

Peresmian luring sumur ini dilakukan pada Selasa (08/11) yang dihadiri oleh seluruh amil KL Lazismu PCIM Sudan, perwakilan pengurus PCIM dan Aisyiyah Sudan, serta perwakilan Rowahil Sudan. Desa Umkatti, Omdurman, Sudan yang merupakan salah satu wilayah dengan jumlah penduduk sekitar sepuluh ribu jiwa dipilih menjadi lokasi penggalian sumur karena memiliki keterbatasan akses air bersih maupun listrik. Memiliki jarak yang relatif jauh dari ibu kota membuat para penduduk Desa Umkatti kesulitan mendapatkan air bersih. Tak jarang mereka harus berjalan kaki menuju sumber air di sekitar Sungai Nil untuk kebutuhan sehari-hari.
Peresmian wakaf sumur air untuk warga Desa Umkatti ini di sambut antusias oleh penduduk setempat. Acara dimulai dengan pemotongan pita sebagai bentuk peresmian sumur air tersebut, dilanjutkan dengan sambutan yang di sampaikan langsung oleh Kepala KL Lazismu Sudan, Wahidin Mayar Daroji. Dalam sambutannya, Daroji berharap agar sumur tersebut dapat memberi manfaat kepada warga setempat.
"Muhammadiyah merupakan salah satu organisasi yang bergerak dalam bidang sosial dan keumatan dalam menyebarkan syiar Islam, yang kali ini lewat Lazismu Sudan menginisiasi adanya sumur air untuk warga Sudan yang tinggal di Umkatti. Semoga sumur air yang ada bisa memberi manfaat yang besar untuk warga setempat serta limpahan pahala bagi segenap donatur dan pihak yang sudah turut mendukung realisasinya," ujar Daroji.
Sambutan juga di sampaikan oleh perwakilan Rowahil Sudan maupun warga setempat yang menyampaikan terima kasih serta apresiasi kepada masyarakat Indonesia yang telah melebarkan sayap kepedulian hingga lintas benua ke negeri Sudan. Aksi yang dilakukan ini membuat mereka kini lebih mudah mendapatkan akses air bersih yang layak untuk menjalani hidup di kawasan gurun ini. "Kami sangat berterima kasih kepada Lazismu Sudan dan masyarakat Indonesia yang sudah membangun sumur air di wilayah kita," ungkap salah satu warga.
Acara peresmian sumur ini kemudian dilanjutkan dengan edukasi cara menyikat gigi dan mencuci tangan yang benar kepada anak-anak kecil setempat. Para panitia memberikan penyuluhan bagaimana cara menyikat gigi yang benar kemudian diikuti oleh anak-anak, serta mencuci tangan yang benar untuk menjaga kebersihan di tengah kondisi Sudan yang sering terdampak wabah penyakit.

Sementara itu, peresmian sumur secara daring dilaksanakan pada Sabtu (03/12) melalui Zoom Meeting. Acara ini dihadiri langsung oleh Duta Besar LBBP RI untuk Republik Sudan, Penasihat Ahli Lazismu Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Ketua Badan Pengurus Lazismu PP Muhammadiyah, Ketua PCIM Sudan, serta Kepala KL Lazismu PCIM Sudan. Peresmian sumur air ini merupakan langkah nyata dalam internasionalisasi gerakan Muhammadiyah untuk mencetuskan jejak-jejak pengabdian secara luas di wilayah Timur Tengah dan Afrika, sekaligus ajang membangun hubungan baik antara KL Lazismu PCIM Sudan, Lazismu PP Muhammadiyah, maupun Perwakilan Republik Indonesia setempat guna merealisasikan berbagai program-program kebaikan yang bermanfaat untuk umat.
Duta Besar LBBP RI untuk Republik Sudan, Sunarko mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh pihak Lazismu melalui bantuan sumur air ini. "KBRI Khartoum mengapresaisi Badan Pengurus Lazismu Pusat maupun Lazismu Sudan yang sudah memberikan kontribusi konkrit pada negara Sudan di tengah kondisi pandemi dan krisis sosial ekonomi yang masih menimpa negara Sudan," tuturnya.
Senada dengan Sunarko, Penasihat Ahli Lazismu PP Muhammadiyah, Hilman Latief yang juga terpilih menjadi Anggota PP Muhammadiyah periode 2022-2027 pada Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah ke-48 beberapa waktu lalu turut memberikan apresiasinya. Ia pun turut memberikan saran bagi pergerakan KL Lazismu PCIM Sudan ke depannya agar mengadakan program yang tidak banyak namun tepat sasaran bagi para diaspora setempat dan warga lokal. Hal ini terutama dalam melihat keadaan sosial ekonomi masyarakat Sudan yang kerap tidak stabil.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Dimas Muhammad Hanif Arkaan]

Warung yang berada di Jalan Panglima Batur Barat, Kota Banjarbaru ini mendapatkan bantuan modal usaha yang kedua kalinya. Bentuk usaha yang dilakukan adalah berjualan nasi kuning, nasi campur, aneka gorengan, dan minuman. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Badan Pengawas Lazismu Kota Banjarbaru, M. Soewandhy bersama Manajer Lazismu Kota Banjarbaru, Tito Dwi Wirawan yang didampingi oleh Staf Fundraising Lazismu Kota Banjarbaru, Nurul pada Sabtu (03/12).
Staf Fundraising Lazismu Kota Banjarbaru, Nurul menyebutkan bahwa bantuan yang diberikan sebesar Rp. 3.500.000,- berupa tambahan modal dan perlengkapan warung seperti alat penggorengan, wajan, piring, gelas, termos, dan lainnya. Untuk menambah kapasitas warung, pihaknya juga memberikan bantuan dua buah meja dan sepuluh kursi. Bantuan ini kembali digelontorkan lantaran kegigihan Katifah dalam menjalankan usahanya.
"Alhamdulillah hari ini kita sudah menyalurkan bantuan tambahan untuk Warung Bu Katifah. Berdasarkan penilaian kami beliau ini begitu gigih dalam menjalankan usahanya meskipun sudah berkali-kali digusur. Alhamdulillah, saat ini sudah mendapatkan lokasi usaha yang strategis. Semoga usaha beliau ke depannya semakin sukses, semakin banyak pelanggannya, dan bisa menjadi contoh bagi UMKM-UMKM binaan kami lainnya," terang Nurul.
Menurutnya, programi ini merupakan upaya untuk bangkit pasca pandemi dari segi perekonomian, Lazismu Banjarbaru akan menyalurkan beberapa bantuan modal usaha lagi. Saat ini sudah ada sekitar enam UMKM yang sedang di proses untuk dibantu.
Penerima manfaat bantuan program Pemberdayaan UMKM ini, Katifah mengucapkan terima kasih kepada pihak Lazismu Kota Banjarbaru. Ia pun mendoakan agar amil Lazismu selalu diberikan kesehatan. "Terimakasih atas bantuan kepada Lazismu Banjarbaru, mudahan mudahan lazismu sehat sehat semua, terimakasih banyak atas bantuannya, tetap jaya dan merdeka," pungkasnya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Reviadi Syafitri/Johansyah]

Staf Fundraising Lazismu Wilayah Kalimantan Selatan, Muhammad Akmal Fadillah yang didampingi oleh Staf Pendayagunaan Ridhoni Robby Pratama, Staf Administrasi dan Keuangan Dewi Indah Astuti serta Rekha Nur Suciyanti dalam audiensi yang berlangsung pada Rabu (07/12) itu menyampaikan beberapa program unggulan di samping beberapa program reguler lainnya. Program-program tersebut antara lain Kampung Berkemajuan yang merupakan desa binaan Lazismu untuk warga mualaf dan Dai Mandiri. "Program unggulan ini merupakan anak program sosial dakwah, yang menjadi salah satu pilar Lazismu Kalimantan Selatan," terangnya.
Program-program yang berada di bawah Pilar Sosial Dakwah menjadi unggulan Lazismu Wilayah Kalimantan Selatan, di samping lima Pilar Program Lazismu lainnya yang menjadi Rencana Strategis (Renstra) yang telah digariskan oleh Lazismu Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah. Ia mengungkapkan, audiensi bersama Komisi IV lebih kepada penyampaian informasi mengenai program kerja Lazismu Wilayah Kalimantan Selatan, baik sosial, perekonomian, pendidikan, serta kesehatan.
Akmal kemudian menambahkan, sinergi semua komponen sangat diperlukan agar animo masyarakat dalam mengeluarkan zakat, infak, dan sedekah ini bisa terus meningkat seiring dengan harapan agar pemerataan maupun sasaran penerima manfaat sesuai hak kaum muslimin bisa tersalurkan sesuai amanah. Terakhir, ia berharap agar kemitraan dapat selalu terjalin dengan pihak DPRD Provinsi Kalimatan Selatan.
Ketua Komisi IV Provinsi Kalimantan Selatan H. Muhammad Lutfi Saifuddin didampingi anggota Risdianto Haleng HB menyambut baik dan memberikan apresiasi terhadap program-program yang dilaksanakan oleh Lazismu Wilayah Kalimantan Selatan. Menurutnya, program-program tersebut patut mendapatkan dukungan dari semua pihak. "Terutama program-program yang terkait perekonomian, kesehatan, dan sebagainya," ujarnya.
Pada kesempatan itu, Lutfi berharap agar pengelolaan zakat gaji PNS di Kalimantan Selatan bisa segera terlaksana yang pemanfaatannya bisa disebar tidak hanya ke BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional), melainkan juga kepada lembaga-lembaga amil zakat yang sudah memiliki berbagai program serta pengalaman dalam pengelolaan zakat, sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat. Oleh karena itu, ia juga berharap agar Lazismu Wilayah Kalimantan Selatan bisa bekerja sama dengan BAZNAS sehingga peran mereka di tengah masyarakat bisa lebih ditingkatkan.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Johansyah]

Kondisi Musbeh mendapatkan perhatian dari Irfan Anshari, salah satu Badan Pengawas Lazismu Wilayah Kota Banjarmasin yang juga bekerja di kampus tersebut. Musbeh kemudian disarankan untuk mengajukan permohonan bantuan kepada Lazismu. Gayung pun bersambut. Setelah permohonan diterima, pihak Lazismu pun melakukan survei untuk melihat kelayakan dan besar bantuan yang akan diberikan.
Pada Jumat (09/12), bantuan pun diberikan kepada Musbeh. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis dari Dekan Fakultas Keperawatan dan Ilmu Kesehatan (FKIK) disaksikan oleh Irfan Anshari dan Staf Pendayagunaan Lazismu Wilayah Kalimantan Selatan, Ridhoni Robby Pratama. Doni, sapaan akrab Ridhoni Robby Pratama mengungkapkan, pihaknya akan terus membantu masyarakat yang memerlukan sebagai bentuk kepedulian dan dakwah Lazismu Wilayah Kalimantan Selatan.
"Bantuan tersebut diserahkan guna meningkatkan dan memperbaiki perekonomian masyarakat yang dalam kesempatan ini dirasakan langsung oleh penjual pecel dan pencok buah. Nantinya dana yang diberikan dapat membantu renovasi tempat beliau berjualan sehingga layak untuk digunakan," ungkap Doni.
Dalam menebar kebaikan, ujar Doni, Lazismu Wilayah Kalimantan Selatan selalu terdepan untuk menjadi ujung tombak untuk kemaslahatan umat. Oleh karena itu, ia meminta dukungan serta doa dari para donatur agar tetap bisa menebar kebaikan kepada umat. "Kami sangat berterima kasih kepada seluruh donatur, Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dan warga muhammadiyah yang terus memberikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) kepada Lazismu Kalimantan Selatan. Kami mengajak kepada seluruh elemen agar tetap memberikan ZIS kepada Lazismu sehingga nantinya kami dapat terus menebar manfaat kepada seluruh masyarakat dan umat," ajak Doni.
Selaras dengan Doni, Solikin selaku Dekan FKIK juga mengatakan bahwa penyerahan bantuan ini merupakan implementasi nyata kehadiran Lazismu Wilayah Kalimantan Selatan untuk masyarakat sekitar yang membutuhkan. Bantuan tersebut akan digunakan untuk perbaikan tempat Musbeh berjualan. Ia berharap, Lazismu akan terus memberikan aksi serupa kepada masyarakat yang membutuhkan.
"Terima kasih kepada Lazismu Kalimantan Selatan yang pada kesempatan kali ini telah menyalurkan bantuan kepada keluarga kami yang sudah sejak tahun 90-an menjual pecel dan pencok buah. Nantinya dana bantuan dari Lazismu ini akan kami alokasikan untuk perbaikan tempat jualan ibu ini. Kami juga berharap untuk ke depannya semoga Lazismu Kalimantan Selatan dapat memberikan aksi nyata kepada seluruh masyarakat sekitar seperti yang dilakukan pada hari ini," ujar Solikin.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Johansyah]

Manajer Lazismu Kabupaten Pekalongan, Akhmad Zaeni menyampaikan, dalam merespons kejadian angin puting beliung yang melanda Kecamatan Kajen dan Karanganyar, Lazismu bersama Lembaga Penanggulangan Bencana (LPB) Muhammadiyah, Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) Kabupaten Pekalongan langsung bergerak turun ke lapangan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Kegiatan yang dilakukan berupa pendataan dan membersihkan amal usaha Muhammadiyah yang terdampak, seperti taman edukasi milik Panti Asuhan Yatim Muhammadiyah Kajen, SD Muhammadiyah Tanjungsari, Masjid Al Ikhlas Tanjungsari, kantor Baitut Tanwil Muhammadiyah Kajen dan rumah-rumah milik warga Muhammadiyah. Setelah melakukan identifikasi dan pengkajian, Lazismu melakukan perbaikan pada rumah-rumah warga yang mengalami kerugian cukup besar, seperti yang atapnya hilang dan dinding yang roboh. "Ada tiga rumah warga yang akan ditangani Lazismu," terangnya.
Penanggung jawab kegiatan perbaikan rumah, Tajudin menyampaikan, pihaknya menerjunkan sepuluh personel Tim Gawe Rumah (GR) Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan dalam aksi yang berlangsung pada Rabu (16/11) tersebut. Ia menyampaikan, rehab atap rumah milik Rohadi dan Budi Harto ditargetkan selesai dalam satu hari kemudian dilanjutkan dengan perbaikan atap Rumah Pemberdayaan Lansia Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Pekalongan. Perbaikan satu rumah lagi rencananya akan dikerjakan setelah gelaran Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah ke-48 di Kota Surakarta karena membutuhkan beberapa material hebel atau bata ringan untuk mengganti dinding yang roboh.
Salah satu anggota Tim GR Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan, Suhadi Anwar menuturkan, rumah Rohadi dan Budi Harto dipilih sebagai salah satu penerima manfaat program ini karena rumah mereka terletak di sebelah belakang kantor pusat Baitut Tanwil Muhammadiyah Kajen yang juga terkena dampak angin puting beliung. "Garasi belakang Kantor BT Muhamka (Baitut Tanwil Muhammadiyah Kajen) mengalami kerusakan, sedangkan rumah Pak Rohadi atapnya hilang tersapu angin puting beliung," terang Songek, panggilan akrab Suhadi Anwar
Songek kemudian menceritakan bahwa tanah orang tua Rohadi dan Budi Harto pernah dibeli Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kajen yang selanjutnya dibangun BT Muhamka itu. Selain itu, menurut Songek, kondisi ekonomi Rohadi yang bekerja sebagai penjual tanaman hias dan gas tidak mencukupi untuk merenovasi atap rumahnya yang hilang diterpa angin puting beliung. "Apalagi belum lama ini, sebelum kejadian angin puting beliung, istri Rohadi baru saja menjalani operasi penyakit dalam," imbuhnya.
Tim GR sendiri merupakan aktivis Kokam Kabupaten Pekalongan yang sebagian besar memang berprofesi sebagai tukang bangunan. Mereka rela mewakafkan tenaga dan pikirannya untuk membantu warga yang membutuhkan bantuan. Tajudin yang menjadi penanggung jawab kegiatan ini juga merupakan komandan Kokam Kabupaten Pekalongan.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Fakhrudin]

Ahmad Muzaki, Anggota DPRD Kabupaten Pekalongan ini mengucapkan terima kasih kepada Lazismu saat mengunjungi dan melihat langsung proses perbaikan dapur rumah milik Amriyah yang dikerjakan Tim Gawe Rumah (GR) dari Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) dan Lazismu Kabupaten Pekalongan pada Jumat (25/11). "Saya sebagai Wakil Rakyat di DPRD Kabupaten Pekalongan dari Fraksi PAN mengucapkan banyak terima kasih, kebetulan yang terdampak kebanyakan memang di Desa Tanjungsari, dengan bantuan dari Lazismu sedikit banyak membantu imbas dari puting beliung yang beberapa waktu lalu terjadi di Desa Tanjungsari," ujarnya.
Sementara itu, Manajer Lazismu Kabupaten Pekalongan, Akhmad Zaeni mengatakan, ada empat rumah yang diperbaiki secara fisik oleh Lazismu Kabupaten Pekalongan akibat angin puting beliung tersebut. Tiga rumah sudah dikerjakan pada Rabu (16/11), sedangkan satu rumah lagi milik Amriyah baru dikerjakan Jumat (25/11). "Semoga Ibu Amriyah yang merupakan seorang janda serta penjual makanan, bisa merasa nyaman lagi dalam menjalankan kegiatan sehari-harinya," tuturnya.
Zaeni kemudian menceritakan, seminggu setelah kejadian angin puting beliung Lazismu Kabupaten Pekalongan melakukan survei kembali dan menemukan ada beberapa rumah yang belum tertangani sama sekali. "Kami tergerak untuk membantu karena kasihan melihat ada warga yang selama satu minggu ruang tamunya selalu kehujanan karena atapnya hilang tersapu angin puting beliung dan dapur rumah yang terbuka serta perabotan rumah rusak karena tertimpa pohon yang roboh dampak dari angin puting beliung," terangnya.
Untuk pendanaan, ungkap Zaeni, Lazismu Kabupaten Pekalongan telah menyiapkan dana kurang lebih sembilan juta rupiah untuk melakukan perbaikan fisik pada empat rumah tersebut. "Lazismu Kabupaten Pekalongan sedang melakukan penggalangan dana, baik untuk membantu korban bencana alam di Cianjur maupun untuk mengantisipasi kejadian bencana yang terjadi di Pekalongan, khususnya di daerah-daerah sekitar kita yang wajib kita prioritaskan. Ada beberapa rumah yang mengajukan bantuan juga, mereka karena kondisinya bisa diperbaiki sendiri, mereka sudah melakukan perbaikan, tetapi dananya dari pinjam-pinjam, mereka berharap dari kita dapat memberikan bantuan untuk meringankan. Itu sedang kita kaji, kami bekerja sama dengan PCM (Pimpinan Cabang Muhammadiyah) dan BT Muhamka (Baitut Tanwil Muhammadiyah Kajen) untuk melakukan penanggulangan ini," jelasnya.
Sementara itu, Amriyah, penerima manfaat program ini mengaku senang sekali mendapat bantuan dari Lazismu. Ia masih khawatir bencana angin puting beliung kembali terjadi. "Senenge nemen, alhamdulillah, maturnuwun sanget," ucapnya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Fakhrudin]

