

Dalam sambutannya, Ketua Badan Pengurus Lazismu Kota Surabaya, Sunarko mengajak untuk selalu bersyukur. Ia berharap agar kemerdekaan yang telah didapatkan ini dapat diisi dengan berbagai amal. "Marilah kita selalu bersyukur kepada Alloh yang telah memberi kita nikmat tak terhingga. Khususnya nikmat kemerdekaan ke-77. Semoga kita bisa mengisi kemerdekaan ini dengam berbagai amal demi kemajuan bangsa kita, khususnya kemajuan umat Islam. Aamiin," ucapnya.
Sunarko menambahkan, kegiatan penyaluran ini merupakan amanah dari para donatur yang dititipkan melalui Lazismu Kota Surabaya. "Pentasyarufan ini adalah amanat para aghniya dan donatur kepada Lazismu Kota Surabaya agar sampai kepada para mustahik. Karena itu mari kita syukuri agar menjadi amal salih dalam rangka meningkatkan ibadah dan prestasi," imbuhnya.
Sementara itu PDM Kota Surabaya yang diwakili oleh H. Muhammad Naim mengingatkan, kita semua khususnya para orang tua dan guru agar selalu mengutamakan ibadah, terutama sholat dan berbakti kepada kedua orang tua. "Inilah amalan utama yang harus kita jaga. Orang tua harus jadi panutan bagi anak-anak dalam mengamalkan nilai agama sejak dini. Agama mengajarkan disiplin. Maka sebagai mukmin kita harus menjadi contoh dalam disiplin ibadah, membaca Al-Qur'an, sholat malam, dan disiplin lainnya," tuturnya.
Muhammad Naim pun melanjutkan, "Jika disiplin ibadah, bakti pada orang tua dan menuntut ilmu serta rajin sedekah selalu kita lakukan, insyaAllah rahmat, taufik, dan berkah diturunkan kepada kita. Anak kita pun akan meraih prestasi yang bermanfaat untuk kehidupan dunia dan akhirat," lanjutnya.
Pada acara yang berlangsung Rabu (17/08) ini, selain beasiswa untuk 200 penerima, Lazismu Kota Surabaya juga menyerahkan bantuan operasional Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) kepada para pembina atau guru-guru Al-Qur'an dari berbagai masjid. Selain itu, Lazismu Kota Surabaya juga menyerahkan santunan kepada ghorimin.
[PR Lazismu PP Muhammadiyah]

Sekretaris Badan Pengurus Wilayah Jawa Timur, Aditio Yudono menjelaskan, paket santunan Bakti Guru tahun ini berupa sembako seperti beras, gula, minyak goreng, kornet, mie mocaf, kerupuk, bumbu, dan lainnya dengan nilai per paket sebesar 150 ribu rupiah. Pengadaan paket program ini berasal dari dana zakat yang disokong bersama antara Lazismu Wilayah Jawa Timur dan kantor Lazismu Daerah se-Jawa Timur berdasarkan data yang telah diterima. Total nilai program ini sebesar 315 juta rupiah.
"Alhamdulillah, sebanyak 2.105 paket santunan program Bakti Guru berupa sembako telah kita tunaikan bersama Lazismu Wilayah dan Daerah se-Jawa Timur dengan total nominal sebesar 315 juta rupiah. Paket diberikan kepada guru-guru SD hingga SMA Muhammadiyah yang berpenghasilan minim di Jawa Timur," jelas Aditio Yudono di Gedung Kemanusiaan Lazismu Wilayah Jawa Timur di Jalan Jawa, Desa Wadungasih, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo pada Kamis (25/08).
Aditio menambahkan, paket santunan ini merupakan sinergi program bersama antara Lazismu dengan Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Muhammadiyah se-Jawa Timur. Distribusi dilakukan melalui kantor Lazismu Daerah setempat dalam berbagai acara dan kegiatan selama bulan Juli hingga Agustus 2022. Ia pun berharap agar bantuan ini dapat menjadi perhatian bagi para guru di daerah.
"Walau nilainya dirasa masih sedikit, kami berharap langkah tersebut bisa memberikan sentuhan kepedulian dan perhatian kepada guru-guru kita di daerah yang merupakan insan pejuang pencerdasan generasi bangsa. Siapa lagi yang akan berbuat kalau bukan kita bersama, antara Lazismu, muzakki, donatur, serta Majelis Dikdasmen Muhammadiyah guna berbagi sedikit keceriaan dan kegembiraan bagi para pahlawan tanpa tanda jasa" harap Aditio.
Selanjutnya menurut Aditio, pihaknya akan membagikan tiga ribu paket santunan program serupa bagi guru-guru TK dan PAUD (ABA) yang bernaung di bawah Perguruan Aisyiyah se-Jawa Timur. Kegiatan ini merupakan bagian dari penyaluran dana zakat yang dihimpun oleh Lazismu pada tahun 2022. "Ke depan Lazismu akan senantiasa terus meningkatkan kualitas program Bakti Guru ini sehingga bisa memberikan solusi bagi insan pendidik yang berpenghasilan minim agar tingkat kesejahteraannya bisa naik taraf. Semoga upaya ini mendapat dukungan dari semua pihak," pungkasnya.
Pada tahun ini, 2.105 paket santunan program Bakti Guru telah dibagikan melalui 25 kantor Lazismu Daerah se-Jawa Timur. Daerah-daerah itu antara lain Kota/Kabupaten Kediri, Kota/Kabupaten Blitar, Kota/Kabupaten Pasuruan, Kota/Kabupaten Probolinggo, Jombang, Tulungagung, Nganjuk, Kabupaten Madiun, Kota Batu, Kota Malang, Gresik, Lamongan, Tuban, Bojonegoro, Lumajang, Bondowoso, Jember, Bangkalan, Sampang, dan Pamekasan.
[PR Lazismu PP Muhammadiyah/Aditio Yudono]

Kedatangan rombongan Lazismu dan PWM Jawa Timur ke NTT adalah untuk menyaksikan Masjid Al-Munawaroh Lohayong yang telah berdiri megah. Dana pembangunan masjid ini turut dibantu oleh Lazismu Wilayah Jawa Timur. Selain itu juga dijadwalkan serangkaian kegiatan dakwah lainnya di Kota Kupang, termasuk pengkajian terhadap rencana pembangunan masjid lainnya di Pulau Solor. Kegiatan dimulai dari tanggal Senin (29/08) hingga Jumat (02/09).
Sekretaris Badan Pengurus Lazismu Wilayah Jawa Timur, Aditio Yudono menjelaskan, tujuan rihlah dakwah ini adalah untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah, terutama dengan sesama kaum muslimin yang ada di Pulau Solor. Di NTT, umat Islam merupakan minoritas karena hanya ada sekitar 6% dari jumlah penduduk di provinsi tersebut.
"Tujuan rihlah dakwah ini untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah terutama dengan sesama kaum muslimin di Pulau Solor. Di provinsi NTT, umat Islam merupakan minoritas karena hanya sekitar 6% dari jumlah penduduk. Mayoritas penduduk di sini beragama Nasrani-Katolik. Selain itu kita ingin menyaksikan bagaimana semangat keberagaman baik muslim maupun non muslim dapat hidup berdampingan di bumi NTT," terang Aditio.
Aditio menceritakan, perjalanan menuju Pulau Solor diawali dengan menaiki pesawat dari Bandara Juanda Surabaya menuju ke Bandara El-Tari di Kota Kupang, NTT. Dari kota Kupang masih harus menempuh perjalanan udara lagi menuju ke Larantuka. Kemudian dari Larantuka disambung dengan menumpang kapal motor atau perahu motor menuju ke Kecamatan Lohayong di Pulau Solor.
"Kita ingin menyaksikan kemegahan Masjid Al-Munawaroh di Solor, Flores Timur yang kini menjadi pusat kegiatan dakwah Islam utama di pulau itu. Lazismu Jawa Timur turut membantu dana pembangunan Masjid Al-Munawaroh itu. Kita juga akan mengkaji rencana pembangunan masjid di kawasan lain di Pulau Solor. Aktivitas lainnya kita akan menghadiri berbagai kegiatan pengajian dan turut memberikan dukungan," ungkap Aditio.
Terakhir, Aditio berharap agar umat Islam yang berada di provinsi dengan mayoritas muslim dapat memberikan dukungan terhadap dakwah di NTT. "Lazismu Jawa Timur berharap semoga ummat Islam di pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan wilayah provinsi mayoritas muslim bisa turut memberikan dukungan terhadap kegiatan dakwah Islam di Nusa Tenggara Timur. Setidaknya ada perhatian dan kepedulian dari sesama saudara muslim di tanah air," pungkasnya.
[PR Lazismu PP Muhammadiyah/Aditio Yudono]

Sebagai bentuk apresiasi dan kepedulian terhadap para pejuang yang telah mengabdikan diri kepada negeri, Lazismu Wilayah Jawa Timur pada Selasa siang (16/08) berkesempatan melakukan silaturrahim ke asrama tersebut. Pihak Lazismu terdiri Aditio Yudono selaku Sekretaris Badan Pengurus didampingi dua orang Staf Program dan Media. Kedatangan Lazismu disambut oleh Didik selalu Ketua Forum Keluarga KCVRI dan Elok yang menjadi Koordinator Kantor KCVRI Surabaya. Selain itu, tiga orang ibu janda veteran yang tinggal di asrama KCVRI juga turut menyambut kedatangan Lazismu.
Soerati, salah satu janda cacat Veteran RI menceritakan pengalaman saat mendampingi suaminya selama masa muda menjadi anggota TKR-BKR (Angkatan Bersenjata sebelum TNI) di kota Surabaya. Kala itu pada tahun 1945, suaminya Soekirdan Ali bertempur melawan NICA (Netherland Indies Civil Administration) yang datang membonceng Pasukan Sekutu. Kebanyakan Pasukan Sekutu terdiri dari tentara Gurkha India dan Nepal.
"Suami saya waktu itu bertempur melawan Gurkha dan berhasil menembak seorang Gurkha. Lalu suami saya lari dikejar oleh pasukan Sekutu lainnya sambil dihujani tembakan. Akhirnya sebuah mortir meledak tepat mengenai wajahnya. Bapak lalu jatuh bersimbah darah dan sama teman-temannya dibawa ke tempat pengobatan," ungkap Soerati dengan mata berkaca-kaca.
Soerati kemudian melanjutkan, "Setelah diobati ia kembali bertugas bertempur. Walau masih ada luka di wajahnya, dengan diperban bapak terus berperang. Hujan peluru dan ledakan bom tak dihiraukannya. Beliau terus bertempur pantang mundur. Termasuk juga berpindah-pindah lokasi peperangan dan mengungsi ke daerah pun dijalani. Alhamdulillah hingga Indonesia benar-benar merdeka."
Cerita kemudian ditutup dengan ucapan terima kasih oleh Soerati. Tak terasa air mata turut membasahi pipi saat para janda cacat Veteran RI ini menceritakan kisah menyedihkan suami mereka dalam berjuang dan berperang. "Terima kasih ya Lazismu, terutama mas-mas dan mbak yang masih muda ini, bahwa kami-kami ini masih dipedulikan dan diperhatikan. Semoga menjadi berkah dan manfaat, serta Lazismu terus dapat memberikan bantuan kepada yang membutuhkan," pungkas Soerati tak kuasa menahan haru.
Koordinator Forum Keluarga KCVRI Surabaya, Didik menyatakan bahwa di Asrama Cacat Veteran Surabaya ini ini memang sudah tidak ada lagi eks Pejuang yang masih hidup karena semua telah meninggal dunia. "Semua di sini yang tinggal di asrama adalah para anak-anak dan janda dari Pejuang Cacat Veteran RI. Tercatat terdapat 14 orang eks Pejuang Cacat Veteran RI di asrama ini. Namun mereka semua sudah meninggal dunia. Terakhir eks Cacat Veteran meninggal dunia pada tahun 2019," ungkap Didik yang juga merupakan anak salah satu eks Pejuang Cacat Veteran.
Didik menambahkan, "Dikatakan Korps Cacat Veteran RI karena para eks anggota Pejuang ini mengalami keinvalidan atau kecacatan pada tubuh fisiknya akibat luka tembak, kontak senjata jarak dekat ataupun terkena bom selama peperangan mempertahankan kemerdekaan RI."
Terakhir, Didik mengucapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh Lazismu kepada mereka. "Kami atas nama Forum Keluarga KCVRI Surabaya menyampaikan terima kasih kepada Lazismu atau pun Muhammadiyah yang telah sudi memberikan perhatian pada momen HUT RI ke-77 ini. Hanya Allah SWT yang bisa membalas kebaikan ini," pungkasnya.
Kunjungan ini juga diiringi dengan penyerahan paket santunan untuk janda dan keluarga Pejuang Cacat Veteran RI yang tinggal di Asrama tersebut sebagai amanah dari para muzaki, donatur, dan dermawan. Tiga orang janda juga menerima bantuan uang tunai. Paket bantuan diterima secara simbolis oleh Didik selaku Ketua Forum Keluarga KCVRI Surabaya.
Di asrama KCVRI itu menghuni sebanyak keluarga dari 14 pejuang kemerdekaan RI yang termasuk kategori mengalami cacat fisik akibat war clash atau kontak peperangan bersenjata dengan tentara penjajah di medan laga. Para eks pejuang yang mendiami asrama itu telah meninggal dunia semua, sehingga asrama tersebut hanya ditinggali oleh keluarganya atau janda dan anak-anak. Eks Pejuang Cacat Veteran RI terakhir meninggal dunia pada tahun 2019.
[PR Lazismu PP Muhammadiyah/Aditio Yudono]

Pembangunan hunkap direncanakan sebanyak 160 unit yang berlokasi di Blok I (1–5) dan J (1–3). Sebelumnya di Blok E 1dan E2 telah dibangun 40 unit hunkap pada awal Mei 2022. Sebagai tindak lanjut bantuan untuk warga terdampak dan keterlibatan Lazismu dan MDMC di sana berdasarkan Surat Keputusan (SK) No. 188.45/30/427.12/2022 dari Bupati Lumajang.

Pada pembangunan tahap dua ini yang berlokasi di Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Lazismu memercayakan sepenuhnya proses pembangunan kepada Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabypaten Lumajang yang melibatkan Lazismu Kabupaten Lumajang. Hal ini disampaikan oleh Nazhori Author selaku Manajer Program Kemanusiaan dan Lingkungan Lazismu Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah yang sebelumnya telah meninjau lokasi bersama salah satu Badan Pengurus Lazismu PP Muhammadiyah yaitu Barry Aditya dan Direktur Utama, Edi Surya pada bulan Mei dan Juli 2022.
Author mengatakan, Lazismu berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan hunian yang layak bagi warga terdampak. "Ini amanah para muzakki dan donatur yang telah memercayakannya kepada Lazismu," paparnya.
Karena melibatkan banyak pihak termasuk Lazismu Wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Barat, dan dukungan dari Bank BJB, lanjut Author, maka tim manajemen pembangunan hunkap juga telah memilih mitra kontraktor yang terverifikasi melalui proses biding. Termasuk perencana pembangunan yang melibatkan Tim Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Surabaya.
Syukur alhamdulillah, berdasarkan informasi dari Aminuddin selaku Ketua PDM Kabupaten Lumajang pada Kamis (15/09), proses pembangunan ini sudah masuk 50 persen lebih. Pihak Lazismu pun berharap masyarakat dapat terus mendukung program strategis ini di Jawa Timur. Diperkirakan pembangunan ini akan selesai pada Oktober 2022, yang dapat ditindaklanjuti dengan program pendukung lainnya untuk pemberdayaan warga terdampak.
Bupati Lumajang, H. Thoriqul Haq atau yang akrab disapa Cak Thoriq ini menyambut baik kehadiran Muhammadiyah dalam membantu warganya. Ia menceritakan, Muhammadiyah langsung hadir mulai dari saat terjadi bencana hingga saat tahap pemulihan. Saya apresiasi dan rasa hormat sekaligus terima kasih atas nama masyarakat Kabupaten Lumajang yang merasakan langsung atas peran Muhammadiyah yang betul-betul hadir dalam membantu kami ketika kami terkena bencana erupsi Semeru," ucapnya.
Cak Thoriq melanjutkan, saat dibutuhkan untuk membangun hunian sementara, Muhammadiyah langsung menyanggupi untuk turut ambil bagian. "Muhammadiyah langsung menyatakan siap membangun berapapun yang dibutuhkan oleh pemerintah dan masyarakat untuk membangun hunian sementara yang saat itu betul-betul dibutuhkan oleh masyarakat karena rumahnya sudah hancur tertimbun material erupsi Semeru," terangnya.
Terakhir, Cak Thoriq berharap agar kehadiran Muhammadiyah dapat terus dirasakan manfaatnya bagi masyarakat. "Apalagi ada Lazismu yang fungsi dan perannya tidak sekedar dalam penanganan bencana dan membantu kalau ada bencana, tapi juga misalnya memberikan beasiswa, memberikan bantuan bagi masyarakat yang ekonomi rentan, dan memberikan modal usaha. "Tentu ini menjadi hal yang sangat produktif bagi peningkatan sumber daya manusia, peningkatan ekonomi dan kehidupan sosial yang lebih berkemakmuran," harapnya.

Senada dengan Cak Thoriq, Wakil Bupati Lumajang, Hj. Indah Amperawati Masdar juga menyampaikan terima kasih atas partisipasi Muhammadiyah dalam membantu warganya yang terdampak erupsi Gunung Semeru. "Atas nama pemerintah menyampaikan terima kasih, apresiasi, dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Muhammadiyah yang dengan gerakannya luar biasa cepat dan semangat, mulai dari jajaran atas sampai bawah dalam hal penanganan bencana erupsi Semeru yang terjadi di Kabupaten Lumajang," ujarnya.
Bunda Indah, sapaan akrab Wakil Bupati Lumajang ini menuturkan, apa yang telah dilakukan oleh Muhammadiyah tidaklah mudah. Peran serta yang diberikan selama membantu warga sangat besar, mulai dari saat terjadi bencana hingga pemulihan. "Tentu ini tidak mudah, bagaimana dengan semangat dan keikhlasannya Muhammadiyah turun langsung ke lokasi bencana. Mulai dari trauma healing, membantu makanan, pencarian korban, serta membangun hunian sementara," tegasnya.
Bunda Indah menerangkan bahwa pihaknya sudah menindaklanjuti 40 huntara yang dibangun oleh Muhammadiyah dan memastikan telah dihuni oleh warga terdampak Semeru. Ia berharap agar proses pembangunan ini segera selesai dan kembali mengucapkan terima kasih kepada Muhammadiyah. "Mudah-mudahan segera selesai tuntas 200 unit huntara. Terima kasih Muhammadiyah," pungkasnya.
[PR Lazismu PP Muhammadiyah]

Pada kesempatan ini, 50 anak yatim mendapatkan bantuan berupa paket School Kit. Selain itu, mereka juga mendapatkan bantuan dari program Beasiswa Mentari Lazismu. Kedua bentuk bantuan ini berada di bawah Pilar Pendidikan Lazismu.

Ima selaku Manajer Lazismu Kota Madiun menjelaskan, bantuan ini adalah bentuk kepedulian Lazismu kepada anak-anak yatim dan piatu. Salah satunya melalui bidang pendidikan. Ia pun mengutip salah satu hadits yang populer tentang keutamaan memelihara anak yatim.
"Ini bentuk kepedulian Lazismu kepada anak-anak yatim dan piatu khususnya, seperti apa yang di sampaikan oleh Rasulullah. 'Barang siapa yang mengasuh dan memelihara anak yatim akan berada di surga seperti ini, lalu beliau mengisyaratkan dengan jari telunjuk dan jari tengah serta meregangkan sedikit'," jelas Ima.
Dalam kegiatan yang berlangsung Sabtu (27/08) ini perwakilan PDM Kota Madiun, Warsito menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para donatur dan simpatisan yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui Lazismu. Ia pun mendoakan agar apa yang telah diberikan dapat mendatangkan keberkahan dan menjadi amal kebaikan. "Semoga apa yang panjenengan berikan menjadi amal kebaikan serta keberkahan. Aamiin," pungkasnya.
[PR Lazismu PP Muhammadiyah/Watik]

