

BANYUMAS – Senyum bahagia terpancar dari wajah Yusuf, salah seorang siswa di Desa Kedungpring, Kecamatan Kemranjen. Yusuf menjadi satu-satunya dari 22 pelajar tingkat SD, SMP, dan SMA yang menerima manfaat dari Program Beasiswa Mentari.
Penyaluran Beasiswa Mentari merupakan kolaborasi pilar program pendidikan antara Lazismu dan PT SAGA, yang dilaksanakan langsung oleh Kantor Layanan Lazismu Banyumas. Bertempat di kediaman keluarga donatur, Desa Kedungpring, pada Kamis (12/3/2026), penyerahan bantuan beasiswa disalurkan yang juga ajang penguatan mental bagi penerima manfaat.
Manajer Administrasi dan Keuangan Lazismu Banyumas, Habib Amrillah, yang hadir sebagai narasumber utama, menekankan bahwa pendidikan adalah kunci utama memutus rantai kemiskinan. Ia menyoroti peran krusial orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak.
"Kesuksesan seorang anak tidak hanya ditentukan oleh kecerdasannya di sekolah, tetapi juga dari doa dan dukungan tanpa henti orang tua,” ujarnya. Beasiswa ini adalah stimulan agar anak-anak kita semakin fokus mengejar cita-cita, terang Habib di hadapan para wali murid.
Dalam kesempatan itu, Manajer Pendistribusian dan Pendayagunaan Lazismu Banyumas, Anjar Triadi, menjelaskan bahwa program ini merupakan amanah berkelanjutan. Beasiswa Mentari hadir berkat kedermawanan PT SAGA melalui Lazismu Pusat.
“Dalam pelaksanaanya kemudia bantuan beasiswa disalurkan secara tepat sasaran oleh tim daerah kepada siswa-siswi yang membutuhkan di wilayah Banyumas,” ungkapnya.
Sinergi antara perusahaan dan lembaga filantropi ini diharapkan dapat terus berlanjut agar menjangkau lebih banyak anak bangsa yang memiliki potensi namun terkendala ekonomi.
Bagi para penerima, bantuan ini menjadi suntikan semangat yang luar biasa. Yusuf, mewakili rekan-rekan sesama penerima beasiswa, mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya.
"Saya sangat senang dan berterima kasih atas beasiswa ini. Ini membuat saya semakin semangat untuk belajar lebih giat lagi," ungkap Yusuf penuh antusias.
Kegiatan yang berlangsung khidmat ini ditutup dengan doa bersama, membawa harapan agar 22 penerima beasiswa "Mentari" dari Kedungpring, kelak dapat menyinari masa depan keluarga dan bangsanya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

PASURUAN – Bisa membaca al-Qur’an lancar, impian setiap orang muslim. Apalagi jika dibaca bertepatan dengan bulan Ramadan. Bulan istimewa tentang kitab suci ini diturunkan. Kehadiran al-Qur’an untuk dibaca saat ramadan begitu spesial bagi disabilitas netra.
Pasalnya, mengenalkan al-Qur’an Braile kepada disabilitas netra tengah digelar Lazismu dan BPKH. Menurut Manager Lazismu Pasuruan, Sandra Happy Saputra, kegiatan pengenalan ini merupakan bagian dari ikhtiar Lazismu untuk menghadirkan akses pembelajaran al-Qur’an yang lebih luas, merata dan inklusif.
Menghadirkan dakwah yang inklusif bagi Lazismu merupakan komitmen. Sandra mengutarakan kegiatan Pelatihan Iqra’ Braille bagi penyandang disabilitas netra bagian dari kolaborasi program kemaslahatan bersama Badan Pengelola Keuangan Haji.
Pelatihan Iqra’ Braille bagi penyandang disabilitas netra berlangsung pada 6 –7 Maret 2026, di Gedung Dakwah Muhammadiyah Raci, Bangil. Peserta disabilitas netra hadir sebanyak 30 orang yang berasal dari Persatuan Tunanetra Indonesia (PERTUNI) Kabupaten Pasuruan.
Program inklusif tersebut menjadi langkah nyata membuka akses pembelajaran Al-Qur’an bagi kelompok rentan. Peserta mendapatkan pendampingan langsung dari instruktur. Para peserta dikenalkan huruf hijaiyah Braille. Ini tahap awal pembelajaran membaca al-Qur’an dengan mandiri.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang pelatihan berlangsung. Dengan penuh kesabaran dan semangat, mereka meraba setiap titik huruf Braille yang menjadi jembatan untuk mengenal ayat-ayat suci Al-Qur’an.
Salah seorang peserta mengatakan, ini kesempatan yang baik tidak hanya belajar membaca, tapi sebuah harapan bagaimana mendekatkan diri dengan kalamullah kendati ada suatu yang terbatas.
Lazismu mengucapkan terima kasih kepada BPKH atas sinergi yang terjalin sehingga nilai manfaat dari dana abadi umat yang dikelolanya betul-betul tepat sasaran. Di masa berikutnya, Lazismu Kabupaten Pasuruan berupaya menghadirkan program sosial, pendidikan, dan dakwah yang memberikan dampak luas bagi masyarakat.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

BANDUNG - Keistimewaan al-Qur’an tak diragukan lagi. Kandungan isinya yang menebarkan cahaya harus dihadirkan dalam keseharian hidup manusia. Mukzijatnya memberikan dampak bagi umat manusia, baik yang membaca maupun yang mendengarkannya.
Dengan mengusung semangat “Tebarkan Cahaya Al-Qur’an”, Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al-Jabbar fasilitasi Gramedia, Penerbit al-Qosbah dan Lazismu menyelenggarakan Gerakan Sejuta Qur’an, pada Sabtu (7/3/2026). Tujuan kegiatan ini mendorong semangat literasi Al-Qur’an di tengah masyarakat.
Digital Marketing & Merchandising Director Gramedia, Sugiarto menyampaikan bahwa Gerakan Sejuta Qur'an Jabar Istimewa merupakan komitmen perusahaan dalam menghadirkan nilai kebermanfaatan yang lebih luas bagi masyarakat.
“Sebagai bagian dari semangat itu, Gramedia ingin terus mengambil peran dalam menghadirkan dampak sosial nyata melalui Gerakan Sejuta Quran Jabar Istimewa,” ujarnya. Kami berharap setiap Al-Qur’an yang didonasikan dapat menjadi sumber cahaya dan kebaikan yang tak terputus bagi penerimanya.
Gerakan Sejuta Qur'an Jabar Istimewa ini menjadi bagian dari upaya Gramedia dalam memperkuat peran toko buku bukan hanya sebagai ruang transaksi, tetapi juga sebagai ruang kolaborasi dan gerakan sosial.
Direktur Utama Lazismu Pusat, Ibnu Sani, menilai bahwa kegiatan bersama Gramedia bukan kali pertama, kolaborasi yang terjalin sudah berjalan beberapa tahun lalu.
“Sinergi program dengan Gramedia sudah dilakukan Lazismu dengan menyalurkan Al-Qur'an ke berbagai daerah seperti Jabar, Jateng, Kalimantan, Lampung, Medan dan wilayah yang terdampak bencana. Kita targetkan bisa menyebar ke seluruh Indonesia,” tandasnya.
Sejauh ini, sambung Ibnu, untuk wilayah Bandung sendiri, pihaknya telah menyerahkan 2000 eksemplar baik kepada masyarakat umum, pondok pesantren dan warga yang membutuhkan. “Ini program jangka panjang dengan Gramedia, kita komitmen mengawal hingga satu juta Al-Qur'an,” jelasnya.
Merespons hal itu, pendakwah Dennis Lim mengatakan, apa yang dilakukan Gramedia, Lazismu dan Penerbit al-Qosbah, hendaknya mendapat dukungan lebih luas dari masyarakat terutama umat Islam.
Intinya kita berlomba berbuat kebajikan, suatu amal baik di bulan Ramadhan, yang ganjarannya berlipat ganda. Karena itu, saya mengajak seluruh masyarakat bisa bersama - sama mendukung agar Gerakan Sejuta Al-Quran ini bisa terwujud, mari kita berdonasi,” ajak Ustadz Dennis selepas menyampaikan tausiah.
Kolaborasi bersama Masjid Raya Al Jabbar dan para tokoh agama ini diharapkan dapat memperluas jangkauan manfaat program sekaligus mempererat sinergi dalam kegiatan sosial dakwah yang bisa terus tumbuh dan bermakna.
Dalam program ini tidak hanya sekadar momentum ibadah bersama. Ini adalah ikhtiar yang meliabatkan partisipasi publik dalam menghadirkan amal jariyah yang berkelanjutan. Caranya dengan berdonasi melalui saluran yang telah tersedia, mulai dari tunai (cash), EDC, hingga QRIS untuk memudahkan partisipasi masyarakat.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

JAKARTA - Suasana kawasan Masjid At-Tanwir, di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, begitu semarak pada Sabtu (7/3/2026). Sejak menjelang waktu berbuka, halaman masjid mulai dipenuhi jamaah yang datang dari berbagai penjuru untuk bertarawih dan I'tikaf.
Semarak bulan suci ramadan setiap tahun diselenggarakan Masjid At-Tanwir. Dukungan juga datang dari Lazismu yang menggerakan UMKM. Ketua Panitia Ramadan Cerah Masjid At-Tanwir, Masruri, mengungkapkan bahwa kegiatan ini sengaja didesain sebagai perpaduan antara dakwah, kepedulian sosial, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Kegiatan tabligh akbar kami rangkai dengan santunan anak yatim serta bazar UMKM agar jamaah dapat merasakan manfaat sosial dan ekonomi selama ramadan,” ujarnya.
Di sela-sela kegiatan, panitia juga menyalurkan santunan kepada sekitar 150 anak yatim dari berbagai panti asuhan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di Jakarta dan sekitarnya. Selain menerima santunan, anak-anak mengikuti sesi interaktif yang berisi motivasi, kuis hafalan Al-Qur’an, serta pembinaan nilai-nilai keislaman bagi generasi muda.
Salah satu penerima manfaat, Ika Putri, mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, rangkaian acara yang diselenggarakan terasa menarik dan memberikan pengalaman yang berkesan. “Alhamdulillah kegiatan berjalan dengan lancar. Isi ceramahnya mendidik dan tidak membosankan. Selain itu, ada santunan untuk anak-anak panti dan bazarnya juga ramai dengan berbagai pilihan,” tuturnya.
Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus diselenggarakan setiap tahun sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya.
Di antara keramaian itu, ratusan anak dari panti asuhan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di wilayah Jakarta dan sekitarnya tampak duduk berkelompok dengan wajah ceria. Mereka menjadi bagian penting dari kegiatan yang digelar oleh Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid At-Tanwir dalam rangka menyemarakkan bulan suci ramadan.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh Muhammadiyah, di antaranya Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Agus Taufiqurrohman, serta Ketua DKM Masjid At-Tanwir Nur Achmad. Turut hadir pula perwakilan majelis dan lembaga PP Muhammadiyah, Pimpinan Pusat dan Pimpinan Wilayah Nasyiatul ‘Aisyiyah DKI Jakarta, serta pimpinan Muhammadiyah tingkat wilayah hingga cabang se-DKI Jakarta.
Menjelang waktu berbuka puasa, suasana di Masjid At-Tanwir semakin hangat. Jamaah yang sejak sore memenuhi area masjid akhirnya berkumpul bersama untuk menutup rangkaian kegiatan hari itu. Di tengah kebersamaan itu, tabligh akbar dan bazar Ramadan bukan sekadar acara seremonial, tetapi menjadi ruang pertemuan antara dakwah, kepedulian sosial, dan kebersamaan umat di bulan yang penuh berkah.
Selain tausiyah keagamaan, kegiatan ini juga dirangkai dengan bazar Ramadan yang menghadirkan berbagai produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kehadiran bazar tersebut tidak hanya menambah semarak suasana, tetapi juga memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat yang hadir.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

KULON PROGO - Sore itu di Masjid Al Akbar Bandara Internasional Yogyakarta ada yang berbeda. Sinar matahari mulai redup. Dari dalam bandara terdengar jelas lantunan ayat suci Al-Qur’an yang menggema dari arah masjid. Barisan jamaah masjid mulai padat karena puluhan anak yatim dan penghafal Al-Qur’an duduk dengan wajah ceria menanti rangkaian kegiatan Safari Ramadhan yang digelar oleh Bandara Internasional Yogyakarta (YIA).
Kegiatan ini bagian dari Program CSR InJourney Airports Safari Ramadhan 1447 H/2026 M. Program CSR InJourney Airports Safari Ramadhan adalah inisiatif Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) untuk berbagi keberkahan. Kegiatan ini mencakup penyaluran bantuan sembako, santunan anak yatim/penghafal Al-Qur'an, bantuan alat ibadah, dan renovasi masjid di wilayah sekitar bandara.
General Manager Bandara YIA, Ruly Artha, pada Jum'at (6/3/2026) mengungkapkan, keberadaan bandara tidak hanya berfungsi sebagai pusat transportasi udara, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial terhadap masyarakat di sekitarnya. “Bandara YIA tidak hanya berfokus pada pelayanan penerbangan, tetapi juga memperhatikan masyarakat sekitar. Salah satunya melalui kepedulian terhadap anak-anak yatim dan para penghafal Al-Qur’an,” ujarnya.
Ia menambahkan kegiatan Safari Ramadhan menjadi momentum bagi perusahaan untuk berbagi kebahagiaan sekaligus memperkuat nilai kepedulian sosial di bulan yang penuh keberkahan.
Apresiasi atas kegiatan tersebut disampaikan Manajer Lazismu Kulon Progo, Heri Susanto. Ia menyampaikan terima kasih kepada Bandara YIA atas perhatian yang diberikan kepada anak-anak binaan Lazismu. “Kami mengucapkan terima kasih kepada YIA atas kepeduliannya. Semoga kegiatan ini menjadi penyemangat bagi anak-anak binaan kami untuk terus belajar dan menghafalkan Al-Qur’an," ungkapnya.
Penyaluran bantuan ini disalurkan dalam bentuk alat ibadah serta santunan kepada 100 anak yatim/piatu dan penghafal Al-Qur’an binaan Lazismu. Bantuan ini diharapkan dapat memberikan semangat dan dukungan bagi anak-anak untuk terus menapaki jalan pendidikan dan menguatkan kedekatan mereka dengan Al-Qur’an.
Kegiatan kemudian ditutup dengan buka puasa bersama yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Di tengah hiruk-pikuk aktivitas bandara, Safari Ramadhan itu menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial dapat tumbuh di mana saja, menghadirkan harapan dan kebahagiaan bagi mereka yang membutuhkan.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

TANGERANG SELATAN - Datangnya Ramadan menambah hangat suasana di Masjid At-Taqwa Universitas Muhammadiyah Jakarta. Sejumlah paket kebutuhan pokok tersusun rapi, menunggu untuk disalurkan kepada mereka yang membutuhkan.
Bagi sebagian orang, paket sederhana itu mungkin tampak biasa. Namun bagi para duafa , bantuan itu menjadi penguat harapan untuk menjalankan Ramadan dengan lebih tenang. Melalui program Kado Ramadan, Lazismu Universitas Muhammadiyah Jakarta menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan di wilayah Jabodetabek pada Kamis (5/3/2026).
Program ini menjadi wujud kepedulian sosial kampus dalam menghadirkan kebahagiaan Ramadan yang lebih merata. Sebanyak 1.600 paket Kado Ramadan disalurkan bertahap kepada para penerima manfaat. Mereka berasal dari berbagai kalangan, mulai dari karyawan dan pensiunan UMJ, guru, anak yatim, kaum dhuafa, Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), unsur persyarikatan Muhammadiyah, hingga masyarakat kurang mampu sekitar kampus.
Ketua Lazismu UMJ, Tajudin, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial kampus kepada masyarakat. Menurutnya, Ramadhan adalah momentum untuk memperkuat empati dan memperluas kebermanfaatan.
“Program ini bentuk tanggung jawab moral dan sosial kita bersama. Kami ingin memastikan bahwa keberadaan kampus dan Lazismu benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan,” ujarnya.
Apresiasi juga disampaikan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah Ciampea, Sugiri, yang menilai kegiatan tersebut sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan menjelang bulan puasa. Ia berharap program seperti ini dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya.
Program Kado Ramadhan sendiri merupakan agenda sosial tahunan Lazismu UMJ yang didukung oleh penghimpunan zakat, infak, dan sedekah dari civitas akademika UMJ serta para donatur. Melalui kegiatan ini, Universitas Muhammadiyah Jakarta menegaskan bahwa kampus bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang untuk menumbuhkan kepedulian, mempererat kebersamaan, dan menghadirkan harapan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Setiap paket berisi kebutuhan pokok rumah tangga yang diharapkan dapat membantu meringankan beban keluarga dalam mempersiapkan ibadah puasa. Bagi sebagian keluarga, bantuan tersebut bukan sekadar paket sembako, melainkan bentuk kepedulian yang menghadirkan rasa bahwa mereka tidak sendiri dalam menghadapi berbagai keterbatasan ekonomi.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Universitas Muhammadiyah Jakarta ini turut dihadiri Rektor UMJ Ma'mun Murod, Ketua LPP AIK UMJ Fakhrurazi, serta Ketua Lazismu UMJ Tajudin. Kehadiran para pimpinan kampus dan unsur persyarikatan Muhammadiyah menunjukkan komitmen bersama untuk terus menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu UMJ]

