

SITUBONDO -- Masjid Al-Azhar berlokasi di kompleks SD Muhammadiyah terpadu Besuki Situbondo. Suara, canda dan tawa anak-anak terdengar riuh ramai. Ada 105 siswa-siswi SD Muhammadiyah, TK Aisyiyah dan kelompok bermain duduk di ruangan masjid. Mereka didampingi guru, ustadzah serta beberapa orang tua wali murid.
Siang itu, Lazismu Jawa Timur, yang diwakili Aditio Yudono, didampingi Manager Lazismu Situbondo hadir di Masjid Al-Azhar. Lazismu membawa bantuan berupa 105 paket perlengkapan sekolah (School Kit) untuk siswa - siswi dan delapan unit kompor gas untuk orang tua wali murid.
Penerima manfaatnya yang menerima bantuan adalah siswa - siswi dan orang tua wali murid yang terdampak bencana banjir bandang yang terjadi di Besuki kabupaten Situbondo beberapa pekan yang lalu. Demikian disampaikan Aditio Yudono Wakil Ketua LAZISMU Jatim yang membidangi pendistribusian dan pendayagunaan saat memberikan sambutan seraya menyemangati para siswa - siswi yang hadir pada Kamis, (6/2/2026).
"Mudah-mudahan siswa - siswi SD Muhammadiyah, TK Aisyiyah dan peserta kelompok bermain terus bersemangat menuntut ilmu dan mengembangkan diri. Peristiwa bencana yang telah terjadi mari diambil hikmahnya”, kata Aditio.
Yang paling penting adalah tidak menyerah dengan kondisi yang tidak diharapkan. Aditio mengungkapkan arahan orang tua dan guru sedapat mungkin bisa mengarahkan anak anak dalam menghadapi bencana dengan motivasi yang menggembirakan.
Salah seorang guru kelompok bermain, Ruli Indriani, mewakili guru dan ustadzah yang hadir menyampaikan ucapan terima kasih dan merasa bahagia atas perhatian dan kepedulian dari Muhammadiyah, khususnya Lazismu dan MDMC, yang telah berpartisipasi dalam penanganan banjir bandang di Situbondo beberapa waktu lalu.
Ruli juga mengapresiasi bantuan school kit atau perlengkapan sekolah yang sangat dibutuhkan oleh anak didik yang peralatan sekolahnya hancur dan hanyut diterjang banjir. Kami juga menyampaikan terima kasih atas bantuan sembako hingga peralatan memasak untuk orang tua wali murid sebagai penyintas banjir.
Adzan ashar berkumandang, sebanyak 105 paket School kit dan 8 unit kompor gas pun segera didistribusikan kepada para penerima manfaat yang terdampak bencana banjir. Masing -masing penerima manfaat dan para hadirin mendapatkan satu kaleng makanan Rendangmu yang merupakan produk qurban kemasan Lazismu Jawa Timur.
Pada kesempatan yang sama, Manager Lazismu Situbondo, Sugiran, menjelaskan dalam proses respons darurat Lazismu menyampaikan laporan perkembangan. Peristiwa banjir bandang yang terjadi pada 21 Januari 2026 di kabupaten Situbondo, berdampak pada 7400 KK di 15 desa yang ada pada 5 kecamatan. “Terbanyak di kecamatan Besuki, sebanyak 5414 KK yang terdampak. Tinggi air banjir sekitar 50 cm hingga mencapai 2 meter”, tuturnya.
Banjir bandang di kabupaten Situbondo tidak terlalu lama surutnya. Tapi berdampak pada tempat tinggal warga. Sugiran mengungkapkan, dari hasil asesmen MDMC dan Lazismu Situbondo, banyak warga yang kehilangan rumah lalu mengungsi ke rumah kerabat terdekat.
“Sementara itu sungai masih berpotensi meluap jika terjadi curah hujan tinggi. Beberapa rumah warga tidak dapat ditempati karena mengalami kerusakan cukup serius”, pungkasnya. Beberapa lokasi terisolir di kecamatan Jatibanteng dan Besuki karena jembatannya putus terdampak banjir yang menyebabkan akses antar desa dan kecamatan terganggu.
Berdasarkan pantauan Lazismu Situbondo, warga masih mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan pokok pangan karena dapur rusak dan beberapa alat dapur terbawa arus banjir. Beberapa siswa sekolah ada yang belum mengikuti kegiatan belajar mengajar.
Pimpinan Daerah Muhammadiyah Situbondo melalui MDMC dan Lazismu berupaya melayani warga terdampak bersama instansi pemerintah dan lembaga kebencanaan lainnya. Bantuan dan dukungan bagi warga terdampak banjir difokuskan di kecamatan Besuki.
Respons yang sudah dilakukan oleh Muhammadiyah antara lain: penyaluran bantuan sembako untuk Guru AUM terdampak banjir, bantuan paket sembako dan donasi untuk siswa TK ABA 1 Besuki, dan melakukan asesmen terhadap siswa-siswi dan untuk mengetahui kebutuhan tempat tinggal dan kebutuhan keluarga penyintas banjir di Kecamatan Besuki dan Banyuglugur.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Ddt]

BIREUEN – Kolaborasi program kemaslahatan antara Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dan Lazismu menyasar penyintas banjir dan longsor di Kabupaten Bireun, Aceh, dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi penerima manfaat.
Bantuan disalurkan pada Selasa (3/2/2026), untuk pemulihan Masjid Taqwa Muhammadiyah Peusangan, Masjid Jamik Lendanon Peusangan Siblah Krueng, serta Musholla Muhammadiyah Samalanga. Ketiga rumah ibadah tersebut mengalami kerusakan akibat banjir bandang yang melanda wilayah Bireuen beberapa waktu lalu.
Ketua Lazismu Bireun, Fajar Ardiansyah, mengatakan dalam program ini, BPKH dan Lazismu menyalurkan berbagai sarana pendukung ibadah, antara lain al-Qur’an dan lemarinya, sajadah, mukena, perlengkapan shalat, serta perangkat pengeras suara.
“Selain bantuan sarana ibadah, dilakukan pula perbaikan fisik berupa pengecatan ulang dinding masjid, perbaikan kran air, dan fasilitas pendukung tempat wudhu untuk menunjang kenyamanan jamaah”, ujarnya.
Sinergi BPKH dan Lazismu, kata Fajar, berdasarkan pemantauan di lapangan, semuanya saling melengkapi terlibat langsung dalam proses pemulihan, mulai dari pembersihan masjid hingga perbaikan sarana masjid yang terdampak banjir.
Pengurus masjid dan mushola penerima bantuan menyampaikan apresiasi serta terima kasih atas perhatian dan dukungan yang diberikan. Imam Masjid Jamik Lueng Daneun, Tgk. Nazli, menyampaikan, bantuan tersebut sangat membantu proses pemulihan rumah ibadah di lingkungannya.
Penyaluran bantuan program kemaslahatan BPKH di masjid-masjid yang terdampak turut dihadiri oleh Geuchik Lueng Daneun, Taufik, serta Ketua Pemuda Gampong Lueng Daneun, sebagai bentuk dukungan unsur masyarakat terhadap pemulihan rumah ibadah pascabencana. Mereka berharap bantuan ini dapat mempercepat proses pemulihan dan menghidupkan kembali aktivitas ibadah dan pelayanan umat di lingkungan masing-masing.
Dalam kesempatan berbeda, Manager Program Kemitraan Lazismu Pusat, Upik Rahmawati, mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari program kemaslahatan BPKH tahun 2025 untuk wilayah Provinsi Aceh.
“Dana bantuannya, sambung Upik, berasal dari dana abadi umat yang merupakan hasil tata kelolanya yang diperuntukkan untuk mendukung kegiatan sosial dan dakwah umat Islam.”, ungkapnya.
Secara terpisah, dilansir dari laman resmi BPKH (3/2/2026), Kepala Badan Pelaksana BPKH Fadlul Imansyah menegaskan seluruh pendanaan Program Kemaslahatan ini tidak menggunakan pokok dana haji milik jamaah, melainkan murni dari hasil pengembangan Dana Abadi Umat.
Program ini difokuskan pada tiga provinsi terdampak utama, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, untuk bantuan tanggap bencana dan pemulihan pascabencana di wilayah Sumatera.
Sebagai bagian dari gerakan kepedulian dan kemaslahatan umat, masyarakat diajak untuk turut berkontribusi membantu sesama melalui penyaluran zakat, infak, dan sedekah. Donasi dapat disalurkan melalui Lazismu Bireuen rekening Bank Syariah Indonesia (BSI) 803 7075 290, agar manfaatnya dapat terus dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Bireun]

KALTENG – Musibah tak dapat ditebak, tetapi setiap gejalanya dapat diprediksi sejalan dengan prinsip manajemen bencana. Lima hari sebelum bulan Januari berakhir, peristiwa kebakaran terjadi di kawasan kompleks Pasar Kasongan, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah.
Peristiwa kebakaran itu meninggalkan duka mendalam bagi para penyintas yang menghanguskan sebanyak 15 rumah dan ruko. Pascakebakaran Lazismu Katingan, bersama Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM), dewan guru Muhammadiyah serta para siswa melakukan pengalangan dana.
Lazismu Katingan mengetuk empati para donatur menggalang donasi untuk meringankan beban mereka yang tertimpa musibah kebakaran. Kegiatan galang dana tersebut langsung dikoordinatori Faridul Hayat, Ketua Lazismu Katingan.
Faridul Hayat menhgatakan bahwa pengalangan donasi untuk penyintas kebakaran merupakan aksi bersama yang dilakukan oleh Muhammadiyah terdiri dari Ortom, MDMC, para siswa - siswi MTs Muhammadiyah Kasongan.
Dari hasil galang dana itu terkumpul sebesar sebesar Rp. 64.500.000 berkat dukungan semua pihak. Bantuan kemanusiaan disalurkan kepada 26 Kepala Keluarga, pada Minggu (1/2/2026), masing-masing sebesar Rp. 2.000.000, termasuk paket sembako dan pakaian layak pakai. Selain rumah dan ruko, terdapat dua sekolah yang terdampak yaitu Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Katingan, dan Madrasah Tsanawiyah (MTS) Al-Badar.
"Penggalangan dana berhasil terkumpul berkat dukungan dari semua pihak, sehingga menjadi penyemangat untuk berbagi kepada saudara-saudara kita yang terdampak kebakaran”, kata Farid seraya berkata karena kepedulian kita, harapan mereka.
Merespons aksi galang dana itu, Ketua PDM Katingan, Sardinie U. Budin, mengungkapkan penggalangan dana serta penyaluran bantuan untuk penyintas kebakaran di kawasan kompleks Pasar Kasongan, merupakan komitmen dakwah Muhammadiyah.
“Terutama bagi Lazismu sebagai lembaga yang terpercaya, baik dalam pengumpulan, pendistribusian yang amanah, dan tepat sasaran”, pungkasnya. Kami senantiasa mengajak masyarakat untuk peduli terhadap sesama, ujarnya.
Sardinie menambahkan bahwa Lazismu hadir untuk terus bergerak memberikan layanan kepada penerima manfaat agar semua dapat berjalan dengan baik. Pascabencana itu, yang perlu dipikirkan adalah mengajak kembali masyarakat untuk keberlanjutannya agar meringankan beban penyintas.
Lazismu mengucapkan terima kasih kepada para donatur dan masyarakat yang telah membantu para penyintas semoga kebaikan mendapat keberkahan dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama. Dalam kesempatan itu, Soratin salah seorang penerima manfaat, menyampaikan rasa terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Lazismu Katingan atas bantuan berupa uang tunai, sembako, dan pakaian layak pakai. “Bantuan ini menjadi penguat dan harapan bagi kami untuk bangkit kembal”, tutupnya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/mf]

LANGSA – Badan Pengelolaan Keuangan Haji (BPKH) bersama Lazismu dalam program kemaslahatan turut hadir dalam penyaluran bantuan kemanusiaan untuk penyintas banjir dan longsor Aceh. Bantuan kemanusiaan yang diberikan berupa sarana dan prasarana dan mebel untuk sekolah Muhammadiyah yang ada di kota Langsa
BPKH bersama Lazismu Kota Langsa, alhamdulillah pada Senin, (2/2/2026) telah menyalurkannnya sebagai wujud memulihkan sekolah yang terdampak bencana di Provinsi Aceh. Sekolah tersebut mengalami kerusakan termasuk alat-alat yang menunjang proses kegiatan belajar mengajar (KMB).
Ketua Lazismu Kota Langsa, Heru Darmawan, mengatakan bantuan kemanusiaan langsung diterima pihak sekolah, berupa barang seperti perlengkapan mebel yaitu meja kursi siswa, meja kursi guru, lemari rak buku, loker, dan prasarana pendukung seperti komputer, laptop, pengeras suara, printer, dan proyektor.
Bantuan kemanusiaan senilai Rp. 303.900.000 tersebut, kata Heru, disalurkan di empat titik yaitu SD Muhammadiyah 1 Langsa menerima Rp.50.000.000, SD Muhammadiyah 2 Langsa menerima Rp.50.000.000, SMP Muhammadiyah Langsa menerima Rp.60.000.000, SMA Muhammadiyah Langsa menerima Rp. 44.900.000, TK ABA Langsa menerima Rp.20.000.000, dan TK ABA Bayeun menerima Rp.50.000.000 dari program kemaslahatan BPKH yang bertajuk Program Pemulihan Sekolah Terdampak Bencana.
Lazismu Kota Langsa dalam program ini berkoordinasi langsung dengan Lazismu Pusat dan BPKH. “Seluruh kepala sekolah mewakili sekolahnya sebagai penerima manfaat meenyampaikan terima kasihnya kepada BPKH dan Lazismu yang telah berkontribusi dalam proses pemulihan ini”, ujarnya.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Langsa, Zulkarnain, turut menyampaikan terima kasih kepada BPKH dan Lazismu Pusat atas bantuan kemanusiaan itu kepada sekolah yang terdampak.
“Semoga bantuan ini dapat membangkitkan semangat [ara siswa dan guru-guru untuk bisa melakukan kegiatan belajar mengajar seperti sedia kala”, ungkapnya. Karena itu, mewakili pimpinan daerah Muhammadiyah Kota Langsa, kami akan terus mengawal dan mendukung program Indonesia Siaga pascabencana banjir di Aceh.
Sebagai informasi, prosesi serah terima bantuan kemanusiaan dilaksanakan di Laboratorium SMP Muhammadiyah Kota Langsa. Turur hadir acara tersebut unsur PDM Kota Langsa, PDA Kota Langsa, Kepala Sekolah di lingkungan Muhammadiyah Kota Langsa, dan Dewan Pengawas Syariah Lazismu Kota Langsa.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Kota Langsa]

SUMUT – Pascabencasna banjir yang melanda provinsi Sumatera Utara, masih terdapat sekolah yang belum bisa melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Salah satunya yang dialami Sekolah Dasar (SD) Bunda Kandung di kecamatan Polonia, Kota Medan.
Sekolah Dasar Bunda Kandung, saat banjir melanda kondisinya memprihatinkan. Air yang meluap sudah menggenangi separuh bangunannya. Meja dan kursi rusak terendam banjir. Sarana pendukung kegiatan belajar mengajar (KBM) seperti komputer, printer, proyektor dan lainnya tak bisa diselamatkan.
Proses pemulihan pascabanjir masih terus berlangsung. Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bersama Lazismu melalui program pemulihan sekolah terdampak bencana berkolaborasi menyalurkan bantuan kemaslahatan umat bagi sekolah terdampak banjir di Kota Medan.
Penyerahan bantuan dilaksanakan pada Kamis, (29/1/2026), bertempat di SD Bunda Kandung, Bantuan diserahkan langsung oleh Anggota Badan Pelaksana BPKH, Sulistyowati, yang turut disaksikan oleh Wakil Sekretaris Badan Pengurus Lazismu Pusat Hafizh Syafaaturrahman, Wakil Ketua PWM Sumatera Utara M. Basir Hasibuan, Ketua Lazismu Sumut Syahrul Amsari, Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PWM Sumut, Aswin Bancin, dan jajaran pimpinan terkait serta Kepala Sekolah SD Bunda Kandung Bukhari Muttaqin, serta para guru.
Anggota Badan Pelaksana BPKH, Sulistyowati, mengatakan bantuan yang diberikan meliputi pengecatan gedung sekolah, karpet, kipas angin, genset, proyektor, laptop, dan printer. Sulis ikut prihatin yang mendalam atas musibah banjir di kota Medan.
“BPKH bersinergi dengan mitra program kemaslahatan Lazismu. Dana bantuan bersumber dari program kemaslahatan BPKH yakni dana abadi umat yang diperuntukkan untuk mendukung kegiatan sosial dan dakwah, pemberdayaan ekonomi umat dan lainnya”, ungkapnya.
Secara umum program kemaslahatan BPKH berasal dari nilai manfaat dana abadi umat yang dikelola BPKH. Dari dana yang dikelola itu, sambung Sulis, hasilnya berupa nilai manfaat dan diperuntukan dalam pelaksanaan program ini.
“Pada tahun 2025, BPKH telah memberikan bantuan sebesar Rp 24,7 miliar untuk penyintas banjir di tiga provinsi yaitu Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Fokus bantuan untuk kebutuhan dasar pangan dan sandang”, ujarnya.
Sulis mengatakan, di tahun 2026, BPKH menambahkan nilai bantuan dari dana abadi umat sebesar Rp 10 miliar untuk kegiatan program pascabencana berupa pemulihan terutama di masalah infrastrukturnya
Di SD Bunda Kandung, lanjutnya, ini pertama kali BPKH bersama Lazismu melakukan penyerahan bantuan dalam bentuk pengecatan bangunan, melengkapi sarana pendukung seperti karpet, kipas angin dan sarana pendukung lainnya untuk kegiatan belajar mengajar yaitu lapop, printer dan genset. Sebelumnya BPKH memberikan bantuan untuk SMP Muhammadiyah 48 dan SD Muhammadiyah 19. Hampir sama untuk memenuhi sekolah yang memang terdampak banjir dan kebanyakan rusak.
“Bantuan ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan sarana dan prasarana sekolah agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan dengan optimal pascabencana banjir”, ucapnya.
Dalam kesempatan yang sama. Wakil Ketua PWM Sumatera Utara, M. Basir Hasibuan, menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada BPKH dan Lazismu. Ia mengapresiasi program kemaslahatan umat yang dijalankan BPKH secara kolaboratif.
“Bantuan yang diberikan berdampak langsung, khususnya bagi sekolah seperti SD Bunda Kandung. Harapannyua bantuan yang ada dapat memulihkan proses KBM di sekolah ini, dan bantuan ini sangat membantu sekolah ini dalam satuan Pendidikan,” pungkasnya.
Mewakili Badan Pengurus Lazismu Pusat, Hafizh Syafa'aturrahman mengatakan, apa yang dilakukan Lazismu merupakan bagian dari melaksanakan peran, tanggung jawab dan akuntabilitasnya.
“Kita lakukan audit oleh eksternal dan terpercaya. Alhamdulillah tahun 2024 mendapatkan WTP. Kami dari aspek layanan mengutamakan muzaki dan mustahik dengan fasilitas program yang telah di asesmen dan tepat sasaran”, tandasnya.
Hafizh menambahkan, Lazismu melaksanakan program respons darurat dilakukan dengan satu pintu khususnya untuk bencana Sumatera dan Aceh. “Ini merupakan amanah dan arahan dari PP Muhamamdiyah yang harus terkoordinasi termasuk kebutuhannya yang diasesmen oleh MDMC sampai dengan pengiriman relawan di lapangan sudah disesuaikan dengan kebutuhan dan sinergisitasnya”, paparnya.
Kepalsa Sekolah SD Bunda Kandung Bukhari Muttaqin menyampaikan terima kasih kepada BPKH, Lazismu dan semua pihak yang telah mendukung program ini. Pascabanjir ini sekolah kami belum melaksanakan KBM.
“Secara formal begitu karena mengalami kerusakan sarana dan prasarana. Sementara para guru yang juga tinggal di sekitar sekolah mengalami hal yang sama rumahnya juga terdampak”, tuturnya. Mudahan mudahan di awal Februari bisa normal kembali, harap Bukhari seraya berbahagia mendapat bantuan dan dukungan dari BPKH dan Lazismu.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

PALANGKARAYA – Penguatan tata kelola Lazismu sebagai lembaga amil zakat bertujuan mengintegrasikan program secara nasional. Aspek manajamen dan digitalisasi merupakan kebutuhan sebagai bagian dari inovasi sosial.
Kinerja Lazismu di setiap level tingkatan dari pusat, wilayah, daerah dan kantor layanan tertuang dalam peta jalan yang sudah dimusyawarahkan dalam forum rakernas di Kalimantan Selatan. Lazismu wilayah mempertajam dan memperkuatnya untuk bisa direalisasikan di wilayahnya masing - masing.
Lazismu Wilayah Kalimantan Tengah meneguhkan komitmen itu melalui Rapat Kerja Wilayah (RAKERWIL), yang dilaksanakan pada 30 Januari – 1 Februari 2026 di Asrama Haji Al-Mabrur, Jl. G. Obos, Menteng, Jekan Raya, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah.
Rakerwil kali ini mengusung tema "Penguatan Inovasi Sosial Yang Terintegrasi, Berdampak Dan Berkemajuan Untuk Kalimantan Tengah Semakin Berkah”. Badan Pengurus Lazismu Pusat Mustiawan, dalam sambutannya menyampaikan, Lazismu kini tengah memasuki fase penguatan tata kelola kelembagaan dan integrasi program secara nasional.
“Inovasi sosial Lazismu harus dibangun di atas sistem yang terintegrasi, berbasis data, dan mampu menunjukkan dampak yang terukur”, ungkapnya. Ia menegaskan, secara tidak langsung, digitalisasi, profesionalitas amil, dan pemeliharaan kepercayaan publik menjadi fondasi utama pengembangannya di periode 2026 – 2030.
Sejalan dengan arah kebijakan nasional tersebut, Mustiawan mengungkapkan, capaian kinerja Lazismu Kalteng sepanjang tahun 2025, menunjukkan peningkatan signifikan dalam penghimpunan dana ZISKA.
Dalam kurun waktu tahun 2025, berhasil menghimpun sebesar Rp. 2.492.008.205, yang diproyeksikan pada tahun 2026 mencapai Rp. 2.990.409.846 pada akhir tahun ini sebagai bagian dari target nasional Lazismu senilai Rp 801.472.161.875 sebagai angka optimis.
“Hal itu akan dicapai melalui penguatan basis penghimpunan di seluruh kantor layanan, optimalisasi kanal digital, perluasan kemitraan strategis, serta penajaman program pendayagunaan berbasis kebutuhan lokal dan pengukuran dampak”, pungkasnya.
Mustiawan menilai, ini merupakan cerminan meningkatnya kepercayaan publik. Harus terus dijaga dengan pengelolaan yang profesional, transparans serta program yang berdampak untuik penerima manfaat secara luas, tegasnya.
Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Provinsi Kalteng, Muchtar, yang membidangi Lazismu mengatakan menegaskan posisi Lazismu sangat strategis sebagai instrumen dakwah Muhammadiyah yang bekerja langsung di ranah sosial.
“Lazismu bukan sekadar lembaga penghimpun dan penyalur zakat, tetapi bagian dari gerakan dakwah Muhammadiyah yang hadir untuk menjawab persoalan umat secara nyata,” ujarnya, Muchtar membeberkan bahwa secara tidak langsung penguatannya berarti memperkuat daya hadir Muhammadiyah di tengah masyarakat.
Melalui Rakerwil ini, sambung Muchtar, Lazismu di kota Bumi Tambun Bungai, berupaya meneguhkan komitmen bersama untuk memperkuat konsolidasi ideologis, manajerial, dan kebijakan strategis, sekaligus memastikan setiap program yang dijalankan terintegrasi secara kelembagaan berdampak nyata dan berkelanjutan.
Penguatan arah gerak Lazismu tersebut, diperdalam melalui kehadiran, Ahmad Syar'i, Ketua PW Muhammadiyah Kalteng di sela-sela pelaksanaan Rakerwil. Penguatan ideologis dengan menyampaikan sejarah dan latar belakang berdirinya Lazismu menandai lahirnya dari keprihatinan atas realitas sosial yang masih dihadapkan pada problem kemiskinan, rendahnya kualitas pendidikan, dan lemahnya tatanan keadilan sosial.
“Lazismu merupakan sarana menjemput keyakinan itu untuk menjawabnya bahwa zakat, infak, dan sedekah memiliki potensi besar untuk mendorong keadilan sosial dan pembangunan manusia”, tandasnya.
Rakerwil Lazismu Wilayah Kalimantan Tengah, diikuti oleh 38 peserta yang berasal dari unsur Kantor Perwakilan Wilayah, 13 kantor wilayah pembantu, dan 2 kantor layanan Lazismu se- Kalteng.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Direktur Fundraising Lazismu Pusat, M. Sholeh Farabi, jajaran Wakil Ketua Pimpinan Muhammadiyah Kalteng, Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Kalteng, dan perwakilan Pimpinan Ortom tingkat Wilayah Muhammadiyah Kalteng, Pimpinan Amal usaha Muhammadiyah, Basnaz, serta para mitra Strategis Lazismu.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Kalteng]

