Berita

Ikuti kabar terbaru dari Lazismu. Lihat laporan penyaluran, kisah inspiratif penerima manfaat, dan dampak nyata dari ZIS Anda

Khitan Massal, Kado Akhir Tahun Anak Yatim dan Dhuafa

Parepare – LAZISMU.  Di penghujung tahun 2017, Lazismu Parepare menggelar bakti sosial berupa “Khitanan Massal” bagi anak yatim dan kurang mampu. Sebanyak 50 anak yatim dan kurang mampu di khitan massal Lazismu sebagai kado akhir tahun dengan menggandeng Lembaga zakat PT.PLN cabang Parepare di Kantor PT PLN cabang Parepare. Kamis (21/12/2017) pagi

Lazismu parepare menggelar acara ini sebagai rangkaian Milad Muhammadiyah ke 105 Masehi.

Ketua Panitia A. Hasniar Jufri, mengatakan kegiatan ini untuk kedua kalinya terselenggara atas kerja sama Lazis PLN area Parepare dan Lazismu . Lazis PLN telah menjadi mitra dari banyak program yang terlaksana. Hasniar mengajak masyarakat muslim untuk berzakat di Lazismu sebagai lembaga amil zakat nasional  resmi.

Di samping itu, Lazismu juga melibatkan 5 tenaga medis dari Dinas Kesehatan Parepare, didukung oleh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, BEM FIKES UMPAR dan PD Muhammadiyah Parepare. Peserta yang di khitan gratis, juga diberikan paket dan santunan dari Lazismu dan Lazis PLN.

Dalam kesempatan yang sama, Mursidik selaku penanggung jawab Lazis PLN menuturkan bahwa kegiatan ini terlaksana dari 2,5% zakat penghasilan pegawai PLN, beliau berharap dengan mengadakan kegiatan seperti ini dapat membantu meringankan beban kehidupan mereka.

Bapak mursidik berpesan kepada anak-anak yang di khitan agar setelah ini mereka dapat menjaga sholat 5 waktu. (hnm)

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025

Memoles Literasi Keuangan yang Produktif untuk TKI

Jakarta – LAZISMU. Bekerja di luar negeri sebagai buruh migran masih menjadi impian sebagian orang Indonesia untuk mendulang sukses. Dengan bekerja keras, tenaga kerja Indonesia yang berjuang memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian negara. Jalan menuju sukses itu tidak selalu mulus, kadang perjalanan hidup mereka berliku-liku kisahnya.

Meninggalkan keluarga ke luar negeri untuk bekerja merupakan ujian berat. Selain menyisakan persoalan saat pergi, setelah kembali pulang pun mereka dihadapi masalah. Masalahnya adalah bagaimana penghasilan yang diperolehnya dapat digunakan untuk kegiatan ekonomi yang produktif.

Demikian dikemukakan Sekretaris Jenderal, Union Migrant Indonesia (UNIMIG) Fathurrahman, di kantor Lazismu, Menteng, Jakarta (21/12/2017) kepada Edi Suryanto selaku Direktur Korporat Lazismu yang didampingi Adi Rosadi, Abi Al-Farabi dan Muhammad Furqon.

Menurutnya, masih ada TKI yang tidak memiliki informasi soal literasi keuangan setelah sampai di Indonesia. “Uang hasil kerja kerasnya, digunakan untuk membeli sesuatu yang sifatnya konsumtif. Ketika sudah tak memiliki uang, mereka pergi lagi ke luar negeri sebagai buruh migran,” ungkapnya.

Merespon situasi itu, Unimig menyampaikan kepada Lazismu bahwa langkah yang harus dilakukan adalah mengedukasi mereka. Tujuannya agar mereka mandiri dan berdaya setelah sukses membawa penghasilan selama bekerja. “Sehingga gaya hidup hedonis, jerat hutang dan penipuan investasi bodong bisa dihindarkan,” paparnya.

Kepada Lazismu, Fathurrahman mengungkapkan edukasi ini bisa dilakukan bersama Lazismu, misalnya melalui corong program “temanmigran” sebagai solusinya. Mengenalkan literasi keuangan (financial check-up) sebagai tahap awalnya. Selanjutnya bisa dengan model filantropi (zakat, infak dan sedekah), crowd funding, dan jaringan ekonomi pemberdayaan, kata Fathur.

Menanggapi gagasan tersebut, Al-Farabi mengatakan Lazismu menyambut baik konsep program Unimig. Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dalam konteks zakat harus digali posisinya sebagai asnaf. Sehingga program ini bisa terungkap maknanya. Dengan demikian, “Ada tolok-ukur yang bisa dijadikan sandaran sebagai program pemberdayaan zakat yang produktif,” pungkasnya.

Dalam catatan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI), TKI yang bekerja di luar negeri ada di sektor formal dan informal, jumlahnya mencapai 6,5 juta orang dan tersebar di berbagai negara. Di lihat dari latar belakang pendidikan para TKI yang bekerja di luar negeri masih didominasi lulusan SD-SMP dengan besaran persentase mencapai 65%.

Dalam laman resmi online BNP2TKI disebutkan, pendidikan TKI selebihnya beragam  mulai dari tingkat SLTA hingga perguruan tinggi. Dari sisi gender, Tenaga kerja dari Indonesia mayoritas perempuan yaitu sebanyak 93.641 perempuan dimana  presentase ini jauh lebih banyak daripada laki-laki yang hanya berjumlah 54.644 orang (27/9/2017). (na)

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025

Yayasan Pikiran Rakyat Serahkan Bantuan Rohingya Melalui Lazismu

Jakarta – LAZISMU. Selepas waktu rehat, pukul 13.00 wib, lembaga amil zakat nasional, Lazismu menerima kunjungan Yayasan Pikiran Rakyat, di bilangan Menteng, Jakarta Pusat (19/12/2017). Kunjungan itu sekaligus menyerahkan bantuan untuk warga Rohingya.

Ketua Pembina Yayasan Pikiran Rakyat, Syafik Umar beserta jajaran pengurus di terima langsung oleh Direktur Korporat Lazismu, Edi Surya.

Maksud dan tujuan ke Lazismu, kami ingin bersilaturahim. Namun yang yang lebih utama, Yayasan Pikiran Rakyat, akan menyerahkan bantuan tunai sebesar Rp 85 juta untuk warga Rohingya. “Uang yang terkumpul ini merupakan sumbangan masyarakat pembaca harian umum Pikiran Rakyat,” jelasnya.

Syafik mengemukakan, yayasan ini sebagai lembaga yang menyalurkan kegiatan sosial. Berdasarkan aturan harian umum Pikiran Rakyat tidak bisa menyalurkan langsung. “Yayasan inilah yang memiliki peran untuk menyalurkan,” pungkasnya.

Sementara bantuan ini sudah terkumpul, maka harus segera diberikan kepada penerima manfaat. Amanah para donatur harus disampaikan. Kemudian yayasan juga memerlukan lembaga lain yang tentunya dipercaya untuk menyalurkan.

Karena itu, jauh hari kami berkomunikasi dengan Lazismu, jika yayasan akan datang ke kantor Lazismu. Mengapa Lazismu yang dituju, Syafik melanjutkan, Lazismu adalah lembaga amil zakat nasional yang sudah memberikan bantuan langsung ke Bangladesh beberapa waktu lalu.

Menanggapi hal itu, Direktur Korporat Lazismu, Edi Surya, mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Pikiran Rakyat. Lazismu dalam jangka panjang memang memberikan bantuan kepada warga Rohingya.

Sejak relawan Lazismu dan MDMC melalui Muhammadiyah Aid berada di pengungsian Cox’s Bazar (23 September 2017) untuk enam

bulan memberikan pendampingan dan layanan kesehatan. Edi menjelaskan, akan menyampaikan amanah ini. “Kami apresiasi langkah nyata yayasan Pikiran Rakyat yang memercayakan penyalurannya kepada Lazismu,” pungkasnya.

Manager Fundraising Lazismu, Falhan Nian Akbar, mengatakan untuk sinergi ini program-program yang ada di masing-masing pihak bisa dikerjasamakan. “Lazismu terbuka untuk bekerjasama dengan siapa pun untuk memudahkan program pemberdayaan dan sosial,” bebernya. (na)

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025

Nyaris Roboh, Dibuka Bantuan Program Bedah Rumah untuk Sugi

Semarang – LAZISMU. Pria itu menolak mentah-mentah waktu ditawari bangunan rumah oleh seorang tetangganya. Meski dibantu satu milyar, lebih baik saya tinggal di rumah sederhana ini, ujar Sugi seorang warga Kelurahan Ngemplak, Kecamatan, Tembalang, Semarang.

Saya rela tinggal di Pos Kamling samping rumah ini, jika saya belum mampu membangun rumah, itu memang karena keterbatasan ekonomi. Ia khawatir ada sesuatu dibalik niat baik seseorang. Ia menolaknya secara baik-baik tanpa harus mmebuat rasa kecewa yang menawarkan.

Pekerjaan Sugi setiap hari sebagai tukang cat mobil yang bekerja mandiri walaupun order masih belum lancar. Kata Hasan, salah satu amil Lazismu saat menemui Sugi (26/12/2017). Semua rejeki yang diterima seberapa pun jumlahnya harus disyukuri, kata Hasan meniru ucapan Sugi.

Sugi mengaku, kadang harus menjadi sopir pocokan bila ada yang memerlukan jasanya. Sesekali ikut membantu menggali kubur jika ada yang meninggal, ujarnya.

Bersama dengan isteri, dua anak dan satu mertua, Sugi menempati rumah sederhana berukuran kurang lebih 5 x 8 meter yang dibangun oleh mertuanya kira-kira 30 tahun yang lalu. Kondisi rumah ini sudah melengkung, “Saya kasih penyangga di tengahnya biar kuat, kalo hujan gentengnya bocor,” katanya.

Tembok yang tengah ini kalo digoyang bisa bergerak-gerak, saya sudah nggak berani memanjat takut ambruk mas, cerita Sugi.

Ditengah keterbatasan ekonominya, Sugi masih kuat untuk bekerja. Bekerja secara halal dan jika ada saudara-saudara muslim yang ingin membantunya, Ia akan menerima dengan rasa syukur.

Lazismu Kota Semarang, mendampingi Sugi sebagai calon penerima bantuan. Bantuan berupa program bedah rumah yang akan dilaksanakan pada 2018 mendatang. Lazismu membuka saluran infak dan sedekah untuk pembangunan rumahnya.

Donatur bisa menghubungi Lazismu Kota Semarang, dan segera konfirmasikan semua transaksi melalui SMS/WA di nomor 0856 4087 3531. (cs)

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025

Ortom Galang Bantuan untuk Korban Kebakaran

Banjarbaru – LAZISMU. Musibah memang tidak bisa ditebak kehadirannya. Seperti kebakaran yang terjadi pada Sabtu pagi hari, (16/12/17) lalu, meninggalkan duka bagi korban, terutama warga Desa Belangian, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar. Akibat musibah itu, 1 rumah ludes terbakar dan 2 rumah lainnya sebagian habis dilalap si jago merah.

Informasi yang dihimpun Lazismu, penyebab kebakaran akibat konsleting listrik pada sumber tenaga surya yang biasa dipakai oleh warga. Kerugian diperkirakan sebesar ratusan juta rupiah.

Hampir satu minggu pasca-musibah ini, dukungan bantuan mengalir, salah satunya dari kader-kader Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kota Banjarbaru yang melakukan aksi fundraising pada Jum’at (23//12/17) di masjid-masjid lingkungan setempat.

Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) se-Kota Banjarbaru setelah salat Jum’at tergerak melakukan aksi, karena ingin meringankan beban mereka. Desa Belangian merupakan desa yang mayoritas warganya Muhammadiyah, terang Rahmatunnisa, koordinator aksi sekaligus bendahara umum PC IMM Kota Banjarbaru.

Selain itu, PC IMM Kota Banjarbaru juga bersinergi dengan ortom lain seperti Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kota Banjarbaru dan Kepanduan Hizbul Wathan Kota Banjarbaru.

Hasil donasi tersebut diserahan kepada Lazismu Banjarbaru untuk disalurkan bersama-sama ke lokasi musibah. Aksi ini mendapat apresiasi positif dari Divisi Pengembangan Program dan Fundraising Lazismu Banjarbaru.

“Kami sangat berterima kasih kepada kader-kader muda Muhammadiyah Kota Banjarbaru, khususnya PC IMM Banjarbaru. Aksi ini merupakan bentuk empati sekaligus memberikan contoh nyata bahwa anak muda itu harus peka terhadap musibah yang terjadi disekitar kita”, terang Ginanjar Sutrisno.

Dalam aksi itu, masing-masing koordinator ditiap masjid menjual stiker logo Muhammadiyah dengan harga Rp. 5.000,- dengan semua keuntungannya untuk musibah kebakaran tersebut.

Sampai pagi itu, jumlah donasi yang terhimpun sebesar Rp. 1.808.300,- dan nominalnya terus bertambah karena selain menghimpun melalui masjid, penghimpunan juga ditujukan di kegiatan pengajian Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kota Banjarbaru.

Informasi juga ditambahkan oleh koordinator aksi bahwa donasi tersebut akan dialokasikan dalam bentuk barang berupa kebutuhan pokok dan disalurkan pekan depan, kata mahasiswi yang saat ini sedang melanjutkan profesi Apoteker dari S1 Farmasi FMIPA ULM (gs).

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025

Malaikat Kecil itu Sedang Berjuang Melawan Hidrosefalus

Situbondo-LAZISMU. Badan semakin kurus, kepala semakin besar. Malaikat kecil itu tetap semangat dan sabar. Meski sakit, derita itu dilawannya. Dia tetap tegar dan ceria. Dengan senyuman dia memberi isyarat, nikmat sehat adalah impiannya.

Andini, gadis kecil berusia 10 tahun, harus berjuang keras melawan penyakit Hidrosefalus. Putri dari pasangan I Ketut Artawan dan Rasiyati ini harus menerima kenyataan pahit dengan cerainya kedua orang tua sejak delapan tahun silam. Sang ayah pergi meninggalkan Andini tanpa memberi kabar tentang keberadaannya. Sedangkan sang bunda pergi melancong ke Bali untuk mencari nafkah bagi keluarga yang di tinggalkan.

Kondisi itu terdengar sampai ke telinga Lazismu. Beberapa tim amil diturunkan, mendatangi rumah Andini pada Kamis, 28 Desember 2017. Kedatangan tim Lazismu Situbondo disambut hangat oleh senyuman manis Andini yang terbaring lemah di tempat tidur. Bocah malang itu kini tinggal di gubuk tua bersama sang nenek, Sukarsia di Jalan Pelabuhan Utara Gang lima, Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo.

Hidrosefalus yang diderita Andini berawal ketika menginjak usia empat bulan. “Andini awalnya lahir normal nak, dengan berat 2,5 kilogram. Saat usia 4 bulan kepala Andini tiba tiba membesar” cerita Sukarsia, nenek Andini. Penderitaan Andini semakin bertambah kala dirinya sulit menggerakkan badannya untuk bergerak serta mulutnya untuk berbicara.

“Sekarang cucu saya susah untuk bergerak dan tidak bisa bicara nak. Hanya bisa senyum kalau ada orang yang menjenguk dan menangis ketika sedang lapar dn dahaga” ungkap Sukarsia kepada tim Lazismu Situbondo.

Bocah kelahiran Bali, 24 Juni 2007 tersebut juga sempat diperiksa ke dokter dan dirujuk ke RSUD Dr Soetomo Surabaya dengan mengandalkan BPJS kesehatan gratis dari pemerintah. Namun semua upaya yang dilakukan tak membuahkan hasil. Dokter mengatakan, Hidrosefalus yang dideritanya terlanjur parah dan tempurung kepala telah mengeras. Sehingga pihak Rumah Sakit tidak berani untuk melakukan tindakan operasi
.
“Kami sembilan hari di RSUD Dr Soetomo nak. Tapi Andini hanya dirawat biasa, karena menurut dokter penyakit yang diderita cucu saya sudah terlambat untuk di operasi” terang Sukarsia dengan raut wajah sedih.

Suasana semakin haru saat tim Lazismu Situbondo menyerahkan santunan kesehatan sebesar Rp 750.000 untuk malaikat kecil penderita Hidrosefalus tersebut. “Alhamdulillah, terimakasih banyak nak, semoga Allah memberikan balasan yang berlipat ganda kepada kalian semua yang sudah membantu cucu saya. Semoga selalu diberi kesehatan, panjang umur dan dilancarkan rejekinya,” ucap nenek Andini dengan mata berkaca kaca.

Tak selang berapa lama, ibu Andini yang berada di Bali mengirim pesan pribadi kepada salah satu petugas Lazismu Situbondo, “Terimakasih yang tiada batas mas atas bantuan dan kepeduliannya kepada anak saya Andini.

Uang tersebut sangat bermanfaat bagi kami untuk membeli kebutuhan Andini dan memperbaiki atap rumah yang sudah hampir ambruk. Karena setiap kali hujan turun, Andini tidak lepas dari tetesan bocor atap rumah.

Sampaikan salam saya (red: ibu Andini) kepada segenap donatur Lazismu mas. Kami tidak bisa membalas kebaikan kalian. Semoga Allah yang membalas kebaikan kalian semua dengan berlipat ganda,”. tulis Rasiyati melalui pesan daring. (Robi AW)

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025
LAZISMU adalah lembaga zakat nasional dengan SK Menag No. 90 Tahun 2022, yang berkhidmat dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendayagunaan dana zakat, infaq, wakaf dan dana kedermawanan lainnya baik dari perseorangan, lembaga, perusahaan dan instansi lainnya. Lazismu tidak menerima segala bentuk dana yang bersumber dari kejahatan. UU RI No. 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang

Alamat

Jl. Menteng Raya No.62, RT.3/RW.9, Kb. Sirih, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10340
Jl. Jambrut No.5, Kenari, Kec. Senen, Jakarta Pusat 10430
info@lazismu.org
0213150400
0856-1626-222
Copyright © 2026 LAZISMU bagian dari Persekutuan dan Perkumpulan PERSYARIKATAN MUHAMMADIYAH
cross