban dari pekurban manfaatnya bisa dirasakan secara berkelanjutan.
Milad ini sebagai momentum memperluas kolaborasi, meningkatkan kualitas pelayanan, serta menghadirkan lebih banyak manfaat bagi masyarakat. Karena itu, kami mengajak seluruh warga Muhammadiyah dan masyarakat Kabupaten Jember untuk hadir, mengikuti Pengajian Ahad Pagi, serta memanfaatkan berbagai layanan sosial yang telah disiapkan.
Sementara itu, Zainul Muslimin, mewakili Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur dalam pengajian Ahad Pagi, mengungkapkan bahwa menjalankan amanah di Lazismu harus dilakukan dengan cara yang terukur.
Kita harus melampaui sekadar rutinitas, karena keberhasilan nilai manfaat program diukur dari seberapa besar manfaat yang dirasakan umat. “Amanah ini tidak sepenuhnya segaris dengan latar belakang profesi, namun sebagai warga Muhammadiyah, kita harus siap mengurus organisasi dengan cara terbaik", jelasnya
Dalam acara milad ini, Lazismu Jember juga mengenalkan kegiatan ekonomi dan sosial di antaranya layanan donor darah dari PMI Jember, stan UMKM warga Muhammadiyah, serta layanan cukur rambut gratis yang sudah berjalan beberapa bulan.
Sebagai pelengkap, warga yang hadir juga mendapatkan layanan cek kesehatan gratis, program "Yatim Nge-Mall", pentasarufan Al-Qur'an Braille dan buku Iqra, pelatihan dan pembagian alat cukur gratis, penyajian spesial BaksoMu, dan penandatanganan MoU dengan Bank Syariah Nasional (BSN).
Menurut amil Lazismu jember, sebagai informasi tambahan, kolaborasi antara Lazismu Jember dan BSN telah terjalin dalam berbagai program strategis, di antaranya program Kampung Zero Waste dan program Kurban Pedalaman yang dilaksanakan di Dusun Mandilis, Desa Tempurejo.
Salah seorang penerima manfaat, Syarif Laka, santri dari Pondok Modern Muhammadiyah Pakusari, mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan dan pelatihan alat cukur ini. “Program ini tidak hanya sekadar memberi alat, tetapi juga membekali kami dengan keterampilan nyata untuk mandiri secara ekonomi di masa depan", tandasnya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Jember]

YOGYAKARTA -- Fatimatuzahra masih kuliah di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Status mahasiswanya terdaftar di Fakultas Sekolah Vokasi, Jurusan Pembangunan Ekonomi Kewilayahan. Sebagai mahasiswa, Ia selalu mencari hal-hal baru untuk mengembangkan pengalamannya.
Hal itulah yang Ia temukan di ajang PIONEERS 5.0 Business Idea Competition yang diselenggarakan oleh HIPMI PT UGM. Suatu ajang kompetisi bergengsi dan berskala nasional yang mengusung tema "Smarter Supply Chains to Power Small Local Businesses"
Keterlibatan Fatimatuzahra dalam kompetisi ini berawal dari sebuah ajakan untuk bergabung dengan tim Andai Aku Pro, katanya saat dikontak tim Digicom Lazismu, (14/7/2026). Keinginan yang kuat untuk terus berkembang menjadi alasan utamanya menerima ajakan tersebut.
Sepanjang prosesnya, kompetisi ini dimulai pada bulan Februari 2026 hingga puncak di hari kompetisi pada pertengahan Mei 2026. “Segenap dinamika saya lalui bersama tim memberikan begitu banyak pengalaman dan pelajaran berharga yang membentuk cara pandang saya”, pungkasnya.
Ini lebih dari sekadar perlombaan, menurutnya kompetisi ini memberi ruang kepada saya sebagai mahasiswa Pembangunan Ekonomi Kewilayahan untuk berkontribusi secara nyata. Melalui ide bisnis yang dirancang, kami berupaya menciptakan solusi untuk efisiensi biaya logistik bagi UMKM, yang menjadi salah satu customer profile kami.
Puji Syukur, tahapan demi tahapan berhasil dilewati, Fatimatuzahra dan tim akhirnya didapuk sebagai pemenang meraih juara 2 diajang tersebut. Fatima mengaku dengan berkuliah di program studi yang diambilnya, terasa seperti sedang menerapkan teori bidang ekonomi yang dipelajarinya.
Terutama sambung Fatima, mahasiswa dituntut menguasai perencanaan, pembangunan ekonomi wilayah dan pengembangan perekonomian suatu wilayah. Semisal dalam suatu dokumen perencanaan yang terukur dan bisa diimplementasikan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Cerita Fatimatuzahra yang juga sebagai salah satu penerima Beasiswa Zakat Indonesia (BeZakat) Lazismu, hanyalah bagian kecil suatu model bagaimana program pendidikan di perguruan tinggi bisa beradaptasi dengan suatu tantangan kompetisi.
Modal yang terpenting adalah pada orangnya, kata Manager Program Pendistribusian dan Pendayagunaan Lazismu Pusat Shofia Khoerunisa. Artinya kesungguhan dan keuletan bisa memberikan kesempatan kepada seseorang untuk belajar dan berkembang.
Semangat untuk terus berinovasi, belajar, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat ini sekaligus menjadi wujud komitmen serta rasa syukur Fatima kepada Lazismu, sebagai pemberi beasiswa yang senantiasa mendukung langkah pendidikan dan pengembangan dirinya.
“Selamat kepada Fatima atas keberhasilannya meraih juara 2 PIONEERS 5.0 Business Idea Competition yang diselenggarakan oleh HIPMI PT UGM. Prestasi ini menjadi bukti bahwa pendidikan dan inovasi mampu melahirkan generasi yang siap membawa perubahan. Sejalan dengan semangat Program Beasiswa Sang Surya Lazismu”, terangnya.
Kami berharap semakin banyak generasi muda Indonesia yang memperoleh akses pendidikan berkualitas yang mendorong lahirnya insan yang berani bermimpi dan berjuang untuk mewujudkan cita-cita, serta menjadi agen perubahan yang menghadirkan dampak nyata bagi kemajuan Indonesia di masa depan.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

KULON PROGO – Dukungan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo terhadap program Kampung Berkemajuan yang dinisiasi Lazismu diwujudkan dengan komitmennya melalui audiensi Lazismu DIY ke kantor Kabupaten setempat.
Sebagai model pemberdayaan masyarakat berbasis kawasan, program Kampung Berkemajuan diapresiasi Bupati Kulon Progo, R. Agung Setyawan, saat menerima audiensi yang disaksikan oleh Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PWM DIY dan LAZISMU Kabupaten Kulon Progo di Kantor Bupati Kulon Progo, Senin (13/7/2026), dilansir dari laman resmi lazismudiy.or.id.
Agenda tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi dan UKM, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Sekretariat Daerah, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kulon Progo.
Dalam kesempatan itu, Saeful, Koordinator Bidang Program dan Pendistribusian Lazismu DIY, menyampaikan bahwa audiensi adalah bentuk pertanggungjawaban sekaligus pelaporan perkembangan program Kampung Berkemajuan setelah peluncuran dan penanaman perdana bibit pisang yang sebelumnya dihadiri langsung oleh Bupati Kulon Progo.
Ia menambahkan, Kampung Berkemajuan merupakan program pemberdayaan masyarakat berbasis kawasan yang dikembangkan melalui pendekatan terpadu, mulai dari penguatan budidaya, pengolahan hasil, pengembangan usaha, hingga pembentukan kelembagaan masyarakat.
“Program ini dipercaya Lazismu Pusat sebagai salah satu program percontohan nasional yang model pemberdayaannya berbasis potensi lokal agar bisa dikembangkan dan dilanjutkan”, ujarnya.
Mewakili Lazismu DIY, Saeful menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo selama pelaksanaan program tahun pertama dan berharap sinergi ini dapat diperkuat dalam pengembangan Program Kampung Berkemajuan pada tahun kedua.
Dalam kesempatan yang sama, Majelis Pemberdayaan Masyarakat PWM DIY memaparkan hasil pelaksanaan Program Kampung Berkemajuan di Dusun Grubug, Kalurahan Jatisarono, Kapanewon Nanggulan.
Program ini didasari pada potensi lokal yang menyasar budidaya dan komoditas pisang yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Melalui berbagai pendampingan, masyarakat didorong untuk membangun ekosistem usaha yang terpadu, mulai dari pembibitan, budidaya, pengolahan produk, pengemasan, pemasaran, hingga pembentukan kelompok usaha.
Di tahun pertama pelaksanaan program, berbagai capaian berhasil diraih. Sebanyak 1.000 bibit pisang berhasil didistribusikan kepada masyarakat, lahan wakaf LKSA Muhammadiyah mulai dioptimalkan sebagai kawasan budidaya produktif, serta rumah pembibitan berhasil dibangun sebagai pusat pengembangan bibit.
Masyarakat berhasil mengembangkan 6 jenis produk olahan berbahan dasar pisang dengan 18 varian produk, yang memanfaatkan hampir seluruh bagian tanaman pisang, mulai dari buah, gedebog, hingga bonggol. Produk olahan tersebut dilengkapi dengan pengembangan kemasan dan mulai dipasarkan melalui berbagai saluran, seperti pesanan langsung, pameran, jejaring Muhammadiyah, serta toko mitra.
Program ini juga berhasil membentuk satu kelompok usaha produksi yang kini telah aktif menjalankan kegiatan ekonomi secara bersama, sekaligus memperkuat interaksi sosial dan semangat gotong royong masyarakat sebagai modal penting keberlanjutan program.
Memasuki tahun kedua, pengembangan program diarahkan pada penguatan produktivitas budidaya, peningkatan kapasitas produksi, penguatan kelembagaan kelompok usaha, perluasan akses pemasaran, serta pembangunan kolaborasi multipihak guna memperkuat keberlanjutan program.
Menanggapi hal itu, Bupati Kulon Progo menyampaikan apresiasi atas konsistensi Lazismu DIY dalam mendampingi masyarakat. “Saya sangat senang karena ini bukan sekadar program yang dimulai, tetapi benar-benar dibangun secara berkelanjutan. Hulunya diperkuat, hilirnya juga dikembangkan. Ini model pemberdayaan yang harus didampingi,” ujar Bupati.
Menurutnya, masih banyak potensi yang dapat dikembangkan dari komoditas pisang. Selain buahnya, bagian lain seperti daun, gedebog, dan bonggol juga memiliki peluang ekonomi yang dapat dikembangkan lebih lanjut, termasuk sebagai bahan pakan ternak maupun produk bernilai tambah lainnya.
Bupati juga menilai pengembangan Kampung Berkemajuan memiliki peluang besar untuk diintegrasikan dengan berbagai sektor pembangunan daerah, seperti pertanian, pengembangan UMKM, hingga sektor pariwisata melalui konsep eduwisata maupun agrowisata.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Kulon Progo siap memberikan dukungan melalui sinergi lintas perangkat daerah agar program tersebut dapat berkembang secara lebih luas dan berkelanjutan.
Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kabupaten Kulon Progo akan mengoordinasikan pembahasan lebih lanjut bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait guna mengidentifikasi bentuk kolaborasi yang dapat diwujudkan pada pelaksanaan Program Kampung Berkemajuan tahap berikutnya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu DIY]

BELITUNG – Dalam Milad Lazismu Ke-24, di Gedung Nasional Tanjungpandan, Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Tanjungpandan memperkuat sinergi dengan Lazismu Belitung yang sejak bulan Mei 2026, telah menjalin kerjasama program.
Wujud sinergi itu, sekaligus menumbuhkan semangat gotong royong antarlembaga, salah satunya lewat Milad Ke-24 yang dihadiri langsung oleh Bapas Tanjungpandan dan diwakili oleh Kepala Subseksi Bimbingan Klien Dewasa, M. Yeyen Purbasari, pada Sabtu (11/7/2026).
Kepala Subseksi Bimbingan Klien Dewasa, M. Yeyen Purbasari, terharu dengan kolaborasi ini. Apalagi kata Yeyen, tema yang diusung Lazismu adalah "Integrasi Menguatkan Dampak" yang tentu saja memiliki kesan mendalam bagi warna binaan Bapas yang selama ini mendapat nilai manfaat dari program Lazismu Belitung.
"Kami mengapresiasi acara penting ini. Tidak hanya ajang silaturahim tetapi juga menghadirkan aksi nyata bagi masyarakat. Bapas Tanjungpandan akan terus mendukung dan siap berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan kepedulian sosial yang berdampak dan berkelanjutan", katanya.
Merespons hal itu, Ketua Badan Pengurus Lazismu Belitung, Agus Sulistiadji, menyampaikan bahwa untuk memperkuat kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat tujuannya agar manfaat program Lazismu bisa dirasakan semua kalangan.
"Tema Integrasi Menguatkan Dampak adalah spirit Lazismu. Kami akan terus menjalin kerjasama dan sinergi dengan pemerintah, mitra strategis dan dunia usaha. Lazismu optimis ke depan masyarakat akan merasakan banyak manfaat melalui program-program sosial dan kemanusiaan yang dijalankan Lazismu", papar Agus.
Perjanjian Kerja Sama
Pada kesempatan yang sama, Agus mengutarakan bahwa Lazismu Belitung pada bulan Mei 2026, telah menandatangani kerjasama dengan Balai Pemasyarakatan Kelas II Tanjungpandan. “Butir kerjasama itu salah satunya dalam pemanfaatan pelayanan mobil ambulans Lazismu untuk warga binaan”, terangnya.
Perjanjian kerja sama ini adalah wujud komitmen kemitraan Lazismu dan Bapas untuk saling memberikan kemanfaatan dalam pendayagunaan dana infak sedekah pegawai Balai Pemasyarakatan Kelas II Tanjungpandan yang telah dihimpun oleh Lazismu dalam setiap bulannya.
Kerja sama ini, sambung Agus, dalam bentuk pembayaran zakat dan infak sedekah seluruh pegawai Bapas kelas II Tanjungpandan yang ditunaikan lewat Lazismu Belitung. Kemudian Lazismu Belitung akan memberikan layanan ambulans dalam bentuk antar jemput warga binaan Bapas kelas II yang sedang menjalani pengobatan di RSUD Belitung.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Belitung]

BELITUNG – Kolaborasi lembaga amil zakat dan pemerintah adalah upaya membangun komunikasi dalam meningkatkan nilai manfaat yang berdampak bagi masyarakat melalui suatu program.
Lazismu Kabupaten Belitung memuwujudkannya dalam agenda Miladnya ke-24, di Gedung Nasional Tanjungpandan pada Sabtu (11/7/2026), dengan mengusung tema “Integrasi Menguatkan Dampak” yang dihadiri lebih dari 200 peserta dan tamu undangan termasuk pemerintah, mitra, organisasi kemasyarakatan, dan keluarga besar Muhammadiyah.
Dalam acara tersebut, dilaksanakan seremoni penyerahan santunan pendidikan untuk anak yatim dan duafa. Ketua Badan Pengurus Lazismu Belitung, Agus Sulistiadi mengatakan tujuan acara ini untuk memperkuat sinergi antara Lazismu Belitung dengan pemerintah, lembaga, dan mitra strategis dalam membangun kepedulian sosial yang terintegrasi dan berkelanjutan.
“Dengan kolaborasi ini, Lazismu berharap dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas dengan program-program sosialnya. Syukur alhamdulillah, perjalanan dan capaian Lazismu selama ini ditandai dengan tren penghimpunan dan pendayagunaan dana ZISKA yang meningkat dari tahun ke tahun”, paparnya.
Agus menambahkan, peningkatan ini mencerminkan kepercayaan masyarakat yang semakin besar kepada Lazismu Belitung. Berbagai program unggulan, seperti layanan Indonesia Mobile Clinic, juga telah memberikan manfaat nyata kepada masyarakat yang membutuhkan. Termasuk layanan mobil ambulans untuk warga binaan yang sudah bekerjasama dengan Lazismu Belitung sejak bulan Mei 2026 dengan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Tanjungpandan.
Kehadiran layanan ambulans Lazismu telah dikenal luas dan menjadi salah satu bentuk pelayanan kemanusiaan yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Belitung, Muhammad Turfan Amir, mengucapkan selamat Milad ke-24 kepada Lazismu dan mengajak masyarakat untuk terus berpartisipasi dalam mendukung program – program inovatif Lazismu.
Hal senada disampaikan Wakil Bupati Belitung Syamsir bahwa nilai penting memperkuat kolaborasi antara Lazismu dan Pemerintah Kabupaten Belitung. Ia menyatakan Lazismu telah menjadi lembaga filantropi yang dikenal luas oleh masyarakat, sehingga sinergi yang lebih kuat akan semakin memperbesar dampak program-program sosial yang dijalankan.
Di tengah rangkaian kegiatan itu, Lazismu Belitung menyalurkan santunan kepada anak yatim dan duafa. Sebanyak 70 paket bantuan School Kit senilai Rp15.000.000 dan bantuan uang tunai kepada anak-anak yatim dan duafa. Para penerima manfaat juga memperoleh paket makan siang yang merupakan dukungan dari para mitra kebaikan Lazismu Belitung.
Dengan peringatan Milad ke-24 ini, Lazismu Belitung menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program-program yang berdampak bagi masyarakat. Dengan semangat kolaborasi dan kepedulian, Lazismu berharap dapat terus berkontribusi dalam pembangunan sosial serta memperkuat budaya berbagi di Kabupaten Belitung.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Belitung]

SLEMAN -- Menjaga dan melestarikan lingkungan merupakan tugas setiap orang di lingkungannya masing-masing. Termasuk upaya yang dilakukan oleh suatu lembaga dalam mengelola limbah botol plastik.
Hal itu termanifestasi dari hasil kolaborasi antara Lazismu Depok, Sleman Yogyakarta dan RSKIA Sadewa. Sinergi itu tidak hanya berfokus pada aspek lingkungan, namun juga pada nilai kemanusiaan yang tertuang pada program sedekah botol plastik.
Melalui keranjang sedekah sampah yang ditempatkan pada berbagai titik strategis, masyarakat dapat lebih mudah berpartisipasi dalam mengumpulkan botol plastik bekas, lalu menyalurkan hasil penjualan untuk kegiatan sosial yang lebih bermanfaat luas.
Program ini, kata Muhammad Hafizh Ar-Raiyan perwakilan Lazismu Depok pada Jum’at (10/7/2026), dirancang agar mudah diakses dan dapat melibatkan semua kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. “Setiap botol yang disedekahkan diharapkan menjadi langkah kecil yang membawa dampak besar bagi mereka yang membutuhkan, sekaligus menumbuhkan rasa kepedulian terhadap lingkungan”, ujarnya.
Implementasi program sedekah botol plastik di Kapanewon Depok, sambungnya, menunjukkan perubahan positif yang dimulai dari hal paling sederhana. Dengan mengurangi jumlah sampah plastik yang tercecer, wilayah ini diharapkan menjadi contoh bagi yang lain dalam mendorong gerakan ramah lingkungan yang berbasiskan nilai-nilai sosial-spiritual.
Dalam agendanya, kata Hafizh, Lazismu Depok berencana melakukan evaluasi bertahap, termasuk memantau jumlah botol yang terkumpul. Sehingga ada nilai ekonomi yang dihasilkan, serta manfaat yang diterima oleh pihak penerima.
“Evaluasi ini akan menjadi dasar pengembangan program serupa di tempat lain dengan tetap berpegang pada komitmen serta keberlanjutan dan kebermanfaatan”, pungkasnya dilansir dari laman resmi ibtimes.id.
Dukungan dari berbagai pihak sangat diharapkan agar gerakan sedekah botol plastik ini dapat berkembang menjadi program yang lebih luas dan berdampak lebih signifikan. Setiap individu, rumah tangga, dan instansi diharapkan dapat turut berperan aktif menjaga lingkungan.
Target kami keranjang sampah yang berjumlah 20 unit, menjadi awal dari gerakan yang lebih besar. Selama ini sedekah identik dengan memberikan harta-benda kita, tetapi dengan sedekah botol plastik masyarakat akan lebih mudah menerima dan meringankan tumpukan limbah di lingkungannya.
Spirit ini diharapkan menjadi bagian dari budaya baru untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan sesama.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

