Tentang LAZISMU

#MemberiUntukNegeri
LAZISMU adalah lembaga zakat tingkat nasional yang berkhidmat dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendayagunaan secara produktif dana zakat, infaq dan dana kedermawanan lainnya baik dari perseorangan, lembaga, perusahaan dan instansi lainnya.

LAZISMU yang didirikan pada tahun 2002 dan dikukuhkan legalitasnya hingga SK Menteri Agama No. 90 Tahun 2022, mengelola dana zakat dan infaq melalui manajemen modern yang amanah dan transparan. Keunggulan jaringannya yang tersebar luas di seluruh Indonesia menjadikan LAZISMU solusi nyata (problem solver) dalam memberdayakan masyarakat dan mengentaskan kemiskinan.
Selengkapnya

Pilar Program Lazismu

Mari kita dukung program-program yang dilaksanakan oleh Lazismu
Klik logo untuk melihat detail pilar
Selengkapnya

Info Terkini Lazismu

Berita terkini kegiatan Lazismu

Pelepasan Peserta Program Philanthropy Academy, Kalung Samir Tandai Spirit Berkarya Gerakan Pemberdayaan Lazismu

JAKARTA -- Pada hari Jum’at, 22 Mei 2026, menjadi hari yang sarat pengalaman dan pembelajaran yang bermakna. Pasalnya, sebanyak 11 orang peserta Philanthropy Academy Lazismu Pusat, dinyatakan telah menyelesaikan program magang selama satu tahun sebagai praktik baik program pemberdayaan.

Direktur Program Pendistribusian dan Pendayagunaan Lazismu Pusat, Ardi Lutfi Kautsar, mengatakan, program pemberdayaan ini dirancang pada akhir 2024 menuju 2025, sebagai  inovasi program pendistribusian dan pendayagunaan dan menjadi solusi dalam masalah yang terjadi di lapangan.

“Dalam kesempatan kerja yang tersedia, selalu ada syarat melamar pekerjaan ditandai dengan pengelaman kerja minimal 1 tahun. Persyaratan inilah yang menjadi dasar pemberdayaan peserta Philanthropy Academy Lazismu Pusat yang dilaksanakan selama satu tahun”, ujarnya.

Jadi seluruh peserta mengikuti program ini,sambung Ardi, dari awal tahapannya, pertama pelatihan dan pengenalan Lazismu secara kelembagaan, bagaimana proses bisnisnya. Kemudian dilaksanakan pelatihan kerja lapangan di Lazismu Pusat.

Ardi menceritakan, ketika program ini dibuka sebanyak 50 orang mendaftar. Kemudian di seleksi menjadi 16 orang. Lalu dalam perjalanannya, berkurang menjadi 13 orang. Pada akhirnya yang tersisa menjadi 11 orang. “Ada banyak alasan yang akhirnya gugur di tengah jalan, salah satunya mereka telah keterima kerja di instansi lain”, jelasnya.

Sejauh ini para peserta sudah melewati dua fase Latihan dan praktik kerja lapangan selama 1 tahun. Satu fase belum terlaksana yaitu mendesain program bersama. Pada hari ini, 11 orang yang bertahan dilepas secara resmi sebagai bentuk rasa syukur bahwa program pemberdayaan menjadi begitu penting.   

“Ini bukan pelepasan sepenuhnya, tapi awal Kawan-kawan Philanthropy Academy untuk bisa berkarya misal di Lazismu atau lembaga lainnnya. Bekal inilah yang perlu Kawan-kawan bawa dan jaga dalam berkarya selanjutnya”, pungkasnya.  

Dalam sambutannya, Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Ahmad Imam Mujadid Rais, mengatakan, bahwa praktik baik ini bukan yang terkahir. Semua yang yang terseleksi pada dasarnya juga bagian dari seleksi ranah kehidupan praktis sehari hari.

“Dulu waktu pelatihan kita belum memikirkan istilah akademi. Kalau kita telusuri di zaman Yunani kuno, kata akademi ini berangkat dari makna sekolah yang artinya waktu luang untuk mendapat wawasan dan berbagi pengalaman hidup yang bermakna”, paparnya.

Philanthropy Academy ini merupakan yang pertama, sebagai Batch 1. Bisa jadi setelah pelepasan ada pertemuan kembali dalam berkarya. Apa yang Lazismu berikan selama 1 tahun ini hanya berupa bekal. Yang terpenting, kata Mujadid Rais, kekuatan ilmu yang dibarengi kesiapan jasmaniah dan khazanah keilmuan lain.

“Latar bekakang program pemberdayaan ini, bersumber dari banyak kajin studi, dan semuanya bermuara pada ketauhidan. Belajar dari kisah Muaz bin Jabal ketika diutus Nabi ke suatu daerah untuk menegakan tauhid. Pesan yang disampaikan pertama kali adalah Nabi Muhammad SAW, adalah utusan Allah”, tandasnya.

Buat peserta Philanthropy Academy, lanjutnya, ada Pelajaran berharga, pertama di sini untuk mengarungi kehidupan ke depannya membutuhkan kesiapan tauhid sebagaimana perintah zakat untuk memanifestasikan ketakwaan dengan menyucikan harta dan jiwa. Kedua, jika sudah menyebar ke berbagai tempat untuk tetap mengingat Lazismu dan tetap berbuat kebajikan.

Salah seorang peserta Philanthropy Academy, Tadjul Arifin, mewakili peserta lainnya, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Lazismu Pusat atas kesempatan yang diberikan ini. “Ada banyak pembelajaran yang bermakna bahwa dalam bekerja membutuhkan perencanaan dan kerja sama tim yang saling melengkapi untuk kesuksesan suatu program”, tuturnya.

Satu tahun ini, kami manfaatkan sebaik mungkin dengan segenap penugasan dan tanggung jawab, jujur dikatakan bahwa ini merupakan kesempatan yang berharga bagi kami. Sekali lagi kami ucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan Lazismu selama satu tahun ini.

Menandai proses pelepasan peserta Philanthropy Academy di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, secara resmi masing-masing penerima manfaat program pemberdayaan ini, secara simbolik diberikan Samir oleh jajaran pimpinan Lazismu Pusat sebagai tanda kelulusan program pemberdayaan tersebut.  

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

SELENGKAPNYA
23 Mei 2026

Lazismu Cilacap Gelar Pelatihan Juru Sembelih Halal untuk Napiter Nusakambangan

CILACAP — Pemberdayaan terhadap narapidana terorisme (napiter) penting diberikan sebagai upaya konkret memutus rantai radikalisme. Langkah ini dilakukan untuk mencegah mereka kembali ke jaringan teror agar tumbuh kemandirian dan percaya diri bahwa stigma sosial kerap membuat sulit mereka kembali ke masyarakat.

Lazismu Cilacap bersama Indensos Densus 88 AT dan DPD Juru Sembelih Halal (JULEHA) Cilacap menggelar Pelatihan Juru Sembelih Halal bagi narapidana terorisme (napiter) di Lapas Besi Nusakambangan, Kamis (21/5/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari program deradikalisasi sekaligus pembekalan keterampilan bagi warga binaan agar memiliki bekal yang bermanfaat setelah kembali ke masyarakat. Pelatihan berlangsung di lingkungan Lapas Besi Nusakambangan, yang diikuti oleh 28 peserta yang berasal dari Lapas Besi, Lapas Gladakan, dan Lapas Ngaseman.

Hadir dalam kegiatan itu Iwan Zuli dan Kossa dari Indensos Densus 88 AT, Kepala Lapas Besi Muda Husni, Manajer Lazismu Cilacap Budi Santoso, serta Rofiqul Mustaqim bersama tim DPD JULEHA Cilacap.

Dalam pelaksanaannya, ungkap Manajer Lazismu Cilacap, Budi Santoso, peserta mendapatkan materi terkait tata cara penyembelihan halal sesuai syariat Islam, teknik penyembelihan yang benar, hingga praktik langsung di lapangan.

Program tersebut diharapkan mampu memberikan keterampilan produktif sekaligus membangun semangat perubahan positif bagi para warga binaan. “Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Muhammadiyah dalam mendukung program pemerintah, khususnya dalam pembinaan warga binaan melalui pendekatan keterampilan dan pemberdayaan”, ujarnya.

“Persyarikatan Muhammadiyah melalui Lazismu berkomitmen mendukung program pemerintah dalam upaya memberikan pembekalan kepada warga binaan, termasuk melalui pelatihan juru sembelih halal ini,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Besi Nusakambangan, Muda Husni, menyambut baik sinergi berbagai pihak dalam mendukung proses pembinaan napiter. “Pelatihan semacam ini dapat menjadi bekal keterampilan yang bermanfaat dan membuka peluang usaha ketika para warga binaan telah menyelesaikan masa pidana”, jelasnya.

Melalui kolaborasi tersebut, Lazismu Cilacap berharap program pembinaan berbasis keterampilan dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya menciptakan proses reintegrasi sosial yang lebih baik bagi warga binaan.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Cilacap]

SELENGKAPNYA
22 Mei 2026

Sinergi Program Kemaslahatan BPKH - Lazismu, Hadirkan Nilai Manfaat DAU Wujudkan Ruang Kelas Baru

INDRAMAYU – Program Kemaslahatan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), kembali memberikan nilai manfaat untuk bidang pendidikan kepada masyarakat di Haurgeulis, Kabupaten Indramayu. Kolaborasi bersama Lazismu di program ini, berhasil mewujudkan ruang kelas baru untuk peningkatan kualitas kegiatan belajar mengajar.

Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Haurgeulis, sebagai penerima manfaat mendapatkan bantuan program kemaslahatan tersebut. Secara resmi, kegiatan ditandai dengan prosesi penandatanganan serah terima dan pengguntingan pita, oleh BPKH dan Lazismu kepada Kepala Sekolah MI Muhammadiyah Haurgeulis, yang disaksikan jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah Indramayu dan instansi pemerintah setempat, pada Rabu, (13/5/2026).

Kepala MI Muhammadiyah Haurgeulis, Finda Fitria Trisno menyampaikan terima kasih kepada BPKH dan Lazismu, atas bantuan pembangunan ruang kelas baru. “Bantuan ini, harapan baru dalam peningkatan kualitas pembelajaran sehingga peserta didik merasa nyaman”, katanya.

Apresiasi juga disampaikan Ketua PDM Indramayu, Djunaidi Karso, bahwa atas sinergi program itu, program kemaslahatan BPKH bisa berkontribusi dalam mendukung pengembangan Amal Usaha Muhammadiyah di bidang pendidikan. “Pembangunan sarana pendidikan merupakan investasi besar dalam mencetak generasi Islam yang unggul dan berkemajuan”, ujarnya.

Pada kesempatan itu, Wakil Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Muarawati Nur Malinda, mengungkapkan nilai penting kolaborasi dalam membangun pendidikan. Ia menjelaskan, kemitraan strategis ini merupakan bagian dari upaya menguatkan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya di Indramayu.

Nilai manfaat itu kembali ditegaskan Deputi BPKH RI, Miftahudin, adanya program kemaslahatan BPKH untuk memberikan manfaat seluas-luasnya kepada umat. Sektor pendidikan sebagai prioritasnya yang juga akan berdampak di bidang sosial keagamaan. Ia berharap ruang kelas baru bisa dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk kemajuan pendidikan.

“Sumber dana pembangunan ruang kelas baru itu, berasal dari nilai manfaat Dana Abadi Umat (DAU) yang dikelola Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Kemudian dana ini dimanfaatkan kembali melalui program kemaslahatan untuk mendukung pendidikan”, paparnya.

Bersamaan dengan acara peresmian tersebut, BPKH, Lazismu, PDM Indramayu, Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Indramayu, Camat Haurgeulis dan tokoh masyarakat, melakukan peninjauan langsung ruang kelas baru. Kolaborasi ini menjadi penanda spirit gotong-royong dan kepedulian sosial terhadap masa depan pendidikan Islam di Kabupaten Indramayu.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

SELENGKAPNYA
15 Mei 2026

Lazismu Laksanakan Uji Kompetensi Peserta Philanthropy Academy dengan Pendekatan Portofolio

JAKARTA – Meningkatkan kompetensi dan etos kerja amil menjadi bagian dalam program pemberdayaan Lazismu Pusat. Salah satunya dengan menggelar sertifikasi amil yang tergabung dalam peserta program Philanthropy Academy dengan metode portofolio.

Program Philanthropy Academy merupakan program pemberdayaan yang didesain untuk meningkatkan kapasitas peserta dengan pengetahuan, keterampilan dan pengalaman praktis, dalam pengelolaan program filantropi.

Uji kompetensi untuk peserta program Philanthropy Academy adalah babak baru Lazismu dalam program pemberdayaan untuk generasi muda. Ujian kompetensi digelar pada Senin, (11/6/2026), yang diikuti oleh 11 peserta di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah.  

Menurut Direktur Program Pendistribusian dan Pendayagunaan Lazismu Pusat, Ardi Lutfi Kautsar, tujuannya, untuk mencetak generasi profesional yang kompeten dalam mengelola kegiatan filantropi, secara efektif, akuntabel, dan berkelanjutan sejalan dengan kebutuhan Masyarakat dan perkembangan zaman.

“Pendekatan portofolio adalah peningkatan kapasitas dengan pembelajaran yang menekankan perencanaan kegiatan yang hasil kerjanya kemudian dikumpulkan dalam satu periode waktu yang telah ditentukan”, jelasnya.

Perencanaan kegiatan, mencakup aspek penghimpunan, pendistribusian dan pendayagunaan, dan pengelolaan dana zakat, infak, dan sedakah. Ardi mengatakan, peserta ditempatkan di berbagai divisi sesuai dengan kebutuhan organisasi dan minat pengembangan masing-masing.

“Semua peserta diharapkan memperoleh pengalaman langsung dalam pengelolaan program filantropi secara komprehensif”, tuturnya.

Dalam Uji Kompetensi itu, Manager Program Pendistribusian dan Pendayagunaan Lazismu Pusat, Shofia Khaerunnisa, mengatakan bahwa secara teknis, sesuai sasaran programnya, menggunakan dua skema program sertifikasi.

“Pertama skema sertifikasi klaster pelaksanaan pendistribusian dan pendayagunaan zakat, dan yang kedua, skema sertifikasi klaster pelaksanaan penghimpunan donasi zakat”, paparnya.

Dari indikator kinerja, kata Shofia, ada meningkatnya jumlah sumber daya amil filantropi profesional dan peningkatan kualitas pengelolaan zakat di lembaga amil zakat, khususnya Lazismu Pusat.

“Setiap peserta mampu memiliki 1 dokumen portofolio dan memiliki suatu hasil berupa tersusunnya laporan praktik individu”, pungkasnya. Ia berharap sesuai perencanaan 80 persen peserta Uji Kompetensi dalam program Philanthropy Academy lulus sertifikasi.   

Ihwaluddin Arya Putra, salah seorang peserta uji kompetensi sertifikasi melalui skema Pendistribusian dan Pendayagunaan menyampaikan bahwa melalui uji kompetensi metode portofolio saya merasa diberikan ruang untuk menunjukkan proses belajar, pengalaman, dan kemampuan yang selama ini dijalani.

“Terima kasih kepada pihak Lembaga Sertifikasi Profesi PP Muhammadiyah dan asesor yang telah mendampingi proses ini dengan baik. Semoga hasilnya membawa manfaat untuk langkah profesional ke depan”, imbuhnya.

Hal senada diungkapkan Hafiz Ardhiyansah, bahwa bersama yang lain, peserta Philanthropy Academy yang mengikuti proses uji kompetensi mengungkapan rasa syukur bisa mengikuti uji kompetensi ini.

”saya sangat senang bisa mengikuti uji kompetensi untuk sertifikasi profesi melalui skema penghimpunan”, katanya seraya mengucapkan terima kasih kepada Lazismu Pusat yang telah memberikan kesempatan untuk dapat magang selama satu tahun bahkan diberikan kesempatan untuk mengikuti sertifikasi ini.

Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) PP Muhammadiyah, Berlin, menyampaikan atas nama LSP, kami mengucapkan selamat mengikuti uji kompetensi kepada seluruh peserta. ”Berharap kegiatan ini dapat menjadi sarana pengakuan kompetensi yang objektif, profesional, dan bermanfaat bagi pengembangan karier peserta di masa mendatang”, ujarnya.

Adapun bertindak sebagai asesor yaitu, Muarawati Nur Malinda dan Edi Suryanto. Keduanya merupakan asesor tersertifikasi yang telah diakui kompetensinya berdasarkan LSP PP Muhammadiyah.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

SELENGKAPNYA
13 Mei 2026

Lazismu Kupas Tuntas Pengalihan DAM Haji ke Tanah Air, Solusi Atasi Ketimpangan Distribusi Daging Kurban

Persoalan Dam memiliki dinamika dalam penyelenggaran haji. Khususnya bagi jamaah haji asal Indonesia. Kajian mendalam dilakukan untuk mengupas bagaimana pengelolaan Dam haji dalam perspektif Maqashid Syariah sebagai tujuan luhur yang dicapai oleh syariah.  

Ketika Dam berbuah kajian fikih haji yang dinamis, Muhammadiyah melalui Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah mengeluarkan fatwa bahwa Dam boleh dialihkan di tanah air. Fatwa ini tidak hadir seketika. Butuh waktu empat tahun, sejak 2022, bagi Muhammadiyah lakukan kajian lintas disiplin.

Demikian disampaikan Asep Shalahudin, Anggota Divisi Fatwa dan Pengembangan Tuntunan Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, dalam Ziska Talk Spesial Qurban: Kupas Tuntas Fikih DAM Haji dan Praktik Baik Qurbanmu Bahagiakan Sesama, pada Selasa, (12/5/2026), di Studio TVMU, Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta.

Asep menjelaskan, merujuk pada arti inti Dam, yaitu darah yang dialirkan dari hewan. “Secara definisi Dam adalah penyembelihan kambing, sapi atau unta yang diwajibkan bagi seorang jamaah haji dikarenakan adanya beberapa sebab atau hal yang melatarbelakanginya,” jelas Asep.

Secara hukum asal, penyembelihan Dam memang dilakukan di Tanah Haram. Namun, menurut Asep, terdapat sejumlah kondisi yang memungkinkan terjadinya pergeseran hukum. Dengan kata lain, lanjut Asep, ada fenomena yang menjadi pertimbangan paling tidak ada tiga, yaitu kerusakan lingkungan, manfaat Dam yang tidak optimal, serta masih banyaknya masyarakat fakir - miskin yang membutuhkan.

Menurut Asep, penyembelihan hewan Dam dalam jumlah besar di Arab Saudi berpotensi menimbulkan persoalan lingkungan, mulai dari limbah darah hingga sisa pengolahan hewan. Selain itu, distribusi manfaat daging Dam dinilai belum sepenuhnya optimal.

Dalam kajian Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Indonesia masih menghadapi persoalan kemiskinan dan rendahnya akses sebagian masyarakat terhadap protein hewani. Karena itu, pengalihan Dam ke tanah air dinilai tepat untuk menghadirkan kemaslahatan yang lebih luas tanpa meninggalkan nilai syariah yang menjadi landasannya.

Fatwa tersebut, ungkap Asep, menjadi tantangan tersendiri bagi lembaga pengelola untuk memastikan pelaksanaan pengalihan Dam dilakukan secara amanah, transparans, dan tepat sasaran sehingga semangat ibadah dan solidaritas sosial dapat berjalan beriringan.

Solusi Atasi Ketimpangan Gizi

Pada perspektif lain, narasumber berikutnya, Rachmadin Ismail, Pimpinan Redaksi Tirto, mengatakan, ketimpangan konsumsi daging merah di Indonesia serta meningkatnya persoalan sampah plastik saat Idul Adha perlu perhatian berbagai pihak.

Ia menilai distribusi daging kurban perlu diarahkan lebih tepat sasaran agar mampu membantu memperbaiki kualitas gizi masyarakat, khususnya di wilayah dengan tingkat konsumsi protein hewani yang masih rendah, terutama kawasan terluar, terdepan dan tertinggal.

Wilayah Indonesia Timur, seperti Nusa Tenggara Timur (NTT), misalnya, masih menghadapi persoalan rendahnya konsumsi daging merah, meskipun daerah tersebut dikenal sebagai salah satu sentra peternakan sapi nasional.

“Di satu sisi mereka menghasilkan sapi, tetapi di sisi lain tingkat konsumsi daging masyarakatnya justru rendah,” pungkasnya. Persoalan storage adalah tantangan besarnya. Daging tidak bisa disimpan lama sehingga lebih banyak dijual keluar ketimbang dikonsumsi masyarakat lokal.

Rachmadin mengatakan, momentum Idul Adha menjadi sarana penting untuk memperbaiki pemerataan konsumsi protein hewani di Indonesia. Apa yang dilakukan Lazismu menjadi relevan, karena protein hewani memiliki kandungan penting seperti zat besi, vitamin B12, dan faktor pertumbuhan yang berpengaruh terhadap perkembangan kognitif anak.

Ia memahami bahwa secara umum, protein hewani tidak selalu dari daging merah. Namun, dalam konteks kurban, distribusi protein hewani merupakan langkah nyata solusi atasi ketimpangan gizi dan membantu perbaikan gizi masyarakat.

Menjangkau Penerima Manfaat Lebih Luas

Salah satu persoalan distribusi kurban adalah daging kurban masih terkonsentrasi di kota-kota. Menyoroti hal itu, Direktur Penghimpunan Lazismu Pusat, Mochammad Sholeh Farabi mengatakan program tersebut lahir dari kegelisahan Lazismu melihat penumpukan distribusi daging kurban di wilayah perkotaan, sementara masih banyak daerah tak tersentuh.

“Kami melihat ada fenomena penumpukan daging kurban di wilayah perkotaan, terutama di kalangan masyarakat menengah ke atas yang rutin berkurban di lingkungan masjid sekitar. Akibatnya, distribusi daging jatuh ke masyarakat yang tergolong mampu,” ujar Farabi.

Ia mencontohkan sejumlah wilayah di NTT yang justru menjual hewan ternaknya ke Pulau Jawa saat jelang Idul Adha.  Sementara masyarakat setempat minim akses terhadap daging kurban. Lazismu juga menemukan daerah-daerah yang warganya belum pernah merasakan pelaksanaan kurban secara langsung dalam kerangka ketahanan pangan.

Melalui program Qurbanmu, kata Farabi, Lazismu mengarahkan distribusi kurban ke wilayah untuk mendukung ketahanan pangan, khususunya daerah dengan tingkat konsumsi daging rendah, kawasan terpencil, hingga kawasan terdampak bencana. Farabi juga menegaskan dalam pengelolaan, pengemasan dan distribusinya mengikuti aturan yang berlaku sehingga menjadi ramah lingkungan dan akuntabel.

Sementara itu, Faozan Amar, Dosen FEB Uhamka, menekankan nilai penting aspek penghimpunan menjadi tahapan penting yang harus dipahami amil Lazismu agar program kurban dapat berjalan maksimal. Ia menilai, segmentasi calon pekurban butuh pelayanan prima.

“Siapa sasaran calon pekurban, apakah dari kalangan menengah atas, menengah, atau menengah bawah. Dari situ kita bisa mengetahui sikap, perilaku, serta kebiasaan mereka sehingga pendekatan yang dilakukan menjadi tepat,” tandasnya.

Secara profesional, sambung Faozan, mulai dari jenis hewan yang dipotong, sumber pengadaan hewan, hingga penentuan harga harus dirancang dengan baik agar program berjalan efektif dan akuntabel.

Ia juga menekankan pentingnya menentukan sasaran penerima manfaat secara lebih spesifik. Menurutnya, istilah “kurban untuk semua” masih terlalu luas jika tidak diikuti penjelasan yang jelas mengenai kelompok penerima manfaat.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

SELENGKAPNYA
13 Mei 2026
Hadirkan Fasilitas Belajar Modern, BPKH dan Lazismu Persembahkan Program Kemaslahatan  untuk Santri Ponpes Amanah

Hadirkan Fasilitas Belajar Modern, BPKH dan Lazismu Persembahkan Program Kemaslahatan  untuk Santri Ponpes Amanah

TASIKMALAYA – Badan Pengelola Keuangan Haji terus berkomitmen memberikan nilai manfaat dari Dana Abadi Umat. Pada kesempatan ini, Lazismu sebagai mitra kemaslahatan kembali dipercaya menyalurkan bantuan di Pondok Pesantren Amanah Muhammadiyah, Jalan Sambong Jaya, Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, pada Rabu, (6/5/2026).

Mudir Pesantren Amanah Muhammadiyah, Arip Somantri, menyampaikan rasa syukur atas bantuan pendidikan ini. Arip menekankan, bantuan yang diterima akan dimanfaatkan untuk melengkapi fasilitas yang ada di pesantren.

"Bantuan program kemaslahatan dari BPKH, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh internal pesantren, tapi juga tamu yang datang ke pesantren”, paparnya. Bantuan fasilitas yang diterima pesantren berupa laboratorium sains, perpustakaan dan ruang multimedia.

Arip mengatakan, ada barcode tersedia di ruang makan dan ruang tamu yang bisa diakses untuk membaca di perpustakaan digital. Pesantren secara teknis akan menerapkan aturan dalam penggunaan teknologi dalam lingkungan pendidikan. “Salah satunya pengasuh bertanggung jawab atas santri yang membawa laptop dan HP pribadi melalui mekanisme yang ramah anak”, pungkasnya.

Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Barat, Dadang Syarifudin, mengapresiasi kolaborasi antara BPKH dan Lazismu. “Sinergi yang dibangun bukti nyata peran pemerintah dan Muhammadiyah dalam mencetak generasi unggul di lingkungan pesantren”, ungkapnya.

"Mudah-mudahan kolaborasi ini tidak sekadar penyerahan biasa untuk meningkatkan keilmuan anak-anak dan masyarakat sekitar pesantren", kata Dadang yang juga sebagai Ketua Dewan Pengawas Syariah Lazismu Pusat. Prinsipnya, BPKH bermitra dengan Lazismu Pusat sebagai mitra kemaslahatan menjamin program berjalan tepat manfaat.

Seementara itu, Sekretaris Badan Pengurus Lazismu Pusat, Gunawan Hidayat, menegaskan Lazismu berkomitmen mengawal distribusi bantuan tersebut. “Aspek tata kelola dari awal sampai akhir dan pelaporan dilakukan secara akuntabel dan transparans”, bebernya.

Menanggapi hal itu, Anggota Dewan Pengawas BPKH, Deni Suardini, menyoroti sumber pendanaan yang digunakan. "Sumber dana berasal dari nilai manfaat Dana Abadi Umat (DAU). Bukandari setoran awal haji milik jamaah”, paparnya Karena itu, prinsip transparansi tetap terjaga yang dikelola dengan profesional dan nilai manfaatnya kembali kepada umat.

Pengasuh dan santri Pondok Pesantren berbahagia. Fasilitas baru untuk menunjang pendidikan nantinya bisa dimanfaatkan dengan tepat guna. Dalam kesempatan itu, BPKH, Lazismu, PWM Jawa Barat dan pengasuh pondok pesantren meninjau langsung bangunan yang sudah rampung.

Bangunan terdiri dari laboratorium untuk praktik sains dan teknologi, Ruang Multimedia sebagai pusat media pembelajaran digital, dan Perpustakaan yang berdiri representatif sehingga bisa meningkatkan minat baca para santri.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

SELENGKAPNYA
7 Mei 2026
Lihat Berita Lainnya

Mitra

Dalam menyukseskan visi & misi Lazismu, kami selalu berkolaborasi dengan beberapa mitra
Selengkapnya

Masih Bingung Untuk Berzakat?

Untuk membantu kamu, maka terlebih dahulu klik tombol dibawah ini

Konsultasi

Sampaikan pertanyaan kamu kepada tim Layanan kami
Selengkapnya

Kalkulator Zakat

Hitung dan tunaikan zakat kamu
Selengkapnya

Laman Donasi

Beragam pilihan donasi zakat, infak dan sedekah dengan tema yang menarik
Selengkapnya
Kunjungi Pusat Layanan

Artikel Lazismu

Berita terkini kegiatan Lazismu
Sumber: https://globalsumudflotilla.org/press/

PERNYATAAN SIKAP LAZISMU

MENGECAM PENYANDERAAN 9 AKTIVIS KEMANUSIAAN INDONESIA DAN BANTUAN KEMANUSIAAN GLOBAL SUMUD FLOTILLA OLEH AKSI MILITER ISRAEL

Jakarta, 20 Mei 2026

Aksi militer Israel yang melancarkan penyergapan terhadap relawan kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0, menuju Gaza, Palestina, merupakan bentuk teror dan melanggar hukum internasional. Tindakan intersepsi itu terjadi pada Senin, 18 Mei 2026, di perairan internasional Siprus, tepatnya di kawasan Laut Mediterania Timur.

Misi kemanusiaan untuk Palestina yang diinisiasi oleh masyarakat global yang berjumlah 426 Relawan dari 40 negara berlayar menggunakan 50 kapal, merupakan aktivis kemanusiaan dari berbagai macam profesi. Salah satunya negara Indonesia, yang di dalamnya ada 9 orang aktivis kemanusiaan yang mewakili lembaga amil zakat dan jurnalis kemanusiaan.     

Berdasarkan informasi terbaru, pada 19 Mei 2026 pukul 21.02 WIB, militer Israel telah mencegat dan memaksa 40 kapal kemanusiaan tersebut untuk berhenti di perairan internasional. Kabar tersiar lainnya melalui media internasional yang sampai ke Indonesia, para relawan kemanusiaan ini dipaksa berlutut dengan kondisi tangan terikat di belakang.

Dengan bersenjata, pasukan militer Israel berjaga dari kapalnya memberikan ancaman. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, tetap pada pendiriannya sebagai upaya membela hak Israel mencegat kapal kemanusiaan itu. Bahkan, Netanyahu, memerintahkan agar semua aktivis kemanusiaan segera dideportasi.

Atas landasan hukum dan etika kemanusiaan, Kami dari Lembaga Amil Zakat Pimpinan Pusat Muhammadiyah (LAZISMU), yang juga sebagai bagian dari lembaga pengelola zakat, menyatakan kerisauan atas krisis kemanusiaan yang terjadi menimpa aktivis kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0.

Kami sekaligus mengecam setiap bentuk intervensi yang dilakukan dengan kekerasan yang sewenang-wenang oleh pasukan militer Israel terhadap misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0.

Bantuan kemanusiaan amanah rakyat Indonesia, berupa pangan, logistik, dan penunjang medis serta kesehatan yang diambil-alih dengan paksa merupakan upaya perampasan, dan tidak semata menahan sementara tetapi menghentikan akses atas hak hidup rakyat Palestina. Ini juga merupakan bentuk perendahan martabat kemanusiaan dan solidaritas internasional, termasuk Indonesia.

Ancaman represif tersebut adalah pelanggaran nyata terhadap hukum humaniter internasional. Tindakan militer Israel, melanggar Pasal 59 Konvensi Jenewa IV (1949) serta Protokol Tambahan I Pasal 70 dan 71, yang mewajibkan perlindungan mutlak bagi personil pekerja kemanusiaan dan kewajiban untuk memfasilitasi akses lintasan bantuan tanpa hambatan.

Pencegatan distribusi bantuan kemanusiaan yang disengaja turut melukai wajah kemanusiaan dan ancaman kelaparan di Gaza, Palestina, serta mencederai prinsip-prinsip dasar kemanusiaan universal yang dijunjung tinggi oleh komitmen internasional yang dibuat pada World Humanitarian Summit 2016, sebagai Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030 dan sejumlah inisiatif global lainnya.

Berpijak dari prinsip dasar kemanusiaan dan hukum humaniter internasional tersebut, Kami dari LAZISMU, dalam situasi darurat yang menyertai, dan atas nama solidaritas kemanusiaan, dengan ini menyampaikan pernyataan sikap:

  1. MENGECAM KERAS TINDAKAN REPRESIF YANG MENGEHENTIKAN MISI KEMANUSIAAN:  Tindakan pencegatan dan pembajakan KAPAL AKTIVIS KEMANUSIAAN di perairan internasional menodai niat baik masyarakat global. Kami menuntut agar seluruh armada kapal dan bantuan kemanusiaan dari Masyarakat Indonesia untuk rakyat Palestina seutuhnya dikembalikan agar misi kemanusiaan dapat berlanjut.
  2. MENUNTUT UNTUK SEGERA MEMBEBASKAN 9 AKTIVIS KEMANUSIAAN INDONESIA: Aktivis kemanusiaan Indonesia adalah delegasi yang berkomitmen menyampaikan bantuan. Maka, 9 orang yang ditahan harus segera dibebaskan oleh otoritas Israel dengan tetap mendesak dan menjaga keselamatan fisik dan mental mereka merupakan tanggung jawab penuh pihak yang menyandera.
  3. MEMINTA PEMERINTAH RI UNTUK LAKUKAN DARURAT DIPLOMASI KEMANUSIAAN: Menuntut Pemerintah Republik Indonesia, melalui Kementerian Luar Negeri, untuk mengambil langkah krusial dengan diplomasi kemanusiaan yang tegas di berbagai forum global agar keselamatan dan pembebasan para aktivis kemanusiaan segera terwujud. Hal itu merupakan langkah nyata "melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia" yang termaktub dalam UUD 1945.
  4. MEMPERKUAT ALIANSI PROAKTIF LINTAS ELEMEN KEMANUSIAAN: KAMI bersama seluruh elemen pegiat filantropi dan gerakan kemanusiaan lainnya akan terus berkoordinasi dengan intensif kepada PP Muhammadiyah dan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dan mendukung Langkah Global Sumud Flotilla untuk memantau perkembangan dan berupaya melakukan dukungan pembebasan terhadap segenap aktivis kemanusiaan.

Berikut pernyataan sikap yang LAZISMU sampaikan sebagai wujud solidaritas kemanusiaan universal dan akan terus ikut mengawal dengan tetap menjunjung tinggi perlindungan akses kemanusuiaan global bagi hak kemerdekaan rakyat Palestina.

Kami menyerukan kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk tidak pernah lelah mengawal setiap aksi kemanusiaan, sekaligus memanfaatkan ruang-ruang media sosial dengan narasi solidaritas kemanusiaan dan dukungan penuh bagi kemerdekaan rakyat Palestina. LAZISMU juga menyerukan kepada Masyarakat Indonesia untuk tidak letih membantu rakyat Palestina.

  

SELENGKAPNYA
20 Mei 2026

Memilih Hewan Kurban, Kontribusi Sosial-Spiritual Terbaik untuk Idul Adha

Para pelaku usaha hewan kurban, menjelang Idul Adha mulai menjajakan hewan kurban terbaiknya. Di setiap sudut jalan, mereka menyiapkan suatu tempat yang luas dan pakan yang cukup agar hewan kurban tetap sehat dan bugar.

Tempat yang teduh dan nyaman untuk sapi, kambing dan domba adalah pilihan tepat, dilengkapi dengan lahan parkir yang luas untuk pembeli yang datang. Berlatar lapangan atau lahan yang representatif hewan kurban dirawat dengan baik sampai pembeli datang pilih yang terbaik.

Idul Adha tinggal menunggu hitungan hari. Pimpinan Pusat Muhammadiyah, telah menetapkan Idul Adha berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), Idul Adha jatuh pada, 10 Zulhijah 1447 Hijriah bertepatan dengan hari Rabu Wage, 27 Mei 2026 Masehi.

Umat Islam bersiap membentuk panitia kurban. Di masjid-masjid pengumuman ajakan berkurban beredar. Ada penawaran berkurban dengan kambing dan sapi maupun berkurban dengan cara berjamaah untuk 7 orang agar dapat satu ekor sapi. Itu semua adalah pilihan sesuai dengan kemampuan masing-masing untuk memberikan hewan kurban yang terbaik.

Memilih Hewan Kurban Layak Disembelih

Dalam hidup, kerap manusia bertindak dalam suatu pilihan. Memilih adalah menimbang, membandingkan dan kemudian memutuskan sesuatu yang dianggap pilihan terbaik dengan risiko minimal.

Berpikir yang sehat merupakan juri dalam bertindak bagi siapa pun. Termasuk dalam memilih hewan kurban yang layak. Menurut Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, ada beberapa kiat dalam memilih hewan kurban sesuai dengan syariat Islam. Terutama dari aspek fisik, kesehatan dan usia hewan kurban.    

Fisik Hewan Kurban

Dalam Fikih Kurban, fisik hewan kurban menjadi topik penting. Karena dalam memilih hewan kurban kriterianya tidak boleh dalam kondisi cacat dan berpenyakit. Hal ini, didasari pada hadis Rasulullah SAW, yang menganjurkan berkurban dengan dua ekor kibas bertanduk yang bagus.

Diriwayatkan oleh Anas bin Malik, bahwa Ia menyaksikan Rasulullah meletakkan kakinya di atas kedua unta tersebut, membaca basmalah, dan bertakbir (HR. Muslim, at-Tirmidzi, dan an-Nasai).

Kesaksian lain diungkap oleh Abi Said al-Khudri, diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW berkurban dengan seekor kambing bertanduk yang jantan, dengan perut, kaki, dan keliling mata berwarna hitam (HR. at-Tirmidzi). Dalam hadis lain, dijelaskan, ada empat jenis hewan yang tidak boleh dijadikan kurban: hewan yang buta sebelah matanya, yang sakit jelas terlihat, yang pincang jelas tampak, dan yang sangat kurus serta tidak bersih (HR. Abu Dawud).

Kesehatan Hewan Kurban

Sementara itu, dalam aspek kesehatan tak kalah penting. Terbebas dari penyakit adalah keniscayaan. Jika hewan kurban sakit harus terlihat jelas. Tidak kurus dan kaki tidak pincang. Aspek kesehatan ini, hemat Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah bukan sekadar urusan syariat, tapi suatu penegasan, kandungan dagingnya bernilai layak konsumsi bagi penerima manfaat.

Dalam memilih hewan kurban tersebut yang sesuai kriteria, adalah bentuk ketaatan dan penghormatan atas segenap ibadah umat Islam yang diperintahkan Allah SWT. Keikhlasan dan kesanggupan menunaikan ibadah kurban bagian dari kontribusi sosial yang dilandasi tauhid sebagai wujud bersyukur atas nikmat dan karunia-Nya sesama umat Islam.

Usia Hewan Kurban

Setelah mempertimbangkan aspek fisik dan kesehatan hewan kurban, ada baiknya umat Islam saat membeli hewan kurban menanyakan usia hewan kurban tersebut. Hal ini untuk memastikan bahwa fisik dan kesehatan relevan dengan usianya.

Adapun hewan kurban yang memenuhi syarat untuk dikurbankan, menurut Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah dari aspek usianya, antara lain, unta usianya genap berumur 5 tahun, sapi genap berumur 2 tahun dan kambing telah genap berumur 1 tahun.

Sebagai informasi tambahan, pastikan dalam memilih hewan kurban dari para penjual untuk tidak sungkan bertanya tentang Sertifikat Kelayakan Kesehatan Hewan Kurban (SKKHK). Sertifikasi tersebut menjadi penting karena rantai pasok hewan kurban menjelang Idul Adha dari berbagai daerah lumayan tinggi.

Untuk mempersembahkan hewan kurban terbaik tentu ditopang dengan bagaimana cara memilih yang tepat dan benar serta tidak terburu-buru. Paling minimal kita dapat melihat dengan jelas bahwa hewan kurban yang layak itu nafsu makannya tinggi, bergerak dengan aktif, setiap sudut matanya tidak berair, kondisinya bersih dan tidak kurus-tirus.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]     

SELENGKAPNYA
11 Mei 2026
Perintah Ibadah Berkurban, Ujian Tanpa Batas

Perintah Ibadah Berkurban, Ujian Tanpa Batas

Diperintahkannya Ibadah Qurban dalam Islam, tidak bisa dilepaskan dari kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS sebagai relasi cinta dan kebenaran antara orangtua dan anaknya. Kisahnya diabadikan Al-Qur’an sebagai bukti kepatuhan dan pengorbanan atas nama Tauhid.

Kisah teladan ini terlukis di Surat As-Saffat ayat 102, yang artinya: "Ibrahim berkata: Wahai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu, maka pikirkanlah apa pendapatmu?"

Ismail yang mendengar cerita ini, langsung meminta ayahnya melaksanakan perintah Allah. Tidak sedikit pun rasa gentar terlihat di wajahnya. Bahkan, Ia rela berkorban untuk taat kepada perintah Allah dan ayahnya tercinta.

Ismail berkata: Wahai ayahku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu. Insya Allah, engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar."

Ujian Tanpa Batas

Perintah Allah kepada Nabi Ibrahim diperoleh dari mimpi untuk menyembelih putranya, Ismail. Ia dihadapkan pada suatu dilema, harus memilih antara mengikuti kata hatinya untuk menyelamatkan anaknya, Nabi Ismail atau tunduk patuh mentaati perintah Allah.

Hatinya bergejolak, harus memilih salah satu di antara keduanya. Ia hampir diambang pada kelemahan iman. Bisa saja Ia mempertaruhkan nyawanya sendiri demi perintah Allah. Tetapi setelah merenung secara mendalam, Nabi Ibrahim tidak ingin mementingkan diri sendiri hanya demi “ketaatan semu” kepada Allah.

Ia berupaya menepis rasa ragu di dalam dirinya. Seruan datang lagi kepada Nabi Ibrahim, “Wahai Ibrahim,” Pasrahkan dirimu atas anakmu Ismail. Dengan tegas Allah mengatakan, “Korbankanlah Ismail Anakmu!”

Setelah melewati ujian tanpa batas ini, akhirnya dengan pasrah dan penuh Ikhlas, Ia merelakan anaknya untuk mengikuti perintah Allah. Bayangkan, betapa cintanya seorang ayah kepada anaknya.

Perintah Korbankan Ismail tidak sekadar menunjuk suatu kata yang bermakna saran, tapi suatu keharusan yang di dalamnya terdapat rahasia yang Nabi Ibrahim sendiri sebagai manusia tak mampu memaknainya.

Atas kehendak dan ijin dari Allah (mukjizat), pikiran, hati dan jiwa Nabi Ibrahim meraih cahaya kebenaran. Nabi Ismail yang semula sudah Ikhlas untuk dikorbankan, dengan sekejap berubah menjadi domba yang siap disembelih.     

Pelajaran yang Dipetik dari Kisah ini

Apa hikmah yang bisa dipetik dari kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail? Perintah “mengorbankan Ismail” menurut Ali Syari’ati dalam karyanya HAJI, mengandung esensi makna bahwa manusia itu harus membuang kebahagiaan semu, kecintaanmu kepada harta, sesuatu dan buah hatimu sekali pun merupakan ujian hidup.

Hal itu terungkap dalam Al-Qur’an Surat Al-Anfal ayat 28, yang artinya: “Ketahuilah bahwa harta kekayaan dan anak-anakmu adalah sebagai ujian ……”. Allah mengingatkan hambanya untuk tidak tergoda pada cinta duniawi. Apalagi tergoda oleh tipu daya setan.

Seberat apa pun ujian datang, pertolongan Allah pasti akan datang dengan tetap berikhtiar dan taat perintah Allah dengan Ikhlas sebagai prinsip utama Ibadah. Peristiwa ini bukti nyata bahwa kebenaran Al-Qur’an tak diragukan lagi dan menjadi dasar perintah dalam Islam dalam ibadah kurban.

Umat Islam yang mampu diperintahkan untuk berkurban. Memberikan hewan terbaik untuk disembelih dan dibagikan kepada mereka yang betul-betul membutuhkan. Oleh karena itu, ketulusan dan keikhlasan adalah kuncinya, agar ibadah kurban yang dilaksanakan menjadi bermakna. Inilah Ikhlas yang tak membutuhkan balasan. Ikhlas berbuat untuk kemaslahatan sosial melalui ibadah kurban.             

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]   

  

SELENGKAPNYA
7 Mei 2026
Lihat Lainnya
LAZISMU adalah lembaga zakat nasional dengan SK Menag No. 90 Tahun 2022, yang berkhidmat dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendayagunaan dana zakat, infaq, wakaf dan dana kedermawanan lainnya baik dari perseorangan, lembaga, perusahaan dan instansi lainnya. Lazismu tidak menerima segala bentuk dana yang bersumber dari kejahatan. UU RI No. 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang

Alamat

Jl. Menteng Raya No.62, RT.3/RW.9, Kb. Sirih, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10340
Jl. Jambrut No.5, Kenari, Kec. Senen, Jakarta Pusat 10430
info@lazismu.org
0213150400
0856-1626-222
Copyright © 2026 LAZISMU bagian dari Persekutuan dan Perkumpulan PERSYARIKATAN MUHAMMADIYAH
cross