

KABUPATEN KUDUS -- Kader-kader TBC (Tuberkulosis) mendapatkan perhatian khusus dari Lazismu Kabupaten Kudus. Bersama SSR Mentari Sehat Indonesia, Lazismu Kabupaten Kudus menyalurkan bingkisan Kado Ramadhan kepada seluruh kader TBC yang berperan aktif dalam penanggulangan penyakit ini. Penyaluran Kado Ramadhan ini bertempat di kantor MSI Kabupaten Kudus pada Selasa (02/04).
Mewakili Divisi Program Lazismu Kabupaten Kudus, Abdul Latif Muttadin menjelaskan, Kado Ramadhan yang merupakan program khusus Ramadhan ini merupakan inisiatif pihaknya untuk menyalurkan kepada para dai, ustadz, guru, dan dhuafa. Pada kesempatan ini kerja sama dilakukan dengan Mentari Sehat Indonesia Kabupaten Kudus dalam proses distribusi. Bantuan ini berupa sembako atau bentuk lain yang sesuai dengan kebutuhan mereka agar dapat merasakan kegembiraan dalam bulan Ramadhan yang penuh berkah.
Abdul Latif Muttadin juga mengajak kepada seluruh warga Kabupaten Kudus, khususnya warga Muhammadiyah dan simpatisan Muhammadiyah untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui Lazismu Kabupaten Kudus. "Lazismu berkomitmen untuk menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah secara tepat sasaran kepada mereka yang membutuhkan," tegasnya.
Sementara itu, Staf Program SSR MSI Kudus, Abdul Ghofur menyampaikan bahwa kegiatan yang sama juga terlaksana pada tahun sebelumnya. Selain itu, Lazismu Kabupaten Kudus juga sering menjalin sinergi dengan MSI Kudus untuk memberikan bantuan paket PMT (Pemberian Makanan Tambahan) kepada pasien TB SO ataupun RO.
"Ini merupakan Kado Ramadhan kali kedua setelah ditahun sebelumnya Lazismu Kudus memberikan bantuan kepada kader TBC. Apresiasi tersebut tentu menjadi semangat tersendiri bagi para kader untuk bisa terus membantu dalam proses eliminasi TBC Kudus," terang Abdul Ghofur.
Terakhir, Abdul Ghofur mengucapkan terima kasih atas kerja sama yang telah dijalin selama ini dan berharap agar dapat berlangsung terus ke depannya. "Kami berdoa agar Lazismu senantiasa dipercaya masyarakat Kudus untuk menghimpun dana umat," pungkasnya.
Puluhan penerima manfaat mendapatkan Kado Ramadhan dari Lazismu Kabupaten Kudus. Mereka adalah kader TBC yang selama ini berperan aktif dalam proses pelacakan, penemuan, dan pendampingan pasien TBC di daerah tersebut.
[Komunikasi dan Digitalisasi Lazismu PP Muhammadiyah]

KOTA SURAKARTA -- Zakat Fitri merupakan kewajiban umat muslim pada bulan Ramadhan. Sebagai salah satu perintah agama, kewajiban ini sejatinya harus ditanamkan sejak usia dini. Tujuannya adalah agar anak-anak dapat menjalankan perintah Allah dan memiliki kepekaan sosial kepada kaum fakir dan miskin.
Sekolah Dasar Muhammadiyah 1 Solo turut menanamkan nilai-nilai kebaikan dalam kewajiban menunaikan zakat fitri ini kepada para siswanya. Ajaran ini ditanamkan sejak dini dengan kuat dalam iman dan takwa untuk menunaikan zakat fitri pada bulan suci Ramadhan 1445 H. Para siswa pun kemudian menunaikannya melalui sekolah yang menggandeng Lazismu dalam pelaksanaan kegiatan ini.
"Penyaluran zakat fitri melalui Lazismu Solo. Sebanyak 613 bungkus kali 3 kilogram beras atau 1839 kg berasal dari siswa baik kelas 1 ABCD hingga VI ABCD," tutur Kepala Sekolah Penggerak, Sri Sayekti pada Rabu (03/04).
Sekolah yang berada di Jalan Kartini nomor 1, tepatnya di sebelah barat Pura Mangkunegaran ini berupaya untuk memfasilitasi para siswa dan berkolaborasi dalam rangka mendorong sinergi antara Amal Usaha Muhamamdiyah (AUM) dengan Lazismu. Sri Sayekti pun mengajak untuk menunaikan Zakat Fitri melalui Lazismu sebagai lembaga yang telah mendapatkan izin dari pemerintah.
"Mari kita menyalurkan Zakat Fitri maupun Zakat Maal melalui lembaga yang telah mendapatkan izin dari pemerintah dan Lazismu sudah memperoleh hal tersebut," ajak Sri Sayekti.
Sayekti juga berharap agar penggalangan dana melalui Lazismu bisa mendapatkan hasil maksimal. Dengan demikian, kebutuhan untuk menjalankan program-program persyarikatan terutama pembangunan fisik maupun non fisik dapat teratasi. "Terima kasih juga semua warga sekolah dan beberapa pihak terutama wali kelas, guru karyawan yang ikut membantu pengumpulan beras. InsyaAllah kita akan selamat dunia dan akhirat apabila berilmu dan beramal," pungkasnya.
[Komunikasi dan Digitalisasi Lazismu PP Muhammadiyah]

KOTA MEDAN -- Memanfaatkan bulan suci Ramadhan, Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah Kota Medan menggelar program "Nasyiah Berbagi". Program ini digelar dengan menggandeng Lazismu Kota Medan dalam rangka memperkuat kesalehan sosial pada bulan suci. Tema yang diangkat adalah "Nasyiah Bersatu dalam Memotivasi dan Menebar Benih Kebaikan di Bulan Ramadhan 1445 H".
Selain dihadiri oleh Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah Kota Medan, kegiatan yang berlangsung pada Jumat (29/03) ini dihadiri oleh unsur Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Medan dan Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Medan. Acara ini bertempat di pelataran Gedung Dakwah Muhammadiyah Kota Medan.
Ketua Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah Kota Medan, Mariana Sitorus menjelaskan bahwa program ini menjadi kegiatan perdana yang dilakukan oleh Nasyiatul Aisyiyah Kota Medan periode 2024-2026. Ia menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak khususnya Lazismu Kota Medan yang telah turut serta berkolaborasi. "Kami berharap dapat melaksanakan kegiatan sosial seperti ini lebih baik dengan cakupan yang lebih luas guna penguatan kesalehan sosial," jelasnya.
Pada kegiatan ini, Nasyiatul Aisyiyah Kota Medan mendistribusikan 97 paket sembako kepada berbagai pihak seperti marbot masjid yang berada di 10 cabang Muhammadiyah, kaum dhuafa, pelajar MAM 1, TK ABA-19 Medan, dan warga di sekitar kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah Medan. 97 paket sembako tersebut berisi beras 5 kg, minyak goreng 1 liter, mie instan, sirup kurnia dan teh celup.
Sementara itu, Ketua Badan Pengurus Lazismu Kota Medan Muhammad Arifin Lubis menerangkan berbagai program yang digelar oleh Lazismu selama bulan Ramadhan. Ada enam program yang diusung Lazismu seperti Tebar Takjil, Back to Masjid, Pesantren Mualaf, Pesantren Lansia, Kado Ramadhan, dan MudikMu Aman. Salah satu diantaranya adalah Kado Ramadan seperti kegiatan yang bekerja sama dengan Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah Kota Medan ini. Lazismu Kota Medan pun siap mendukung program-program kegiatan majelis, lembaga, dan ortom persyarikatan seperti yang diamanahkan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Medan.
[Komunikasi dan Digitalisasi Lazismu PP Muhammadiyah]

KOTA BANDA ACEH -- Ramadhan 1445 H di Aceh diwarnai dengan berbagai kegiatan sosial. Salah satunya adalah yang dilakukan oleh Lembaga Amil Zakat milik Muhammadiyah, Lazismu. Ratusan warga berstatus fakir miskin menerima bantuan berupa Kado Ramadhan dari Lazismu Wilayah Aceh. Kado Ramadhan merupakan salah satu program unggulan yang dilaksanakan pada bulan suci secara nasional oleh Lazismu.
Kado Ramadhan yang disalurkan kali ini berjumlah 200 paket. Tujuannya adalah dalam rangka upaya meringankan dan membantu menyemangati para penerima manfaat dalam menjalankan ibadah selama bulan Ramadhan. Penyalurannya berlangsung pada Senin (01/04).
Ketua Badan Pengurus Lazismu Wilayah Aceh, Firdaus Nyak Idin mengatakan bahwa pihaknya memberikan apresiasi kepada seluruh donatur dan muzakki yang telah memberikan mewujudkan bantuan berupa Kado Ramadhan bagi mereka yang membutuhkan, apalagi suasana bulan suci ini. "Kita harapkan ke depannya untuk dapat didistribusikan ke daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal)," harapnya.
Sementara itu, Ketua Aisyiyah Aceh, Ashraf menyampaikan terima kasih atas bantuan yang berasal dari Lazismu ini. "Kami Pimpinan Wilayah Aisyiyah Aceh mengucapkan terima kasih untuk bantuan sembako dari Lazismu Aceh sebanyak 30 paket dan sudah disalurkan kepada ibu-ibu janda yang berdomisili di Cabang Aisyiyah Kota Banda Aceh dan Aceh Besar. Mereka merupakan jamaah pengajian ranting ibu-ibu Aisyiyah," ujarnya.
Kegiatan ini telah menjadi bagian dari komitmen Lazismu Wilayah Aceh dalam berbagi kepedulian dan kebahagiaan pada bulan Ramadhan. Paket Kado Ramadhan ini berupa beras 5 kg, telur, sirup, dan teh. Sejumlah ortom pun turut serta membantu mendistribusikan Kado Ramadhan, mulai dari Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah, IMM, IPM, dan Nasyiatul Aisyiyah.
[Komunikasi dan Digitalisasi Lazismu PP Muhammadiyah]

KABUPATEN BANTUL -- Komitmen dalam pengentasan permasalahan masyarakat yang terlilit hutang riba terus ditunjukkan oleh Kantor Layanan (KL) Lazismu Baitul Maal Wa Tamwil (BMT) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Hal ini terlihat dalam kegiatan rutin tahunan yang dilakukan oleh BMT UMY yaitu membantu masyarakat yang terjerat hutang riba dalam program Pembebasan Hutang Riba (PHR). Dalam acara Penyerahan Kartu Lunas PHR untuk Guru Batch 2, Rizal Yahya mewakili KL Lazismu BMT UMY menjelaskan bahwa program tersebut merupakan komitmen yang berfokus menjauhkan masyarakat dari bahaya riba.
"Program rutin KL Lazismu BMT UMY (PHR) hari ini merupakan batch kedua yang penerimanya merupakan para guru dan ustadz. PHR sudah rutin dijalankan sejak tahun 2016 dan hari ini merupakan PHR yang ke delapan. Sebelumnya kami juga mengundang para pemilik Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sebagai penerima PHR," tutur Rizal pada penyerahan yang berlangsung Selasa (02/04) di Ruang Amphitheater Pascasarjana Kampus Terpadu UMY.
Pada kesempatan ini KL Lazismu BMT UMY menggolontarkan dana sebesar Rp. 227.323.877,- yang terdiri dari dana hibah sebesar Rp. 49.927.710,- yang diberikan kepada 19 penerima PHR dari 64 pendaftar yang sudah melewati seleksi terhadap komitmen dan nominal htang yang harus dilunasi. Sementara sisanya merupakan dana Qord yang merupakan dana pinjaman yang jumlahnya akan dikembalikan sesuai dana yang dipinjamkan kepada penerima manfaat.
Wakil Sekretaris Badan Pengurus Lazismu Wilayah DI Yogyakarta, Alfis Khoirul Khisoli memberikan apresiasi dan rasa syukur kepada KL Lazismu BMT UMY yang telah menjadi inisiasi pengentasan terhadap hutang riba. KL Lazismu BMT UMY juga tetap istiqomah dalam menjalankan program dakwah sosial ini dan membawa program ini menjadi percontohan Lazismu di tingkat nasional.
"Kami pihak Lazismu DI Yogyakarta mengapresiasi atas berjalannya program PHR ini karena KL Lazismu BMT UMY yang mencanangkan dan mencetuskan program hutang riba. Program ini juga akan kami bawa menjadi program percontohan nasional terkait yang Lazismu DIY lakukan dalam fokusnya di bidang pengentasan hutang riba," jelas Alfis.
Lazismu Wilayah DI Yogyakarta juga memberikan penghargaan kepada KL Lazismu BMT UMY terhadap terlaksananya Penyerahan Kartu Lunas dalam PHR sebagai program dakwah sosial terbaik. Sebab bahaya riba bukan hanya berdampak pada kehidupan sosial, tetapi juga memberikan pengaruh terhadap eksistensi kehidupan, agama, budaya, bahkan psikologi.
Salah satu penerima PHR, Solichah yang berprofesi guru di SD Dadapan Turi berterima kasih kepada KL Lazismu BMT UMY dan berharap program ini akan semakin besar agar dapat membantu lebih banyak lagi penerima PHR ke depannya. "Terima kasih, alhamdulillah Lazismu BMT UMY yang telah membantu melunasi hutang-hutang kami semua. Semoga ke depannya program ini bisa berlanjut semakin besar dan menjadi lebih banyak lagi yang terbantu dengan adanya program ini," harapnya.
Program PHR yang sudah berjalan selama delapan tahun ini menyasar masyarakat umum dan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang telah dilakukan pada tahun pertama hingga keenam. Kemudian pada tahun ketujuh dan delapan saat ini menyasar guru-guru di DI Yogyakarta yang memiliki hutang riba.
[Komunikasi dan Digitalisasi Lazismu PP Muhammadiyah]

KABUPATEN SUKOHARJO -- Bekerja sama dengan Lazismu Kabupaten Sukoharjo, Pimpinan Ranting Aisyiyah Pondok, Grogol melaksanakan pengajian rutin Ramadhan. Tema yang diusung dalam pengajian ini adalah "Merajut Ukhuwah Islamiyah di Bulan Ramadhan". Acara ini dirangkai dengan pembagian santuan dan sembako di Masjid Al-Amin Pondok.
Aisyiyah Pondok Grogol memiliki agenda rutin pengajian yang dilaksanakan setiap Ahad pagi. Kali ini, pengajian berlangsung di Masjid Al-Amin, Pondok, Kecamatan Grogol pada Ahad (31/03). Bantuan yang dibagikan sejumlah 180 paket dan dihadiri oleh para pimpinan dan anggota serta mengundang komunitas pengajian ibu-ibu.
Dalam laporannya, Ziyadah selaku Pimpinan Ranting Aisyiyah Pondok menyampaikan rasa syukur dan apresiasi karena antusias para peserta pengajian yang ditandai dengan peningkatan jumlah jamaahnya. "Alhamdulillah para jamaah pengajian antusias, sekaligus selalu meningkat jamaahnya, demikian menandakan kepedulian ibu-ibu akan pentingnya pengajian," ungkapnya.
Sementara itu, Pimpinan Ranting Muhammadiyah Pondok sekaligus mewakili Pemerintah Desa Pondok, Timbul Juntaiman menjelaskan bahwa masyarakat merasakan manfaat kehadiran Pimpinan Ranting Aisyiyah Pondok. "Semoga bisa lebih meningkat, kami dari Pemerintah Desa Pondok mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh jajaran Pimpinan Aisyiyah Desa Pondok yang berkenan memberikan kontribusinya berupa membagikan bingkisan kepada masyarakat desa pondok," ujarnya.
Pengajian disampaikan oleh Ustadz Shodiq dari LazisMu Kabupaten Sukoharjo. Ia mengingatkan kepada jamaah bahwa kehidupan itu seperti roda dan berpasang-pasangan. Terkadang berkecukupan, terkadang berkekurangan. Oleh karena itu ketika berkecukupan atau lebih, kita bisa menyantuni sebagai semangat dan spirit Al-Maun yang dicontohkan oleh sosok K.H. Ahmad Dahlan.
"Pengamalan Al-Quran dan Spirit Al-Maun yang dibawa Pendiri Muhammadiyah Kiai Ahmad Dahlan adalah semangat untuk peduli terhadap sesama manusia. Begitulah kehidupan seperti roda, kadang di atas dan kadang di bawah. Maka ketika di atas menyantuni yang di bawah," terang Shodiq.
Sebelum menutup pengajian, Shodiq juga mengingatkan kembali kepada jamaah untuk menjaga komunikasi sebagai pondasi untuk merawat ukhuwah. Pengajian diakhiri dengan penyerahan bantuan berupa santunan yang dibagi menjadi beberapa kategori, mulai dari yatim piatu, ibu-ibu 'single parent', komunitas pengajian ibu-ibu, ibu-ibu yang berprofesi sebagai guru, dan warga Desa Pondok yang terpilih.
[Komunikasi dan Digitalisasi Lazismu PP Muhammadiyah]

