


MALANG – Komitmen amil untuk meningkatkan kapasitasnya merupakan langkah nyata meningkatkan kualitas tata kelola lembaga amil zakat yang profesional. Lazismu Jawa Timur melalui penyelenggaraan Uji Kompetensi Amil Bersertifikat BNSP Tahun 2026, memastikan setiap amil memiliki kompetensi yang terstandar, akuntabel, dan diakui secara nasional.
Uji kompetensi diselenggarakan selama dua hari, pada Jum’at – Sabtu, 24 – 25 Juli 2026, di UPT PTKS Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Kota Malang, dengan menghadirkan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) PP Muhammadiyah sebagai penyelenggara sertifikasi yang telah memiliki lisensi resmi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) untuk skema kompetensi amil lembaga zakat.
Ketua Badan Pengurus Lazismu Jawa Timur, Imam Hambali, mengatakan bahwa sertifikasi kompetensi merupakan kebutuhan yang tidak bisa lagi ditunda di tengah meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga amil zakat.
"Uji kompetensi batch pertama ini langkah strategis bagi Lazismu Jawa Timur dalam memperkuat kualitas kompetensi amil agar semakin profesional, memiliki standar kerja yang jelas, serta mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat”, paparnya. Profesionalisme amil fondasi utama dalam membangun kepercayaan publik terhadap pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya.
Selaras dengan hal itu, Sekretaris Badan Pengurus Lazismu Jawa Timur, M. Masrukh, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan pelaksanaan batch pertama sertifikasi amil di Jawa Timur dan akan menjadi program berkelanjutan.
Menurut Masrukh, keberadaan LSP PP Muhammadiyah yang telah memperoleh lisensi resmi BNSP membuka peluang besar bagi seluruh amil Muhammadiyah untuk memperoleh pengakuan kompetensi secara nasional.
"Uji kompetensi amil selanjutnya akan dilaksanakan secara periodik. Semakin banyak amil Lazismu yang memiliki sertifikat kompetensi maka kualitas layanan dan tata kelola lembaga zakat semakin meningkat sesuai standar nasional", harapnya.
Sementara itu, Wakil Sekretaris Badan Pengurus Lazismu Jawa Timur, Zaenal Abidin, sekaligus Tim Pelaksana kegiatan, menjelaskan bahwa sertifikasi kali ini menggunakan dua skema kompetensi, yakni Skema Penghimpunan ZISKA dan Skema Pendistribusian ZISKA.
Ada 43 peserta mengikuti uji kompetensi amil, tidak hanya berasal dari amil Lazismu se-Jawa Timur, tetapi juga diikuti oleh utusan dari berbagai wilayah Muhammadiyah seperti Kantor Layanan Lazismu Aisyiyah Banggai, sebanyak 2 orang, Lazismu Banjarbaru 4 orang, Lazismu Kalimantan Selatan 1 orang, Lazismu Kota Bima 3 orang, dan Lazismu Hulu Sungai Selatan 1 orang.
"Kami ingin meyakinkan bahwa amil tidak hanya memiliki semangat melayani, tetapi juga dibekali kompetensi yang terukur dan diakui negara. Dengan demikian, kualitas pelayanan kepada para muzaki, mustahik, dan seluruh pemangku kepentingan akan semakin baik," ujar Zaenal.
Hari pertama kegiatan diisi dengan penyegaran materi dasar sebagai penguatan substansi kompetensi. Materi penghimpunan dan pendayagunaan ZISKA disampaikan oleh para akademisi Muhammadiyah, yaitu Dian Berkah dari Universitas Muhammadiyah Surabaya, Anwar Hariyono dari Universitas Muhammadiyah Gresik, dan Kumara Aji dari Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.
Pada hari kedua, seluruh peserta mengikuti asemen kompetensi yang dilaksanakan oleh asesor resmi dari LSP PP Muhammadiyah sesuai standar BNSP melalui serangkaian uji portofolio dan wawancara kompetensi.
Melalui sertifikasi ini, Lazismu Jawa Timur optimistis akan semakin memperkuat legitimasi kelembagaan sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan zakat. Profesionalisme amil bukan sekadar tuntutan organisasi, melainkan bagian dari ikhtiar menghadirkan pelayanan filantropi Islam yang berkualitas, berintegritas, transparans dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Ddt]

MALUKU – Dalam keindahan kepulauan Maluku yang tersembunyi, terdapat Pulau Kelang tepatnya di Kabupaten Seram Barat. Pulau tersebut dikelilingi oleh Laut Seram dan Laut Banda. Di Pulau Kelang terdapat 15 desa yang penduduknya berprofesi sebagai nelayan dan petani.
Di Pulau Kelang, ada sebuah desa yang bernama Tahalupu, Desa Tahalupu dikenal juga sebagai Negeri Tahalupu. Di sanalah Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Tomitomi berdiri megah. Lazismu Maluku menyambanginya untuk menyampaikan amanat donatur dari Jawa Timur.
Menurut Wakil Ketua Lazismu Maluku Rivai Tuhuleley, donatur tersebut mengamanahkan tujuh ribu lebih buku Iqra. “Semua buku tersebut akan disalurkan ke sembilan kota atau kabuten yang ada di Maluku melalui pimpinan daerah Muhammadiyah”, kata Rivai.
Rivai mengatakan ada 44 paket kardus yang berisi buku Iqra. Masing-masing kardus ada 160 eksemplar buku Iqra. Penerima manfaat di lokasi berbeda dijadwalkan akan mendapatkan jumlah kardus yang berbeda-beda juga sesuai kebutuhan.
Rivai merinci, sebanyak 44 kardus akan dibagikan masing-masing 3 sampai dengan 4 kardus untuk kabupaten dan kota. Untuk daerah yang sangat membutuhkan lebih banyak, sambung Rivai, kami akan mengirimkan sebanyak 5 kardus yang disesuaikan dengan keadaan dan kondisi penduduk, khsusunya anak-anak dari masyarakat muslim.
“Alhamdulillah program sosial dakwah ini dalam bentuk bantuan buku Iqra telah disalurkan ke penerima manfaat”, jelas Rivai. Yang pertama adalah murid-murid di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Tomitomi mendapatkan bantuan buku Iqra yang disalurkan pada hari ini, Rabu, 22 Juli 2026.
Dalam kesempatan itu, Kepala Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Muhamadiyah Tomitomi, Rustam Hart menyampaikan ucapan terima kasih kepada donatur yang telah memberikan amanah dalam bentuk buku Iqra.
Ada sebanyak 7.040 buku dan rencananya akan kami sebarkan sampai ke daerah pelosok yang ada di Pulau Kelang, Maluku. “Kami sekali lagi menyampaikan apresiasi kepada Lazismu Maluku yang telah membantu sekolah kami. Buku Iqra tersebut diberikan kepada 35 anak kelas dua yang tentu saja sangat bermanfaat”, pungkasnya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Maluku]

PAMEKASAN -- Pendidikan adalah pilar utama dalam membangun peradaban bangsa yang berkemajuan. Di balik tegaknya pilar tersebut, terdapat sosok guru yang mengemban amanah besar untuk mentransfer ilmu, membentuk akhlak, dan menanamkan nilai-nilai keimanan kepada generasi penerus.
Dalam lingkup persyarikatan Muhammadiyah, guru bukan sekadar profesi, melainkan bentuk pengabdian dan jihad untukmencerdaskan kehidupan umat. Pada kenyataannya, dedikasi para guru sering kali belum diimbangi dengan kesejahteraan yang layak. Masih ada guru Muhammadiyah yang mengabdi.
Di daerah tingkat kabupaten seperti Pamekasan, Madura, guru berjuang dalam keterbatasan finansial. Kesenjangan fasilitas dan pendapatan operasional sekolah di daerah kerap memaksa para pendidik ini untuk bertahan dengan honorarium yang jauh dari kata cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Melalui program Peduli Guru Muhammadiyah (Bakti Guru) tahun 2026, Lazismu Jawa Timur kembali hadir berkomitmen menyalurkan dana zakat guna mengapresiasi, meringankan beban hidup dan meningkatkan motivasi kerja para guru Muhammadiyah di Jawa Timur.
Sebagai tahap awal bantuan Peduli Guru disalurkan pada hari Sabtu pagi (18/7/2026) di Kabupaten Pamekasan, Madura bertempat di Gedung SMA Muhammadiyah Pamekasan. Penyaluran bantuan ini bertepatan dengan Pembukaan acara Penguatan Amil Fundraising LAZISMU se-Madura Raya.
Sebanyak 25 orang guru dari perguruan atau sekolah Muhammadiyah di Pamekasan tingkat SD, SMP dan SMA yang tidak tersentuh tunjangan sertifikasi hadir untuk mendapatkan bantuan ini.
Aditio Yudono, Wakil Ketua LAZISMU Jatim membidangi pendistribusian dan pendayagunaan mengatakan sebagai lembaga amil zakat yang bergerak demi kemaslahatan umat, kami memandang bahwa menjaga kesejahteraan para guru adalah bagian dari asnaf Fi Sabilillah.
"Guru yang sedang berjuang tersebut akan tenang secara kesejahteraan dan mampu memberikan dedikasi terbaiknya dalam mendidik generasi bangsa. Oleh karena itu, sinergi pengelolaan dana zakat yang amanah dan tepat sasaran menjadi instrumen krusial untuk hadir sebagai solusi nyata," kata Aditio Yudono di sela-sela pendistribusian paket program peduli guru.
"Paket bantuan meliputi sembako dan uang tunai. Program ini diharapkan dapat menjadi jembatan kebaikan yang menghubungkan para muzaki dengan para pejuang pendidikan Islam yang tangguh di garda terdepan," imbuhnya.
"Setelah Pamekasan akan disusul ke daerah-daerah lainnya di Jawa Timur dengan skala prioritas dengan ketersediaan anggaran dana ZISKA yang ada. Oleh karena itu, kami mengimbau ummat Islam jangan ragu-ragu berzakat dan bersedekah melalui Lazismu. Dana ZISKA yang terhimpun akan disalurkan kepada asnaf yang membutuhkan sesuai syariat Islam, termasuk kepada para guru sekolah Islam yang tidak memperoleh tunjangan sertifikasi dari negara," pungkas Aditio.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Ddt]

BONDOWOSO – Menjadi muhal bila organisasi modern dengan aset besarnya tak melibatkan partisipasi masyarakat. Dalam gerakan dakwahnya mesti menyesuaikan pendekatan cara berpikir dan bertindak. Oleh karena itu, Muhammadiyah dengan gerakan filantropinya konsisten menghadirkan nilai manfaat untuk semua kalangan.
Gerakan filantropi itu kini usia sosialnya memasuki 24 tahun. Adalah Kota Tape tempat Lazismu Bondowoso beroperasi, pada Ahad, 19 Juli 2026 bekerja sama dengan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Prajekan dan Pimpinan Cabang 'Aisyiyah Prajekan menghelat kegiatan Ahad Pagi dengan penyaluran bantuan 150 paket perlengkapan sekolah (School Kit).
Kegiatan itu dipusatkan di lingkungan PCM Prajekan yang berlangsung meriah, dihadiri warga Muhammadiyah, kader Ortom, para donatur, serta masyarakat sekitar. Selain ajang silaturahim, kegiatan ini menjadi langkah nyata kepedulian Lazismu dalam mendukung pendidikan anak-anak menjelang tahun ajaran baru.
Diawali dengan Pengajian Ahad Pagi, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bondowoso, Muhammad Malik, dalam sambutannya mengapresiasi Lazismu Bondowoso atas konsistensinya yang terus menghadirkan program-program bermanfaat langsung kepada masyarakat.
"Mewakili Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bondowoso, kami mengucapkan terima kasih kepada Lazismu Bondowoso yang senantiasa menguatkan gerakan filantropi dan menghadirkan segenap kebermanfaatannya bagi umat", ujarnya.
Keberkahan nilai manfaat itu, kata Malik yang juga menyinggung potensi Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi dengan aset terbesar di dunia. Menurutnya, aset besar tersebut tidak selalu mengurangi pentingnya partisipasi masyarakat dalam berinfak dan bersedekah.
Di dunia filantropi sering muncul pertanyaan mengapa masih perlu berdonasi kepada organisasi yang sudah kaya? Jawabannya, donasi memang dihimpun melalui organisasi yang kuat dan terpercaya, tetapi seluruh manfaatnya dikembalikan kembali kepada warga yang membutuhkan. Inilah nilai dasar gerakan filantropi Muhammadiyah, sambung Malik.
Cetak biru kebesaran Muhammadiyah, menurut Ketua Lazismu Bondowoso, Muhammad Hamka, dalam demografis Republik Kopi (red: Bondowoso penghasil kopi arabika) bahwa dipilihnya PCM Prajekan sebagai lokasi pelaksanaan milad bukan tanpa alasan.
Menurutnya, PCM Prajekan secara geografis dalam kiprahnya di daerah tapal kuda merupakan salah satu cabang yang memiliki sinergi terbaik dengan Lazismu Bondowoso dalam berbagai program pemberdayaan.
"PCM Prajekan merupakan cabang yang paling energik bekerja sama dengan Lazismu Bondowoso. Salah satu program yang rutin kami laksanakan setiap tahun ajaran baru adalah pembagian perlengkapan sekolah bagi anak-anak yang membutuhkan", pungkas Hamka.
Dengan slogan Memberi Untuk Negeri, menurut Agus Lukman Hidayat Anggota Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Lazismu Jawa Timur, keberadaannya diharapkan terus berkembang menjadi lembaga filantropi yang semakin profesional dan inovatif dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
Agus menuturkan bahwa salah satu inovasi unggulan Lazismu adalah program Qurban Kemasan Rendangmu, yang memudahkan distribusi daging kurban ke berbagai daerah. Ia menyampaikan pada tahun 2026 Lazismu memproduksi Rendangmu senilai sekitar Rp6,5 miliar, yang dikemas menjadi sekitar 125 ribu kaleng untuk masyarakat yang membutuhkan.
Selain pengajian dan penyaluran bantuan pendidikan, kegiatan juga dimeriahkan dengan layanan pemeriksaan kesehatan gratis hasil kolaborasi bersama SMK Muhammadiyah 1 Bondowoso. Turut memeriahkan agenda ini, ibu-ibu 'Aisyiyah Prajekan menghadirkan bazar UMKM yang menawarkan beragam produk olahan dan kebutuhan rumah tangga.
Di penghujung acara, Lazismu Bondowoso menyerahkan 200 eksemplar Al-Qur'an dan produk Rendangmu kepada masing-masing Pimpinan Cabang Muhammadiyah. Bantuan tersebut diharapkan menjadi media pendukung dakwah sekaligus sarana sosialisasi inovasi program Qurban Kemasan Rendangmu kepada masyarakat.
Melalui rangkaian kegiatan ini, Lazismu Bondowoso kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan program yang tidak hanya memberikan bantuan sesaat, tetapi juga memperkuat pendidikan, kesehatan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat melalui kolaborasi bersama seluruh elemen Persyarikatan Muhammadiyah.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Bondowoso]

DEPOK – Penempatan kembali amil dalam suatu tugas yang berbeda merupakan perwujudan dari bagaimana tata kelola lembaga amil zakat berkembang dengan dinamis. Seperti dialami Lazismu kantor layanan Sukmajaya, Kota Depok, yang disampaikan dalam Pengajian Muhammadiyah di Masjid Nurul Iman pada Ahad, (19/7/2026).
Ketua Badan Pengurus Lazismu Kota Depok, Farahdibha Tenrilemba, dalam sambutannya, menyampaikan bahwa reposisi kepengurusan ini merupakan tindak lanjut atas terbitnya Surat Keputusan (SK) terbaru sebagai upaya memperkuat tata kelola organisasi di Kantor Layanan Lazismu Sukmajaya.
“Lazismu merupakan lembaga amil zakat yang sah secara hukum, memperoleh izin operasional dari negara, dan menjalankan pengelolaan zakat berdasarkan ketentuan Undang-Undang tentang Pengelolaan Zakat, sehingga masyarakat tidak perlu ragu untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah”, jelasnya.
Terbitnya surat keputusan terbaru ini, kata Farahdibha berharap kantor layanan Lazismu Sukmajaya semakin solid dalam menjalankan amanah, mampu meningkatkan penghimpunan dan pendayagunaan zakat, infak, dan sedekah secara optimal.
Lazismu mampu memberikan nilai manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. “Jadikan Lazismu sebagai lembaga yang amanah, profesional, terpercaya, dan berdampak”, ujarnya.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Sukmajaya, M. Raihan Febriansyah, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Lazismu Kota Depok atas kehadiran serta dukungannya dalam pengukuhan reposisi kepengurusan tersebut.
“Kami PCMM mengucapkan terima kasih kepada Lazismu Kota Depok, yang telah hadir dan mengukuhkan reposisi kepengurusan Kantor Layanan Lazismu Sukmajaya. Semoga kepengurusan yang baru ini semakin memperkuat sinergi persyarikatan, mengembangkan gerakan filantropi Islam, serta menghadirkan kebermanfaatan yang lebih luas bagi umat dan masyarakat”, tutur Raihan.
Selain agenda prosesi pengukuhan reposisi kepengurusan, kegiatan juga diisi dengan pengajian sebagai sarana memperkuat dakwah persyarikatan dan membangun sinergi antarunsur Muhammadiyah di Sukmajaya dan Cilodong di Kota Depok.
Kegiatan ini dihadiri M. Yana Aditya Wakil Ketua PDM Kota Depok, Idhayu Leony Ketua KL Lazismu Sukmajaya, M. Ridha Ketua PCPM Sukmajaya Cilodong, serta jajaran pimpinan Persyarikatan Muhammadiyah, Ortom, Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), dan warga Muhammadiyah Sukmajaya dan Cilodong, Kota Depok.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Kota Depok]

SURAKARTA -- Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sangat dinanti murid-murid baru. Pertama kalinya mereka akan merasakan suasana hangat penuh kebersamaan selama lima hari. Murid-murid di SD Muhammadiyah 24 Gajahan, Surakarta, merasakan hal itu pada Jum’at (17/7/2026).
Setelah melaksanakan Salat Dhuha berjamaah, mereka mendapatkan edukasi filantropi sekaligus menikmati Baksomu gratis yang disajikan melalui program Food Truck Humanity Lazismu Kota Surakarta.
Program tersebut tidak sekadar membagikan makanan bergizi, tetapi juga menanamkan nilai kepedulian sosial dan semangat berbagi kepada para peserta didik sejak dini. Ratusan siswa, guru, dan karyawan sekolah menikmati sajian bakso dalam suasana penuh gembira.
Direktur Lazismu Kota Surakarta, Wahid Hamdani, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Food Truck Humanity, yang bertujuan mengenalkan gerakan filantropi kepada anak-anak sejak usia sekolah.
"Melalui program ini kami ingin memberikan edukasi tentang pentingnya berbagi dan membantu sesama, meski pun dalam bentuk sederhana seperti memberikan makanan kepada yang membutuhkan”, ujarnya. Harapannya, kegiatan ini menjadi inspirasi lahirnya budaya saling peduli di lingkungan sekolah.
Ia berharap SD Muhammadiyah 24 Gajahan dapat menjadi mitra sekaligus gerai inspiratif Lazismu yang mendorong lahirnya berbagai program filantropi di sekolah-sekolah Muhammadiyah lainnya.
Selain memperkenalkan gerakan sosial Lazismu, Food Truck Humanity juga menghadirkan makanan sehat dan bergizi sebagai bagian dari edukasi pola hidup sehat bagi anak-anak. Kepala SD Muhammadiyah 24 Gajahan Surakarta, Gatot Suherman, mengapresiasi kolaborasi dengan Lazismu yang dinilai memberikan pengalaman berbeda dalam MPLS tahun ini.
Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menghadirkan makanan bergizi, tetapi juga mengajarkan nilai berbagi, kepedulian, dan pentingnya menjaga kesehatan melalui konsumsi makanan yang baik.
"Kegiatan Food Truck Humanity ini sangat bermanfaat. Anak-anak mendapatkan edukasi tentang makanan sehat sekaligus belajar berbagi. Kami berharap program seperti ini dapat kembali dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang," katanya.
Gatot juga menyampaikan terima kasih kepada Lazismu Kota Surakarta atas dukungan terhadap pelaksanaan MPLS di SD Muhammadiyah 24 Gajahan. Keceriaan para siswa tampak saat menikmati semangkuk Baksomu yang disajikan secara gratis.
Salah satunya diungkapkan Azka, siswa kelas V SD Muhammadiyah 24 Gajahan. "Baksonya enak sekali. Semoga yang memberi diberikan kesehatan dan sedekahnya bermanfaat. Panjang umur dan dimudahkan rezekinya," kata Azka penuh antusias.
Kegiatan tersebut menjadi penutup yang berkesan pada hari kelima MPLS SD Muhammadiyah 24 Gajahan Surakarta. Melalui kolaborasi antara sekolah dan Lazismu, para siswa tidak hanya dikenalkan dengan lingkungan belajar yang baru, tetapi juga dibekali nilai-nilai keislaman, kepedulian sosial, serta semangat berbagi sebagai pendidkan karakter.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Kota Surakarta/Sugiharko]



MENGECAM PENYANDERAAN 9 AKTIVIS KEMANUSIAAN INDONESIA DAN BANTUAN KEMANUSIAAN GLOBAL SUMUD FLOTILLA OLEH AKSI MILITER ISRAEL
Jakarta, 20 Mei 2026
Aksi militer Israel yang melancarkan penyergapan terhadap relawan kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0, menuju Gaza, Palestina, merupakan bentuk teror dan melanggar hukum internasional. Tindakan intersepsi itu terjadi pada Senin, 18 Mei 2026, di perairan internasional Siprus, tepatnya di kawasan Laut Mediterania Timur.
Misi kemanusiaan untuk Palestina yang diinisiasi oleh masyarakat global yang berjumlah 426 Relawan dari 40 negara berlayar menggunakan 50 kapal, merupakan aktivis kemanusiaan dari berbagai macam profesi. Salah satunya negara Indonesia, yang di dalamnya ada 9 orang aktivis kemanusiaan yang mewakili lembaga amil zakat dan jurnalis kemanusiaan.
Berdasarkan informasi terbaru, pada 19 Mei 2026 pukul 21.02 WIB, militer Israel telah mencegat dan memaksa 40 kapal kemanusiaan tersebut untuk berhenti di perairan internasional. Kabar tersiar lainnya melalui media internasional yang sampai ke Indonesia, para relawan kemanusiaan ini dipaksa berlutut dengan kondisi tangan terikat di belakang.
Dengan bersenjata, pasukan militer Israel berjaga dari kapalnya memberikan ancaman. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, tetap pada pendiriannya sebagai upaya membela hak Israel mencegat kapal kemanusiaan itu. Bahkan, Netanyahu, memerintahkan agar semua aktivis kemanusiaan segera dideportasi.
Atas landasan hukum dan etika kemanusiaan, Kami dari Lembaga Amil Zakat Pimpinan Pusat Muhammadiyah (LAZISMU), yang juga sebagai bagian dari lembaga pengelola zakat, menyatakan kerisauan atas krisis kemanusiaan yang terjadi menimpa aktivis kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0.
Kami sekaligus mengecam setiap bentuk intervensi yang dilakukan dengan kekerasan yang sewenang-wenang oleh pasukan militer Israel terhadap misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0.
Bantuan kemanusiaan amanah rakyat Indonesia, berupa pangan, logistik, dan penunjang medis serta kesehatan yang diambil-alih dengan paksa merupakan upaya perampasan, dan tidak semata menahan sementara tetapi menghentikan akses atas hak hidup rakyat Palestina. Ini juga merupakan bentuk perendahan martabat kemanusiaan dan solidaritas internasional, termasuk Indonesia.
Ancaman represif tersebut adalah pelanggaran nyata terhadap hukum humaniter internasional. Tindakan militer Israel, melanggar Pasal 59 Konvensi Jenewa IV (1949) serta Protokol Tambahan I Pasal 70 dan 71, yang mewajibkan perlindungan mutlak bagi personil pekerja kemanusiaan dan kewajiban untuk memfasilitasi akses lintasan bantuan tanpa hambatan.
Pencegatan distribusi bantuan kemanusiaan yang disengaja turut melukai wajah kemanusiaan dan ancaman kelaparan di Gaza, Palestina, serta mencederai prinsip-prinsip dasar kemanusiaan universal yang dijunjung tinggi oleh komitmen internasional yang dibuat pada World Humanitarian Summit 2016, sebagai Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030 dan sejumlah inisiatif global lainnya.
Berpijak dari prinsip dasar kemanusiaan dan hukum humaniter internasional tersebut, Kami dari LAZISMU, dalam situasi darurat yang menyertai, dan atas nama solidaritas kemanusiaan, dengan ini menyampaikan pernyataan sikap:
Berikut pernyataan sikap yang LAZISMU sampaikan sebagai wujud solidaritas kemanusiaan universal dan akan terus ikut mengawal dengan tetap menjunjung tinggi perlindungan akses kemanusuiaan global bagi hak kemerdekaan rakyat Palestina.
Kami menyerukan kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk tidak pernah lelah mengawal setiap aksi kemanusiaan, sekaligus memanfaatkan ruang-ruang media sosial dengan narasi solidaritas kemanusiaan dan dukungan penuh bagi kemerdekaan rakyat Palestina. LAZISMU juga menyerukan kepada Masyarakat Indonesia untuk tidak letih membantu rakyat Palestina.

Para pelaku usaha hewan kurban, menjelang Idul Adha mulai menjajakan hewan kurban terbaiknya. Di setiap sudut jalan, mereka menyiapkan suatu tempat yang luas dan pakan yang cukup agar hewan kurban tetap sehat dan bugar.
Tempat yang teduh dan nyaman untuk sapi, kambing dan domba adalah pilihan tepat, dilengkapi dengan lahan parkir yang luas untuk pembeli yang datang. Berlatar lapangan atau lahan yang representatif hewan kurban dirawat dengan baik sampai pembeli datang pilih yang terbaik.
Idul Adha tinggal menunggu hitungan hari. Pimpinan Pusat Muhammadiyah, telah menetapkan Idul Adha berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), Idul Adha jatuh pada, 10 Zulhijah 1447 Hijriah bertepatan dengan hari Rabu Wage, 27 Mei 2026 Masehi.
Umat Islam bersiap membentuk panitia kurban. Di masjid-masjid pengumuman ajakan berkurban beredar. Ada penawaran berkurban dengan kambing dan sapi maupun berkurban dengan cara berjamaah untuk 7 orang agar dapat satu ekor sapi. Itu semua adalah pilihan sesuai dengan kemampuan masing-masing untuk memberikan hewan kurban yang terbaik.
Memilih Hewan Kurban Layak Disembelih
Dalam hidup, kerap manusia bertindak dalam suatu pilihan. Memilih adalah menimbang, membandingkan dan kemudian memutuskan sesuatu yang dianggap pilihan terbaik dengan risiko minimal.
Berpikir yang sehat merupakan juri dalam bertindak bagi siapa pun. Termasuk dalam memilih hewan kurban yang layak. Menurut Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, ada beberapa kiat dalam memilih hewan kurban sesuai dengan syariat Islam. Terutama dari aspek fisik, kesehatan dan usia hewan kurban.
Fisik Hewan Kurban
Dalam Fikih Kurban, fisik hewan kurban menjadi topik penting. Karena dalam memilih hewan kurban kriterianya tidak boleh dalam kondisi cacat dan berpenyakit. Hal ini, didasari pada hadis Rasulullah SAW, yang menganjurkan berkurban dengan dua ekor kibas bertanduk yang bagus.
Diriwayatkan oleh Anas bin Malik, bahwa Ia menyaksikan Rasulullah meletakkan kakinya di atas kedua unta tersebut, membaca basmalah, dan bertakbir (HR. Muslim, at-Tirmidzi, dan an-Nasai).
Kesaksian lain diungkap oleh Abi Said al-Khudri, diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW berkurban dengan seekor kambing bertanduk yang jantan, dengan perut, kaki, dan keliling mata berwarna hitam (HR. at-Tirmidzi). Dalam hadis lain, dijelaskan, ada empat jenis hewan yang tidak boleh dijadikan kurban: hewan yang buta sebelah matanya, yang sakit jelas terlihat, yang pincang jelas tampak, dan yang sangat kurus serta tidak bersih (HR. Abu Dawud).
Kesehatan Hewan Kurban
Sementara itu, dalam aspek kesehatan tak kalah penting. Terbebas dari penyakit adalah keniscayaan. Jika hewan kurban sakit harus terlihat jelas. Tidak kurus dan kaki tidak pincang. Aspek kesehatan ini, hemat Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah bukan sekadar urusan syariat, tapi suatu penegasan, kandungan dagingnya bernilai layak konsumsi bagi penerima manfaat.
Dalam memilih hewan kurban tersebut yang sesuai kriteria, adalah bentuk ketaatan dan penghormatan atas segenap ibadah umat Islam yang diperintahkan Allah SWT. Keikhlasan dan kesanggupan menunaikan ibadah kurban bagian dari kontribusi sosial yang dilandasi tauhid sebagai wujud bersyukur atas nikmat dan karunia-Nya sesama umat Islam.
Usia Hewan Kurban
Setelah mempertimbangkan aspek fisik dan kesehatan hewan kurban, ada baiknya umat Islam saat membeli hewan kurban menanyakan usia hewan kurban tersebut. Hal ini untuk memastikan bahwa fisik dan kesehatan relevan dengan usianya.
Adapun hewan kurban yang memenuhi syarat untuk dikurbankan, menurut Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah dari aspek usianya, antara lain, unta usianya genap berumur 5 tahun, sapi genap berumur 2 tahun dan kambing telah genap berumur 1 tahun.
Sebagai informasi tambahan, pastikan dalam memilih hewan kurban dari para penjual untuk tidak sungkan bertanya tentang Sertifikat Kelayakan Kesehatan Hewan Kurban (SKKHK). Sertifikasi tersebut menjadi penting karena rantai pasok hewan kurban menjelang Idul Adha dari berbagai daerah lumayan tinggi.
Untuk mempersembahkan hewan kurban terbaik tentu ditopang dengan bagaimana cara memilih yang tepat dan benar serta tidak terburu-buru. Paling minimal kita dapat melihat dengan jelas bahwa hewan kurban yang layak itu nafsu makannya tinggi, bergerak dengan aktif, setiap sudut matanya tidak berair, kondisinya bersih dan tidak kurus-tirus.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

Diperintahkannya Ibadah Qurban dalam Islam, tidak bisa dilepaskan dari kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS sebagai relasi cinta dan kebenaran antara orangtua dan anaknya. Kisahnya diabadikan Al-Qur’an sebagai bukti kepatuhan dan pengorbanan atas nama Tauhid.
Kisah teladan ini terlukis di Surat As-Saffat ayat 102, yang artinya: "Ibrahim berkata: Wahai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu, maka pikirkanlah apa pendapatmu?"
Ismail yang mendengar cerita ini, langsung meminta ayahnya melaksanakan perintah Allah. Tidak sedikit pun rasa gentar terlihat di wajahnya. Bahkan, Ia rela berkorban untuk taat kepada perintah Allah dan ayahnya tercinta.
Ismail berkata: Wahai ayahku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu. Insya Allah, engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar."
Ujian Tanpa Batas
Perintah Allah kepada Nabi Ibrahim diperoleh dari mimpi untuk menyembelih putranya, Ismail. Ia dihadapkan pada suatu dilema, harus memilih antara mengikuti kata hatinya untuk menyelamatkan anaknya, Nabi Ismail atau tunduk patuh mentaati perintah Allah.
Hatinya bergejolak, harus memilih salah satu di antara keduanya. Ia hampir diambang pada kelemahan iman. Bisa saja Ia mempertaruhkan nyawanya sendiri demi perintah Allah. Tetapi setelah merenung secara mendalam, Nabi Ibrahim tidak ingin mementingkan diri sendiri hanya demi “ketaatan semu” kepada Allah.
Ia berupaya menepis rasa ragu di dalam dirinya. Seruan datang lagi kepada Nabi Ibrahim, “Wahai Ibrahim,” Pasrahkan dirimu atas anakmu Ismail. Dengan tegas Allah mengatakan, “Korbankanlah Ismail Anakmu!”
Setelah melewati ujian tanpa batas ini, akhirnya dengan pasrah dan penuh Ikhlas, Ia merelakan anaknya untuk mengikuti perintah Allah. Bayangkan, betapa cintanya seorang ayah kepada anaknya.
Perintah Korbankan Ismail tidak sekadar menunjuk suatu kata yang bermakna saran, tapi suatu keharusan yang di dalamnya terdapat rahasia yang Nabi Ibrahim sendiri sebagai manusia tak mampu memaknainya.
Atas kehendak dan ijin dari Allah (mukjizat), pikiran, hati dan jiwa Nabi Ibrahim meraih cahaya kebenaran. Nabi Ismail yang semula sudah Ikhlas untuk dikorbankan, dengan sekejap berubah menjadi domba yang siap disembelih.
Pelajaran yang Dipetik dari Kisah ini
Apa hikmah yang bisa dipetik dari kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail? Perintah “mengorbankan Ismail” menurut Ali Syari’ati dalam karyanya HAJI, mengandung esensi makna bahwa manusia itu harus membuang kebahagiaan semu, kecintaanmu kepada harta, sesuatu dan buah hatimu sekali pun merupakan ujian hidup.
Hal itu terungkap dalam Al-Qur’an Surat Al-Anfal ayat 28, yang artinya: “Ketahuilah bahwa harta kekayaan dan anak-anakmu adalah sebagai ujian ……”. Allah mengingatkan hambanya untuk tidak tergoda pada cinta duniawi. Apalagi tergoda oleh tipu daya setan.
Seberat apa pun ujian datang, pertolongan Allah pasti akan datang dengan tetap berikhtiar dan taat perintah Allah dengan Ikhlas sebagai prinsip utama Ibadah. Peristiwa ini bukti nyata bahwa kebenaran Al-Qur’an tak diragukan lagi dan menjadi dasar perintah dalam Islam dalam ibadah kurban.
Umat Islam yang mampu diperintahkan untuk berkurban. Memberikan hewan terbaik untuk disembelih dan dibagikan kepada mereka yang betul-betul membutuhkan. Oleh karena itu, ketulusan dan keikhlasan adalah kuncinya, agar ibadah kurban yang dilaksanakan menjadi bermakna. Inilah Ikhlas yang tak membutuhkan balasan. Ikhlas berbuat untuk kemaslahatan sosial melalui ibadah kurban.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

