

TAPANULI SELATAN - Pondok Pesantren Ahmad Dahlan Sipirok yang terletak di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara didirikan sebagai hasil Tanwir PP Muhammadiyah pada tahun 1961. Pondok Pesantren ini mulai eksis berdiri pada tahun 1962, kemudian diserahkan pendiriannya kepada Pimpinan Muhammadiyah Tapanuli pada saat itu dan dilaksanakan oleh Muhammadiyah Cabang Sipirok.
Dengan usia yang cukup panjang, Pondok Pesantren Ahmad Dahlan mengalami pasang surut sehingga upaya untuk pengembangan fasilitas menjadi terkendala. Maka banyak gedung dan fasilitas lain yang perlu untuk diperbaiki.
Lazismu bersama dengan Wardah mengadakan program pembangunan sanitasi di Pondok Pesantren ini. Program ini mulai dilaksanakan pada Jumat (2/10) dan dibuka dengan kegiatan Peletakan Batu Pertama secara daring. Dalam kegiatan ini hadir secara daring Nurhayati Subakat, owner Wardah; Hilman Latief, Ketua Lazismu Pusat; Agus Sani, Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara; Zulfahmi, Ketua PDM Tapanuli Selatan; dan Tamrin Hasibuan, Pimpinan Pondok Pesantren Ahmad Dahlan Sipirok.
Tamrin Hasibuan, Pimpinan Pondok Pesantren Ahmad Dahlan Sipirok mengucapkan terimakasih karena telah mengadakan program yang cukup tepat. Ia berharap semoga seluruh jerih payah berbagai pihak dalam kegiatan ini dicatat sebagai kebaikan.
Zulfahmi, Ketua PDM Tapanuli Selatan menyampaikan bahwa selama ini ada beberapa keluhan orang tua atau wali murid. “Namun, kami selalu berusaha agar bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan baik. Kami juga akan mengawal pembangunan secara langsung. Selama ini, rasanya kami tidak diperhatikan, ternyata sangat diperhatikan,” ujarnya dalam sambutan secara daring.
Ia menyebut bahwa perkaderan yang efektif salah satunya berada di pesantren. Alumni-alumni Pondok Pesantren ini diharapkan agar mampu menjadi kader-kader amar ma’ruf nahi munkar di seluruh wilayah di Indonesia.
Sementara itu, Yaumil Fauzi, tim Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara menunjukkan kondisi kamar mandi dari Pondok Pesantren Ahmad Dahlan Sipirok. Kamar mandi yang dindingnya terbuat dari papan kayu sudah banyak lepas, ditambah lagi dengan atap yang juga bocor di berbagai tempat. Selain itu, aliran air juga tidak terlalu lancar. Sehingga bak banyak yang kosong.
Yaumil Fauzi mengatakan bahwa timnya akan membangun total 41 kamar mandi, tempat mencuci pakaian dengan 30 kran, dan bak air yang dapat menampung 36000 liter air. Mereka juga akan membuat tembok penahan tanah agar tidak terjadi longsor.
Agus Sani, Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara berharap bahwa program awal ini bisa berjalan dengan baik. Ia akan berusaha untuk membangun jejaring sehingga mampu memberikan kebermanfaatan khususnya kepada Pondok Pesantren Ahmad Dahlan Sipirok.
Nurhayati Subakat, Owner Wardah mengatakan bahwa program ini sangat tepat sasaran. Ia berharap kedepannya akan membuat santri menjadi lebih semangat sehingga menghasilkan santri yang baik dan bermanfaat.
“Ada 5 karakter yang mendukung kesuksesan Wardah. Antara lain karakter ketuhanan, kepedulian, kerendahan hati, ketangguhan, dan inovasi. 5 karakter itu mengantarkan Wardah menjadi korporasi kosmetik terbesar di Indonesia,” jelasnya.
Dalam kegiatan ini, Hilman Latief mendapatkan kesempatan untuk memberikan sambutan di akhir kegiatan. Dalam sambutannya ia menyebut bahwa ini adalah perjalanan panjang sejak tahun lalu.
“Akhirnya kita mengambil kesimpulan bahwa ada beberapa program yang bisa dilaksanakan dan itu masuk ke program prioritas. Upaya kami menggandeng perguruan tinggi sudah dilakukan beberapa kali karena kaitannya dengan pelaksanaan program secara professional. Kami sudah melakukan di Palu dan Surabaya yang pelaksanaannya bekerjasama dengan Perguruan Tinggi Muhammadiyah,” ujarnya.
Lazismu memiliki program khusus sanitasi yang dikaitkan dengan SDG’s. Misalnya program sanitation and clean water. Pada tahun 2020, program Lazismu dengan Wardah antara lain Beasiswa Sang Surya dan Beasiswa Mentari untuk 250 orang, bantuan untuk guru honorer 250 orang senilai 750 juta. (Yusuf)

JAKARTA - Pada hari Selasa (29/9), Lazismu Pusat menerima zakat karyawan dari Bisnis Indonesia Group sebesar 75 juta di Kantor Lazismu Pusat, Jakarta. Yunan Hilmi, General Manajer Media Service Bisnis Indonesia Group sekaligus Ketua BP-ZIS yang hadir pada acara penyerahan simbolis mengucapkan terimakasih atas kesediaan Lazismu dalam menyalurkan dana yang terkumpul dari zakat profesi karyawan Bisnis Indonesia Group.
“Semoga dana sebesar 75 juta ini dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi mustahik dan memberikan berkah kepada seluruh karyawan Bisnis Indonesia Group. Apalagi di tengah kondisi pandemi covid-19 seperti saat ini, tentu banyak masyarakat yang membutuhkan, baik itu bantuan dana maupun bentuk lainnya,” ujar Yunan Hilmi.
Yunan berharap dengan profesionalisme Lazismu, zakat dari karyawan Bisnis Indonesia Group dapat tersalurkan dengan tepat sasaran dan mengurangi beban mustahik di tengah pandemi. Sementara itu, dari tim Lazismu hadir Edi Muktiyono, Corporate & Retail Fundraising Lazismu Pusat; Rizaludin Kurniawan, Direktur Penghimpunan dan Penyaluran; dan Bayu, Corporate Fundraising.
Edi menuturkan bahwa Bisnis Indonesia memberikan kelonggaran penggunaan dana oleh Lazismu. Bisnis Indonesia tidak mengamanahkan dana untuk digunakan pada program tertentu. Sehingga, Edi bersama tim akan mencarikan program yang sesuai, baik pendidikan, ekonomi, atau kesehatan. Setelah menemukan program yang tepat, pihaknya akan segera melaporkan ke Bisnis Indonesia Group.
Menurut Edi, Bisnis Indonesia tidak hanya menyalurkan zakat karyawan melalui Lazismu. Melainkan juga melalui Baznas, Dompet Dhuafa, Lazisnu, Bazda Bekasi, dan lain-lain. “Tadi kita sampaikan program apa saja yang sudah berjalan. Kita bekali juga dengan program-program lima pilar yang dimiliki oleh Lazismu, sekaligus kita berikan cinderamata dari produk hasil binaan Lazismu,” jelasnya.
Edi juga menyampaikan bahwa penyaluran zakat karyawan dapat menjadi pengurangan pajak penghasilan Bisnis Indonesia. Lazismu akan memberikan kwitansi sebagai syarat zakat pengurang pajak penghasilan. Dalam hal ini Lazismu memberikan kesempatan kepada Bisnis Indonesia Group untuk pembahasan lebih lanjut tentang zakat pengurang penghasilan kena pajak.
“Alhamdulillah penyerahan berjalan lancar. Kesan yang diberikan oleh Pak Yunan juga positif. Bahwa Lazismu sudah terkenal dimana-mana dan dikenal dengan baik. Kepercayaan itu yang harus kita jaga dengan cara menyalurkan zakat karyawan tepat sasaran. Nanti juga akan kita berikan laporan secepatnya,” ujar Edi.
Ia berharap agar kedepan terjalin kerjasama baik dalam bentuk penyaluran zakat karyawan, infaq, dan sedekah sehingga bisa saling memberi manfaat. (Yusuf)

PAREPARE - Pada hari Selasa 6 Oktober 2020 berlangsung kegiatan serah terima Surat Keputusan pengurus Lazismu Kantor Layanan Sahabat Al Maun di kantor Lazismu Kota Parepare, Jalan Jend Ahmad Yani KM 2. SK diserahkan oleh Sekretaris Lazismu Saiful Amir, disaksikan oleh para Eksekutif dan diterima langsung oleh Ketua Kantor Layanan Sahabat Al Maun, A. Hasniar Jufri, didampingi sekretaris KL Sahabat Al Maun, Wigra, serta jajaran pengurus lainnya.
Awalnya, Sahabat Al Maun ini adalah komunitas aktivis kemanusian yang digerakkan oleh pemuda di sekitar Parepare. Adapun tujuan pembentukan kantor Layanan ini adalah memudahkan masyarakat menyalurkan donasi baik zakat maupun Infak dan sedekahnya, termasuk dalam memudahkan pendataan dan pendistribusian kepada para mustahik. Kantor Layanan ini adalah unit struktural yang paling di bawah dan paling dekat dengan Masyarakat untuk memberikan pelayanan kepada umat.
Ketua Lazismu Kota Parepare Hj Erna Rasyid Taufan, SE, M.Pd mengharapkan terbentuknya Kantor Layanan Sahabat Al Maun dapat semakin mempercepat dan mendukung pencapaian target Lazismu Kota Parepare. KL Lazismu menjadi ujung tombak untuk menyampaikan visi kemanusiaan Lazismu.
“Selaku ketua Lazismu tentunya mengucapkan Selamat bergabung dalam barisan orang-orang baik, semoga amanah dan bisa bekerjasama secara solid dengan sesama pengurus lainnya,” ungkap Erna Rasyid.

AMBON - Ratusan warga di Kota Ambon mengungsi akibat banjir yang terjadi pada hari Sabtu (3/10) malam. Banjir yang terjadi di Kecamatan Sirimau, Nusaniwe, Teluk Ambon, dan Baguala ini mengakibatkan ratusan rumah rusak berat dan sebagian rusak ringan.
Pada hari Minggu, warga yang mengungsi di rumah saudara-saudara mereka kembali ke rumah untuk membersihkan sisa-sisa banjir dan mengambil barang-barang berharga untuk dibawa kembali ke pengungsian. Pasalnya, sebagian rumah yang rusak parah tersebut belum bisa ditempati kembali dalam waktu dekat.
Banjir terjadi sekitar pukul 18.00 waktu setempat dan mulai surut sekitar pukul 01.00 dinihari. Ketinggian air mencapai 3 meter. Hal ini disebabkan hujan yang tidak berhenti selama beberapa hari terakhir. Muhammad Thahir, Sekretaris MDMC Maluku mengatakan bahwa tidak ada korban jiwa dalam hal tersebut. Ia mengabarkan ada 3 orang luka ringan.
“Yang lebih parah itu kerusakan rumah. Kalau di kawasan ini kan sudah sering banjir, sehingga masyarakat sudah waspada sehingga tidak ada korban jiwa. Namun ratusan rumah disini rusak parah. Kerugiannya mencapai ratusan juta. Daerah Batu Merah itu hampir semua rumah rusak parah,” ujar Thahir melalui sambungan telepon.
Thahir menyebut bahwa pemerintah belum turun ke lokasi untuk memberikan bantuan. Bahkan, bantuan yang diberikan MDMC berasal dana pribadi dan dana warga Muhammadiyah yang dikumpulkan secara cepat dan sukarela.
“Dalam kondisi pandemi, mata pencaharian mereka jadi hilang. Apalagi ditambah banjir. Maka harus segera ada bantuan. MDMC Cuma bisa bantu satu pick up, dan itu masih sangat kurang. Sebagian besar korban yang belum mendapatkan bantuan,” imbuhnya.
MDMC memberikan bantuan makanan bagi korban yang membersihkan sisa-sisa banjir. Namun, bantuan tersebut masih belum merata. Ia berharap agar pemerintah segera turun tangan untuk membantu korban memberikan kebutuhan pokok sekaligus memberikan bantuan untuk membangun kembali rumah yang rusak. (Yusuf)

BANYUMAS - Pada hari Selasa, (29/9), Lazismu Kantor Layanan (KL) Sidabowa melaksanakan program Pemberdayaan Usaha, Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Sepanjang bulan September, Lazismu Sidabowa memberikan bantuan modal usaha kepada dua orang warga Sidabowa. Program pemberdayaan Usaha, Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) mulai masif diselenggarakan oleh Lazismu di sekitar Banyumas.
Dua orang tersebut adaah Ibu Sutarni dan Bapak Slamet. Ibu Sutarni menjual lauk pauk dengan cara berkeliling desa. Adapun bapak Slamet memiliki usaha Ampyang. Ampyang adalah makanan tradisional Banyumas. Mereka masing-masing mendapatkan 4 juta rupiah.
Pak Slamet mengucapkan terimakasih kepada Lazismu Sidabowa. “Saya menjadi sangat terbantu untuk tambahan modal apalagi ketika pandemi dan saya menjadi lebih bersemangat dalam berjualan,” ungkap bapak Slamet.
Usaha mereka berdua selama pandemi tidak maksimal sehingga hasilnya tidak terlalu banyak. Sutrisno, pengurus Lazismu KL Sidabowa berharap agar modal ini akan meningkatkan jumlah produk dan kualitas yang mereka jual.
Sutrisno menjelaskan bahwa program pemberdayaan UMKM ini adalah program yang memiliki tujuan memberdayakan penerima zakat atau mustahik agar kondisi ekonominya menjadi lebih baik dan nantinya bisa sampai merubah mereka untuk berlatih menjadi pemberi zakat atau muzakki.
Sebelum menerima bantuan modal dari KL Lazismu Sidabowa, Ibu Sutarni dan Bapak Slamet adalah dua orang yang rajin memberikan infaq rutin setiap bulannya tetapi belum mampu sampai memberi zakat. Dari hal itu KL Lazismu Sidabowa melihat ada semangat memberi yang pada diri mereka. Program pemberdayaan UMKM sendiri kurang lebih telah dilakukan selama kurang lebih satu tahun setengah.

SUKABUMI – Falhan Nian Akbar, Manager Program Penyaluran Lazismu, Nazhori Author, bersama relawan MDMC Sukabumi menyusuri rumah warga di sekitar jembatan dan di sisi sungai yang jebol akibat derasnya arus air banjir bandang yang terjadi pada 22 September silam. Hingga hari Selasa (6/10), Lazismu dan MDMC masih terus membantu perbaikan rumah.
Banjir bandang beberapa pekan silam yang menerjang tiga kecamatan di Sukabumi masih menjadi titik perhatian Lazismu dan MDMC Sukabumi. Di antaranya sekitar Kampung Nyangkowek dan Kampung Cibuntu di Kecamatan Cicurug. Termasuk rumah pengolahan tempe yang ada di Desa Mekar Sari.
Eka Januar Muharam selaku Ketua MDMC Sukabumi mengatakan, sejak hari pertama pascabencana, relawan Muhammadiyah sudah bergerak untuk melakukan assessment di lokasi bencana. Selain kampung Nyangkowek dan kampung Cibuntu, relawan juga bergerak ke kampung-kampung yang lain seperti kampung Bantar dan Leuwi Orok.
“Sampai akhir Oktober, relawan juga masih bergerak menyusuri Pasar Cicurug dan Desa Kutajaya bersama Lazismu Jawa Barat,” ungkapnya. Eka melanjutkan, beberapa jaringan MDMC dan Lazismu hingga Oktober ini masih terus datang mengirimkan bantuan ke penerima manfaat.
Sementara itu, di kampung Cibuntu, Dion Apipudin selaku Bendahara MDMC setempat, mengatakan, di lokasi ini persis di pertigaan jembatan kampung Cibuntu beberapa rumah warga juga mengalami dampak. Banyak dinding-dinding rumah yang hancur sampai atapnya. Lazismu bersama MDMC memberikan bantuan berupa makanana siap saji dalam bentuk Abonmu dari Lazismu.
Penyerahan bantuan Abonmu diserahkan langsung oleh Falhan Nian Akbar kepada MDMC Sukabumi yang diwakili oleh Dion Apipudin. Kegiatan berikutnya selain memberikan bantuan pangan, relawan Muhammadiyah juga akan melakukan kegiatan sosial berupa pendampingan psikologis bersama anak-anak korban banjir bandang Sukabumi.

