

TEGAL - Lazismu Jawa Tengah menyerahkan bantuan ke korban terdampak angin puting beliung di Kalinyamat Kulon, Mardagana, Kota Tegal, Kamis (11/3).
Bencana angin puting beliung melanda Kota Tegal, Jawa Tengah, Jumat (26/2).
Sedikitnya 125 rumah dilaporkan mengalami kerusakan di dua kelurahan di Kecamatan Margadana, dalam kejadian yang terjadi sekitar pukul 04.00 WIB.
Bantuan dari Lazismu Jawa Tengah tersebut langsung diserahkan oleh Direktur Lazismu Jawa Tengah Ikhwanushoffa, Manager Program Maya Rabiatul Adawiyah, dan Staf Program Ahmad Fauzi.
Angin puting beliung memporak-porandakan sekitar 90 rumah. 60 rumah di Kelurahan Kalinyamat Kulon dan 30 titik di Kelurahan Margadana.
Sebagian besar kerusakan berat terjadi pada atap rumah penduduk. Beruntung tidak ada korban dalam kejadian ini.
Ikhwanushoffa menyebut bahwa Lazismu Jawa Tengah hadir untuk meninjau lokasi sekaligus memberikan bantuan warga terkait dengan kerusakan atap rumah.
Ia berharap warga yang terkena musibah bisa langsung membenahi dan rumahnya bisa pulih.
Pada saat yang sama, Maya Rabiatul Adawiyah menyebut bahwa Lazismu Jawa Tengah sudah menyiapkan anggaran melalui penggalangan dana kemanusiaan Siaga Bencana yang selanjutnya menjadi hak warga masyarakat yang terkena musibah.
"Penggalangan dana kemanusiaan Lazismu Jawa Tengah diprioritaskan untuk seluruh warga Jawa Tengah yang terkena musibah. Dana hasil penghimpunan ini sepenuhnya menjadi hak warga untuk menerimanya. Kami hanya sebagai lembaga penghimpun," ujar Maya.
Penyerahan bantuan tersebut juga dihadiri oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Tegal, H. Alif Syarifuddin, M.Hum., Ketua Lazismu Kota Tegal Kisbianto, Direktur Lazismu Kota Tegal Muhammad Rosidin, Ketua RT, dan beberapa relawan yang bergabung dalam Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kota Tegal.
Sementara itu Wahidin Hasan, Manager Fundraising Lazismu Jawa Tengah menambahkan, Lazismu akan terus mengajak masyarakat Jawa Tengah hingga akhir Maret mendatang untuk terus menggalang dana kemanusiaan bersama melalui Lazismu. Sehingga apapun bencana yang menimpa warga masyarakat se-Jawa Tengah bisa direspon oleh Lazismu Jawa Tengah.
Reporter: Yusuf

JAKARTA - Perkumpulan Organisasi Pengelolaan Zakat (Poroz) melakukan silaturahmi ke BAZNAS RI. Silaturahmi tersebut bertujuan untuk mempererat hubungan dua lembaga zakat tersebut dan melakukan sinergi program kerja.
Silaturahmi yang dilakukan di Ruang Rapat Pleno Kantor Pusat BAZNAS tersebut dihadiri secara langsung oleh Ketua BAZNAS RI KH Noor Achmad, Zaenul Bahar Pimpinan Baznas, Komisioner BAZNAS Saidah Sakwan, Rizaludin kurniwan, KH Achmad Sudrajat, dan Jaja Jaelani Sekretaris BAZNAS RI.
Menurut keterangan Angga Nugraha, Sekretaris Umum Poroz, Poroz dan BAZNAS harus sering berkolaborasi dengan baik dalam menjalankan program-program sosial, ekonomi, pendidikan, dan kemanusiaan.
Pada saat yang sama, Ketua BAZNAS RI Noor Ahmad menyampaikan bahwa Poroz harus menjadi mitra solid lembaganya. Hal itu karena Poroz terbentuk dari tujuh lembaga amil zakat.
"Kita juga harus mengedukasi masyarakat tentang zakat karena potensi zakat di indonesia yang begitu besar," ungkap Noor Ahmad dikutip dari Republika.
Sementara itu, Saidah sebagai Komisioner Baznas juga menyampaikan bahwa saat ini adalah era berkolaborasi. Kolaborasi yang harus dilakukan yaitu, korporasi zakat, kolaborasi program dan bidang sumber daya manusia dimana baznas membutuhkan sdm yang memliki kuaifikasi dalam pengelolaan zakat.

BARITO KUALA - Muhammadiyah Kalimantan Selatan menyalurkan bantuan berupa "Family Kit" untuk warga terdampak banjir di beberapa desa di Kabupaten Barito Kuala pada Sabtu, (30/01).
Bantuan tersebut disalurkan oleh relawan Muhammadiyah yang terdiri dari berbagai unsur, seperti Pimpinan Wilayah Aisyiyah Kalimantan Selatan, Lazismu Kota Banjarmasin, Angkatan Muda Muhammadiyah Kota Banjarmasin, serta Pondok Pesantren Muhammadiyah Al Furqon Kota Banjarmasin.
Donasi Alfamart merupakan program donasi dari konsumen di seluruh gerai Alfamart melalui kembalian belanja dalam rangka partisipasi konsumen untuk membantu mereka yang membutuhkan.
Penyaluran donasi tersebut bekerjasama dengan lembaga-lembaga sosial, salah satunya adalah lembaga zakat, infak dan shodaqoh nasional yaitu Lazismu. Seluruh dana yang terkumpul dari penghimpunan donasi di gerai Alfamart akan digunakan untuk pelaksanaan program yang dilakukan di daerah-daerah yang terdapat gerai Alfamart, dan dikelola secara profesional serta bertanggungjawab oleh Lazismu.
Program-program yang menjadi fokus penyaluran donasi tersebut berbasis 5 pilar, yaitu pilar pendidikan, pilar kesehatan, pilar ekonomi, pilar dakwah, dan pilar sosial kemanusiaan. Pada pelaksanaan kali ini program yang dijalankan adalah program Indonesia siaga yang merupakan bagian dari pilar sosial kemanusiaan.
Adriani Yulizar selaku Wakil Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Selatan menyampaikan ucapan terima kasih kepada konsumen Alfamart dalam seremonial penyerahan paket bantuan secara simbolis sebelum didistribusikan kepada para penerima manfaat.
"Terima kasih kepada konsumen Alfamart atas kontribusinya berupa bantuan untuk korban banjir di Kalimantan Selatan," ucapnya.
Senada dengan itu Manajer Program, Fundraising dan Kerjasama Lazismu Wilayah Kalimantan Selatan, Abdullah Sani menjelaskan bahwa pendistribusian ini melibatkan banyak pihak.
"Di lapangan kami tidak bergerak sendiri melainkan dibantu oleh beberapa pihak seperti Pimpinan Wilayah Aisyiyah Kalimantan Selatan, Lazismu Kota Banjarmasin, Angkatan Muda Muhammadiyah Kota Banjarmasin, serta Pondok Pesantren Muhammadiyah Al Furqon Kota Banjarmasin," jelasnya.
Sani juga menambahkan bahwa lokasi penerima manfaat tersebar di beberapa desa di Kabupaten Barito Kuala. Di antaranya Karang Indah, Tatah Belayung, dan Pinang Raya. Untuk menuju ke lokasi cukup jauh dari titik keberangkatan di Kota Banjarmasin yakni menempuh waktu 2 jam dengan melewati beberapa titik banjir.
Sementara itu Paimin, warga Desa Karang Indah sekaligus Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Karang Indah, Kabupaten Barito Kuala menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Lazismu dan Alfamart.
"Terima kasih bantuan yang diberikan oleh Lazismu dan Alfamart untuk warga yang terdampak di Karang Indah. Bantuan ini tentunya sangat bermanfaat," pungkasnya.
Bencana banjir yang melanda 10 dari 13 kabupaten/kota di Kalimantan Selatan ini telah terjadi mulai pertengahan Januari lalu dengan korban terdampak yang tidak sedikit. Muhammadiyah terus membantu warga terdampak, baik pada masa tanggap darurat maupun saat pemulihan.
Reporter: MDN/Yusuf

JAKARTA TIMUR - Lazismu Jakarta Timur menggelar pengobatan gratis untuk korban banjir di sekitar Jakarta Timur, Minggu (7/3).
Pengobatan gratis tersebut dilaksanakan di Kampung Tanjung Lengkong, Kelurahan Bidaracina, Jatinegara, Jakarta Timur.
Menurut keterangan Bagian Program Lazismu Jakarta Timur Fitrianingsih, pengobatan gratis tersebut bekerja sama dengan Rumah Sakit Islam Jakarta (RSIJ) Cempaka Putih.
Ia menjelaskan bahwa biaya obat dan pemeriksaan digratiskan oleh RSIJ Cempaka Putih. Selain mendapatkan pengobatan secara gratis, masyarakat juga mendapatkan makanan sehat dari Lazismu Jakarta Timur berupa bubur dan kue.
"Kita kasih bubur kacang ijo dan kue-kue. Yang lain sudah di back up sama RSIJ," ujarnya ketika dihubungi lazismu.org.
Kegiatan tersebut diikuti oleh 110 jiwa denyan mayoritas lansia. Pengobatan gratis dilakukan karena lokasi tersebut adalah lokasi yang terdampak banjir. Sehingga perlu ada pencegahan penyakit pasca banjir.
Fitrianingsih menyebut bahwa rumah-rumah di Tanjung Lengkong terendam banjir sehingga ditemukan banyak penyakit akibat banjir seperti gatal dan hipertensi.
Sebelumnya, Lazismu Jakarta Timur juga menggelar pengobatan gratis bersama dengan RSIJ Cempaka Putih di Jatinegara pada tahun 2019.
"Kemarin tahun 2020 kita mau adakan tapi angka covid-19 sedang tinggi sehingga kita tiadakan. Alhamdulillah tahun ini bisa terealisasi," imbuhnya.
Ia berharap Lazismu Jakarta Timur dapat melaksanakan pengobatan gratis setiap tiga tahun sekali di berbagai tempat di Jakarta Timur. Hal ini penting mengingat masih banyak masyarakat di Jakarta yang belum mampu untuk berobat ke rumah sakit karena faktor ekonomi.
Selain itu, di masa pandemi, banyak masyarakat yang takut pergi ke rumah sakit. Sehingga, pengobatan gratis menjadi salah satu alternatif yang penting bagi masyarakat.
"Kita adakan ini untuk mempermudah warga untuk melakukan cek kesehatan. Mudah-mudahan bisa rutin per tiga bulan. Ini program kami di pilar kesehatan," papar Fitri.
Ia bersyukur kegiatan pengobatan gratis disambut baik oleh masyarakat dan warga sekitar.
Reporter: Yusuf

BEKASI - Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono mengucapkan terima kasih kepada Lazismu Kota Bekasi yang telah menjadi lembaga amil zakat yang dipercaya oleh masyarakat.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada Lazismu yang telah menjadi fasilitator bagi para dermawan, menjadi perantara rahmat Allat SWT dalam memberikan bantuan kepada pihak-pihak yang membutuhkan," ujarnya sebagaimana keterangan yang diterima oleh lazismu.org.
Ucapan terima kasih tersebut ia berikan setelah Lazismu Kota Bekasi menyalurkan bantuan kepada korban banjir di Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi dengan total Rp 150 juta. Bantuan tersebut disalurkan dalam bentuk RendangMu, nasi bungkus, dan sembako seperti beras, mie instan, gula, minyak, dan bahan pokok lainnya.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada para dermawan yang mempercayakan bantuan dan donasinya melalui Lazismu Kota Bekasi.
Pria kelahiran Jakarta 3 Januari 1970 tersebut mengajak muzakki lain yang belum mendonasikan zakat, infaq, dan sedekahnya melalui Lazismu untuk turut serta memberikan uluran tangannya kepada orang-orang yang membutuhkan melalui Lazismu Kota Bekasi.
"Saya mengajak para dermawan lain untuk turut serta memberikan bantuan melalui Lazismu Kota Bekasi. Sukses!" ujarnya.
Selama ini, Lazismu Kota Bekasi selalu turut aktif dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Misalnya memberikan bantuan untuk korban banjir Garut tahun 2020, pemberian bantuan permodalan kepada UMKM, memberikan paket sembako ke masyarakat terdampak pandemi, dan lain-lain.
Sementara itu Wati Setianingsih Ketua Lazismu Kota Bekasi menyebut bahwa Lazismu Kota Bekasi akan terus bergerak memberikan bantuan, termasuk salah satunya adalah memberikan bantuan kepada korban banjir.
"Kami akan terus bergerak dengan berbagai program," ujarnya ketika dihubungi lazismu.org.
Reporter: Yusuf

ACEH TENGGARA - Lazismu Aceh Tenggara menyalurkan Beasiswa Mentari untuk dua siswa Sekolah Dasar Muhammadiyah Aceh Tenggara, Selasa (2/3).
Acara yang berlangsung di halaman sekolah SD Muhammadiyah Kutacane Aceh Tenggara tersebut dihadiri langsung oleh Rosdiana S.Pd, Kepala Sekolah Sekolah Dasar Muhammadiyah Kutecane.
Bagindo Rinaldi, Wakil Ketua Lazismu Aceh Tenggara didampingi Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Kutacane Aceh Tenggara menyerahkan secara langsung beasiswa mentari untuk 2 siswa yakni Ananda Bahri (siswa kelas V) dan Ananda Nur Asmida (siswi Kelas V).
Bantuan yang diberikan berupa pelunasan Biaya Infaq/SPP selama 6 bulan (satu semester).
Rosdiana S.Pd menyampaikan terima kasih kepada Lazismu Aceh Tenggara atas diberikannya beasiswa mentari kepada 2 anak didiknya.
Ia menyebut kedua siswa tersebut terpilih untuk mendapatkan beasiswa bukan hanya karena tidak mampu, melainkan juga karena memiliki prestasi.
“Kedua siswa tersebut terpilih sebagai penerima beasiswa selain karena dari keluarga kurang mampu juga karena dinilai oleh pihak sekolah mereka berprestasi dalam bidang akhlaq, perilaku, karakter, dan sikap selama berada di lingkungan sekolah," ujarnya.
Hal ini sejalan dengan SD Muhammadiyah Kutacane yang mempunyai misi untuk membentuk siswa-siswi berakhlaq mulia, selain siswa-siswi yang berprestas.
Beasiswa ini diharapkan dapat menjadi contoh dan motivasi bagi siswa-siswi yang lain agar dapat berperilaku lebih baik lagi dengan sesama murid maupun dengan guru dan orang tua.
Pada saat yang sama, Bagindo Rinaldi menjelaskan bahwa program Beasiswa Mentari ini adalah program beasiswa untuk anak yatim, dhuafa dan berprestasi sehingga mereka dapat mengikuti program yang dicanangkan oleh pemerintah, yaitu wajib belajar 12 tahun secara tuntas.
“Program beasiswa mentari diperuntukkan bagi siswa-siswiyang sedang menjalankan pendidikan tingkat SD, SMP dan SMA," ujarnya.
Ia berharap, disamping dapat membantu biaya pendidikan dan memacu prestasi siswa, beasiswa tersebut juga memberikan perubahan karakter dan akhlak penerima manfaat menjadi lebih baik lagi.
Reporter: Yusuf

