

YOGYAKARTA - Tim Lazismu Pusat bersama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) mengunjungi Sekolah Dasar Unggulan 'Aisyiyah (SDUA) Ngemplak, Sleman dan Madrasah Muallimin Muhammadiyah Yogyakarta, Kamis (25/2).
Kunjungan ini dilaksanakan dalam rangka audit keuangan BPKH oleh BPK. Sebagaimana diketahui, BPKH menyalurkan donasi melalui Lazismu untuk membantu pembangunan SDUA Ngemplak Sleman dan Madrasah Muallimin Muhammadiyah Yogyakarta.
Di Ngemplak, kegiatan tersebut hadir Eny Muslichah Wijayanti sebagai PIC program kerja sama Lazismu dan BPKH untuk pembangunan SDUA Ngemplak bersama Mahsunah Syakir. Sedangkan audit di Madrasah Muallimin Muhammadiyah Yogyakarta dihadiri secara langsung oleh Ketua BP Lazismu Pusat, Hilman Latief.
Eny menyebut bahwa kegiatan audit berjalan dengan lancar dan baik. Semua bukti pembangunan dan data administrasi sudah lengkap sehingga tidak ada masalah apapun.
"Audit dari BPK detail sekali. Tapi ini kan dana umat, jadi memang harus detail dan jangan sampai salah sasaran. Secara umum tadi berjalan lancar. Di SDUA tidak ada masalah dan sudah beres semua," ujarnya ketika dihubungi lazismu.org.
Menurut keterangan Eny, Lazismu dan BPKH telah bekerja sama dalam banyak program. Namun, yang menjadi sampel untuk diaudit oleh BPK adalah program pembangunan SDUA Ngemplak dan Madrasah Muallimin Muhammadiyah Yogyakarta.
"Kebetulan samplingnya SDUA dan Muallimin Jogja," imbuh Eny.
Ia bersyukur Lazismu semakin dipercaya oleh BPKH. "Bahkan kemarin sampai dapat BPKH Award. Saya harap kerja sama antara Lazismu dengan BPKH dapat berjalan semakin baik," imbuhnya.

MAKASSAR - Lazismu Sulawesi Selatan menggandeng berbagai komunitas dan organisasi kepemudaan pada Aksi Go Clean yang digelar Minggu (21/02).
Mereka melakukan aksi bersih sampah di kawasan Ekowisata Mangrove Lanatebung, Bira, Kecamatan Tamalnrea, Kota Makassar.
Koordinator Lazismu Sulsel, Ahmad Hunain mengatakan, kegiatan dihelat dalam rangka memperingati Hari Sampah Nasional sekaligus mengampanyekan pentingnya merawat ekosistem lingkungan.
“Sampah selalu menjadi masalah bagi kota besar seperti Makassar. Bahkan kawasan ekowisata pun juga ikut terdampak. Olehnya itu, kegiatan ini menjadi momentum untuk memasifkan gerakan cinta lingkungan dengan mengajak komunitas dan organisasi kepemudaan,” ujar Hunain sebagaimana dilansir dari khittah.
Memasuki tahun 2021, lanjut Hunain, pihaknya akan berupaya melakukan berbagai kegiatan yang concern pada lingkungan.
“Sebelumnya, kami mengadakan Volunteer Camp di Gowa untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya dunia filantropi dalam menanggapi berbagai isu global,” Imbuhnya.
Staf Yayasan Konservasi Laut (YKL) Muhammad Fauzi Rafiq menyebut bahwa modal utama yang harus dijaga adalah spirit enviromental yang mendorong kebijakan menjaga ekosistem pesisir dan pulau melalui program pemberdayaan.
Sementara itu, Ketua Pengelolaan Mangrove Lantebung Makassar, Sarabba mengaku, sangat mengapresiasi kegiatan ini. Nantinya, lanjut Sarabba, sampah sampah yang terkumpul akan dibuat sebagai media tanam mangrove, mengingat wilayah mangrove di Makassar hanya tersisa sekitar 30 hektar saja.
Turut hadir Duta Putri Pariwisata Sulsel, Aulia, Fajri Hamzah, Duta Lingkungan Hidup Sulsel, Novi Tri dan lain-lain.

TAPAKTUAN - Lazismu Tapaktuan mendapatkan kepercayaan dari dua Dokter Spesialis yang bertugas di RSUD Yuliddin Away. Mereka berdua adalah Dr. Mauyana, Sp.A dan Dr. Safrian, Sp.Pd. Dengan total zakat sebesar Rp. 26 juta rupiah, Kamis (25/2).
Kedua muzakki tersebut berpesan agar zakat mereka dapat disalurkan secara produktif sehingga dapat meningkatkan ekonomi berkelanjutan bagi para mustahiq. Bukan sekedar diberikan lalu langsung hilang seperti pemberian konsumtif. Namun, lebih menekankan kualitas manfaat yang terus berkelanjutan.
Lazismu Tapaktuan merasa senang sekaligus terharu mendapatkan kepercayaan ini. Walaupun Lazismu baru terbentuk sejak bulan September 2020, namun sudah mendapatkan kepercayaan dari berbagai pihak, khususnya dari kalangan dokter. Hal ini tidak terlepas dari peran Ust Rusdi Kurnia, S.Pd, M.Pd yang selalu mempromosikan Lazismu kepada para dokter yang bertugas di Tapaktuan.
Diakhir acara Ust Dedy Sastra, S.Ag mendoakan para muzakki dengan lafad "Ajarakallahu fima a’thoita wabaraka fiima abqaita waja’alallahu laka tahura" (Semoga Allah melimpahkan ganjaran pahala terhadap harta yang telah engkau berikan dan semoga Allah memberkahgi harta yang masih tersisa padamu. Serta semoga Allah menjadikan dirimu suci bersih).
Penyerahan zakat ini turut disaksikan dari Unsur Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) H. Rusli, BA, Direktur Marqaz Studi Qur'an (Masqur) Ust. Rusdi Kurnia, M.Pd, Sekretaris dan Staf Lazismu Taufik Hidayat Harahap, M.Ag, Fakrur Mubarak, SE, Hasballah dan Iswanil.

LAZISMU.ORG - Potensi ZIS umat Islam menyentuh angka puluhan triliun. Namun, yang bisa dihimpun tidak bisa mencapai angka puluhan triliun. Ada kesenjangan antara potensi laten dengan potensi manifes.
Hal ini disampaikan oleh Prof. Haedar Nashir dalam Public Expose Indeks Literasi Zakat Warga Muhammadiyah yang digelar oleh Lazismu, Sabtu (27/2). Menurut Haedar, kesenjangan seperti ini sering terjadi. Tidak hanya dalam dunia ZIS, namun juga dalam perilaku umat Islam sehari-hari dalam hal keberagamaan.
Dalam hal ini diperlukan muhasabah tentang kondisi umat Islam. Padahal, dalam Islam, hati, ucapan, dan perbuatan harus berbanding lurus. Termasuk ketika memperjuangkan amar ma'ruf nahi munkar.
"Ada pepatah yang berbunyi "lisanul hal afsahu min lisanil maqol." Perbuatan nyata lebih valid, lebih sahih, dan lebih mudah dilihat daripada kata-kata, retorika, dan klaim narasi. Sesuatu yang terjadi dan nyata itu tidak bisa dimanipulasi," ujar Haedar.
Umat Islam, secara kuantitas mayoritas. Namun, umat Islam yang mayoritas, di dalam realitas kehidupan belum menunjukkan kesesuaian antara kuantitas dan kualitas. Haedar mengaku bahwa di bidang politik kebangsaan, sosial budaya, kehidupan keagamaan, dan ekonomi umat Islam justru tertinggal.
"Kualitas ekonomi umat Islam mayoritas masih menengah ke bawah. 100 orang kaya, yang kaya dari umat Islam itu paling hanya 10. Tetapi kalo bicara 100 orang miskin, insyaAllah 90 di antaranya adalah umat Islam," imbuhnya.
Faktanya, imbuh Haedar, realisasi ZIS selalu tidak bisa sesuai dengan potensi yang ada. Misalnya ketika pemerintah meluncurkan program wakaf tunai, asumsinya bisa ratusan triliun. Tetapi, yang betul-betul bisa dihimpun masih sangat sedikit.
Menurut Haedar, kondisi ini menjadi faktor utama dengan lemahnya ekosistem ZIS. Bahwa jumlah kuantitas tidak sama dengan kualitas. Kemampuan ekonomi yang lemah akan mempengaruhi kemampuan politik umat. Di negara yang masyarakatnya berpenghasilan tinggi, negaranya menjadi negara maju.
Di sisi lain, Haedar menambahkan bahwa masih ada kemungkinan agar umat bersatu untuk bersama-sama memperkuat ekonomi.
Haedar juga berpesan agar pendekatan yang dilakukan oleh Lazismu kepada masing-masing kelompok dibedakan. Misalnya, untuk masyarakat menengah yang ingin melakukan aktualisasi diri, perlakuannya berbeda dengan masyarakat bawah yang masih berkutat pada basic need.
"Jangan sampai kita menjadi orang marjinal yang membenci orang-orang yang kaya dan berkuasa. Di masyarakat banyak yang tidak suka terhadap orang kaya atau berkuasa. Selalu berpikir bahwa mereka kaya karena ini dan itu. Ini cermin kegagalan kita," ujar Haedar.

HULU SUNGAI TENGAH - Banjir yang melanda Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan pada 15 Januari 2021 lalu masih menyisakan penderitaan bagi sebagian warga yang terdampak paling parah akibat banjir tersebut. Seperti yang terjadi di Desa Patikalain, Kecamatan Hantakan, Hulu Sungai Tengah. Di desa ini ada 7 KK dengan jumlah jiwa 32 orang yang rumahnya rusak berat dan hilang akibat banjir tersebut.
Menyikapi hal tersebut, MDMC Hulu Sungai Tengah bersama Lazismu mulai membangun hunian tetap untuk ke-7 KK tersebut. Yang menarik dari 32 jiwa yang dibantu tersebut, 21 orang di antaranya adalah non muslim pemeluk agama Hindu, Kaharingan (agama pagan warga di kawasan Pegunungan Meratus) dan Kristen.
Selain mereka ada 3 KK lagi yang akan menerima bantuan rehab, namun bersifat ringan. Di 3 KK itu ada 17 jiwa, yang terdiri dari 5 orang muslim dan 12 non muslim beragama Kaharingan serta Hindu.
Koordinator lapangan MDMC Hulu Sungai Tengah, Fuad mengatakan bahwa pembangunan hunian tetap yang mayoritas diperuntukkan bagi warga non muslim tersebut karena alasan kemanusiaan.
“Sedari awal kami membantu semua warga disini karena kami pilih sebagai desa dampingan, meskipun tidak sedikit warga non muslim. Mereka sudah cukup menderita karena bencana ini, sudah menjadi kewajiban bagi kami untuk membantu mereka tanpa memandang perbedaan agama,” ujarnya sebagaimana dilansir dari laman resmi PWM Jateng.
Fuad menambahkan, hunian tetap tersebut diharapkan akan selesai dikerjakan dalam waktu 7 hari ke depan.
“Kami dibantu 3 orang tenaga profesional ditambah relawan MDMC HST sendiri ada yang setiap hari ikut menggarap. Karena kerangka bangunan menggunakan baja ringan, diharapkan pekerjaan bisa cepat selesai asal cuaca juga mendukung,” imbuhnya.
Menurut keterangan Fuad, salah satu penerima bantuan hunian tetap ini adalah Pang Agan, (45) seorang penganut agama Kaharingan. Pang Agan kehilangan rumah yang baru ditempati sekitar empat bulan bersama 5 anggota keluarganya yang lain.
“Longsor yang datang tiba-tiba, membuat rumah Pang Agan tak tersisa. Padahal rumah tersebut baru ditempati belum genap 5 bulan dan dulu Pang Agan terpaksa berhutang untuk membangun rumah tersebut yang hingga kini belum lunas. Semoga bantuan hunian ini bisa meringankan beban berat Pang Agan,” imbuh Fuad.
Selain membangun hunian tetap untuk warga, MDMC HST juga akan melaksanakan kegiatan pendampingan psikososial bagi warga. Delapan belas orang relawan MDMC HST secara bergiliran ditugaskan untuk mendampingi warga dengan tinggal di Desa Patikalain. Mereka direncanakan tinggal selama satu bulan penuh dengan melaksanakan berbagai kegiatan psikososial di sana.
Sebelumnya, MDMC Lazismu Hulu Sungai Tengah telah membangun jembatan yang roboh dan memberikan bantuan-bantuan lain kepada korban banjir.

TANGERANG - Walikota Tangerang Arief R Wismansyah menerima bantuan mobil ambulans dari Alfamart bersama Lazismu di Kantor Walikota Tangerang, Minggu (28/2).
Serah terima tersebut dilakukan di Kantor Walikota Tangerang dan diserahkan oleh Regional Corporate Communication Manager Alfamart Muhammad Afran dan Manajer Ekonomi dan Kesehatan Lazismu PP Muhammadiyah Falhan Nian Akbar.
Arief mengucapkan terima kasih atas dukungan Alfamart dan Lazismu.
"Atas nama pemerintah dan masyarakat Kota Tangerang, saya mengucapkan terima kasih kepada Alfamart dan Lazismu. Mudah-mudahan bisa dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat Kota Tangerang," ujarnya.
Afran menyebut bahwa mobil ambulans tersebut dibeli dengan dana donasi kembalian konsumen Alfamart di seluruh Indonesia. Mobil ambulans ini adalah mobil ambulans kelima yang telah diserahkan oleh Alfamart ke berbagai pihak.
Ia berharap mobil ambulans tersebut dapat membantu kebutuhan masyarakat Kota Tangerang yang membutuhkan.
"Pemberian ambulans ini kami berikan di masa pandemi karena saat ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Baik untuk penjemputan pasien, pengantaran pasien, dan lain-lain," ujarnya kepada tim media Lazismu.
Falhan menyebut mobil ambulans tersebut akan digunakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang. Ia berharap mobil ambulans tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik oleh BPBD Kota Tangerang.
"Terima kasih kepada masyarakat Indonesia yang telah menyalurkan donasinya melalui Alfamart. Terima kasih juga telah mempercayai Lazismu dalam penyaluran donasi," ujar Falhan.
Sebagaimana diketahui, Alfamart telah bekerja sama dengan Lazismu dalam penyaluran donasi kembalian konsumen Alfamart selama bulan November & Desember 2020. Selama dua bulan tersebut, Alfamart berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp 3,21 miliar.
Donasi tersebut disalurkan oleh Lazismu dan Alfamart kepada para penerima manfaat melalui berbagai program utama yang dimiliki Lazismu di bidang ekonomi, pendidikan, dakwah, kesehatan dan sosial kemanusiaan.
Antara lain, pemberdayaan warung binaan UMKM, bakti guru, program save our school, sembako, wastafel portable di area publik, penyediaan makanan siap saji, alat sekolah, renovasi rumah ibadah, pengadaan kursi roda untuk penyandang disabilitas, termasuk pemberian mobil ambulans.
Reporter: Yusuf

