


BONDOWOSO – Menjadi muhal bila organisasi modern dengan aset besarnya tak melibatkan partisipasi masyarakat. Dalam gerakan dakwahnya mesti menyesuaikan pendekatan cara berpikir dan bertindak. Oleh karena itu, Muhammadiyah dengan gerakan filantropinya konsisten menghadirkan nilai manfaat untuk semua kalangan.
Gerakan filantropi itu kini usia sosialnya memasuki 24 tahun. Adalah Kota Tape tempat Lazismu Bondowoso beroperasi, pada Ahad, 19 Juli 2026 bekerja sama dengan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Prajekan dan Pimpinan Cabang 'Aisyiyah Prajekan menghelat kegiatan Ahad Pagi dengan penyaluran bantuan 150 paket perlengkapan sekolah (School Kit).
Kegiatan itu dipusatkan di lingkungan PCM Prajekan yang berlangsung meriah, dihadiri warga Muhammadiyah, kader Ortom, para donatur, serta masyarakat sekitar. Selain ajang silaturahim, kegiatan ini menjadi langkah nyata kepedulian Lazismu dalam mendukung pendidikan anak-anak menjelang tahun ajaran baru.
Diawali dengan Pengajian Ahad Pagi, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bondowoso, Muhammad Malik, dalam sambutannya mengapresiasi Lazismu Bondowoso atas konsistensinya yang terus menghadirkan program-program bermanfaat langsung kepada masyarakat.
"Mewakili Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bondowoso, kami mengucapkan terima kasih kepada Lazismu Bondowoso yang senantiasa menguatkan gerakan filantropi dan menghadirkan segenap kebermanfaatannya bagi umat", ujarnya.
Keberkahan nilai manfaat itu, kata Malik yang juga menyinggung potensi Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi dengan aset terbesar di dunia. Menurutnya, aset besar tersebut tidak selalu mengurangi pentingnya partisipasi masyarakat dalam berinfak dan bersedekah.
Di dunia filantropi sering muncul pertanyaan mengapa masih perlu berdonasi kepada organisasi yang sudah kaya? Jawabannya, donasi memang dihimpun melalui organisasi yang kuat dan terpercaya, tetapi seluruh manfaatnya dikembalikan kembali kepada warga yang membutuhkan. Inilah nilai dasar gerakan filantropi Muhammadiyah, sambung Malik.
Cetak biru kebesaran Muhammadiyah, menurut Ketua Lazismu Bondowoso, Muhammad Hamka, dalam demografis Republik Kopi (red: Bondowoso penghasil kopi arabika) bahwa dipilihnya PCM Prajekan sebagai lokasi pelaksanaan milad bukan tanpa alasan.
Menurutnya, PCM Prajekan secara geografis dalam kiprahnya di daerah tapal kuda merupakan salah satu cabang yang memiliki sinergi terbaik dengan Lazismu Bondowoso dalam berbagai program pemberdayaan.
"PCM Prajekan merupakan cabang yang paling energik bekerja sama dengan Lazismu Bondowoso. Salah satu program yang rutin kami laksanakan setiap tahun ajaran baru adalah pembagian perlengkapan sekolah bagi anak-anak yang membutuhkan", pungkas Hamka.
Dengan slogan Memberi Untuk Negeri, menurut Agus Lukman Hidayat Anggota Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Lazismu Jawa Timur, keberadaannya diharapkan terus berkembang menjadi lembaga filantropi yang semakin profesional dan inovatif dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
Agus menuturkan bahwa salah satu inovasi unggulan Lazismu adalah program Qurban Kemasan Rendangmu, yang memudahkan distribusi daging kurban ke berbagai daerah. Ia menyampaikan pada tahun 2026 Lazismu memproduksi Rendangmu senilai sekitar Rp6,5 miliar, yang dikemas menjadi sekitar 125 ribu kaleng untuk masyarakat yang membutuhkan.
Selain pengajian dan penyaluran bantuan pendidikan, kegiatan juga dimeriahkan dengan layanan pemeriksaan kesehatan gratis hasil kolaborasi bersama SMK Muhammadiyah 1 Bondowoso. Turut memeriahkan agenda ini, ibu-ibu 'Aisyiyah Prajekan menghadirkan bazar UMKM yang menawarkan beragam produk olahan dan kebutuhan rumah tangga.
Di penghujung acara, Lazismu Bondowoso menyerahkan 200 eksemplar Al-Qur'an dan produk Rendangmu kepada masing-masing Pimpinan Cabang Muhammadiyah. Bantuan tersebut diharapkan menjadi media pendukung dakwah sekaligus sarana sosialisasi inovasi program Qurban Kemasan Rendangmu kepada masyarakat.
Melalui rangkaian kegiatan ini, Lazismu Bondowoso kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan program yang tidak hanya memberikan bantuan sesaat, tetapi juga memperkuat pendidikan, kesehatan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat melalui kolaborasi bersama seluruh elemen Persyarikatan Muhammadiyah.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Bondowoso]

DEPOK – Penempatan kembali amil dalam suatu tugas yang berbeda merupakan perwujudan dari bagaimana tata kelola lembaga amil zakat berkembang dengan dinamis. Seperti dialami Lazismu kantor layanan Sukmajaya, Kota Depok, yang disampaikan dalam Pengajian Muhammadiyah di Masjid Nurul Iman pada Ahad, (19/7/2026).
Ketua Badan Pengurus Lazismu Kota Depok, Farahdibha Tenrilemba, dalam sambutannya, menyampaikan bahwa reposisi kepengurusan ini merupakan tindak lanjut atas terbitnya Surat Keputusan (SK) terbaru sebagai upaya memperkuat tata kelola organisasi di Kantor Layanan Lazismu Sukmajaya.
“Lazismu merupakan lembaga amil zakat yang sah secara hukum, memperoleh izin operasional dari negara, dan menjalankan pengelolaan zakat berdasarkan ketentuan Undang-Undang tentang Pengelolaan Zakat, sehingga masyarakat tidak perlu ragu untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah”, jelasnya.
Terbitnya surat keputusan terbaru ini, kata Farahdibha berharap kantor layanan Lazismu Sukmajaya semakin solid dalam menjalankan amanah, mampu meningkatkan penghimpunan dan pendayagunaan zakat, infak, dan sedekah secara optimal.
Lazismu mampu memberikan nilai manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. “Jadikan Lazismu sebagai lembaga yang amanah, profesional, terpercaya, dan berdampak”, ujarnya.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Sukmajaya, M. Raihan Febriansyah, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Lazismu Kota Depok atas kehadiran serta dukungannya dalam pengukuhan reposisi kepengurusan tersebut.
“Kami PCMM mengucapkan terima kasih kepada Lazismu Kota Depok, yang telah hadir dan mengukuhkan reposisi kepengurusan Kantor Layanan Lazismu Sukmajaya. Semoga kepengurusan yang baru ini semakin memperkuat sinergi persyarikatan, mengembangkan gerakan filantropi Islam, serta menghadirkan kebermanfaatan yang lebih luas bagi umat dan masyarakat”, tutur Raihan.
Selain agenda prosesi pengukuhan reposisi kepengurusan, kegiatan juga diisi dengan pengajian sebagai sarana memperkuat dakwah persyarikatan dan membangun sinergi antarunsur Muhammadiyah di Sukmajaya dan Cilodong di Kota Depok.
Kegiatan ini dihadiri M. Yana Aditya Wakil Ketua PDM Kota Depok, Idhayu Leony Ketua KL Lazismu Sukmajaya, M. Ridha Ketua PCPM Sukmajaya Cilodong, serta jajaran pimpinan Persyarikatan Muhammadiyah, Ortom, Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), dan warga Muhammadiyah Sukmajaya dan Cilodong, Kota Depok.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Kota Depok]

MALANG -- Lirik lagu Iwan Fals berjudul Ambulans Zig-Zag menceritakan tentang deru ambulans yang masuk pelataran rumah sakit membawa korban kecelakaan. Lalu disambut para medis berdatangan kerja cepat membawa korban ke ruang periksa untuk menyelamatkan pasien.
Lirik ini memiliki kaitan cerita dalam konteks sosial-kemanusiaan lembaga amil zakat dalam situasi darurat. Salah satunya Lazismu yang di beberapa wilayah memiliki layanan ambulans. Menurut data Lazismu Jawa Timur dalam program Indonesia Mobile Clinic (IMC) di pilar Kesehatan, terdapat armada ambulans yang tersebar di berbagai Kabupaten/Kota lebih dari 60 unit yang mayoritas berjenis transporter.
Seiring dengan meningkatnya volume kebutuhan masyarakat dan dinamika di lapangan, ditemukan beberapa peluang dan tantangan. Anggota Badan Pengurus LAZISMU Jatim, Achmad Saifu, yang membidangi pelayanan ambulans dan aksi kemanusiaan mengatakan perlunya standar pelayanan, skema pendanaan operasional, dan kompetensi driver yang saat ini masih belum seragam.
“Sistem koordinasi antar-daerah perlu dicermati sehingga ada integrasi untuk mewujudkan layanan yang responsif, profesional, akuntabel dan tepat sasaran”, jelasnya dalam wadah diskusi terarah yang diselenggarakan oleh Lazismu Jawa Timur, pada Rabu (15/7/2026) bertempat di Kampung Mahasiswa Dau, Malang.
Tujuan diselenggarakannya dikusi terarah ini, kata Achmad untuk memetakan berbagai masalah soal pernak-pernik layanan ambulans dan mencari pemecahan solusinya. Oleh sebab itu, kegiatan diskusi ini terfokus tentang pengelolaan dan operasional ambulans yang dibungkus dengan tema “Menuju Layanan Ambulans Lazismu se-Jatim Profesional dan Terintegrasi”.
Ahcmad Saifu dan amil se-Jawa Timur mencari referensi mengenai standar operasional yang ada dari berbagai sumber. Para amil juga berbagi pengalaman bagaimana ambulans di daerahnya masing-masing beroperasi melayani masyarakat.
"Kita mengidentifikasi bersama berbagai kendala, utamanya berkaitan dengan operasional, pendanaan dan pemeliharaan ambulans di masing-masing daerah. Maka standardisasi layanan menjadi penting. Ia berharap dapat menyusun draf standardisasi pelayanan ambulans bersama yang menyentuh aspek pelayanan pasien dan jenazah", pungkasnya.
Diskusi ini juga membahas integrasi Sistem Jaringan yaitu membangun sistem komando atau koordinasi armada (Sistem Jaringan Ambulans Lazismu se-Jatim) secara digital agar lebih responsif terhadap permintaan layanan atau rujukan antarkota.
Hal yang tidak boleh terlupakan keberlanjutan finansial yaitu merumuskan formula pendanaan operasional ambulans yang mandiri dan akuntabel tanpa membebani mustahik atau masyarakat pengguna, ungkap Pak Mamak sapaan karibnya.
Agenda diskusi tersebut diikuti oleh 45 orang yang terdiri dari Badan Pengurus Lazismu dari 17 Daerah kabupaten dan kota di Jawa Timur yang melibatkan partisipasi pengelola dan driver ambulans. Bertindak sebagai narasumber adalah Jamilatus Sa'diyah dari Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim dan Zaenal Abidin, Wakil Sekretaris LAZISMU Jatim yang juga pengajar Kesejahteraan Sosial Universitas Muhammadiyah Malang.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Adit]

JEMBER – Dalam usianya yang ke-24, Lazismu tengah menyongsong perubahan teknologi informasi. Perubahan yang dimulai dengan perilaku berderma yang biasa menuju perilaku berderma masyarakat yang modern bahkan merambah jagad digital.
Serupa dengan syukuran bertambahnya usia Lazismu di wilayah lainnya, di Jember, perhelatan milad Lazismu digelar meriah. Puncak acara milad Lazismu diiringi dengan rangkaian Pengajian Ahad Pagi Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Jember, yang berlangsung di Kompleks PDM Kabupaten Jember, pada Ahad (12/7/2026).
Perayaan hari jadi Lazismu ke-24, menurut Asbit Iman Sampurna, Direktur Lazismu Jember, dilatari oleh bentuk syukur bahwa semangat dakwah filantropi dan dengan aksi nyata pemberdayaan umat perlu diperkuat dan integrasikan dengan lintas organisasi dan lembaga untuk kolaborasi.
“Milad ke-24 Lazismu bukan sekadar peringatan bertambahnya usia lembaga, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat gerakan kolaborasi dalam menghadirkan solusi atas berbagai persoalan sosial yang dihadapi Masyarakat”, ujarnya.
Ketua PDM Jember, Aminullah Elhady, membuka acara dan menyampaikan apresiasi untuk Program Ketahanan Pangan Lazismu. Ia mengatakan, program "BaksoMu" yang berasal dari hasil olahan daging kurban dari pekurban manfaatnya bisa dirasakan secara berkelanjutan.
Milad ini sebagai momentum memperluas kolaborasi, meningkatkan kualitas pelayanan, serta menghadirkan lebih banyak manfaat bagi masyarakat. Karena itu, kami mengajak seluruh warga Muhammadiyah dan masyarakat Kabupaten Jember untuk hadir, mengikuti Pengajian Ahad Pagi, serta memanfaatkan berbagai layanan sosial yang telah disiapkan.
Sementara itu, Zainul Muslimin, mewakili Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur dalam pengajian Ahad Pagi, mengungkapkan bahwa menjalankan amanah di Lazismu harus dilakukan dengan cara yang terukur.
Kita harus melampaui sekadar rutinitas, karena keberhasilan nilai manfaat program diukur dari seberapa besar manfaat yang dirasakan umat. “Amanah ini tidak sepenuhnya segaris dengan latar belakang profesi, namun sebagai warga Muhammadiyah, kita harus siap mengurus organisasi dengan cara terbaik", jelasnya
Dalam acara milad ini, Lazismu Jember juga mengenalkan kegiatan ekonomi dan sosial di antaranya layanan donor darah dari PMI Jember, stan UMKM warga Muhammadiyah, serta layanan cukur rambut gratis yang sudah berjalan beberapa bulan.
Sebagai pelengkap, warga yang hadir juga mendapatkan layanan cek kesehatan gratis, program "Yatim Nge-Mall", pentasarufan Al-Qur'an Braille dan buku Iqra, pelatihan dan pembagian alat cukur gratis, penyajian spesial BaksoMu, dan penandatanganan MoU dengan Bank Syariah Nasional (BSN).
Menurut amil Lazismu jember, sebagai informasi tambahan, kolaborasi antara Lazismu Jember dan BSN telah terjalin dalam berbagai program strategis, di antaranya program Kampung Zero Waste dan program Kurban Pedalaman yang dilaksanakan di Dusun Mandilis, Desa Tempurejo.
Salah seorang penerima manfaat, Syarif Laka, santri dari Pondok Modern Muhammadiyah Pakusari, mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan dan pelatihan alat cukur ini. “Program ini tidak hanya sekadar memberi alat, tetapi juga membekali kami dengan keterampilan nyata untuk mandiri secara ekonomi di masa depan", tandasnya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Jember]

YOGYAKARTA -- Fatimatuzahra masih kuliah di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Status mahasiswanya terdaftar di Fakultas Sekolah Vokasi, Jurusan Pembangunan Ekonomi Kewilayahan. Sebagai mahasiswa, Ia selalu mencari hal-hal baru untuk mengembangkan pengalamannya.
Hal itulah yang Ia temukan di ajang PIONEERS 5.0 Business Idea Competition yang diselenggarakan oleh HIPMI PT UGM. Suatu ajang kompetisi bergengsi dan berskala nasional yang mengusung tema "Smarter Supply Chains to Power Small Local Businesses"
Keterlibatan Fatimatuzahra dalam kompetisi ini berawal dari sebuah ajakan untuk bergabung dengan tim Andai Aku Pro, katanya saat dikontak tim Digicom Lazismu, (14/7/2026). Keinginan yang kuat untuk terus berkembang menjadi alasan utamanya menerima ajakan tersebut.
Sepanjang prosesnya, kompetisi ini dimulai pada bulan Februari 2026 hingga puncak di hari kompetisi pada pertengahan Mei 2026. “Segenap dinamika saya lalui bersama tim memberikan begitu banyak pengalaman dan pelajaran berharga yang membentuk cara pandang saya”, pungkasnya.
Ini lebih dari sekadar perlombaan, menurutnya kompetisi ini memberi ruang kepada saya sebagai mahasiswa Pembangunan Ekonomi Kewilayahan untuk berkontribusi secara nyata. Melalui ide bisnis yang dirancang, kami berupaya menciptakan solusi untuk efisiensi biaya logistik bagi UMKM, yang menjadi salah satu customer profile kami.
Puji Syukur, tahapan demi tahapan berhasil dilewati, Fatimatuzahra dan tim akhirnya didapuk sebagai pemenang meraih juara 2 diajang tersebut. Fatima mengaku dengan berkuliah di program studi yang diambilnya, terasa seperti sedang menerapkan teori bidang ekonomi yang dipelajarinya.
Terutama sambung Fatima, mahasiswa dituntut menguasai perencanaan, pembangunan ekonomi wilayah dan pengembangan perekonomian suatu wilayah. Semisal dalam suatu dokumen perencanaan yang terukur dan bisa diimplementasikan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Cerita Fatimatuzahra yang juga sebagai salah satu penerima Beasiswa Zakat Indonesia (BeZakat) Lazismu, hanyalah bagian kecil suatu model bagaimana program pendidikan di perguruan tinggi bisa beradaptasi dengan suatu tantangan kompetisi.
Modal yang terpenting adalah pada orangnya, kata Manager Program Pendistribusian dan Pendayagunaan Lazismu Pusat Shofia Khoerunisa. Artinya kesungguhan dan keuletan bisa memberikan kesempatan kepada seseorang untuk belajar dan berkembang.
Semangat untuk terus berinovasi, belajar, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat ini sekaligus menjadi wujud komitmen serta rasa syukur Fatima kepada Lazismu, sebagai pemberi beasiswa yang senantiasa mendukung langkah pendidikan dan pengembangan dirinya.
“Selamat kepada Fatima atas keberhasilannya meraih juara 2 PIONEERS 5.0 Business Idea Competition yang diselenggarakan oleh HIPMI PT UGM. Prestasi ini menjadi bukti bahwa pendidikan dan inovasi mampu melahirkan generasi yang siap membawa perubahan. Sejalan dengan semangat Program Beasiswa Sang Surya Lazismu”, terangnya.
Kami berharap semakin banyak generasi muda Indonesia yang memperoleh akses pendidikan berkualitas yang mendorong lahirnya insan yang berani bermimpi dan berjuang untuk mewujudkan cita-cita, serta menjadi agen perubahan yang menghadirkan dampak nyata bagi kemajuan Indonesia di masa depan.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

KULON PROGO – Dukungan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo terhadap program Kampung Berkemajuan yang dinisiasi Lazismu diwujudkan dengan komitmennya melalui audiensi Lazismu DIY ke kantor Kabupaten setempat.
Sebagai model pemberdayaan masyarakat berbasis kawasan, program Kampung Berkemajuan diapresiasi Bupati Kulon Progo, R. Agung Setyawan, saat menerima audiensi yang disaksikan oleh Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PWM DIY dan LAZISMU Kabupaten Kulon Progo di Kantor Bupati Kulon Progo, Senin (13/7/2026), dilansir dari laman resmi lazismudiy.or.id.
Agenda tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi dan UKM, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Sekretariat Daerah, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kulon Progo.
Dalam kesempatan itu, Saeful, Koordinator Bidang Program dan Pendistribusian Lazismu DIY, menyampaikan bahwa audiensi adalah bentuk pertanggungjawaban sekaligus pelaporan perkembangan program Kampung Berkemajuan setelah peluncuran dan penanaman perdana bibit pisang yang sebelumnya dihadiri langsung oleh Bupati Kulon Progo.
Ia menambahkan, Kampung Berkemajuan merupakan program pemberdayaan masyarakat berbasis kawasan yang dikembangkan melalui pendekatan terpadu, mulai dari penguatan budidaya, pengolahan hasil, pengembangan usaha, hingga pembentukan kelembagaan masyarakat.
“Program ini dipercaya Lazismu Pusat sebagai salah satu program percontohan nasional yang model pemberdayaannya berbasis potensi lokal agar bisa dikembangkan dan dilanjutkan”, ujarnya.
Mewakili Lazismu DIY, Saeful menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo selama pelaksanaan program tahun pertama dan berharap sinergi ini dapat diperkuat dalam pengembangan Program Kampung Berkemajuan pada tahun kedua.
Dalam kesempatan yang sama, Majelis Pemberdayaan Masyarakat PWM DIY memaparkan hasil pelaksanaan Program Kampung Berkemajuan di Dusun Grubug, Kalurahan Jatisarono, Kapanewon Nanggulan.
Program ini didasari pada potensi lokal yang menyasar budidaya dan komoditas pisang yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Melalui berbagai pendampingan, masyarakat didorong untuk membangun ekosistem usaha yang terpadu, mulai dari pembibitan, budidaya, pengolahan produk, pengemasan, pemasaran, hingga pembentukan kelompok usaha.
Di tahun pertama pelaksanaan program, berbagai capaian berhasil diraih. Sebanyak 1.000 bibit pisang berhasil didistribusikan kepada masyarakat, lahan wakaf LKSA Muhammadiyah mulai dioptimalkan sebagai kawasan budidaya produktif, serta rumah pembibitan berhasil dibangun sebagai pusat pengembangan bibit.
Masyarakat berhasil mengembangkan 6 jenis produk olahan berbahan dasar pisang dengan 18 varian produk, yang memanfaatkan hampir seluruh bagian tanaman pisang, mulai dari buah, gedebog, hingga bonggol. Produk olahan tersebut dilengkapi dengan pengembangan kemasan dan mulai dipasarkan melalui berbagai saluran, seperti pesanan langsung, pameran, jejaring Muhammadiyah, serta toko mitra.
Program ini juga berhasil membentuk satu kelompok usaha produksi yang kini telah aktif menjalankan kegiatan ekonomi secara bersama, sekaligus memperkuat interaksi sosial dan semangat gotong royong masyarakat sebagai modal penting keberlanjutan program.
Memasuki tahun kedua, pengembangan program diarahkan pada penguatan produktivitas budidaya, peningkatan kapasitas produksi, penguatan kelembagaan kelompok usaha, perluasan akses pemasaran, serta pembangunan kolaborasi multipihak guna memperkuat keberlanjutan program.
Menanggapi hal itu, Bupati Kulon Progo menyampaikan apresiasi atas konsistensi Lazismu DIY dalam mendampingi masyarakat. “Saya sangat senang karena ini bukan sekadar program yang dimulai, tetapi benar-benar dibangun secara berkelanjutan. Hulunya diperkuat, hilirnya juga dikembangkan. Ini model pemberdayaan yang harus didampingi,” ujar Bupati.
Menurutnya, masih banyak potensi yang dapat dikembangkan dari komoditas pisang. Selain buahnya, bagian lain seperti daun, gedebog, dan bonggol juga memiliki peluang ekonomi yang dapat dikembangkan lebih lanjut, termasuk sebagai bahan pakan ternak maupun produk bernilai tambah lainnya.
Bupati juga menilai pengembangan Kampung Berkemajuan memiliki peluang besar untuk diintegrasikan dengan berbagai sektor pembangunan daerah, seperti pertanian, pengembangan UMKM, hingga sektor pariwisata melalui konsep eduwisata maupun agrowisata.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Kulon Progo siap memberikan dukungan melalui sinergi lintas perangkat daerah agar program tersebut dapat berkembang secara lebih luas dan berkelanjutan.
Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kabupaten Kulon Progo akan mengoordinasikan pembahasan lebih lanjut bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait guna mengidentifikasi bentuk kolaborasi yang dapat diwujudkan pada pelaksanaan Program Kampung Berkemajuan tahap berikutnya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu DIY]



MENGECAM PENYANDERAAN 9 AKTIVIS KEMANUSIAAN INDONESIA DAN BANTUAN KEMANUSIAAN GLOBAL SUMUD FLOTILLA OLEH AKSI MILITER ISRAEL
Jakarta, 20 Mei 2026
Aksi militer Israel yang melancarkan penyergapan terhadap relawan kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0, menuju Gaza, Palestina, merupakan bentuk teror dan melanggar hukum internasional. Tindakan intersepsi itu terjadi pada Senin, 18 Mei 2026, di perairan internasional Siprus, tepatnya di kawasan Laut Mediterania Timur.
Misi kemanusiaan untuk Palestina yang diinisiasi oleh masyarakat global yang berjumlah 426 Relawan dari 40 negara berlayar menggunakan 50 kapal, merupakan aktivis kemanusiaan dari berbagai macam profesi. Salah satunya negara Indonesia, yang di dalamnya ada 9 orang aktivis kemanusiaan yang mewakili lembaga amil zakat dan jurnalis kemanusiaan.
Berdasarkan informasi terbaru, pada 19 Mei 2026 pukul 21.02 WIB, militer Israel telah mencegat dan memaksa 40 kapal kemanusiaan tersebut untuk berhenti di perairan internasional. Kabar tersiar lainnya melalui media internasional yang sampai ke Indonesia, para relawan kemanusiaan ini dipaksa berlutut dengan kondisi tangan terikat di belakang.
Dengan bersenjata, pasukan militer Israel berjaga dari kapalnya memberikan ancaman. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, tetap pada pendiriannya sebagai upaya membela hak Israel mencegat kapal kemanusiaan itu. Bahkan, Netanyahu, memerintahkan agar semua aktivis kemanusiaan segera dideportasi.
Atas landasan hukum dan etika kemanusiaan, Kami dari Lembaga Amil Zakat Pimpinan Pusat Muhammadiyah (LAZISMU), yang juga sebagai bagian dari lembaga pengelola zakat, menyatakan kerisauan atas krisis kemanusiaan yang terjadi menimpa aktivis kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0.
Kami sekaligus mengecam setiap bentuk intervensi yang dilakukan dengan kekerasan yang sewenang-wenang oleh pasukan militer Israel terhadap misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0.
Bantuan kemanusiaan amanah rakyat Indonesia, berupa pangan, logistik, dan penunjang medis serta kesehatan yang diambil-alih dengan paksa merupakan upaya perampasan, dan tidak semata menahan sementara tetapi menghentikan akses atas hak hidup rakyat Palestina. Ini juga merupakan bentuk perendahan martabat kemanusiaan dan solidaritas internasional, termasuk Indonesia.
Ancaman represif tersebut adalah pelanggaran nyata terhadap hukum humaniter internasional. Tindakan militer Israel, melanggar Pasal 59 Konvensi Jenewa IV (1949) serta Protokol Tambahan I Pasal 70 dan 71, yang mewajibkan perlindungan mutlak bagi personil pekerja kemanusiaan dan kewajiban untuk memfasilitasi akses lintasan bantuan tanpa hambatan.
Pencegatan distribusi bantuan kemanusiaan yang disengaja turut melukai wajah kemanusiaan dan ancaman kelaparan di Gaza, Palestina, serta mencederai prinsip-prinsip dasar kemanusiaan universal yang dijunjung tinggi oleh komitmen internasional yang dibuat pada World Humanitarian Summit 2016, sebagai Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030 dan sejumlah inisiatif global lainnya.
Berpijak dari prinsip dasar kemanusiaan dan hukum humaniter internasional tersebut, Kami dari LAZISMU, dalam situasi darurat yang menyertai, dan atas nama solidaritas kemanusiaan, dengan ini menyampaikan pernyataan sikap:
Berikut pernyataan sikap yang LAZISMU sampaikan sebagai wujud solidaritas kemanusiaan universal dan akan terus ikut mengawal dengan tetap menjunjung tinggi perlindungan akses kemanusuiaan global bagi hak kemerdekaan rakyat Palestina.
Kami menyerukan kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk tidak pernah lelah mengawal setiap aksi kemanusiaan, sekaligus memanfaatkan ruang-ruang media sosial dengan narasi solidaritas kemanusiaan dan dukungan penuh bagi kemerdekaan rakyat Palestina. LAZISMU juga menyerukan kepada Masyarakat Indonesia untuk tidak letih membantu rakyat Palestina.

Para pelaku usaha hewan kurban, menjelang Idul Adha mulai menjajakan hewan kurban terbaiknya. Di setiap sudut jalan, mereka menyiapkan suatu tempat yang luas dan pakan yang cukup agar hewan kurban tetap sehat dan bugar.
Tempat yang teduh dan nyaman untuk sapi, kambing dan domba adalah pilihan tepat, dilengkapi dengan lahan parkir yang luas untuk pembeli yang datang. Berlatar lapangan atau lahan yang representatif hewan kurban dirawat dengan baik sampai pembeli datang pilih yang terbaik.
Idul Adha tinggal menunggu hitungan hari. Pimpinan Pusat Muhammadiyah, telah menetapkan Idul Adha berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), Idul Adha jatuh pada, 10 Zulhijah 1447 Hijriah bertepatan dengan hari Rabu Wage, 27 Mei 2026 Masehi.
Umat Islam bersiap membentuk panitia kurban. Di masjid-masjid pengumuman ajakan berkurban beredar. Ada penawaran berkurban dengan kambing dan sapi maupun berkurban dengan cara berjamaah untuk 7 orang agar dapat satu ekor sapi. Itu semua adalah pilihan sesuai dengan kemampuan masing-masing untuk memberikan hewan kurban yang terbaik.
Memilih Hewan Kurban Layak Disembelih
Dalam hidup, kerap manusia bertindak dalam suatu pilihan. Memilih adalah menimbang, membandingkan dan kemudian memutuskan sesuatu yang dianggap pilihan terbaik dengan risiko minimal.
Berpikir yang sehat merupakan juri dalam bertindak bagi siapa pun. Termasuk dalam memilih hewan kurban yang layak. Menurut Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, ada beberapa kiat dalam memilih hewan kurban sesuai dengan syariat Islam. Terutama dari aspek fisik, kesehatan dan usia hewan kurban.
Fisik Hewan Kurban
Dalam Fikih Kurban, fisik hewan kurban menjadi topik penting. Karena dalam memilih hewan kurban kriterianya tidak boleh dalam kondisi cacat dan berpenyakit. Hal ini, didasari pada hadis Rasulullah SAW, yang menganjurkan berkurban dengan dua ekor kibas bertanduk yang bagus.
Diriwayatkan oleh Anas bin Malik, bahwa Ia menyaksikan Rasulullah meletakkan kakinya di atas kedua unta tersebut, membaca basmalah, dan bertakbir (HR. Muslim, at-Tirmidzi, dan an-Nasai).
Kesaksian lain diungkap oleh Abi Said al-Khudri, diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW berkurban dengan seekor kambing bertanduk yang jantan, dengan perut, kaki, dan keliling mata berwarna hitam (HR. at-Tirmidzi). Dalam hadis lain, dijelaskan, ada empat jenis hewan yang tidak boleh dijadikan kurban: hewan yang buta sebelah matanya, yang sakit jelas terlihat, yang pincang jelas tampak, dan yang sangat kurus serta tidak bersih (HR. Abu Dawud).
Kesehatan Hewan Kurban
Sementara itu, dalam aspek kesehatan tak kalah penting. Terbebas dari penyakit adalah keniscayaan. Jika hewan kurban sakit harus terlihat jelas. Tidak kurus dan kaki tidak pincang. Aspek kesehatan ini, hemat Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah bukan sekadar urusan syariat, tapi suatu penegasan, kandungan dagingnya bernilai layak konsumsi bagi penerima manfaat.
Dalam memilih hewan kurban tersebut yang sesuai kriteria, adalah bentuk ketaatan dan penghormatan atas segenap ibadah umat Islam yang diperintahkan Allah SWT. Keikhlasan dan kesanggupan menunaikan ibadah kurban bagian dari kontribusi sosial yang dilandasi tauhid sebagai wujud bersyukur atas nikmat dan karunia-Nya sesama umat Islam.
Usia Hewan Kurban
Setelah mempertimbangkan aspek fisik dan kesehatan hewan kurban, ada baiknya umat Islam saat membeli hewan kurban menanyakan usia hewan kurban tersebut. Hal ini untuk memastikan bahwa fisik dan kesehatan relevan dengan usianya.
Adapun hewan kurban yang memenuhi syarat untuk dikurbankan, menurut Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah dari aspek usianya, antara lain, unta usianya genap berumur 5 tahun, sapi genap berumur 2 tahun dan kambing telah genap berumur 1 tahun.
Sebagai informasi tambahan, pastikan dalam memilih hewan kurban dari para penjual untuk tidak sungkan bertanya tentang Sertifikat Kelayakan Kesehatan Hewan Kurban (SKKHK). Sertifikasi tersebut menjadi penting karena rantai pasok hewan kurban menjelang Idul Adha dari berbagai daerah lumayan tinggi.
Untuk mempersembahkan hewan kurban terbaik tentu ditopang dengan bagaimana cara memilih yang tepat dan benar serta tidak terburu-buru. Paling minimal kita dapat melihat dengan jelas bahwa hewan kurban yang layak itu nafsu makannya tinggi, bergerak dengan aktif, setiap sudut matanya tidak berair, kondisinya bersih dan tidak kurus-tirus.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

Diperintahkannya Ibadah Qurban dalam Islam, tidak bisa dilepaskan dari kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS sebagai relasi cinta dan kebenaran antara orangtua dan anaknya. Kisahnya diabadikan Al-Qur’an sebagai bukti kepatuhan dan pengorbanan atas nama Tauhid.
Kisah teladan ini terlukis di Surat As-Saffat ayat 102, yang artinya: "Ibrahim berkata: Wahai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu, maka pikirkanlah apa pendapatmu?"
Ismail yang mendengar cerita ini, langsung meminta ayahnya melaksanakan perintah Allah. Tidak sedikit pun rasa gentar terlihat di wajahnya. Bahkan, Ia rela berkorban untuk taat kepada perintah Allah dan ayahnya tercinta.
Ismail berkata: Wahai ayahku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu. Insya Allah, engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar."
Ujian Tanpa Batas
Perintah Allah kepada Nabi Ibrahim diperoleh dari mimpi untuk menyembelih putranya, Ismail. Ia dihadapkan pada suatu dilema, harus memilih antara mengikuti kata hatinya untuk menyelamatkan anaknya, Nabi Ismail atau tunduk patuh mentaati perintah Allah.
Hatinya bergejolak, harus memilih salah satu di antara keduanya. Ia hampir diambang pada kelemahan iman. Bisa saja Ia mempertaruhkan nyawanya sendiri demi perintah Allah. Tetapi setelah merenung secara mendalam, Nabi Ibrahim tidak ingin mementingkan diri sendiri hanya demi “ketaatan semu” kepada Allah.
Ia berupaya menepis rasa ragu di dalam dirinya. Seruan datang lagi kepada Nabi Ibrahim, “Wahai Ibrahim,” Pasrahkan dirimu atas anakmu Ismail. Dengan tegas Allah mengatakan, “Korbankanlah Ismail Anakmu!”
Setelah melewati ujian tanpa batas ini, akhirnya dengan pasrah dan penuh Ikhlas, Ia merelakan anaknya untuk mengikuti perintah Allah. Bayangkan, betapa cintanya seorang ayah kepada anaknya.
Perintah Korbankan Ismail tidak sekadar menunjuk suatu kata yang bermakna saran, tapi suatu keharusan yang di dalamnya terdapat rahasia yang Nabi Ibrahim sendiri sebagai manusia tak mampu memaknainya.
Atas kehendak dan ijin dari Allah (mukjizat), pikiran, hati dan jiwa Nabi Ibrahim meraih cahaya kebenaran. Nabi Ismail yang semula sudah Ikhlas untuk dikorbankan, dengan sekejap berubah menjadi domba yang siap disembelih.
Pelajaran yang Dipetik dari Kisah ini
Apa hikmah yang bisa dipetik dari kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail? Perintah “mengorbankan Ismail” menurut Ali Syari’ati dalam karyanya HAJI, mengandung esensi makna bahwa manusia itu harus membuang kebahagiaan semu, kecintaanmu kepada harta, sesuatu dan buah hatimu sekali pun merupakan ujian hidup.
Hal itu terungkap dalam Al-Qur’an Surat Al-Anfal ayat 28, yang artinya: “Ketahuilah bahwa harta kekayaan dan anak-anakmu adalah sebagai ujian ……”. Allah mengingatkan hambanya untuk tidak tergoda pada cinta duniawi. Apalagi tergoda oleh tipu daya setan.
Seberat apa pun ujian datang, pertolongan Allah pasti akan datang dengan tetap berikhtiar dan taat perintah Allah dengan Ikhlas sebagai prinsip utama Ibadah. Peristiwa ini bukti nyata bahwa kebenaran Al-Qur’an tak diragukan lagi dan menjadi dasar perintah dalam Islam dalam ibadah kurban.
Umat Islam yang mampu diperintahkan untuk berkurban. Memberikan hewan terbaik untuk disembelih dan dibagikan kepada mereka yang betul-betul membutuhkan. Oleh karena itu, ketulusan dan keikhlasan adalah kuncinya, agar ibadah kurban yang dilaksanakan menjadi bermakna. Inilah Ikhlas yang tak membutuhkan balasan. Ikhlas berbuat untuk kemaslahatan sosial melalui ibadah kurban.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

