


JEMBER – Dalam usianya yang ke-24, Lazismu tengah menyongsong perubahan teknologi informasi. Perubahan yang dimulai dengan perilaku berderma yang biasa menuju perilaku berderma masyarakat yang modern bahkan merambah jagad digital.
Serupa dengan syukuran bertambahnya usia Lazismu di wilayah lainnya, di Jember, perhelatan milad Lazismu digelar meriah. Puncak acara milad Lazismu diiringi dengan rangkaian Pengajian Ahad Pagi Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Jember, yang berlangsung di Kompleks PDM Kabupaten Jember, pada Ahad (12/7/2026).
Perayaan hari jadi Lazismu ke-24, menurut Asbit Iman Sampurna, Direktur Lazismu Jember, dilatari oleh bentuk syukur bahwa semangat dakwah filantropi dan dengan aksi nyata pemberdayaan umat perlu diperkuat dan integrasikan dengan lintas organisasi dan lembaga untuk kolaborasi.
“Milad ke-24 Lazismu bukan sekadar peringatan bertambahnya usia lembaga, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat gerakan kolaborasi dalam menghadirkan solusi atas berbagai persoalan sosial yang dihadapi Masyarakat”, ujarnya.
Ketua PDM Jember, Aminullah Elhady, membuka acara dan menyampaikan apresiasi untuk Program Ketahanan Pangan Lazismu. Ia mengatakan, program "BaksoMu" yang berasal dari hasil olahan daging kurban dari pekurban manfaatnya bisa dirasakan secara berkelanjutan.
Milad ini sebagai momentum memperluas kolaborasi, meningkatkan kualitas pelayanan, serta menghadirkan lebih banyak manfaat bagi masyarakat. Karena itu, kami mengajak seluruh warga Muhammadiyah dan masyarakat Kabupaten Jember untuk hadir, mengikuti Pengajian Ahad Pagi, serta memanfaatkan berbagai layanan sosial yang telah disiapkan.
Sementara itu, Zainul Muslimin, mewakili Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur dalam pengajian Ahad Pagi, mengungkapkan bahwa menjalankan amanah di Lazismu harus dilakukan dengan cara yang terukur.
Kita harus melampaui sekadar rutinitas, karena keberhasilan nilai manfaat program diukur dari seberapa besar manfaat yang dirasakan umat. “Amanah ini tidak sepenuhnya segaris dengan latar belakang profesi, namun sebagai warga Muhammadiyah, kita harus siap mengurus organisasi dengan cara terbaik", jelasnya
Dalam acara milad ini, Lazismu Jember juga mengenalkan kegiatan ekonomi dan sosial di antaranya layanan donor darah dari PMI Jember, stan UMKM warga Muhammadiyah, serta layanan cukur rambut gratis yang sudah berjalan beberapa bulan.
Sebagai pelengkap, warga yang hadir juga mendapatkan layanan cek kesehatan gratis, program "Yatim Nge-Mall", pentasarufan Al-Qur'an Braille dan buku Iqra, pelatihan dan pembagian alat cukur gratis, penyajian spesial BaksoMu, dan penandatanganan MoU dengan Bank Syariah Nasional (BSN).
Menurut amil Lazismu jember, sebagai informasi tambahan, kolaborasi antara Lazismu Jember dan BSN telah terjalin dalam berbagai program strategis, di antaranya program Kampung Zero Waste dan program Kurban Pedalaman yang dilaksanakan di Dusun Mandilis, Desa Tempurejo.
Salah seorang penerima manfaat, Syarif Laka, santri dari Pondok Modern Muhammadiyah Pakusari, mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan dan pelatihan alat cukur ini. “Program ini tidak hanya sekadar memberi alat, tetapi juga membekali kami dengan keterampilan nyata untuk mandiri secara ekonomi di masa depan", tandasnya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Jember]

YOGYAKARTA -- Fatimatuzahra masih kuliah di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Status mahasiswanya terdaftar di Fakultas Sekolah Vokasi, Jurusan Pembangunan Ekonomi Kewilayahan. Sebagai mahasiswa, Ia selalu mencari hal-hal baru untuk mengembangkan pengalamannya.
Hal itulah yang Ia temukan di ajang PIONEERS 5.0 Business Idea Competition yang diselenggarakan oleh HIPMI PT UGM. Suatu ajang kompetisi bergengsi dan berskala nasional yang mengusung tema "Smarter Supply Chains to Power Small Local Businesses"
Keterlibatan Fatimatuzahra dalam kompetisi ini berawal dari sebuah ajakan untuk bergabung dengan tim Andai Aku Pro, katanya saat dikontak tim Digicom Lazismu, (14/7/2026). Keinginan yang kuat untuk terus berkembang menjadi alasan utamanya menerima ajakan tersebut.
Sepanjang prosesnya, kompetisi ini dimulai pada bulan Februari 2026 hingga puncak di hari kompetisi pada pertengahan Mei 2026. “Segenap dinamika saya lalui bersama tim memberikan begitu banyak pengalaman dan pelajaran berharga yang membentuk cara pandang saya”, pungkasnya.
Ini lebih dari sekadar perlombaan, menurutnya kompetisi ini memberi ruang kepada saya sebagai mahasiswa Pembangunan Ekonomi Kewilayahan untuk berkontribusi secara nyata. Melalui ide bisnis yang dirancang, kami berupaya menciptakan solusi untuk efisiensi biaya logistik bagi UMKM, yang menjadi salah satu customer profile kami.
Puji Syukur, tahapan demi tahapan berhasil dilewati, Fatimatuzahra dan tim akhirnya didapuk sebagai pemenang meraih juara 2 diajang tersebut. Fatima mengaku dengan berkuliah di program studi yang diambilnya, terasa seperti sedang menerapkan teori bidang ekonomi yang dipelajarinya.
Terutama sambung Fatima, mahasiswa dituntut menguasai perencanaan, pembangunan ekonomi wilayah dan pengembangan perekonomian suatu wilayah. Semisal dalam suatu dokumen perencanaan yang terukur dan bisa diimplementasikan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Cerita Fatimatuzahra yang juga sebagai salah satu penerima Beasiswa Zakat Indonesia (BeZakat) Lazismu, hanyalah bagian kecil suatu model bagaimana program pendidikan di perguruan tinggi bisa beradaptasi dengan suatu tantangan kompetisi.
Modal yang terpenting adalah pada orangnya, kata Manager Program Pendistribusian dan Pendayagunaan Lazismu Pusat Shofia Khoerunisa. Artinya kesungguhan dan keuletan bisa memberikan kesempatan kepada seseorang untuk belajar dan berkembang.
Semangat untuk terus berinovasi, belajar, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat ini sekaligus menjadi wujud komitmen serta rasa syukur Fatima kepada Lazismu, sebagai pemberi beasiswa yang senantiasa mendukung langkah pendidikan dan pengembangan dirinya.
“Selamat kepada Fatima atas keberhasilannya meraih juara 2 PIONEERS 5.0 Business Idea Competition yang diselenggarakan oleh HIPMI PT UGM. Prestasi ini menjadi bukti bahwa pendidikan dan inovasi mampu melahirkan generasi yang siap membawa perubahan. Sejalan dengan semangat Program Beasiswa Sang Surya Lazismu”, terangnya.
Kami berharap semakin banyak generasi muda Indonesia yang memperoleh akses pendidikan berkualitas yang mendorong lahirnya insan yang berani bermimpi dan berjuang untuk mewujudkan cita-cita, serta menjadi agen perubahan yang menghadirkan dampak nyata bagi kemajuan Indonesia di masa depan.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

KULON PROGO – Dukungan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo terhadap program Kampung Berkemajuan yang dinisiasi Lazismu diwujudkan dengan komitmennya melalui audiensi Lazismu DIY ke kantor Kabupaten setempat.
Sebagai model pemberdayaan masyarakat berbasis kawasan, program Kampung Berkemajuan diapresiasi Bupati Kulon Progo, R. Agung Setyawan, saat menerima audiensi yang disaksikan oleh Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PWM DIY dan LAZISMU Kabupaten Kulon Progo di Kantor Bupati Kulon Progo, Senin (13/7/2026), dilansir dari laman resmi lazismudiy.or.id.
Agenda tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi dan UKM, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Sekretariat Daerah, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kulon Progo.
Dalam kesempatan itu, Saeful, Koordinator Bidang Program dan Pendistribusian Lazismu DIY, menyampaikan bahwa audiensi adalah bentuk pertanggungjawaban sekaligus pelaporan perkembangan program Kampung Berkemajuan setelah peluncuran dan penanaman perdana bibit pisang yang sebelumnya dihadiri langsung oleh Bupati Kulon Progo.
Ia menambahkan, Kampung Berkemajuan merupakan program pemberdayaan masyarakat berbasis kawasan yang dikembangkan melalui pendekatan terpadu, mulai dari penguatan budidaya, pengolahan hasil, pengembangan usaha, hingga pembentukan kelembagaan masyarakat.
“Program ini dipercaya Lazismu Pusat sebagai salah satu program percontohan nasional yang model pemberdayaannya berbasis potensi lokal agar bisa dikembangkan dan dilanjutkan”, ujarnya.
Mewakili Lazismu DIY, Saeful menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo selama pelaksanaan program tahun pertama dan berharap sinergi ini dapat diperkuat dalam pengembangan Program Kampung Berkemajuan pada tahun kedua.
Dalam kesempatan yang sama, Majelis Pemberdayaan Masyarakat PWM DIY memaparkan hasil pelaksanaan Program Kampung Berkemajuan di Dusun Grubug, Kalurahan Jatisarono, Kapanewon Nanggulan.
Program ini didasari pada potensi lokal yang menyasar budidaya dan komoditas pisang yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Melalui berbagai pendampingan, masyarakat didorong untuk membangun ekosistem usaha yang terpadu, mulai dari pembibitan, budidaya, pengolahan produk, pengemasan, pemasaran, hingga pembentukan kelompok usaha.
Di tahun pertama pelaksanaan program, berbagai capaian berhasil diraih. Sebanyak 1.000 bibit pisang berhasil didistribusikan kepada masyarakat, lahan wakaf LKSA Muhammadiyah mulai dioptimalkan sebagai kawasan budidaya produktif, serta rumah pembibitan berhasil dibangun sebagai pusat pengembangan bibit.
Masyarakat berhasil mengembangkan 6 jenis produk olahan berbahan dasar pisang dengan 18 varian produk, yang memanfaatkan hampir seluruh bagian tanaman pisang, mulai dari buah, gedebog, hingga bonggol. Produk olahan tersebut dilengkapi dengan pengembangan kemasan dan mulai dipasarkan melalui berbagai saluran, seperti pesanan langsung, pameran, jejaring Muhammadiyah, serta toko mitra.
Program ini juga berhasil membentuk satu kelompok usaha produksi yang kini telah aktif menjalankan kegiatan ekonomi secara bersama, sekaligus memperkuat interaksi sosial dan semangat gotong royong masyarakat sebagai modal penting keberlanjutan program.
Memasuki tahun kedua, pengembangan program diarahkan pada penguatan produktivitas budidaya, peningkatan kapasitas produksi, penguatan kelembagaan kelompok usaha, perluasan akses pemasaran, serta pembangunan kolaborasi multipihak guna memperkuat keberlanjutan program.
Menanggapi hal itu, Bupati Kulon Progo menyampaikan apresiasi atas konsistensi Lazismu DIY dalam mendampingi masyarakat. “Saya sangat senang karena ini bukan sekadar program yang dimulai, tetapi benar-benar dibangun secara berkelanjutan. Hulunya diperkuat, hilirnya juga dikembangkan. Ini model pemberdayaan yang harus didampingi,” ujar Bupati.
Menurutnya, masih banyak potensi yang dapat dikembangkan dari komoditas pisang. Selain buahnya, bagian lain seperti daun, gedebog, dan bonggol juga memiliki peluang ekonomi yang dapat dikembangkan lebih lanjut, termasuk sebagai bahan pakan ternak maupun produk bernilai tambah lainnya.
Bupati juga menilai pengembangan Kampung Berkemajuan memiliki peluang besar untuk diintegrasikan dengan berbagai sektor pembangunan daerah, seperti pertanian, pengembangan UMKM, hingga sektor pariwisata melalui konsep eduwisata maupun agrowisata.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Kulon Progo siap memberikan dukungan melalui sinergi lintas perangkat daerah agar program tersebut dapat berkembang secara lebih luas dan berkelanjutan.
Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kabupaten Kulon Progo akan mengoordinasikan pembahasan lebih lanjut bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait guna mengidentifikasi bentuk kolaborasi yang dapat diwujudkan pada pelaksanaan Program Kampung Berkemajuan tahap berikutnya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu DIY]

BELITUNG – Dalam Milad Lazismu Ke-24, di Gedung Nasional Tanjungpandan, Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Tanjungpandan memperkuat sinergi dengan Lazismu Belitung yang sejak bulan Mei 2026, telah menjalin kerjasama program.
Wujud sinergi itu, sekaligus menumbuhkan semangat gotong royong antarlembaga, salah satunya lewat Milad Ke-24 yang dihadiri langsung oleh Bapas Tanjungpandan dan diwakili oleh Kepala Subseksi Bimbingan Klien Dewasa, M. Yeyen Purbasari, pada Sabtu (11/7/2026).
Kepala Subseksi Bimbingan Klien Dewasa, M. Yeyen Purbasari, terharu dengan kolaborasi ini. Apalagi kata Yeyen, tema yang diusung Lazismu adalah "Integrasi Menguatkan Dampak" yang tentu saja memiliki kesan mendalam bagi warna binaan Bapas yang selama ini mendapat nilai manfaat dari program Lazismu Belitung.
"Kami mengapresiasi acara penting ini. Tidak hanya ajang silaturahim tetapi juga menghadirkan aksi nyata bagi masyarakat. Bapas Tanjungpandan akan terus mendukung dan siap berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan kepedulian sosial yang berdampak dan berkelanjutan", katanya.
Merespons hal itu, Ketua Badan Pengurus Lazismu Belitung, Agus Sulistiadji, menyampaikan bahwa untuk memperkuat kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat tujuannya agar manfaat program Lazismu bisa dirasakan semua kalangan.
"Tema Integrasi Menguatkan Dampak adalah spirit Lazismu. Kami akan terus menjalin kerjasama dan sinergi dengan pemerintah, mitra strategis dan dunia usaha. Lazismu optimis ke depan masyarakat akan merasakan banyak manfaat melalui program-program sosial dan kemanusiaan yang dijalankan Lazismu", papar Agus.
Perjanjian Kerja Sama
Pada kesempatan yang sama, Agus mengutarakan bahwa Lazismu Belitung pada bulan Mei 2026, telah menandatangani kerjasama dengan Balai Pemasyarakatan Kelas II Tanjungpandan. “Butir kerjasama itu salah satunya dalam pemanfaatan pelayanan mobil ambulans Lazismu untuk warga binaan”, terangnya.
Perjanjian kerja sama ini adalah wujud komitmen kemitraan Lazismu dan Bapas untuk saling memberikan kemanfaatan dalam pendayagunaan dana infak sedekah pegawai Balai Pemasyarakatan Kelas II Tanjungpandan yang telah dihimpun oleh Lazismu dalam setiap bulannya.
Kerja sama ini, sambung Agus, dalam bentuk pembayaran zakat dan infak sedekah seluruh pegawai Bapas kelas II Tanjungpandan yang ditunaikan lewat Lazismu Belitung. Kemudian Lazismu Belitung akan memberikan layanan ambulans dalam bentuk antar jemput warga binaan Bapas kelas II yang sedang menjalani pengobatan di RSUD Belitung.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Belitung]

BELITUNG – Kolaborasi lembaga amil zakat dan pemerintah adalah upaya membangun komunikasi dalam meningkatkan nilai manfaat yang berdampak bagi masyarakat melalui suatu program.
Lazismu Kabupaten Belitung memuwujudkannya dalam agenda Miladnya ke-24, di Gedung Nasional Tanjungpandan pada Sabtu (11/7/2026), dengan mengusung tema “Integrasi Menguatkan Dampak” yang dihadiri lebih dari 200 peserta dan tamu undangan termasuk pemerintah, mitra, organisasi kemasyarakatan, dan keluarga besar Muhammadiyah.
Dalam acara tersebut, dilaksanakan seremoni penyerahan santunan pendidikan untuk anak yatim dan duafa. Ketua Badan Pengurus Lazismu Belitung, Agus Sulistiadi mengatakan tujuan acara ini untuk memperkuat sinergi antara Lazismu Belitung dengan pemerintah, lembaga, dan mitra strategis dalam membangun kepedulian sosial yang terintegrasi dan berkelanjutan.
“Dengan kolaborasi ini, Lazismu berharap dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas dengan program-program sosialnya. Syukur alhamdulillah, perjalanan dan capaian Lazismu selama ini ditandai dengan tren penghimpunan dan pendayagunaan dana ZISKA yang meningkat dari tahun ke tahun”, paparnya.
Agus menambahkan, peningkatan ini mencerminkan kepercayaan masyarakat yang semakin besar kepada Lazismu Belitung. Berbagai program unggulan, seperti layanan Indonesia Mobile Clinic, juga telah memberikan manfaat nyata kepada masyarakat yang membutuhkan. Termasuk layanan mobil ambulans untuk warga binaan yang sudah bekerjasama dengan Lazismu Belitung sejak bulan Mei 2026 dengan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Tanjungpandan.
Kehadiran layanan ambulans Lazismu telah dikenal luas dan menjadi salah satu bentuk pelayanan kemanusiaan yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Belitung, Muhammad Turfan Amir, mengucapkan selamat Milad ke-24 kepada Lazismu dan mengajak masyarakat untuk terus berpartisipasi dalam mendukung program – program inovatif Lazismu.
Hal senada disampaikan Wakil Bupati Belitung Syamsir bahwa nilai penting memperkuat kolaborasi antara Lazismu dan Pemerintah Kabupaten Belitung. Ia menyatakan Lazismu telah menjadi lembaga filantropi yang dikenal luas oleh masyarakat, sehingga sinergi yang lebih kuat akan semakin memperbesar dampak program-program sosial yang dijalankan.
Di tengah rangkaian kegiatan itu, Lazismu Belitung menyalurkan santunan kepada anak yatim dan duafa. Sebanyak 70 paket bantuan School Kit senilai Rp15.000.000 dan bantuan uang tunai kepada anak-anak yatim dan duafa. Para penerima manfaat juga memperoleh paket makan siang yang merupakan dukungan dari para mitra kebaikan Lazismu Belitung.
Dengan peringatan Milad ke-24 ini, Lazismu Belitung menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program-program yang berdampak bagi masyarakat. Dengan semangat kolaborasi dan kepedulian, Lazismu berharap dapat terus berkontribusi dalam pembangunan sosial serta memperkuat budaya berbagi di Kabupaten Belitung.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Belitung]

SLEMAN -- Menjaga dan melestarikan lingkungan merupakan tugas setiap orang di lingkungannya masing-masing. Termasuk upaya yang dilakukan oleh suatu lembaga dalam mengelola limbah botol plastik.
Hal itu termanifestasi dari hasil kolaborasi antara Lazismu Depok, Sleman Yogyakarta dan RSKIA Sadewa. Sinergi itu tidak hanya berfokus pada aspek lingkungan, namun juga pada nilai kemanusiaan yang tertuang pada program sedekah botol plastik.
Melalui keranjang sedekah sampah yang ditempatkan pada berbagai titik strategis, masyarakat dapat lebih mudah berpartisipasi dalam mengumpulkan botol plastik bekas, lalu menyalurkan hasil penjualan untuk kegiatan sosial yang lebih bermanfaat luas.
Program ini, kata Muhammad Hafizh Ar-Raiyan perwakilan Lazismu Depok pada Jum’at (10/7/2026), dirancang agar mudah diakses dan dapat melibatkan semua kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. “Setiap botol yang disedekahkan diharapkan menjadi langkah kecil yang membawa dampak besar bagi mereka yang membutuhkan, sekaligus menumbuhkan rasa kepedulian terhadap lingkungan”, ujarnya.
Implementasi program sedekah botol plastik di Kapanewon Depok, sambungnya, menunjukkan perubahan positif yang dimulai dari hal paling sederhana. Dengan mengurangi jumlah sampah plastik yang tercecer, wilayah ini diharapkan menjadi contoh bagi yang lain dalam mendorong gerakan ramah lingkungan yang berbasiskan nilai-nilai sosial-spiritual.
Dalam agendanya, kata Hafizh, Lazismu Depok berencana melakukan evaluasi bertahap, termasuk memantau jumlah botol yang terkumpul. Sehingga ada nilai ekonomi yang dihasilkan, serta manfaat yang diterima oleh pihak penerima.
“Evaluasi ini akan menjadi dasar pengembangan program serupa di tempat lain dengan tetap berpegang pada komitmen serta keberlanjutan dan kebermanfaatan”, pungkasnya dilansir dari laman resmi ibtimes.id.
Dukungan dari berbagai pihak sangat diharapkan agar gerakan sedekah botol plastik ini dapat berkembang menjadi program yang lebih luas dan berdampak lebih signifikan. Setiap individu, rumah tangga, dan instansi diharapkan dapat turut berperan aktif menjaga lingkungan.
Target kami keranjang sampah yang berjumlah 20 unit, menjadi awal dari gerakan yang lebih besar. Selama ini sedekah identik dengan memberikan harta-benda kita, tetapi dengan sedekah botol plastik masyarakat akan lebih mudah menerima dan meringankan tumpukan limbah di lingkungannya.
Spirit ini diharapkan menjadi bagian dari budaya baru untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan sesama.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]



MENGECAM PENYANDERAAN 9 AKTIVIS KEMANUSIAAN INDONESIA DAN BANTUAN KEMANUSIAAN GLOBAL SUMUD FLOTILLA OLEH AKSI MILITER ISRAEL
Jakarta, 20 Mei 2026
Aksi militer Israel yang melancarkan penyergapan terhadap relawan kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0, menuju Gaza, Palestina, merupakan bentuk teror dan melanggar hukum internasional. Tindakan intersepsi itu terjadi pada Senin, 18 Mei 2026, di perairan internasional Siprus, tepatnya di kawasan Laut Mediterania Timur.
Misi kemanusiaan untuk Palestina yang diinisiasi oleh masyarakat global yang berjumlah 426 Relawan dari 40 negara berlayar menggunakan 50 kapal, merupakan aktivis kemanusiaan dari berbagai macam profesi. Salah satunya negara Indonesia, yang di dalamnya ada 9 orang aktivis kemanusiaan yang mewakili lembaga amil zakat dan jurnalis kemanusiaan.
Berdasarkan informasi terbaru, pada 19 Mei 2026 pukul 21.02 WIB, militer Israel telah mencegat dan memaksa 40 kapal kemanusiaan tersebut untuk berhenti di perairan internasional. Kabar tersiar lainnya melalui media internasional yang sampai ke Indonesia, para relawan kemanusiaan ini dipaksa berlutut dengan kondisi tangan terikat di belakang.
Dengan bersenjata, pasukan militer Israel berjaga dari kapalnya memberikan ancaman. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, tetap pada pendiriannya sebagai upaya membela hak Israel mencegat kapal kemanusiaan itu. Bahkan, Netanyahu, memerintahkan agar semua aktivis kemanusiaan segera dideportasi.
Atas landasan hukum dan etika kemanusiaan, Kami dari Lembaga Amil Zakat Pimpinan Pusat Muhammadiyah (LAZISMU), yang juga sebagai bagian dari lembaga pengelola zakat, menyatakan kerisauan atas krisis kemanusiaan yang terjadi menimpa aktivis kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0.
Kami sekaligus mengecam setiap bentuk intervensi yang dilakukan dengan kekerasan yang sewenang-wenang oleh pasukan militer Israel terhadap misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0.
Bantuan kemanusiaan amanah rakyat Indonesia, berupa pangan, logistik, dan penunjang medis serta kesehatan yang diambil-alih dengan paksa merupakan upaya perampasan, dan tidak semata menahan sementara tetapi menghentikan akses atas hak hidup rakyat Palestina. Ini juga merupakan bentuk perendahan martabat kemanusiaan dan solidaritas internasional, termasuk Indonesia.
Ancaman represif tersebut adalah pelanggaran nyata terhadap hukum humaniter internasional. Tindakan militer Israel, melanggar Pasal 59 Konvensi Jenewa IV (1949) serta Protokol Tambahan I Pasal 70 dan 71, yang mewajibkan perlindungan mutlak bagi personil pekerja kemanusiaan dan kewajiban untuk memfasilitasi akses lintasan bantuan tanpa hambatan.
Pencegatan distribusi bantuan kemanusiaan yang disengaja turut melukai wajah kemanusiaan dan ancaman kelaparan di Gaza, Palestina, serta mencederai prinsip-prinsip dasar kemanusiaan universal yang dijunjung tinggi oleh komitmen internasional yang dibuat pada World Humanitarian Summit 2016, sebagai Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030 dan sejumlah inisiatif global lainnya.
Berpijak dari prinsip dasar kemanusiaan dan hukum humaniter internasional tersebut, Kami dari LAZISMU, dalam situasi darurat yang menyertai, dan atas nama solidaritas kemanusiaan, dengan ini menyampaikan pernyataan sikap:
Berikut pernyataan sikap yang LAZISMU sampaikan sebagai wujud solidaritas kemanusiaan universal dan akan terus ikut mengawal dengan tetap menjunjung tinggi perlindungan akses kemanusuiaan global bagi hak kemerdekaan rakyat Palestina.
Kami menyerukan kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk tidak pernah lelah mengawal setiap aksi kemanusiaan, sekaligus memanfaatkan ruang-ruang media sosial dengan narasi solidaritas kemanusiaan dan dukungan penuh bagi kemerdekaan rakyat Palestina. LAZISMU juga menyerukan kepada Masyarakat Indonesia untuk tidak letih membantu rakyat Palestina.

Para pelaku usaha hewan kurban, menjelang Idul Adha mulai menjajakan hewan kurban terbaiknya. Di setiap sudut jalan, mereka menyiapkan suatu tempat yang luas dan pakan yang cukup agar hewan kurban tetap sehat dan bugar.
Tempat yang teduh dan nyaman untuk sapi, kambing dan domba adalah pilihan tepat, dilengkapi dengan lahan parkir yang luas untuk pembeli yang datang. Berlatar lapangan atau lahan yang representatif hewan kurban dirawat dengan baik sampai pembeli datang pilih yang terbaik.
Idul Adha tinggal menunggu hitungan hari. Pimpinan Pusat Muhammadiyah, telah menetapkan Idul Adha berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), Idul Adha jatuh pada, 10 Zulhijah 1447 Hijriah bertepatan dengan hari Rabu Wage, 27 Mei 2026 Masehi.
Umat Islam bersiap membentuk panitia kurban. Di masjid-masjid pengumuman ajakan berkurban beredar. Ada penawaran berkurban dengan kambing dan sapi maupun berkurban dengan cara berjamaah untuk 7 orang agar dapat satu ekor sapi. Itu semua adalah pilihan sesuai dengan kemampuan masing-masing untuk memberikan hewan kurban yang terbaik.
Memilih Hewan Kurban Layak Disembelih
Dalam hidup, kerap manusia bertindak dalam suatu pilihan. Memilih adalah menimbang, membandingkan dan kemudian memutuskan sesuatu yang dianggap pilihan terbaik dengan risiko minimal.
Berpikir yang sehat merupakan juri dalam bertindak bagi siapa pun. Termasuk dalam memilih hewan kurban yang layak. Menurut Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, ada beberapa kiat dalam memilih hewan kurban sesuai dengan syariat Islam. Terutama dari aspek fisik, kesehatan dan usia hewan kurban.
Fisik Hewan Kurban
Dalam Fikih Kurban, fisik hewan kurban menjadi topik penting. Karena dalam memilih hewan kurban kriterianya tidak boleh dalam kondisi cacat dan berpenyakit. Hal ini, didasari pada hadis Rasulullah SAW, yang menganjurkan berkurban dengan dua ekor kibas bertanduk yang bagus.
Diriwayatkan oleh Anas bin Malik, bahwa Ia menyaksikan Rasulullah meletakkan kakinya di atas kedua unta tersebut, membaca basmalah, dan bertakbir (HR. Muslim, at-Tirmidzi, dan an-Nasai).
Kesaksian lain diungkap oleh Abi Said al-Khudri, diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW berkurban dengan seekor kambing bertanduk yang jantan, dengan perut, kaki, dan keliling mata berwarna hitam (HR. at-Tirmidzi). Dalam hadis lain, dijelaskan, ada empat jenis hewan yang tidak boleh dijadikan kurban: hewan yang buta sebelah matanya, yang sakit jelas terlihat, yang pincang jelas tampak, dan yang sangat kurus serta tidak bersih (HR. Abu Dawud).
Kesehatan Hewan Kurban
Sementara itu, dalam aspek kesehatan tak kalah penting. Terbebas dari penyakit adalah keniscayaan. Jika hewan kurban sakit harus terlihat jelas. Tidak kurus dan kaki tidak pincang. Aspek kesehatan ini, hemat Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah bukan sekadar urusan syariat, tapi suatu penegasan, kandungan dagingnya bernilai layak konsumsi bagi penerima manfaat.
Dalam memilih hewan kurban tersebut yang sesuai kriteria, adalah bentuk ketaatan dan penghormatan atas segenap ibadah umat Islam yang diperintahkan Allah SWT. Keikhlasan dan kesanggupan menunaikan ibadah kurban bagian dari kontribusi sosial yang dilandasi tauhid sebagai wujud bersyukur atas nikmat dan karunia-Nya sesama umat Islam.
Usia Hewan Kurban
Setelah mempertimbangkan aspek fisik dan kesehatan hewan kurban, ada baiknya umat Islam saat membeli hewan kurban menanyakan usia hewan kurban tersebut. Hal ini untuk memastikan bahwa fisik dan kesehatan relevan dengan usianya.
Adapun hewan kurban yang memenuhi syarat untuk dikurbankan, menurut Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah dari aspek usianya, antara lain, unta usianya genap berumur 5 tahun, sapi genap berumur 2 tahun dan kambing telah genap berumur 1 tahun.
Sebagai informasi tambahan, pastikan dalam memilih hewan kurban dari para penjual untuk tidak sungkan bertanya tentang Sertifikat Kelayakan Kesehatan Hewan Kurban (SKKHK). Sertifikasi tersebut menjadi penting karena rantai pasok hewan kurban menjelang Idul Adha dari berbagai daerah lumayan tinggi.
Untuk mempersembahkan hewan kurban terbaik tentu ditopang dengan bagaimana cara memilih yang tepat dan benar serta tidak terburu-buru. Paling minimal kita dapat melihat dengan jelas bahwa hewan kurban yang layak itu nafsu makannya tinggi, bergerak dengan aktif, setiap sudut matanya tidak berair, kondisinya bersih dan tidak kurus-tirus.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

Diperintahkannya Ibadah Qurban dalam Islam, tidak bisa dilepaskan dari kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS sebagai relasi cinta dan kebenaran antara orangtua dan anaknya. Kisahnya diabadikan Al-Qur’an sebagai bukti kepatuhan dan pengorbanan atas nama Tauhid.
Kisah teladan ini terlukis di Surat As-Saffat ayat 102, yang artinya: "Ibrahim berkata: Wahai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu, maka pikirkanlah apa pendapatmu?"
Ismail yang mendengar cerita ini, langsung meminta ayahnya melaksanakan perintah Allah. Tidak sedikit pun rasa gentar terlihat di wajahnya. Bahkan, Ia rela berkorban untuk taat kepada perintah Allah dan ayahnya tercinta.
Ismail berkata: Wahai ayahku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu. Insya Allah, engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar."
Ujian Tanpa Batas
Perintah Allah kepada Nabi Ibrahim diperoleh dari mimpi untuk menyembelih putranya, Ismail. Ia dihadapkan pada suatu dilema, harus memilih antara mengikuti kata hatinya untuk menyelamatkan anaknya, Nabi Ismail atau tunduk patuh mentaati perintah Allah.
Hatinya bergejolak, harus memilih salah satu di antara keduanya. Ia hampir diambang pada kelemahan iman. Bisa saja Ia mempertaruhkan nyawanya sendiri demi perintah Allah. Tetapi setelah merenung secara mendalam, Nabi Ibrahim tidak ingin mementingkan diri sendiri hanya demi “ketaatan semu” kepada Allah.
Ia berupaya menepis rasa ragu di dalam dirinya. Seruan datang lagi kepada Nabi Ibrahim, “Wahai Ibrahim,” Pasrahkan dirimu atas anakmu Ismail. Dengan tegas Allah mengatakan, “Korbankanlah Ismail Anakmu!”
Setelah melewati ujian tanpa batas ini, akhirnya dengan pasrah dan penuh Ikhlas, Ia merelakan anaknya untuk mengikuti perintah Allah. Bayangkan, betapa cintanya seorang ayah kepada anaknya.
Perintah Korbankan Ismail tidak sekadar menunjuk suatu kata yang bermakna saran, tapi suatu keharusan yang di dalamnya terdapat rahasia yang Nabi Ibrahim sendiri sebagai manusia tak mampu memaknainya.
Atas kehendak dan ijin dari Allah (mukjizat), pikiran, hati dan jiwa Nabi Ibrahim meraih cahaya kebenaran. Nabi Ismail yang semula sudah Ikhlas untuk dikorbankan, dengan sekejap berubah menjadi domba yang siap disembelih.
Pelajaran yang Dipetik dari Kisah ini
Apa hikmah yang bisa dipetik dari kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail? Perintah “mengorbankan Ismail” menurut Ali Syari’ati dalam karyanya HAJI, mengandung esensi makna bahwa manusia itu harus membuang kebahagiaan semu, kecintaanmu kepada harta, sesuatu dan buah hatimu sekali pun merupakan ujian hidup.
Hal itu terungkap dalam Al-Qur’an Surat Al-Anfal ayat 28, yang artinya: “Ketahuilah bahwa harta kekayaan dan anak-anakmu adalah sebagai ujian ……”. Allah mengingatkan hambanya untuk tidak tergoda pada cinta duniawi. Apalagi tergoda oleh tipu daya setan.
Seberat apa pun ujian datang, pertolongan Allah pasti akan datang dengan tetap berikhtiar dan taat perintah Allah dengan Ikhlas sebagai prinsip utama Ibadah. Peristiwa ini bukti nyata bahwa kebenaran Al-Qur’an tak diragukan lagi dan menjadi dasar perintah dalam Islam dalam ibadah kurban.
Umat Islam yang mampu diperintahkan untuk berkurban. Memberikan hewan terbaik untuk disembelih dan dibagikan kepada mereka yang betul-betul membutuhkan. Oleh karena itu, ketulusan dan keikhlasan adalah kuncinya, agar ibadah kurban yang dilaksanakan menjadi bermakna. Inilah Ikhlas yang tak membutuhkan balasan. Ikhlas berbuat untuk kemaslahatan sosial melalui ibadah kurban.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

