Berita

Ikuti kabar terbaru dari Lazismu. Lihat laporan penyaluran, kisah inspiratif penerima manfaat, dan dampak nyata dari ZIS Anda

Lazismu dan Bina UMK PCM Denpasar Selatan Gelar Pelatihan dan Keterampilan Welder

DENPASAR -- Menekuni teknis las dalam dunia industri lebih dikenal dengan sebutan Welder. Tugas Welder adalah menyambung material berbahan alumunium, besi atau baja. Dalam industri skala besar, dibutuhkan keahlian khusus bagi Welder karena pengerjaannya berisiko tinggi.

Profesi Welder membutuhkan keahlian dan keterampilan khusus. Seperti pendidikan dan pelatihan intensif teknik las (Welder) yang dilakukan Lazismu Wilayah Bali dan Bina Usaha Mikro Kecil (UMK) Pimpinan Cabang Muhammadiyah Denpasar Selatan, dalam tajuk Skill Development Program. Hari Ahad, (27/9/2026) menjadi hari terakhir program pemberdayaan itu di Bengkel Las Surya Baru, Denpasar.

Pelatihan ini sebetulnya berlangsung secara bertahap sejak 23 Agustus 2026 dengan rangkaian materi yang terbagi setiap pekan sampai pekan terakhir bulan September. Program pemberdayaan ini dinisiasi oleh Lazismu Wilayah Bali sebagai bagian dari upaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

Program ini merupakan periode kedua tahun 2026 dalam pelaksanaannya, kata Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Bali, Miftahnurrahman, yang membidangi Lazismu. Pelatihan dan keterampilan merupakan bagian dari ikhtiar Lazismu membangun kemandirian masyarakat.

“Program pemberdayaan ini telah melalui evaluasi dari pelaksanaan sebelumnya. Pada periode ini, peserta dibatasi hanya 10 orang dari berbagai kalangan yang membutuhkan, dengan pola pelatihan yang lebih fokus dan intensif”, ujarnya.

Pelatihan dilaksanakan dalam lima kali pertemuan dengan perpaduan teori dan praktik, serta menghadirkan Yugos Wiyanto sebagai fasilitator. “Kita ingin Lazismu tidak hanya hadir ketika masyarakat membutuhkan bantuan, tetapi juga hadir untuk membangun kemandirian”, jelas Miftah.

Harapannya, mustahik bisa naik kelas menjadi masyarakat yang mandiri, bahkan suatu saat mampu menjadi muzaki. Peserta pelatihan teknis Welder yang mengikuti harus diseleksi. Yang memenuhi kualifikasi difasilitasi untuk teori dan praktiknya agar ada pendampingan oleh ahlinya.

Ketua Lazismu Wilayah Bali, Riza Putra, mengungkapkan bahwa program zakat nilai manfaatnya dapat menjadi instrumen pemberdayaan yang memberikan dampak jangka panjang.

“Ketika seseorang memiliki kehalian tertentu, maka ada peluang untuk mendapatkan pekerjaan atau membangun usaha. Kami ingin dana zakat dan gerakan filantropi Muhammadiyah memiliki dampak jangka panjang melalui penguatan keterampilan”, pungkasnya.

Merespons program pemberdayaan itu, Ketua PCM Denpasar Selatan, Lila Rachmat Sudjatmika menyambut baik kolaborasi tersebut. Kami berharap keterampilan ini bisa menjadi bekal mengembangkan usaha secara mandiri. “Pemberdayaan bukan hanya memberikan bantuan, tetapi bagaimana memberikan kemampuan dan kesempatan kepada masyarakat untuk berkembang”, terangnya.

Hal senada, disampaikan Ketua Panitia Pendidikan dan Pelatihan Intensif Teknik Las (Welder), Fauluq Ulum, bahwa proses pemberdayaan perlu dilakukan dengan selektif. Pembatasan peserta merupakan hasil evaluasi agar pendampingan bisa dilakukan lebih optimal.

“Pada periode kedua ini pelatihan dibuat lebih fokus dan intensif. Dengan 10 peserta, kami berharap setiap peserta mendapatkan perhatian dan pengalaman praktik yang cukup untuk menjadi bekal setelah pelatihan”, imbuhnya.

Dalam pelaksanaannya, peserta juga mendapatkan pembelajaran mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Lazismu Bali dan Bina UMK PCM Denpasar Selatan menyampaikan apresiasi kepada Dewata Safety atas dukungan dan fasilitasi peralatan K3.

Penerima manfaat program pemberdayaan Muhammad Jais, mengatakan dirinya dan Kawan Kawan yang lain mesih membutuhkan bimbingan dan pembelajaran dari para fasilitator.

“Rasa-rasanya ilmu yang kita peroleh masih kurang. Harapannya, ada bimbingan lanjutan agar ilmu yang didapat baik dari segi teknis atau pengenalan mesin dan peralatan lebih maksimal lagi”, tuturnya.

Sejak pelatihan itu, ungkap Jais, kita baru tahu bagaimana menggunakan alat ukur penggaris siku dan bagaimana melakukan potongan menyiku pada benda kerja. Mudah-mudahan apa yang kami peroleh bermanfaat dan ilmunya bisa langsung dipraktikan.

Melalui program ini, Lazismu Bali bersama Bina UMK PCM Denpasar Selatan berharap keterampilan yang diperoleh peserta dapat menjadi modal untuk bekerja, membuka usaha, meningkatkan pendapatan keluarga dan secara bertahap menuju kemandirian ekonomi.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Denpasar]

SELENGKAPNYA
28 September 2026

Berpacu Di Bukit Gamping, Lazismu UAD dan Komunitas Bikersmu D’Orange Antar 100 Tangki Air Bersih

GUNUNGKIDUL -- Raungan suara motor bercampur debu batuan gamping mewarnai perbukitan Saptosari, Gunungkidul. Rombongan komunitas sepeda motor berjaket jingga melesat menembus kesunyian perbukitan yang kering akibat kemarau panjang.

Komunitas sepeda motor itu melaju lewat pelosok perbukitan sebelah selatan Yogyakarta. Di balik agenda touring itu, terselip misi kemanusiaan untuk warga yang dirundung dahaga panjang. Misi kemanusiaan ini hasil kolaborasi antara Komunitas BikersMu D’Orange, Lazismu Universitas Ahmad Dahlan (UAD), dan Lembaga Pengembangan Studi Islam (LPSI) UAD.

Mengusung tajuk Touring and Sharing, rombongan bertolak dari kampus menuju Bundaran Planjan, Kapanewon Saptosari, untuk menyalurkan 100 tangki air bersih bagi masyarakat terdampak kekeringan.

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul per Agustus 2026, diperkirakan 12 kapanewon (red: kecamatan) rentan dilanda kekeringan, termasuk kawasan perbukitan di Gedangsari, Nglipar, hingga Tanjungsari.

Musim kemarau tahun ini, BPBD menempatkan sejumlah kawasan di Kabupaten Gunungkidul ada dalam bayang-bayang krisis air. Air tanah sulit dijangkau akibat struktur batuan gamping yang berpori, sementara tampungan air hujan perlahan mengering.

Membeli air tangki secara mandiri menjadi beban biaya tersendiri bagi kehidupan warga di sekitarnya. Kondisi itu mengundang perhatian Lazismu UAD untuk bergerak cepat. Ketua Lazismu UAD, Sunu Prasetya Adi, mengatakan, penyaluran air bersih menjadi signifikan untuk merespons kebutuhan mendesak masyarakat selama periode kekeringan.

“Agar bantuan tidak salah alamat, kami menggandeng Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) di lima wilayah sasaran, yakni PCM Saptosari, Nglipar, Gedangsari, Ngawen, dan Tanjungsari. Struktur akar rumput inilah yang menjadi peta titik-titik tandon warga yang paling kritis dan belum tersentuh pasokan bantuan air bersih”, paparnya.

Sunu menjelaskan bahwa bantuan air bersih sebanyak 100 tangki dialirkan langsung ke penampungan komunal dan tandon-tandon warga pada Sabtu, (26/9/2026). Langkah ini bukan kali pertama, kiprah sosial lembaga filantropi kampus ini konsisten merambah Gunungkidul.

Pada Oktober 2024, Lazismu UAD mengirimkan 100 tangki air beserta beras ke Paliyan. Pada Agustus 2026 lalu, pasokan 100 tangki juga sukses didistribusikan ke Pringombo, Rongkop. Ia menambahkan, keterlibatan struktur pimpinan Muhammadiyah di tingkat cabang adalah kunci agar kebutuhan yang disalurkan tepat sasaran karena merekalah yang paling paham kondisi warganya di lapangan.

Kehadiran Rektor UAD di tengah komunitas motor menegaskan bahwa perjalanan ini bukan sekadar agenda komunitas, melainkan wujud tanggung jawab sosial sivitas akademika. Misi kemanusiaan di tanah berbatu ini belum usai. Tim Lazismu UAD memastikan terus memantau asesmen kebutuhan lapangan bersama mitra lokal. Selama kemarau masih menyorot terik, kolaborasi ini akan terus melaju ke pelosok Gunungkidul memastikan tandon warga yang masih kering dapat terisi air bersih.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu UAD/Mawar]

SELENGKAPNYA
28 September 2026

Kalbar Tertutup Kabut Asap, Muhammadiyah Luncurkan Rumah Oksigen Balita

KUBU RAYA -- Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) telah menampilkan krisis sosial dan ekonomi di Kalimantan Barat. Karhutla merupakan bencana berulang yang sampai saat ini membutuhkan penanganan serius.

Setiap bencana selalu meninggalkan jejak yang pilu. Dampak nyata karhutla adalah ancaman terhadap kesehatan karena kualitas udara yang terus memburuk. Kualitas udara ini akan sangat berbahaya jika dihirup kelompok rentan, salah satunya adalah anak-anak dan balita.

Menurut laporan Kementerian Kesehatan, tercatat bahwa terjadi lonjakan tajam gangguan pernapasan di wilayah terdampak karhutla. Sejak Agustus – September 2026, ada sekitar 170 ribu lebih kasus infeksi saluran pernapasan (ISPA) di tiga provinsi Kalimantan yang menjadi kawasan berbahaya. Kondisi kesehatan masyarakat semakin merisaukan akibat udara di kota yang diselimuti kabut asap tebal.

Status kedaruratan tersebut direspons Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Barat.   Melalui program Indonesia Siaga yang diusung Lazismu dan diperkuat oleh One Muhammadiyah One Response (OMOR), relawan kemanusiaan bergerak cepat menyelamatkan kelompok rentan dengan meluncurkan fasilitas Rumah Oksigen Balita pada, Sabtu, 19 September 2026.

Rumah Oksigen Balita itu berlokasi di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Kalimantan Barat, Jalan Arteri Supadio. Keberadaannya lebih dari sekadar posko kesehatan biasa. Rumah Oksigen Balita dirancang komprehensif sebagai tempat berlindung yang terpadu, aman, dan berorientasi pada keramahan anak.

Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Barat, Nilwani Hamid, mengatakan Rumah Oksigen Balita adalah salah satu wujud kepedulian Muhammadiyah terhadap masyarakat yang terdampak karhutla.

“Ini kepedulian Muhammadiyah terhadap masyarakat, insyaallah kita akan sebarluaskan, dan akan terus mendorong di kabupaten/kota di Kalimantan Barat, untuk membangun Rumah Oksingen”, ujarnya, dilansir dari laman resmi mykalbar.com, pada Sabtu, (19/9/2026).

Koordinator Poskor Penanganan Karhutla Muhammadiyah Kalbar, M. Hermayani Putera, mengutarakan Rumah Oksigen Balita ini merupakan rumah oksigen ke-12, yang didirikan Muhammadiyah Kalbar. 

Hermayani mengungkapkan bahwa ada beberapa titik Rumah Oksigen yang bisa diakses oleh masyarakat secara gratis di Pontianak dan Kubu Raya. Khusus fasilitas di sini, menjadi Rumah Oksigen pertama untuk melayani balita dan ibu menyusui.

Ia menilai, penanganan terhadap balita membutuhkan layanan yang lebih spesifik. Karena itu, bukan merupakan fasilitas kesehatan, tetapi disiapkan sebagai tempat untuk situasi darurat dalam melakukan pertolongan pertama bagi balita dan anak-anak yang terdampak asap.

Di Rumah Oksigen Balita ini disediakan fasilitas bermain. Ada Ruang Sensori dan Playground. Hak bermain serta stimulasi motorik anak tetap difasilitasi dengan aman. Di ruang berbeda, terdapat layanan Psikososial Anak yang diisi tenaga relawan untuk pendampingan khusus dalam mengurangi tingkat kecemasan dan trauma anak selama bencana berlangsung.

Bagi para ibu menyusui kenyamanannya tetap dijamin dalam ruang laktasi. Fasilitas ini didesain tertutup guna menjaga privasi, memastikan nutrisi dan ASI untuk si kecil dapat terus diberikan tanpa hambatan.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Kalbar]

SELENGKAPNYA
25 September 2026

Kabut Asap Ancam Warga Pekanbaru, Lazismu Bagikan 200 Paket Peduli Kesehatan

PEKANBARU -- Pada saat kualitas udara Kota Pekanbaru yang memburuk akibat kabut asap, Lazismu dalam aksi sosial kepeduliannya membagikan 200 paket peduli kesehatan kepada jamaah Masjid Al-Fida’, yang berlokasi di Jalan KH. Ahmad Dahlan, pada Jumat, (18/9/2026).

Paket bantuan peduli kesehatan berisi vitamin, air mineral dan masker, yang dibagikan setelah para jamaah melaksanakan salat Jumat. Bantuan ini diberikan kepada masyarakat yang sedang menghadapi kondisi kabut asap dan kualitas udara yang tidak sehat.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Pekanbaru menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi siswa PAUD, TK, SD, dan SMP sederajat pada 16–18 September 2026. Kebijakan itu diambil menyusul memburuknya kualitas udara, dengan ISPU yang dilaporkan mencapai 220 dan masuk kategori sangat tidak sehat.

Manager Lazismu Pekanbaru, Fadlullah Nury menjelaskan alasan mengapa melaksanakan kegiatan berbagi paket kesehatan tersebut sebagai bentuk upaya Lazismu Pekanbaru merangkul masyarakat untuk bisa bersama-sama menghadapi situasi seperti saat ini.

"Melihat data dari Dinkes Pekanbaru hingga kini setidaknya mencatat ada kurang lebih 4.566 kasus mengalami ganguan kesehatan yang berkaitan dengan paparan asap karhutla. Sekitar 4,091 kasus di antaranya ISPA. Hal inii sangat memprihatinkan dan kita semaksimal mungkin bisa bersama-sama membantu masyarakat menghadapi situasi ini" ungkapnya

Dalam pelaksanaannya, pembagian paket berlangsung lancar, jamaah antusias mengambil paket peduli kesehatan secara tertib setelah menunaikan ibadah salat Jumat. Melalui aksi ini, Lazismu Pekanbaru berharap bantuan yang berikan dapat membantu masyarakat menjaga kondisi tubuh di tengah kabut asap. Mewakili Lazismu Pekanbaru, Fadlullah mengucapkan terimakasih kepada para muzaki dan donatur yang telah mempercayakan Lazismu Pekanbaru.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

SELENGKAPNYA
22 September 2026

Tantangan EMT Muhammadiyah di Pengungsian Memastikan Layanan Prima untuk Kelompok Rentan

NUSA TENGGARA TIMUR -- Dampak bencana gempa bumi terhadap kondisi kesehatan perlu mendapatkan perhatian serius. Terutama di saat warga terdampak berada di tempat pengungsian. Kelompok rentan adalah salah satunya yang membutuhkan akses kebutuhan dasar dan kesehatan.

Selama masa tugasnya, Emergency Medical Team (EMT) Type 1 Fixed Muhammadiyah berstandar WHO yang didukung penuh Lazismu melalui program Indonesia Siaga, telah melayani kebutuhan akan layanan kesehatan penyintas. Keberadaannya sebagai pendukung dan pelengkap puskesmas yang mengalami dampak pascagempa bumi di Nusa Tenggara Timur.

Menurut Ketua Roster List 2 EMT Type 1 Fixed Muhammadiyah, Dokter Triyunanto, beberapa kelompok rentan yang ditangani tim medis darurat, berdasarkan data yang dihimpun (16/9/2026), telah melayani kelompok rentan yang terdiri dari: Bayi sebanyak 145, Balita sejumlah 392, Anak-anak sebanyak 511, Lansia sejumlah 1336 dan Ibu Hamil sebanyak 77.

Dokter Triyunanto mengatakan dalam melakukan penanganan pada lansia beberapa kondisi kesehatan yang ditemukan tim medis darurat cukup beragam. Justeru yang dominan adalah penyakit kronis, terutama Hipertensi, termasuk beberapa kasus hypertensive urgency, Diabetes melitus tipe 2, termasuk kasus hiperglikemia, Stroke non-hemoragik, PPOK, termasuk eksaserbasi akut, CHF, termasuk beberapa kasus edema paru akut dan Osteoarthritis.

Selain penyakit kronis, Dokter Tri dan tim medis darurat juga menemukan beberapa kondisi akut dan kegawatdaruratan, seperti pneumonia, edema paru akut, eksaserbasi PPOK, hiperglikemia, serta hipertensi urgency.

“Pada kondisi pascabencana, juga cukup banyak menangani luka pascagempa dan perawatan luka”, ujarnya saat dihubungi Lazismu sebelum penarikan EMT di lapangan pada Sabtu (19/9/2026).  Untuk penyakit lainnya, tim medis darurat juga menemukan TBC paru, diare termasuk amebiasis dan kasus yang mengarah ke kolera, ISK, dyspepsia, inkontinensia urin terkait BPH, myalgia, serta trauma dan infeksi mata.

Kami juga menerima beberapa laporan kasus gigitan anjing dan cakaran kucing, sehingga kebutuhan vaksinasi rabies cukup banyak. Dari sisi kesehatan mental, menurut dokter Tri, kami menemukan anxiety disorder, depresi ringan sampai sedang, dan schizophrenia.

Jadi, dari pengalaman aksi layanan kemanusiaan ini di lapangan, pada lansia masalah yang paling menonjol adalah penyakit kronis seperti hipertensi dan Diabetis Melitus tipe 2, disertai penyakit kronis lain serta komplikasi akutnya.

Tantangan lainnya adalah memastikan penyakit kronis tersebut tetap terkontrol selama kondisi pascabencana. Tak hanya itu, pasien anak yang selama ini kita layani baik di Posyan Rumah Sakit Lapangan maupun saat layan gerak (mobile clinic) ada temuan berupa kasus ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut), Diare, nyeri perut, masalah kulit (dermatitis, skabies), varisella, serta permasalahan makan baik pada bayi maupun anak.

Tim Medis Darurat juga berbagi pengalaman lainnya saat di lapangan, ada satu pasien yang membutuhkan rujukan ke Rumah Sakit Borong, yaitu bayi usia 3 bulan dengan prolonged seizure, kita diagnosis dengan status epileptikus ec susp HDN (Haemorrhagic of the Newborn). Setelah kondisi bayi kita stabilkan, baru kemudian dirujuk untuk penanganan lebih lanjut.

Pada kondisi yang lain. ada dua bayi baru lahir yang didampingi persalinan secara SC di RS Kapal Terapung Airlangga, serta yang lahir normal. Kedua bayi itu diberikan perawatan rutin bayi baru lahir termasuk pendampingan IMD (Iniasiasi Menyusu Dini).

Kelompok rentan lainnya yang mendapat perhatian serius adalah ibu hamil. Layanan Ibu hamil selama di Rumah Sakit Lapangan EMT Type 1 Fixed Muhammadiyah di Dampek, sebaik mungkin diberikan penanganan. Tim Medis Darurat melakukan timbang berat badan terhadap ibu hamil, dan mendengarkan denyut jantung janin.

Ibu hamil juga mendapatkan vitamin dan tablet penambah darah. Sebagai bentuk layanan prima di saat masa tanggap darurat, dilakukan Skrining Risiko Tinggi pada ibu hamil jika terdapat risiko tinggi yang siap untuk dirujuk ke RSUD Borong.

Layanan kesehatan oleh EMT Muhammadiyah bersinergi dengan USG kebidanan, dokter kandungan dari ikatan alumni kedokteran.  Dukungan itu menambah layanan kepada ibu hamil menjadi signifikan dalam melakukan ⁠Imunisasi Tetanus Toxoid pada ibu hamil TS 2, Pemberian Injeksi Benzatin Penicilin pada ibu hamil dengan IInfeksi Menular Seksual) dengan tetap memberikan edukasi dan pendampingan tanda bahaya pada ibu hamil.   

Selaras dengan aksi layanan kesehatan itu, beberapa pasien anak dirawat sementara untuk observasi beberapa jam karena alami diare dehidrasi ringan/sedang dan demam tinggi. Layanan kesehatan berikutnya diberikan kepada Ibu Nifas dengan pemberian injeksi KB 3 Bulan, pendampingan pascaoperasi dan edukasi keluarga berencana yang dilengkapi manfaat laktasi (asi ekslusif) bagi ibu pasca melahirkan.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

SELENGKAPNYA
22 September 2026

Lazismu Salurkan Beasiswa Mentari untuk 113 Siswa di Tulang Bawang Barat

TULANG BAWANG BARAT -- Akses pendidikan terhadap anak-anak fakir miskin merupakan ikhtiar untuk berbagi menanggung Pendidikan. Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Tulang Bawang Barat, Provinsi Lampung melalui Lazismu menyalurkan Beasiswa Mentari senilai Rp 217.485.000 kepada 113 siswa SMK Muhammadiyah Tumijajar, pada Jumat (18/9/2026).

Penyaluran Beasiswa Mentari berlangsung di SMK Muhammadiyah Tumijajar yang dihadiri jajaran pimpinan daerah Muhammadiyah dan majelis terkait, Komite Sekolah, serta para orang tua siswa penerima manfaat.

Ketua PDM Tulang Bawang Barat, Susilo Aris Nugroho dalam sambutannya mengatakan, Beasiswa Mentari merupakan bagian dari ikhtiar Muhammadiyah dalam memperluas akses pendidikan bagi anak-anak di daerah.

“Dukungan bantuan pendidikan tersebut diharapkan dapat meringankan beban keluarga, sekaligus memastikan persoalan ekonomi tidak menjadi hambatan bagi anak-anak untuk bersekolah”, tuturnya.

Sementara itu, Ketua Lazismu Tulang Bawang Barat, Bambang Wiyono, mengungkapkan bahwa dana yang disalurkan merupakan amanah dari donatur yang telah mempercayakan infak, dan sedekahnya melalui Lazismu.

“Dana yang kami salurkan ini adalah amanah. Karena itu, kami berharap para penerima dapat memanfaatkannya sebaik mungkin untuk mendukung pendidikan dan meraih cita-cita,” ujarnya.

Dari total bantuan beasiswa mentari ini, sebanyak Rp102.200.000 dialokasikan untuk kategori beasiswa bagi siswa fakir, miskin, serta anak yatim dan piatu yang diberikan kepada 9 siswa. Adapun untuk program Beasiswa Tahfiz Al-Quran menerima alokasi sebesar Rp18.550.000 untuk 7 siswa. Dana lainnya disalurkan melalui kategori beasiswa prestasi dan beasiswa dalam rangka momentum Milad Muhammadiyah.

“Kami ingin memberikan motivasi dan ruang seluas-luasnya bagi anak-anak kami untuk terus belajar. Kerja sama dengan Lazismu dan pihak sekolah ini adalah bentuk hadirnya persyarikatan di tengah masyarakat,” jelasnya.

Bambang berharap Beasiswa Mentari dari Lazismu Tubaba ini tidak berhenti sebagai bantuan finansial, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi siswa untuk meningkatkan prestasi akademik, memperkuat karakter, serta menjaga dan mengembangkan hafalan Al-Quran bagi penerima Beasiswa Tahfiz.

Kepala SMK Muhammadiyah Tumijajar, Sucipto, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas perhatian PDM dan Lazismu Tubaba terhadap para siswa. Ia menilai beasiswa itu tidak hanya membantu meringankan beban biaya pendidikan orang tua, tetapi juga menjadi suntikan motivasi bagi siswa untuk terus berprestasi dan mengembangkan potensi yang dimiliki.

“Kami sangat bersyukur beasiswa ini dapat diberikan kepada siswa-siswi SMK Muhammadiyah Tumijajar. Melalui Lazismu, semoga beasiswa dapat membantu dan tentu sangat berarti bagi siswa dan keluarga. Semoga dapat menjadi motivasi bagi mereka untuk terus belajar dan meraih prestasi terbaik,” terangnya.

Penyaluran Beasiswa Mentari menjadi bagian dari sinergi antara PDM Tulang Bawang Barat, Lazismu, dan amal usaha Muhammadiyah di bidang pendidikan. Melalui kolaborasi tersebut, Muhammadiyah terus mendorong lahirnya generasi muda yang berilmu, berkarakter, berprestasi, dan memiliki kepedulian terhadap masyarakat.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Tubaba]

SELENGKAPNYA
22 September 2026
LAZISMU adalah lembaga zakat nasional dengan SK Menag No. 90 Tahun 2022, yang berkhidmat dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendayagunaan dana zakat, infaq, wakaf dan dana kedermawanan lainnya baik dari perseorangan, lembaga, perusahaan dan instansi lainnya. Lazismu tidak menerima segala bentuk dana yang bersumber dari kejahatan. UU RI No. 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang

Alamat

Jl. Menteng Raya No.62, RT.3/RW.9, Kb. Sirih, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10340
Jl. Jambrut No.5, Kenari, Kec. Senen, Jakarta Pusat 10430
info@lazismu.org
0213150400
0856-1626-222
Copyright © 2026 LAZISMU bagian dari Persekutuan dan Perkumpulan PERSYARIKATAN MUHAMMADIYAH
cross