

"Kegiatan Vaksinasi Covid-19 ini diselenggarakan atas dukungan dan kerjasama dengan Muhammadiyah Covid-19 Comand Center (MCCC) Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Kementrian Kesehatan RI." Ujar Ahmad Yulianto, pengurus Lazismu Merden.
Sasaran vaksinasi yang diselenggarakan di Klinik Utama PKU Muhammadiyah Merden sejumlah 2010 dosis vaksin jenis Sinovac untuk warga desa Merden dan sekitarnya.
"Ada beberapa warga dari luar Merden, seperti dari Purwareja Klampok, Danaraja, dan Banjarnegara mendaftar vaksinasi di Klinik Utama PKU Muhammadiyah Merden," lanjut Ahmad Yulianto.
Dalam wawancara terpisah, Budi Santoso, koordinator media MCCC PP Muhammadiyah menjelaskan bahwa, Pimpinan Pusat Muhammadiyah bekerjasama dengan Kementrian Kesehatan, TNI, dan Polri sedang melakukan akselerasi vaksinasi di Indonesia untuk membantu penanganan pandemi covid-19.
"Kami telah menggelar berbagai kegiatan vaksinasi lintas agama di berbagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah dengan sasaran warga lintas iman dan warga masyarakat," jelas Budi Santoso.
Kegiatan vaksinasi yang diselenggarakan di Klinik Utama PKU Muhammadiyah Merden adalah satu-satunya kegiatan vaksinasi massal yang diinisiasi oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah Merden.
"Kami sangat mengapresiasi inisiatif Pimpinan Cabang Muhammadiyah Merden beserta ortom seperti Lazsimu, Kokam, Nasyiatul Aisyiyah Cabang yang menyelenggarakan vaksinasi buat warga. Ini akan menginspirasi cabang atau daerah lain di Indonesia membantu pemerintah dalam akselerasi vaksinasi dalam rangka menghadapai pandemi," kata Budi lebih lanjut.
Penyelenggaraan vaksinasi di Klinik PKU Muhammadiyah Merden rencananya akan digelar di halaman parkir yang terbuka, untuk memudahkan mobiliasi dan pengaturan proses vaksinasi. Kegiatan vaksinasi ini juga didukung oleh Pemerintah Desa Merden dan Pemerintah Desa Danaraja yang ikut mensosialisasikan kegiatan vaksinasi pada warga masyarakatnya.
Reporter: Yusuf

Staf Pengembangan Program Lazismu Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Rusmansyah mengungkapkan bahwa kegiatan pembersihan bendungan ini dilaksanakan setelah pelaksanaan pengibaran bendera dan penanaman pohon di sekitar masjid.
"Sebelum melakukan pembersihan bendungan, kami terlebih dahulu melaksanakan pengibaran bendera merah putih di depan Masjid Desa Kamawakan serta melakukan penghijauan dengan menanam beberapa pohon," ungkapnya.
Rusmansyah menjelaskan pula bahwa bendungan ini merupakan penampungan air bersih alternatif warga sekitar. Pihaknya melihat bahwa bendungan tersebut kondisinya cukup mengkhawatirkan. Beberapa pipa sudah patah. Padahal, bendungan tersebut menjadi alternatif warga jika bendungan utama di musim kemarau mengalami kekeringan. Karena itulah Lazismu Hulu Sungai Selatan bersama warga mencoba membersihkan terlebih dahulu.
Sementara itu Ketua Badan Pengurus Lazismu Kabupaten Hulu Sungai Selatan, dr. Didi Kurniadi menerangkan bahwa setelah mendengar laporan dari tim beserta relawan yang ikut membersihkan bendungan, pihaknya berencana untuk memperbaiki bendungan tersebut.
"Setelah mengetahui informasi akan kerusakan bendungan alternatif di sana kami berencana kembali ke lokasi untuk menyelesaikan perbaikan dengan membawa keperluan pendukung seperti instalasi pipa, semen dan lain-lain," terangnya.
Para warga mualaf menyambut baik kegiatan ini. Aksi pembersihan bendungan dirasakan sangat membantu warga guna menyalurkan air bersih, sehingga dapat dipakai untuk kebutuhan sehari-hari. Selain itu, melalui kegiatan ini tali silaturahim antara warga dengan amil Lazismu dapat terus terjalin dengan baik.
Dusun Bumbu Yanin, Desa Kamawakan, Kecamatan Loksado merupakan desa binaan Muhammadiyah Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Melalui Lazismu, beberapa program telah dilaksanakan di lokasi ini, termasuk diantaranya pembangunan masjid yang telah berlangsung beberapa bulan terakhir hingga pelaksanaan ibadah qurban beberapa pekan yang lalu.
(MDN/Yusuf)

“Alhamdulillah ambulans Lazismu Probolinggo telah di-launching secara resmi oleh Ketua Lazismu Jatim drh Zainul Muslimin di Hall Lila Cathering di Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo,” ujar Kung Ridho, sapaan akrab Ridho Pambudi.
Menurutnya, salah satu keistimewaan mobil ambulans milik Lazismu Jawa Timur tersebut adalah adanya scoop stretcher atau tandu lipat yang terbuat dari alumunium dan dilengkapi dengan sabuk pengaman. Scoop stretcher berfungsi untuk membawa korban yang tidak bisa berjalan sendiri, termasuk pasien patah tulang. Kung Ridho menyebut bahwa belum semua mobil ambulans memiliki fasilitas tersebut.
Kung Ridho menjelaskan bahwa perlu waktu sekitar satu setengah tahun untuk bisa membeli ambulans Lazismu Probolinggo ini. “Launching program ambulans kami mulai pertengahan Januari 2020 dan donasi mulai masuk 1 Februari 2020. Total donatur 178 orang. Dan donatur terbesar memberikan 15 juta rupiah cash,” paparnya.
Harga mobil ambulans tersebut Rp 203.000.000, dan proses di karoseri Rp 22.500.000. Menurut Kung Ridho, butuh waktu sepekan untuk proses di karoseri. "Hanya minus tabung oksigen karena harganya masih belum stabil,” tambahnya.
Sementara itu Ketua Lazismu Jatim Zainul Muslimin menyampaikan penghargaannya kepada seluruh jajaran Lazismu Kabupaten Probolinggo yang telah berhasil menyediakan layanan mobil ambulans.
“Layanan ambulans merupakan impian kita bersama agar seluruh Lazismu Daerah se-Jatim mengelola ambulans. Alhamdulillah hampir semua daerah tersedia layanan ambulans untuk ummat. Ini membuktikan bahwa apa yang kita doakan menjadi nyata dengan kehadiran yang bermanfaat,” terangnya.
Kung Ridho menambahkan bagi siapa saja yang membutuhkan bantuan ambulans Lazismu Kabupaten Probolinggo bisa menghubungi nomor hotline 08113696988. “Saat launching kami langsung beraksi. Ada pasien dari Gresik yang membutuhkan bantuan untuk dibawa ke Probolinggo. Jadi driver utama mas Iffan Efendy langsung meluncur ke Gresik usai acara launching,” jelasnya.
(Sugiran/Mohammad Nurfatoni/Yusuf)

Melonjaknya krisis kesehatan yang dibarengi dengan meningkatnya kasus pandemi covid-19 di Yogyakarta, serta jumlah kematian yang masih tinggi membuat warga Australia melalui Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Australia membuka donasi untuk membeli tabung oksigen melalui Lazismu DIY.
Masyarakat muslim di Australia melihat penanganan pandemi oleh Muhammadiyah melalui Muhammadiyah Covid-19 Command Center, Lazismu, dan Rumah Sakit Muhammadiyah sangat baik dan dapat dipercaya. Sehingga mereka memutuskan untuk membantu melalui Lazismu DIY dan disalurkan kepada RSKIA PKU Kotagede.
Penyerahan bantuan tabung oksigen tersebut dihadiri oleh Koordinator Ambulanmu MPS PWM DIY Zainal Arifin, Ketua Unsur Pengarah PWM DIY Arif Jamali Muis, dan Wakil Ketua Badan Pengurus Lazismu DIY Eka Yuhendri.
Direktur RSKIA PKU Muhammadiyah Kotagede dr. Cicih Wahyu Adiningsih mengapresiasi penyerahan bantuan tabung oksigen tersebut. Ia menyebut bahwa RSKIA PKU Muhammadiyah Kotagede membutuhkan tambahan fasilitas penunjang dalam melayani pasien terkonfirmasi covid-19.
“Saya sangat mengapresiasi program penyerahan tabung oksigen ini, karena benar-benar sangat dibutuhkan. Dari sekian banyak masyarakat yang cek kesehatan di RSKIA ini, hampir sebagian terkonfirmasi positif covid, hal ini perlu adanya penambahan fasilitas penunjang,” ujarnya.
Pada saat yang sama, Eka Yuhendri menyebut bahwa pihaknya merasa terhormat mendapatkan kepercayaan dari dalam dan luar negeri. Hal ini menurutnya menjadi bukti nyata bahwa masih ada kepedulian terhadap masyarakat lain yang membutuhkan.
“Pengadaan tabung oksigen di tengah melonjaknya krisis ini menjadi penting dan sangat vital. Pengadaan oksigen tidak terpusat di wilayah, tapi di daerah lain yang membuka donasi oksigen. Semua ini semoga menjadi amal jariyah,” ujar Eka.
Ia menyebut bahwa selain diserahkan ke RSKIA PKU Muhammadiyah Kotagede, bantuan dalam bentuk tabung oksigen dan regulator tersebut juga akan dibagikan ke beberapa pihak seperti relawan operasional ambulan Muhammadiyah DIY dan Klinik PKU Muhammadiyah.
Menurutnya, sampai saat ini layanan Ambulan Muhammadiyah DIY yang terdiri dari 60 armada, lebih dari sepertiganya digunakan khusus untuk penanganan covid-19. Melalui armada tersebut, sudah hapir 2000 layanan telah dilakukan selama pandemi. Kebutuhan yang sering diminta oleh masyarakat adalah oksigen saat ada warga yang sedang menjalani isolasi mandiri di rumah.
“Pada saat pasien melonjak, banyak warga yang menjalani isoman di rumahnya masing-masing, kemudian muncul banyak permintaan oksigen. Hal itu karena mereka tidak kebagian tempat di rumah sakit. Ambulanmu juga mengalami kekurangan oksigen dan sempat mencari ke luar wilayah Yogyakarta. Bahkan tabung oksigen ini harganya tinggi berlipat-lipat,” ungkap Koordinator Ambulanmu MPS PWM DIY, Zainal Arifin.
Warga mengetahui bahwa setiap ambulan memiliki tabung oksigen. Sehingga ketika ambulan sudah menerima pasokan oksigen, ambulan segera bergegas menyambangi rumah-rumah pasien untuk memenuhi permintaan warga yang sedang menjalani isolasi mandiri.
(Rizal/D/Yusuf)

Relawan yang tergabung dalam One Muhammadiyah One Response tersebut antara lain Lazismu Bojonegoro, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Bojonegoro, dan Pemuda Muhammadiyah Bojonegoro. Bantuan tersebut dilaksanakan dalam rangka kepedulian terhadap sesama yang sedang terkena bencana kebakaran.
Peletakan batu pertama dihadiri oleh Kepala Desa Tegalkodo Tomi Listiyo, Direktur Lazismu Bojonegoro Rudi Suparno, seluruh amil Kantor Layanan Lazismu Sukosewu & Kantor Layanan Lazismu RS Aisyiyah Bojonegoro, Perwakilan BPBD Bojonegoro, SAR Muhammadiyah, KOKAM, Pemuda Muhammadiyah, IKKM Komisariat RS Aisyiyah Bojonegoro, dan DMC RS Aisyiyah Bojonegoro.
Pembangunan ulang rumah dilaksanakan dengan biaya 100% dari Lazismu dan dibangun oleh Relawan One Muhammadiyah One Response. Dana yang disalurkan oleh Lazismu Bojonegoro untuk membangun rumah mencapai 30 juta rupiah.
"Kebakaran disebabkan karna adanya konslet di listrik. Pendanaan pembangunan rumah full di backup oleh Lazismu Bojonegoro. Pembangunannya dibantu oleh relawan dari Muhammadiyah, ada MDMC, KOKAM, Pemuda Muhammadiyah, dan lain-lain," ujar Sartono, amil Lazismu Bojonegoro kepada Lazismu.org.
Tomi Listiyo menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada keluarga besar Muhammadiyah. "Terima kasih telah membantu warga kami dalam membangun rumah pasca kebakaran. Saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya," ujar Tomi.
Penerima manfaat sangat berterima kasih kepada semua pihak yang terlibat, terutama kepada MDMC dan Lazismu yang menurutnya bergerak dengan sangat cepat.
Reporter: Yusuf

Penyerahan bantuan dengan mengangkat tema "Ketahanan Ekonomi Berbasis Keluarga di Tengah Pandemi Covid-19" ini dilaksanakan oleh Lazismu Kabupaten Banjar. Lazismu Kabupaten Banjar menyasar penjual wadai (kue) cincin yaitu, Aisyah warga Antasan Senor, Martapura Timur. Bantuan ini merupakan bagian dari pilar ekonomi Lazismu.
Ginanjar Sutrisno, Manajer Lazismu Kabupaten Banjar menerangkan bahwa terlaksananya kunjungan sekaligus penyerahan bantuan ini merupakan hasil kesepakatan bersama dari usulan yang diterima.
"Pelaksanaan ini berawal dari adanya usulan dari yang bersangkutan untuk dibantu usahanya. Hal tersebut lalu kami tindaklanjuti dengan membicarakan pada pertemuan internal dan akhirnya disepakati untuk bantu," terangnya.
Dalam pelaksanaan pilar ekonomi, Lazismu Kabupaten Banjar bukan pertama kali menjalankan program pemberdayaan UMKM. Melainkan sudah beberapa kali pelaksanaan. Baik pendanaan secara mandiri maupun dibantu beberapa mitra.
Ginanjar juga menjelaskan bahwa melalui program tersebut Lazismu Kabupaten Banjar mengajak donatur untuk turut bergabung dengan aksi bersama mendukung mereka yang usahanya terdampak pandemi Covid-19. "Dengan adanya program ini kami mengajak para donatur untuk bersama-sama ikut dalam aksi bersama membantu mereka yang usahanya terdampak pandemi Covid-19 dengan memberikan donasi terbaiknya dengan menyampaikan langsung ke kantor maupun melalui rekening Bank Syariah Indonesia di nomor 7444420205," tutupnya.
Staf Program Lazismu Kabupten Banjar, Muhammad Rasyid Ridho yang turut hadir pada pelaksanaan tersebut juga menyampaikan program ini akan terus dilaksanakan. "Insya Allah program ini terus dilaksanakan mengingat salah satu program unggulan Lazismu Kabupaten Banjar," imbuhnya.
Senada dengan itu Aisyah selaku penerima manfaat menyampaikan ucapan terima kasih sambil berdoa agar para donatur dimudahkan rezekinya. "Terima kasih atas bantuan yang diberikan, mudah-mudahan para donatur dimudahkan segala rezekinya baik itu berupa kelapangan waktu dan kesehatan karena rezeki bukan hanya uang," ucapnya.
Selain menyerahkan bantuan, amil Lazismu Kabupaten Banjar juga berkesempatan mencicipi kue cincin buatan Aisyah sembari berbincang-bincang perihal pengalaman beliau dalam menjalani usaha yang telah cukup lama tersebut. Adapun bantuan yang diberikan berupa uang tunai guna menambah modal usaha.
(MDN/Yusuf)

