Berita

Ikuti kabar terbaru dari Lazismu. Lihat laporan penyaluran, kisah inspiratif penerima manfaat, dan dampak nyata dari ZIS Anda

Lazismu Banyumas Salurkan Rendangmu untuk Nakes

BANYUMAS - Lazismu Kabupaten Banyumas menyalurkan bantuan kepada 10 tenaga kesehatan Puskesmas Patikraja dan 4 warga Desa Patikraja yang sedang melaksanakan isolasi mandiri, Senin (28/6).

Paket bantuan yang disalurkan tersebut berisi bahan makanan dan kaleng Rendangmu untuk memenuhi kebutuhan para penerima manfaat dalam menjalani isolasi mandiri.

Penyaluran tersebut dihadiri oleh Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Patikraja, Sutisno dan disalurkan secara langsung oleh Direktur Lazismu Banyumas, Sabar Waluyo. Penyaluran di mulai dari Puskesmas Patikraja yang langsung disambut oleh pengurus Puskesmas. Kemudian Lazismu Banyumas menuju kediaman rumah beberapa warga yang sedang melaksanakan isolasi mandiri dan tentunya tetap dengan melaksanakan protokol kesehatan.

Triswati, Bidan Koordinator Puskesmas Patikraja mewakili seluruh karyawan Puskesmas Patikraja mengucapkan terima kasih atas bantuan, dukungan, dan doa dari Lazismu Banyumas.

"Terima kasih atas bantuan dukungan dan juga doa buat teman–teman kami yang sedang isoman (isolasi mandiri). Mudah-mudahan bantuan ini bisa membawa teman–teman kami menjadi sehat," harapnya.

Pada kesempatan yang sama Sutisno juga memberikan ucapan terimakasih dan dukungan kepada Lazismu Banyumas atas program kesehatan yang istiqomah dijalankan.

“Kami ucapkan terimakasih atas bentuan yang telah diberikan kepada nakes Puskesmas Patikraja sebanyak 10 orang dan jamaah kami sebanyak 4 orang, terimakasih,“ ucap Sutisno.

Mewabahnya covid – 19 masih terjadi dibeberapa titik di Banyumas, berbagai upaya penanganan dan tindakan pencegahan masih terus dilakukan. Bantuan tersebut diharapkan bisa membantu penerima agar mereka bisa tetap berada di kediamannya masing–masing.

(Romi/Yusuf)

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025

Hilman Latief : Amil Harus Bekerja Berdasarkan Data

YOGYAKARTA - Survei yang telah dilakukan oleh Lazismu Pimpinan Pusat Muhammadiyah adalah upaya untuk memperbaiki kinerja.

"Kita berharap ada banyak wawasan dan pengetahuan yang kita peroleh sebagai amil di Lazismu. Ini upaya kita dalam rangka meningkatkan kinerja. Kerja, pelajari, teliti, eksplorasi data, dan seterusnya," ujar Hilman Latief, Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Kamis (1/7).

Ia berharap amil-amil Lazismu bisa bekerja berdasarkan data. Sehingga kepemilikan data survei seperti yang telah dilakukan sebelumnya menjadi hal yang penting. Selain itu, ia juga berharap agar amil memiliki kemampuan untuk membaca dan menganalisis data untuk memproyeksikan sebuah kebijakan.

Filantropi, menurut Hilman, tidak hanya sekedar ingin berbuat baik, namun juga ingin memberikan yang terbaik. Dua kali survei yang telah dilaksanakan oleh Lazismu menjadi data yang penting untuk dipahami.

"Keyakinan bahwa kita telah berbuat baik, keyakinan bahwa ini adalah perintah agama saja tidak cukup. Niat baik saja tidak cukup. Harus disertai dengan kemampuan mengolah, membaca, dan merumuskan data," imbuhnya.

Jika tidak melihat data, masyarakat terlihat baik-baik saja pada akhir 2020 hingga awal 2021. Di periode ini, seolah-olah pandemi hampir hilang. Rasa ketakutan masyarakat sudah hilang. Ternyata, menurut survei Lazismu, banyak masyarakat yang menjual aset. Fenomena tersebut bisa dilihat dengan data, dengan survei.

Di sisi lain, merujuk hasil survei Lazismu, tidak banyak masyarakat yang memiliki cadangan atau aset yang bisa dijual. Kelas menengah baru, menurut Hilman, rentan jatuh kembali ke kelas menengah ke bawah. Banyak yang hanya bisa bertahan satu bulan dengan tabungan, cadangan, atau aset yang dijual.

Hal tersebut disampaikan oleh Hilman dalam kegiatan Public Expose Survei Lazismu bertajuk  Dampak Sosial Ekonomi Covid-19 Terhadap Perilaku Berderma Masyarakat. Kegiatan yang digelar secara daring tersebut dihadiri oleh Hamid Abidin, Direktur Eksekutif Filantropi Indonesia; Sita Rahmi, Manajer R&D Lazismu Pimpinan Pusat Muhammadiyah, dan pengurus Lazismu se Indonesia.

Reporter: Yusuf

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025

Selamat! BPKH Raih Opini Wajar Tanpa Pengecualian dari BPK

JAKARTA - Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) mendapat Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Laporan Keuangan BPKH Tahun 2020 berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP).

BPKH adalah salah satu mitra Lazismu dalam beberapa program kemaslahatan umat di seluruh Indonesia. Kerja sama terakhir yang dilaksanakan oleh BPKH bersama Lazismu adalah pemberian mobil ambulans kepada Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Banten pada bulan Juni lalu.

Kerja sama antara Lazismu dan BPKH juga dilakukan pasca gempa bumi terjadi di Majene dan Mamuju, Sulawesi Barat beberapa waktu lalu. BPKH bersama Lazismu dan MDMC mendirikan lima titik dapur umum (DU) di lokasi pengungsian.

Sebelumnya, BPKH menyalurkan bantuan operasional kepada 1000 masjid di 10 provinsi di Indonesia melalui Lazismu.

Opini WTP terhadap BPKH ini merupakan yang ketiga kalinya berturut-turut sejak BPKH menyusun Laporan Keuangan Tahun 2018. Kepala Badan Pelaksana BPKH Anggito Abimanyu menyatakan bagi BPKH, Opini WTP atas laporan keuangan BPKH ini merupakan hal yang sangat penting sebagai bukti akuntabilitas pengelolaan dana haji. Opini WTP ini untuk mempertahankan kepercayaan masyarakat atas pengelolaan dana haji yang prudent.

"Opini WTP juga menjadi bukti bahwa dana haji telah dikelola secara profesional, hati-hati, transparan dan akuntabel. Selain itu, Opini WTP ketiga kalinya ini menunjukkan bahwa pengelolaan dana haji aman dan likuid sesuai dengan ketentuan perundangan yang berlaku", ujar Anggito, Selasa (29/6).

Secara konsisten, pengelolaan dana haji dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat. Hasil pengelolaan dana tersebut menjadi nilai manfaat yang dipergunakan untuk membiayai penyelenggaraan ibadah haji setiap tahun.

Laporan Keuangan BPKH terdiri dari Neraca, Laporan Operasional, Laporan Arus Kas, Laporan Perubahan Aset Neto dan Laporan Realisasi Anggaran. Posisi dana haji yang dikelola BPKH sampai dengan bulan Desember 2020 mengalami peningkatan 16,56 % atau menjadi sebesar Rp144,91 triliun, terdiri dari Rp 141,32 triliun alokasi dana penyelenggaraan Ibadah haji dan Rp3,58 triliun Dana Abadi Umat.

Dana haji yang dikelola oleh BPKH dapat dilihat dari Rasio Solvabilitas dan Rasio Likuiditas wajib. Rasio Solvabilitas yang juga dikenal dengan sebutan leverage ratio ialah suatu rasio yang digunakan dalam rangka menilai kemampuan BPKH atas pelunasan utang dan seluruh kewajibannya. Hal tersebut menggunakan jaminan aktiva dan aset netto (harta kekayaan dalam bentuk apa pun) yang dimiliki dalam jangka panjang serta jangka pendek. Rasio Solvabilitas BPKH dari tahun 2018 sampai 2020 terus bertumbuh, dari 104% menjadi 108%.

Reporter : Yusuf

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025

Hasil Survei Lazismu: Pendapatan Masyarakat Turun, namun Tetap Berderma

LAZISMU.ORG - Pandemi Covid-19 hingga bulan Maret 2021 menyebabkan penurunan pendapatan pada 69,5% responden survei Lazismu. Merujuk hasil survei yang dilakukan oleh Lazismu, angka penurunan meningkat jika dibandingkan dengan tahun 2020 yang mencapai 66%.

Dampak ekonomi tersebut paling banyak dirasakan oleh kelompok rentan yang diwakili oleh perempuan (76,3%), individu dengan pendapatan di bawah 3 juta rupiah per bulan (78,7%), individu yang kehilangan pekerjaan (88,9%), pelaku UMKM (88,2%), pekerja harian atau pekerja lepas (87,2%), petani/peternak (84,4%), dan individu yang memiliki tanggungan 4-6 jiwa dalam keluarga (84,4%).

"Sebagian besar responden, selain mengalami penurunan pendapatan, mereka juga mengalami peningkatan pengeluaran untuk pangan, papan, dan kesehatan," ujar Sita Rahmi, Ketua Tim Peneliti Survei Lazismu, Kamis (1/7).

Menariknya, dalam survei bertajuk Dampak Sosial Ekonomi Covid-19 Terhadap Perilaku Berderma Masyarakat tersebut ditemukan bahwa meskipun kondisi ekonomi menurun, masyarakat tetap semangat untuk berderma dan saling membantu. Hampir 8 dari 10 responden mengaku rutin berderma. Bahkan, 76,5% individu yang mengalami penurunan pendapatan setelah 1 tahun lebih pandemi juga mengaku tetap rutin berderma.

"Derma ini macem-macem. Ada yang ngasih uang di jalan, ini juga berderma, membantu. Jangan-jangan tidak ada hubungannya antara punya duit atau enggak dengan kemauan berderma. Intensi untuk membayar zakat fitrah dan zakat mal cukup tinggi," imbuhnya.

Bahkan, imbuh Sita, setelah masyarakat membayar zakat, mereka tetap ingin berdonasi untuk penanganan pandemi. Presentase intensi berderma tidak menurun, justru lebih tinggi dari survei tahun lalu ketika pandemi covid-19 baru berumur dua bulan di Indonesia. Sita menyebut bahwa pandemi meningkatkan sisi kemanusiaan masyarakat di semua level ekonomi

Masyarakat yang terdampak pandemi, imbuh Sita, melakukan berbagai strategi untuk menghadapi dampak Covid-19. Strategi tersebut antara lain:
1. Mencari pekerjaan atau penghasilan tambahan sebanyak 38,9% responden,
2. Menggunakan tabungan cadangan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sebanyak 40,7% responden,
3. Menjual asset atau barang pribadi sebanyak 52,2% responden,
4. Meminjam uang kepada pihak ketiga untuk memenuhi kebutuhan keluarga sebanyak 54,9% responden,
5. Menerima bantuan dari pemerintah atau lembaga sosial/zakat sebanyak 62,3% responden.

"Meskipun sudah satu tahun pendapatan menurun, namun mayoritas tidak memiliki pekerjaan sampingan untuk menambah penghasilan tambahan. 57,6% responden tidak memiliki sumber pendapatan lain. Diantara yang memiliki pekerjaan sampingan tersebut memilih berdagang dan berjualan online, terutama ibu-ibu banyak yang berjualan," imbuhnya.

Untuk strategi coping kedua, Sita menyebut bahwa pada kelompok yang pendapatannya turun, hanya 32,5% yang memiliki cadangan tabungan. Itupun hanya cukup untuk berjaga-jaga memenuhi kebutuhan harian kurang dari 1 bulan. Lebih banyak yang tidak memiliki tabungan sebagai jaring pengaman. Hal ini kembali menegaskan bahwa dampak pandemi paling dirasakan oleh kelompok rentan.

Hal yang sama juga terjadi pada strategi coping ketiga. Kelompok perempuan (61,2%) lebih banyak yang pernah menjual asset dibandingkan laki-laki (43,1%). Presentase yang pernah menjual aset paling besar terjadi pada kelompok yang memiliki tanggungan lebih dari 7 jiwa (64,3%). Banyak terjadi pada kelompok pendapatan dibawah Rp. 3 juta/bulan (60,2%).

"Temuan ketiga, ternyata strategi coping laki-laki dan perempuan berbeda. Laki-laki lebih banyak yang memiliki cadangan tabungan dibandingkan perempuan. Kebanyakan perempuan mencari pekerjaan/penghasilan tambahan untuk perempuan yang sudah berkeluarga, juga menjual aset, meminjam uang dan mendapatkan bantuan," ujar Sita.

Reporter : Yusuf

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025

Lazismu Kota Langsa Salurkan Zakat Berupa Paket Sembako

LANGSA - Lazismu Kota Langsa menyalurkan paket makanan kepada fakir miskin warga Tanjung Putus, Selasa (30/6).

Paket yang diberikan oleh Lazismu Kota Langsa berupa 15 kg beras, 2 liter minyak goreng, 1 papan telur, gula, dan 1 kaleng biskuit. Bantuan tersebut diberikan untuk menanggulangi kesulitan ekonomi yang dirasakan oleh masyarakat Langsa di tengah pandemi.

Sebelumnya, Lazismu Kota Langsa juga telah membantu warga untuk mendapatkan kebutuhan protokol kesehatan seperti masker dan hand sanitizer.

Ketua Lazismu Kota Langsa, Anwar S.Pd.I menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT, dan rasa terima kasih kepada muzaki yang telah menyisihkan sebagain hartanya untuk menolong sesama. Ia merasa sangat gembira karena penyaluran zakat maal untuk 13 orang fakir miskin warga Tanjung Putus berjalan dengan baik.

Saat melakukan penyerahan santunan, ia didampingi oleh pengurus Lazismu Kota Langsa lainnya. “Terimaksih kepada para Muzaki. Semoga Allah membalasnya dengan ganjaran pahala yang berlipat ganda," ujarnya.

Sebelumnya, Lazismu Kota Langsa mendata terlebih dahulu masyarakat yang membutuhkan paket sembako tersebut disesuaikan dengan kebutuhannya. 

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025

Tantangan Masyarakat di Masa Pandemi dan Peran Lembaga Filantropi

LAZISMU.ORG - Penurunan pendapatan dan peningkatan pengeluaran terjadi di masa pandemi, terutama dalam hal pangan, papan, dan kesehatan. Pada saat yang sama, terjadi kerawanan pangan di tengah-tengah masyarakat.

Pangan menjadi sumber pengeluaran terbesar di masa pandemi. Maka perlu inisiatif untuk mendorong kemandirian pangan masyarakat. Pada saat yang sama, kemandirian pangan mampu mengatasi kerawanan pangan.

Di Indonesia, dulu ada tradisi kebun keluarga. Keluarga bisa mencukupi kebutuhan pangan melalui kebun masing-masing. Namun belakangan tradisi tersebut telah menghilang seiring meluasnya perkotaan dan tingginya angka urbanisasi.

Hal tersebut disampaikan oleh Hamid Abidin, Direktur Eksekutif Filantropi Indonesia dalam kegiatan Public Expose Hasil Survei Dampak Sosial Ekonomi Covid-19 oleh Lazismu Pusat, Kamis (1/7).

Selain tantangan pangan, di tengah gempuran pandemi ada tantangan optimalisasi kerja dan perubahan model bisnis untuk mempertahankan bisnis. "Ada banyak lapangan kerja yang hilang karena dampak covid," ujarnya.

Selain itu, tantangan selanjutnya adalah kelompok rentan, terutama anak, perempuan, dan difabel. Perempuan memiliki beban ganda ketika pandemi. Anak-anak yang melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) membuat perempuan harus bekerja lebih keras. Pada saat yang sama, Hamid Abidin menyebut bahwa perempuan juga dituntut untuk bekerja membantu keluarga yang terdampak.

Jika melihat hasil survey dampak sosial ekonomi covid-19 Lazismu, kelompok rentan adalah kelompok yang paling terdampak pandemi. Dampak yang dirasakan jauh lebih besar daripada kelompok menengah ke atas.

"Dampak ini akan terkurangi jika lembaga filantropi membantu keluarga terdampak. Misalnya para relawan membantu anak-anak melaksanakan PJJ di rumah," imbuh Hamid Abidin. Anak-anak, menurut Hamid Abidin, mengalami dua ketertinggalan sekaligus. Yaitu ketertinggalan dalam pendidikan dan kesehatan.

Maka, lembaga filantropi harus mengawal strategi coping yang dilakukan oleh pemerintah. Dalam temuan Lazismu, ada 5 strategi coping. Antara lain mencari pekerjaan sampingan, menggunakan tabungan, menjual aset, melakukan pinjaman, dan menerima bantuan dari pemerintah.

Hamid Abidin khawatir jika lembaga filantropi tidak turut mengawal coping yang dilakukan oleh masyarakat untuk bertahan di masa pandemi, masyarakat akan jatuh ke hal-hal negatif seperti rentenir atau pinjaman online.

"Maka perlu skema-skema pinjaman menggunakan aset, namun dalam waktu tertentu aset mereka harus kembali. Jangan sampai mereka sudah kesusahan, justru harus kehilangan aset untuk bertahan," paparnya.

Menurut hemat Hamid Abidin, bantuan sosial yang diberikan oleh pemerintah belum optimal, bahkan terkesan tumpang tindih. Ia berharap ada pengembangan data terpadu sehingga pemerintah bersama lembaga filantropi bisa melakukan pembagian peran untuk membantu masyarakat.

Ia mengusulkan agar pemerintah fokus pada kebutuhan dasar masyarakat, sementara lembaga filantropi di luar negara fokus pada pemberdayaan keluarga. Bagaimanapun, imbuhnya, pemenuhan kebutuhan dasar adalah tugas utama pemerintah.

Di sisi lain, hal yang positif di tengah badai pandemi adalah kemauan berderma masyarakat masih cukup tinggi. Temuan riset Lazismu ini juga relevan dengan temuan riset-riset lembaga lain. Indonesia menjadi negara paling dermawan sedunia.

"Covid tidak berdampak pada kegiatan sumbangan. Yang berdampak hanya pada jumlahnya, itu wajar karena tingkat ekonomi juga menurun," imbuh Hamid.

Hal ini sejalan dengan sikap masyarakat untuk membantu pasien covid-19 yang cukup tinggi.

Perubahan juga terjadi pada skema berderma. Di masa pandemi, masyarakat berderma melalui skema digital. Skema konvensional secara pelan-pelan mulai ditinggalkan. Maka, hal ini harus ditangkap oleh lembaga filantropi. Ia berpesan agar lembaga filantropi bisa ikut bergeser ke fundraising berbasis digital.

Reporter : Yusuf

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025
LAZISMU adalah lembaga zakat nasional dengan SK Menag No. 90 Tahun 2022, yang berkhidmat dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendayagunaan dana zakat, infaq, wakaf dan dana kedermawanan lainnya baik dari perseorangan, lembaga, perusahaan dan instansi lainnya. Lazismu tidak menerima segala bentuk dana yang bersumber dari kejahatan. UU RI No. 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang

Alamat

Jl. Menteng Raya No.62, RT.3/RW.9, Kb. Sirih, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10340
Jl. Jambrut No.5, Kenari, Kec. Senen, Jakarta Pusat 10430
info@lazismu.org
0213150400
0856-1626-222
Copyright © 2026 LAZISMU bagian dari Persekutuan dan Perkumpulan PERSYARIKATAN MUHAMMADIYAH
cross