Tentang LAZISMU

#MemberiUntukNegeri
LAZISMU adalah lembaga zakat tingkat nasional yang berkhidmat dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendayagunaan secara produktif dana zakat, infaq dan dana kedermawanan lainnya baik dari perseorangan, lembaga, perusahaan dan instansi lainnya.

LAZISMU yang didirikan pada tahun 2002 dan dikukuhkan legalitasnya hingga SK Menteri Agama No. 90 Tahun 2022, mengelola dana zakat dan infaq melalui manajemen modern yang amanah dan transparan. Keunggulan jaringannya yang tersebar luas di seluruh Indonesia menjadikan LAZISMU solusi nyata (problem solver) dalam memberdayakan masyarakat dan mengentaskan kemiskinan.
Selengkapnya

Pilar Program Lazismu

Mari kita dukung program-program yang dilaksanakan oleh Lazismu
Klik logo untuk melihat detail pilar
Selengkapnya

Info Terkini Lazismu

Berita terkini kegiatan Lazismu
Sepuluh Hari Pascagempa NTT Kebutuhan Mendesak Penyintas Tenda, Makanan dan Air Bersih   

Sepuluh Hari Pascagempa NTT Kebutuhan Mendesak Penyintas Tenda, Makanan dan Air Bersih   

NUSA TENGGARA TIMUR -- Perkembangan situasi pascagempa di Nusa Tenggara Timur telah dimutakhirkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Berdasarkan informasi resmi yang dilaporkan BNPB, pada Minggu (23/8/2026), bahwa terjadi gempa susulan lebih dari 5.000 kali.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika mencatat fenomena tersebut hingga Jumat (21/8), pukul 05.00 WIB terjadi sebanyak 5.012 kali. Magnitudo terbesar tercatat M6.2 dan terkecil M1.1. Dari total kejadian, sebanyak 124 gempa susulan yang dirasakan warga di NTT.

Dilihat pada dampak korban jiwa, Pos Pendamping Nasional mencatat korban meninggal dunia sebanyak 87 jiwa hingga Sabtu. (22/8/2026), pukul 16.00 WIB. Jumlah ini bertambah dari angka sebelumnya pada 21 Agustus 2026 sebanyak 78 jiwa.

Dalam laporannya, BNPB merinci bahwa korban jiwa tersebut meliputi 31 jiwa di Kabupaten Manggarai, 30 jiwa di Manggarai Timur, 13 jiwa di Nagekeo, 9 jiwa di Sikka, 4 jiwa di Ngada, 2 jiwa di Ende, dan 1 jiwa di Manggarai Barat. Sedangkan korban luka mencapai total 1.298 orang, dengan rincian 336 luka berat, 61 luka sedang, 895 luka ringan, dan 6 lainnya masih dalam proses pendataan.

Mayoritas korban luka berada di Kabupaten Manggarai Timur sebanyak 643 jiwa dan Kabupaten Manggarai sebanyak 285 jiwa. Jumlah pengungsi sementara juga tercatat mencapai 150.576 jiwa yang tersebar di Kabupaten Manggarai sebanyak 41.427 jiwa, Nagekeo 34.256 jiwa, Manggarai Timur 31.372 jiwa, Manggarai Barat 19.954 jiwa, Sikka 17.587 jiwa, Ende 3.429 jiwa, dan Ngada 2.551 jiwa.

EMT Muhammadiyah Dukung Klaster Layanan Kesehatan

Sementara itu, respons Muhammadiyah melalui MDMC dan Lazismu dalam program Indonesia Siaga, masih terus berkoordinasi untuk mengirimkan bantuan logistik dan tim medis serta dukungan operasional selama masa tanggap darurat. Pos Koordinasi wilayah, tujuh Pos Koordinasi Daerah dan sepuluh Pos Pelayanan terus dioptimalkan untuk membantu warga yang terdampak.  

Berdasarkan laporan resmi Pimpinan Pusat Muhammadiyah, pada Sabtu (22/8/2026), dalam laman resminya, Emergency Medical Team (EMT) Internasional Muhammadiyah turut diterjunkan membantu korban bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur. Hal itu disampaikan oleh Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Agus Taufiqurrahman.

Tim EMT sudah bergerak karena warga terdampak membutuhkan rumah sakit lapangan. Agus mengatakan sebelum EMT diberangkatkan Muhammadiyah lebih dahulu memberangkatkan tim kesehatan dari amal usaha Muhammadiyah yang terdiri dari Rumah Sakit Muhammadiyah – Aisyiyah (RSMA) dan PTMA. Setidaknya sambung Agud, ada 4 institusi antara lain: Klinik Muhammadiyah Ende, RSM Bima, RSMA di Jawa dan juga dari Universitas Muhammadiyah Makassar.

Sementara itu, informasi terkini dari MDMC, jumlah pengungsi lebih dari 5.000 jiwa mengungsi yang tersebar di beberapa kabupaten. Titik pengungsian terbesar berada di Kabupaten Sikka sebanyak 3.356 jiwa, termasuk di GOR Samador Maumere dan pengungsian mandiri serta pengungsi di Kabupaten Manggarai sejumlah 2.078 jiwa.

Adapun kondisi pengungsian sementar ini dikabarkan banyak warga yang memilih tetap bertahan di luar rumah atau lapangan terbuka karena trauma serta kekhawatiran akibat gempa susulan yang masih berlangsung. Sebagian pengungsi ditampung di fasilitas umum (GOR, lapangan), sementara lainnya membangun tenda darurat secara mandiri di sekitar pekarangan rumah.

Kebutuhan mendesak yang sangat dinanti pengungsi adalah hunian darurat yang terdiri dari tenda keluarga, tenda peleton/pengungsi, terpal, tikar, velbed, dan selimut. Kebutuhan mendesak lainnya adalah bahan makanan seperti beras, makanan siap saji, makanan pendamping ASI serta serta air minum.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

SELENGKAPNYA
24 Agustus 2026
MDMC dan Relawan OMOR, Respons Karhutla di Sejumlah Wilayah Kalimantan Barat

MDMC dan Relawan OMOR, Respons Karhutla di Sejumlah Wilayah Kalimantan Barat

KALIMANTAN BARAT -- Titik-titik api makin meluas di pulau Kalimantan. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menimbulkan asap tebal berbahaya. Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pimpinan Pusat melalui relawannya melakukan respons bencana terhadap kobaran api yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Kubu Raya.

Respons dilakukan melalui patroli, pengecekan kondisi lapangan, hingga pemadaman untuk mencegah api meluas dan mengancam masyarakat di sekitar lokasi. MDMC Kalimantan Barat mulai melakukan respons sejak awal Juli hingga saat ini (21/08/2026) dengan memantau sejumlah titik yang berpotensi mengalami perluasan kebakaran.

Pengecekan dan pemadaman dilakukan terutama pada titik api yang berada di sekitar permukiman dan fasilitas pendidikan di Kecamatan Sungai Raya. Dalam pelaksanaannya, MDMC berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Kubu Raya, BPBD Kalimantan Barat, TNI/Polri, Manggala Agni, serta relawan pemadam kebakaran setempat.

Sejumlah titik yang menjadi perhatian tim berada di Parit Seruat, kawasan SMA 4 Sungai Raya, belakang Perumahan Taman Bumi Serdam, TPA Rasau Jaya, serta sekitar Kantor DKPP Kubu Raya. Kejadian berlangsung pada 14–22 Juli, 25–30 Juli, serta 4–6 Agustus 2026. Berdasarkan laporan yang dihimpun relawan MDMC Kalimantan Barat, tidak terdapat korban meninggal dunia, luka-luka, maupun hilang.

Bencana kebakaran hutan dan lahan ini merembet dari semak belukar yang terbakar, sementara tidak terdapat Amal Usaha Muhammadiyah yang terdampak. Respons di lapangan melibatkan SAR Muhammadiyah LRB-MDMC Kalimantan Barat, Tim Asesmen MDMC Kalimantan Barat, serta kader IMM Kota Pontianak.

Selain melakukan pemadaman, relawan juga melakukan asesmen untuk melihat kondisi dan kebutuhan di wilayah terdampak. Sejumlah kebutuhan yang diperlukan antara lain masker bagi warga, konsumsi tim pemadam, vitamin, kebutuhan relawan, BBM untuk mesin pemadam dan kendaraan operasional, peralatan pendukung serta mesin pemadam berkapasitas besar beserta perlengkapannya.

Dalam pelaksanaan respons, tim masih menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Keterbatasan kendaraan operasional dan kapasitas alat pemadam menjadi salah satu tantangan dalam menjangkau dan menangani titik api. Selain itu, belum tersedianya kamera drone untuk membantu identifikasi titik api dan keterbatasan APD relawan.

Melalui respons yang dilakukan, MDMC Kalimantan Barat terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk melakukan pemantauan dan penanganan di titik-titik karhutla. Upaya ini dilakukan untuk mencegah kebakaran meluas serta mengurangi risiko terhadap keselamatan masyarakat dan lingkungan di sekitar wilayah terdampak.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/MDMC]

SELENGKAPNYA
22 Agustus 2026
Pulihkan Psikologis Anak-anak Pascagempa, Relawan Muhammadiyah Siap Dirikan Sekolah Darurat di Tenda Pengungsian

Pulihkan Psikologis Anak-anak Pascagempa, Relawan Muhammadiyah Siap Dirikan Sekolah Darurat di Tenda Pengungsian

SIKKA -- Setelah peristiwa gempa bumi yang terjadi di Nusa Tenggara Timur pada pertengahan Agustus lalu, menurut data BNPB, pertanggal 20 Agustus 2026, sebanyak 502 fasilitas pendidikan alami kerusakan, termasuk di kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.

Anak-anak yang terdampak bencana gempa bumi tidak bersekolah karena gempa susulan masih terjadi. Relawan muhammadiyah yang tergabung dalam One Muhammadiyah One Response (OMOR), melakukan pendataan dan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten Sikka.

Koordinator Klaster Pendidikan Relawan Muhammadiyah Sikka, Darman Eldin, menuturkan pendataan ini untuk memastikan anak-anak mendapat perhatian dan perlindungan. Darman mengatakan, berdasarkan informasi dari bupati perhatian terhadap nasib pendidikan anak-anak masih minim.

“Relawan Muhammadiyah Sikka yang berjumlah 7 personil sebelum melakukan pendataan anak-anak sekolah, melakukan pendampingan psikososial.  Mereka diajak bermain dan bernyanyi bersama untuk menghilangkan trauma”, ujarnya saat dihubungi tim media Lazismu, Jum'at, (21/8/2026).

Jumlah warga terdampak yang melakukan pengungsian mandiri sekitar 96 jiwa dari tingkat TK, SD, SMP dan SMA. Dalam waktu dekat, kata Darman, setelah evaluasi bersama Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sikka, relawan Muhammadiyah akan melakukan pendirian sekolah darurat di barak pengungsian mandiri di depan kantor Bupati Sikka.

Darman merinci, pada klaster pendidikan ini akan dikelompokkan menjadi 5 kelas. Terdiri dari kelas TK dan kelas 1 SD satu kelas, kelas 2, 3 dan 4 satu kelas, kelas 5 dan 6 satu kelas dan SMP 1 kelas sedangkan pelajar SMA akan dijadikan guru pendamping di masing-masing tingkatan kelas.

“Untuk guru-guru kami libatkan menjadi relawan pendamping dari amal usaha Muhammadiyah di bidang pendidikan. Sekolah darurat ini direspons positif berkat dukungan dari UPTD PPA Kabupaten Sikka yang diketua oleh PLT Setda Sikka”, jelasnya.

Kami sudah berkoordinasi dan alhamdulillah hari ini rapat bersama guru-guru dan hari Senin depan sekolah darurat akan dibuka sambil mempersiapkan alat-alat peraga dan alat-alat pendukung lainnya yang dibutuhkan relawan.

Kepedulian Muhammadiyah terhadap nasib anak-anak yang terdampak gempa bumi adalah langkah nyata untuk tetap memberikan layanan yang terbaik bagi anak-anak di masa tanggap darurat. Kebutuhan pendidikan dan pemulihan psikologis anak-anak menjadi perhatian yang mulai didorong oleh para relawan.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/darman eldin]

SELENGKAPNYA
21 Agustus 2026
Pimpinan Pusat Muhammadiyah Terbitkan Surat Edaran Galang Dana Infak Salat Jum’at untuk Warga Terdampak Gempa NTT

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Terbitkan Surat Edaran Galang Dana Infak Salat Jum’at untuk Warga Terdampak Gempa NTT

YOGYAKARTA – Merespons perkembangan dan kondisi warga terdampak pascagempa di Nusa Tenggara Timur pada pertengahan Agustus lalu, Pimpinan Pusat Muhammadiyah menerbitkan surat edaran yang berisi tentang melaksanakan penggalangan dan penyaluran dana infak Salat Jumat (21 Agustus 2026) untuk membantu masyarakat terdampak gempa bumi di NTT.

Imbauan yang diterima tim media Lazismu tersebut, tergambar dari isi surat edaran Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Nomor 18/EDR/I.0/H/2026, dengan perihal ajakan Penghimpunan Infak Salat Jumat untuk Bantuan Kemanusiaan Korban Bencana Gempa Bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur.

Jum’at hari ini merupakan hari diberlakukannya penghimpunan dana infak kemanusiaan yang ditujukan kepada warga persyarikatan Muhammadiyah di seluruh unsur jajaran pimpinan. Melalui surat edaran itu, penggalangan dana diinstruksikan dengan jelas agar melibatkan partisipasi pimpinan Muhammadiyah mulai dari pimpinan pusat hingga pimpinan ranting.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah, dalam imbauannya mengarahkan proses penghimpunan dan penyaluran bantuan kemanusiaan dilakukan dengan koordinasi melalui Lazismu dan Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) pada masing-masing tingkatan pimpinan muhammadiyah.

Pendekatan dakwah kemanusiaan ini dimaksudkan agar seluruh bantuan dari semua unsur persyarikatan pemanfaatannya dikelola secara terpadu dan profesional. Proses penggalangan dana kemanusiaan ini diharapkan selaras dengan spirit One Muhammadiyah One Response (OMOR).

Pesan penting dari surat edaran tersebut agar semua pihak yang berpartisipasi mampu mengelolanya dengan baik dan transparans sehingga dalam pembuatan laporan program Indonesia Siaga kepada jajaran tingkatan pimpinan Muhammadiyah disampaikan secara akuntabel.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

SELENGKAPNYA
21 Agustus 2026
Kolaborasi Lazismu - TNI AL Kodaeral V Surabaya, Bantuan Kemanusiaan untuk Penyintas Gempa NTT Diberangkatkan dengan Armada KRI

Kolaborasi Lazismu - TNI AL Kodaeral V Surabaya, Bantuan Kemanusiaan untuk Penyintas Gempa NTT Diberangkatkan dengan Armada KRI  

JAWA TIMUR -- Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Teluk Parigi 539, telah bersandar di dermaga Armatim TNI AL, Ujung Surabaya, pada Kamis, (20/8/2026). Buritan kapal terlihat jelas sejajar. Tangga menuju kapal terpasang aman, satu per satu paket bantuan kemanusiaan Lazismu diangkut dari truk untuk siap dikirimkan kepada warga terdampak gempa NTT.     

Pengiriman bantuan tersebut juga untuk mendukung aksi kemanusiaan Muhammadiyah melalui MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center) Jawa Timur yang didukung Lazismu untuk program Indonesia Siaga di NTT. Total bantuan logistik amanah dari donatur itu senilai Rp 175 juta.

Wakil Ketua Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Lazismu Jawa Timur, Aditio Yudono, mengatakan barang bantuan logistik dikirimkan melalui jalur laut. Dengan menggunakan Kapal TNI Angkatan Laut (AL) KRI Teluk Parigi 539, tim Relawan MDMC siap diberangkatkan dengan kapal Dharma Lautan.

“Bismillah, aksi kemanusiaan ini mengirimkan bantuan logistik yang terdiri dari Family kit sebanyak 350 box, 1.440 Rendangmu produk kemasan inovatif Qurbanmu, 60 dos air minum dalam kemasan, terpal sepanjang 500 meter, genset, penguat sinyal internet, 100 pcs baju anak dan lainnya", kata Aditio di dermaga Armatim TNI AL.

Melalui program Indonesia Siaga untuk masa tanggap darurat pascagempa NTT, Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) PP Muhammadiyah telah menginstrusikan dan mengarahkan dukungan donasi kemanusiaan masyarakat lewat Lazismu.

Hal ini diperkuat oleh arahan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, Majelis Lingkungan Hidup Penanggulangan Bencana (MLHPB) PWM Jatim yang turut mengirimkan 14 orang relawan dengan berbagai keahlian dan membentuk Pos Koordinasi (Poskor) bantuan untuk penyintas gempa di kota Ende.

Oleh karena itu, kata Aditio, Lazismu berkewajiban untuk mendukung pergerakan relawan dengan dukungan dana operasional dan sejumlah bantuan logistik. "Aksi kemanusiaan Muhammadiyah Jawa Timur di Flores akan ditempatkan di beberapa Pos Pelayanan yakni di kabupaten Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur dan Nagekeo”, ujarnya.

Layanan yang akan diberikan meliputi layanan kesehatan dan dapur umum selama masa tanggap darurat 30 hari. Sesuai rencana dan jika tidak ada kendala barang bantuan akan sampai ke Flores dalam tempo 3 - 4 hari. Kecepatan Kapal pengangkut hanya 18 knot atau sekitar 36 km perjam, kata Aditio.

Layanan Dapur Umum akan segera diaktifkan. Bantuan logistik berupa bahan pokok makanan seperti beras, lauk, sayuran dan sebagainya akan dibelikan di daerah setempat. “Tentu dimaksudkan untuk membantu perekonomian penduduk lokal”, pungkasnya.

Mewakili Lazismu Jawa Timur, Aditio mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, khususnya pihak TNI AL Kodaeral V Surabaya dan segenap donatur yang memberikan kepercayaan kepada Lazismu untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan lewat moda transportasi laut.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Jawa Timur]   

SELENGKAPNYA
21 Agustus 2026
Catat, Ini Lokasi 7 Pos Koordinasi Muhammadiyah Masa Tanggap Darurat Gempa NTT

Catat, Ini Lokasi 7 Pos Koordinasi Muhammadiyah Masa Tanggap Darurat Gempa NTT

NUSA TENGGARA TIMUR Perkembangan masa tanggap darurat pascagempa di Nusa Tenggara Timur masih terus berlangsung. Berdasarkan laporan BNPB, tertanggal 20 Agustus 2026, jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi 72 orang.

Masih dalam laporannya, untuk data korban luka-luka sebanyak 900 orang dan sejumlah 82.691 orang mengungsi serta ada 18.019 kepala keluar terdampak. Tidak hanya itu, kerugian materilnya ada 29.001 rumah rusak termasuk fasilitas ibadah dan fasilitas umum.

Dalam masa tanggap darurat selama 14 hari ke depan, sejak ditetapkan Bupati Manggarai Barat, sejak tanggal 15 Agustus hingga 28 Agustus 2026, Muhammadiyah telah bergerak mengirimkan relawannya untuk menangani warga terdampak untuk melayani kondisi kesehatannya.

Peran Penting Pendirian Pos Koordinasi

Respons bencana terus dilakukan untuk memberikan pertolongan kepada warga terdampak. Faktor risiko dan keterbatasan akses serta sumber daya manusia menjadi pertimbangan Muhammadiyah untuk mendirikan Pos Koordinasi.

Wakil Ketua LRB PP Muhammadiyah, Indrayanto mengatakan bahwa pendirian Pos Koordinasi merupakan bagian tata kelola dalam merespons bencana. Oleh karena itu, menurutnya Pos Koordinasi penanganan darurat bagian dari melaksanakan peraturan kepala BNPB Nomor 03 tahun 2016, tentang Sistem Komando Penanganan Darurat Bencana.

“Di posko inilah komunikasi kedaruratan dilakukan dan sebagai kunci setiap aktivitas penanganan bencana di lapangan ada dalam satu koordinasi yang efektif”, pungkasnya. Semua informasi dan data yang masuk menjadi informasi berharga untuk bisa disampaikan dalam mengambil keputusan.

Daftar Poskorda dan Pos Pelayanan Muhammadiyah

Setiap kegiatan yang dilakukan dari Pos Koordinasi untuk memainkan peran pentingnya dalam  merencanakan dan mengevaluasinya penanganan pascabencaa setiap hari. Dalam prosesnya ada pelaporan, evaluasi dan rencana tindak lanjut.    

Muhammadiyah sendiri dalam masa tanggap darurat telah mendirikan Pos Koordinasi Wilayah yang berlokasi di Klinik Muhammadiyah Ende, Jalan Mahoni, Kelurahan Kota Ratu, Kecamatan Ende Utara, kabupaten Ende.

Adapun dalam pos koordinasi ini, Muhammadiyah mendirikan Pos Koordinasi Daerah dan Pos Pelayanan untuk memastikan daerah-daerah yang terdampak memperoleh penanganan bantuan dengan segera.

Berikut Alamat Pos Koordinasi Daerah dan Pos Pelayanan di Bawah Komando LRB Muhammadiyah:

SELENGKAPNYA
20 Agustus 2026
Lihat Berita Lainnya

Mitra

Dalam menyukseskan visi & misi Lazismu, kami selalu berkolaborasi dengan beberapa mitra
Selengkapnya

Masih Bingung Untuk Berzakat?

Untuk membantu kamu, maka terlebih dahulu klik tombol dibawah ini

Konsultasi

Sampaikan pertanyaan kamu kepada tim Layanan kami
Selengkapnya

Kalkulator Zakat

Hitung dan tunaikan zakat kamu
Selengkapnya

Laman Donasi

Beragam pilihan donasi zakat, infak dan sedekah dengan tema yang menarik
Selengkapnya
Kunjungi Pusat Layanan

Artikel Lazismu

Berita terkini kegiatan Lazismu
Bencana, Keadilan, dan Mempertahankan Hidup

Bencana, Keadilan, dan Mempertahankan Hidup

Seseorang dalam suatu pengajian bertanya kepada Ustadz, Jika Allah SWT Maha Baik dan Maha Penyayang kepada mahluknya, mengapa Ia dengan Kuasanya, memberikan ujian bagi manusia. Hal ini tidak adil padahal Allah SWT telah memberikan nikmat dan anugerah yang tak terhingga.

Pertanyaan di atas, mungkin ada dan dialami dalam benak orang lain. Pertanyaan itu fitrah bagi manusia. Karena dalam Islam manusia memiliki fitrah untuk belajar dan mengetahui segala sesuatu. Potensi bertanya manusia juga bagian dari fitrah manusia dalam beragama untuk mengetahui Kemahakuasaan-Nya sebagai Maha Pemberi Bentuk (Al-Wahib Al-Suwar).

Dengan kuasa-Nya, Allah bisa menjadikan sesuatu dalam bentuk apa saja, bahkan dengan kuasa-Nya mengubah sesuatu dalam bentuk yang lain bahkan menghancurkan atau memusnahkannya. Termasuk bencana gempa bumi, tentu ada maksud-Nya Allah memberikan peringatan dan kehancuran itu kepada setiap manusia.   

Dalam kajian Fikih Bencana tahun 2014, Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah melakukan kajian atas pokok bahasan mengenai bencana, keadilan dan nasib manusia dalam mempertahankan hidupnya.

Salah seorang Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Ustadi Hamsah, misalnya, ketika membahas soal Keadilan Tuhan (theodicy), Musibah dan Peristiwa yang Penuh Makna, mengungkapkan bahwa konsep Keadilan Tuhan merupakan ke-Maha Baik-kan dan ke-Maha Adil-an Allah yang dihadapkan pada kenyataan adanya keburukan dan kejahatan di dunia.

Hal itu, menurutnya, didasarkan pada sifat Rahmah (rahman dan rahim). Ketentuan dan ketetapan Allah pun selalu BAIK, dan hamba-hamba Yang Rahman dan Rahim (‘ibad al-Rahman) memandang bahwa Allah adalah Sumber Kebaikan. Konsekuensi kebaikan ini adalah bertambahnya nilai dari kebaikan (ihsan).

Dalam kajian itu, Ustadi mengatakan bahwa seluruh ketentuan Allah adalah anugerah bagi manusia. Fungsi anugerah itu sendiri sebagai ujian (bala’). Dan ujian itu berbentuk dua keberadaanya, yaitu kebaikan (hasanat) dan keburukan (sayyi’at). Ujian yang buruk (sayyi’at) lazim dikenal dengan musibah, bencana, pageblug, atau prahara.

Musibah Bukan Berarti Masalah

Terlepas dari ujian yang diberikan oleh Allah SWT, sebelum musibah itu datang manusia dalam hidupnya senantiasa dihadapi oleh kendala dalam bentuk masalah. Baik itu masalah ringan atau berat. Masalah dalam pengertian yang sederhana adalah adanya kesenjangan sesuatu antara yang senyatanya (Das Sein) dengan yang seharusnya (Das Sollen).     

Oleh karena itu, ketika manusia diuji dengan masalah, sebagian orang mengatakan itu adalah musibah. Bahkan musibah itu dimaknai negatif.  Sehingga menjadi masalah bagi manusia. Mengapa? Karena manusia memiliki kesadaran. Kesadaran itu bisa rapuh. Dalam kacamata Tauhid tentang musibah secara hakikat pada dasarnya tidak sama dengan masalah. Padahal yang menjadi masalah bagi manusia pada dasarnya adalah cara manusia menyikapi masalahnya. Ustadi berpendapat, apapun yang terjadi adalah nasib (bagian) manusia, ketentuan (qadla’) Allah bagi makhluk-Nya sesuai ketetapan-Nya (taqdir).

Demikian keadilan Tuhan. Maka kita harus memahami dan menyikapi takdir itu. Dalam Tauhid, ada cinta dan keridhoan. Artinya menerima ketentuan Allah dengan Ikhlas. Ridho dan Ikhlas atas kejadian atau peristiwa di alam (bil kaun). Itu adalah kuasa-Nya, manusia tidak mampu menjangkaunya.

Yang menarik menurut Ustadi, jika Allah menghendaki musibah pada suatu kaum, maka akan menimpa orang sholih juga orang kafir, tetapi Allah akan membangkitkan dalam kondisi yang berbeda-beda. Selanjutnya ada Ridho yang dimaknai atas yang menimpa kita (bi na). Maksudnya ada banyak faktor dalam hidup kita yang diatur oleh Allah. Dan yang tahu rahasianya hanya Allah SWT.

Untuk itu, dalam Islam dan dalam setiap ibadah kita selaku Muslim, maka penting untuk kuatkan sikap kita ridho dan ikhlas malakukan hal yang layak untuk dilakukan. Allah tidak mengubah kondisi suatu kaum kecuali kaum tersebut mau mengubah kondisnya pula.

Pandangan terkait bencana ini, juga disampaikan Majelis Tarjih dan tajdid PP Muhammadiyah, Muhammad Khaeruddin Hamsin mengenai Konsep Darurat Dalam Islam dan Masalah -Masalah Fikih Terkait Bencana. Menurutnya, darurat dalam kerangka Maqasid Syar’iyah adalah di mana manusia sampai pada kondisi yang sangat kesulitan sehingga dapat melakukan hal-hal yang dilarang guna menghindarkan jiwanya, hartanya dan sebagainya dari kebinasaan.

Mendudukan makna darurat menjadi penting di sini, karena bertalian dengan konsep maslahah yaitu bagaimana manusia dapat menggapai suatu kemanfaatan dan terhindar dari

kerusakan atau mencapai kemanfaatan dengan menjaga agama, jiwa, keturunan (harga diri) akal dan harta. Jadi, maslahah dalam konteksnya ini mencakup hal-hal yang bersifat dharuriyat, hajiyat dan tahsiniyat, sedang darurat hanya terbatas hal-hal yang besifat dharuriyat saja.

Dari paparan di atas, Ketua PP Muhammadiyah, Syafiq Mughni menilai bahwa pandangan Islam tentang bencana berarti ada suatu hal yang penting yaitu mengurangi risiko bencana untuk mempertahankan hidup.

Penggalian nilai-nilai Islam tentang kebencanaan sangat penting untuk membangun kesadaran masyarakat terhadap bencana. Kesadaran itu akan terwujud dalam upaya untuk memahami bencana sebagai fenomena alam maupun sosial sehingga bisa mengurangi tingkat risikonya, mengantisipasi dan melakukan apa yang terbaik ketika bencana itu terjadi.

Agama memainkan peran yang penting karena sifat ajaran Islam yang menyentuh seluruh aspek kehidupan manusia. Menurut pendapat para pemikir hukum Islam, prinsip-prinsip dasar atau maksud dari setiap ketetapan hukum Islam di antaranya, menjaga keselamatan jiwa dan harta manusia. Karena ini wajib menurut ajaran Islam untuk mempertahankan hidup.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

SELENGKAPNYA
24 Agustus 2026
Kepedulian Terhadap Bencana Gempa Bumi: Berkhidmat Menolong Sesama

Kepedulian Terhadap Bencana Gempa Bumi: Berkhidmat Menolong Sesama

Bayangkan, anda tertidur lelap. Tidur malam cukup selama 7- 8 jam yang bermanfaat untuk kesehatan. Jaringan sel tubuh mengalami perbaikan dalam sistem tubuh yang bekerja untuk menguatkan kekebalan, menjaga kesehatan jantung dan mengoptimalkan fungsi kerja otak serta daya ingat. Selain itu, tidur malam yang cukup dapat menjaga emosi tetap stabil.

Tiba-tiba dalam nyenyak yang nikmat, kasur bergerak dan atap rumah berguncang hebat hingga merubuhkan bangunan. Tetangga dan kerabat dekat anda merasakan hal yang sama sehingga terkejut berlari keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Gempa bumi sedang menyapa kita dengan ujian musibah yang tidak mengenal waktu dan tempat.

Demikian hal yang dialami saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur (NTT). Gempa bumi tektonik berkekuatan 7,7 magnitudo pada Sabtu, (15/8/2026) pukul 04.58 waktu setempat. Tujuh kabupaten di NTT merasakan dampaknya. Bahkan BNPB dalam datanya melaporkan bahwa ada dua kabupaten yang mengalami kerusakan dan dampak yang luar biasa yaitu kabupaten Manggarai dan kabupaten Manggarai Timur.

Data terkini dari BNPB, tertanggal 20 Agustus 2026, jumlah korban meninggal dunia menjadi 72 orang. Korban luka-luka sebanyak 900 orang, dan 82.691 orang mengungsi serta 18.019 kepala keluarga terdampak. Tidak hanya itu, kerugian materilnya ada 29.001 rumah rusak termasuk fasilitas ibadah dan fasilitas umum.

Makna Bencana sebagai Buah Empati

Adalah penting untuk memandang bencana dari perspektif islam dan kemanusiaan. Dalam sudut pandang Fikih Bencana yang diterbitkan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah (2015), kata bencana memiliki padanan istilah dalam Al-Qur’an yaitu musibah, bala’, fitnah, ‘azab, fasad, halak, tadmir, tamziq, ‘iqab, dan nazilah.

Istilah – istilah tersebut mengandung makna yang berbeda-beda dalam teks dan konteksnya. Istilah Bala’ diartikan sebagai “cobaan untuk memperteguh keimanan”. Adapun istilah fitnah lebih dekat pada makna bencana sosial yang diakibatkan oleh ketegangan sosial antar manusia.

Sedangkan istilah Azab diartikan sebagai “ragam peristiwa yang menimpa manusia karena perbuatannya yang abai terhadap ketetapan dan hukum Allah”. Sementara istilah Fasad merupakan bencana yang diakibatkan oleh manusia yang bertentangan dengan ketetapan Allah.

Dalam makna lain tentang bencana, Halak bersandar pada suatu kehancuran dan kebinasaan yang menjadi hukum ketetapan Allah. Makna bencana lainnya melalui istilah Tadmir diartikan sebagai sifat dari suatu peristiwa yang berdampak merusak dan disebabkan oleh manusia juga oleh alam.

Selain itu, istilah Tamziq merupakan peristiwa buruk yang murni disebabkan oleh ulah manusia. Sedangkan istilah Iqab merupakan kejadian berupa hukuman disebabkan oleh sikap pengingkaran manusia terhadap Allah dan Rasul serta istilah Nazilah yang berarti bencana sebagai hukuman dari Allah untuk manusia.

Berdasarkan istilah dan makna bencana di atas, secara teknis dan konseptual kita sering menggunakannya secara bergantian. Oleh karena itu, makna dasar ini menjadi relevan sebagai bekal pengetahuan tentang bencana dari perspektif fikih islam karena berkaitan dengan wawasan kemanusiaan dan kepekaan sosial (empati).

Berkhidmat kepada Kemanusiaan

Setiap bencana mengandung hikmah dan pelajaran bagi setiap manusia, baik sebagai manusia yang terdampak atau tidak. Oleh karena itu, bencana harus disikapi dengan arif bijakasana agar kita mampu berkhidmat untuk merespons bencana tersebut. Sebagai pelajaran yang sudah terjadi maka manusia harus merencanakan mitigasinya, dan bagaimana merespons kedaruratannya hingga masa pemulihannya.

Hamim Ilyas dari Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah mengatakan bahwa berkhidmat terhadap bencana berarti menyelami makna terdalam. Hamim mendasarkan argumennya pada Surat Al-Maun tentang Yatim dan Miskin serta orang yang mendustai agama. Mengapa demikian, karena manusia yang tertimpa bencana mengalami kerugian bahkan kehilangan harta bendanya yang berharga. Bisa jadi bagi seorang anak, karena bencana orang tuanya berpulang dan Ia menjadi yatim duafa atau penyandang masalah kesejahteraan.

Oleh karena itu, menurut Hamim Ilyas, berkhidmat kepada yatim dan miskin dilakukan dengan empat prinsip: 1. Memuliakan, 2. Keberpihakan, 3. Memperlakukan dengan adil, dan 4.  Memberikan kebaikan nyata. Al-Qur’an telah menunjukkan bukti dari pengkhidmatan itu melalui upaya memberikan perlindungan dan santunan, memperhatikan masa depan, berlaku adil dan tidak bersikap kasar serta mengelola harta yang dimiliki yatim dengan cara terbaik.

Dengan upaya pengkhidmatan itu, akan ada usaha-usaha yang dapat dilakukan, misal setelah masa tanggap darurat bencana akan masuk pada fase pemulihan, sebagai ikhtiar menolong sesama bisa dilakukan dengan pemberdayaan masyarakat dengan 4 orientasi yang terus bisa dikembangkan sesuai kebutuhan, yaitu: 1. Pemberdayaan masyarakat yang berorientasi kesejahteraan, 2. Pemberdayaan masyarakat yang berorientasi kemandirian dan kelestarian, 3. Pemberdayaan masyarakat yang berorientasi advokasi dan perubahan sosial, 4. Pemberdayaan masyarakat yang berorientasi advokasi kebijakan publik dan gerakan sosial.   

Hal itu diperkuat oleh pemaknaan terhadap bencana yang diungkapkan oleh Pakar Manajemen Bencana dari PP Muhammadiyah, Rahmawati Husein bahwa bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan/atau faktor non alam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis.

Menurut Rahmawati Husein dalam memahami bencana dan pengelolaannya yang menjadi poin penting adalah dari tanggap darurat ke pengurangan risiko bencana.  Ia menilai sejauh ini masih ada sebagian masyarakat yang melihat bencana alam sebagai sesuatu yang datang di luar kemampuan manusia. Maka kecenderungannya menunggu kejadian tersebut dialami atau menimpa diri mereka tanpa ada pembelajaran untuk mitigasi dan penanggulangan risiko bencananya.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

SELENGKAPNYA
20 Agustus 2026
PERNYATAAN SIKAP LAZISMU

PERNYATAAN SIKAP LAZISMU

MENGECAM PENYANDERAAN 9 AKTIVIS KEMANUSIAAN INDONESIA DAN BANTUAN KEMANUSIAAN GLOBAL SUMUD FLOTILLA OLEH AKSI MILITER ISRAEL

Jakarta, 20 Mei 2026

Aksi militer Israel yang melancarkan penyergapan terhadap relawan kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0, menuju Gaza, Palestina, merupakan bentuk teror dan melanggar hukum internasional. Tindakan intersepsi itu terjadi pada Senin, 18 Mei 2026, di perairan internasional Siprus, tepatnya di kawasan Laut Mediterania Timur.

Misi kemanusiaan untuk Palestina yang diinisiasi oleh masyarakat global yang berjumlah 426 Relawan dari 40 negara berlayar menggunakan 50 kapal, merupakan aktivis kemanusiaan dari berbagai macam profesi. Salah satunya negara Indonesia, yang di dalamnya ada 9 orang aktivis kemanusiaan yang mewakili lembaga amil zakat dan jurnalis kemanusiaan.     

Berdasarkan informasi terbaru, pada 19 Mei 2026 pukul 21.02 WIB, militer Israel telah mencegat dan memaksa 40 kapal kemanusiaan tersebut untuk berhenti di perairan internasional. Kabar tersiar lainnya melalui media internasional yang sampai ke Indonesia, para relawan kemanusiaan ini dipaksa berlutut dengan kondisi tangan terikat di belakang.

Dengan bersenjata, pasukan militer Israel berjaga dari kapalnya memberikan ancaman. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, tetap pada pendiriannya sebagai upaya membela hak Israel mencegat kapal kemanusiaan itu. Bahkan, Netanyahu, memerintahkan agar semua aktivis kemanusiaan segera dideportasi.

Atas landasan hukum dan etika kemanusiaan, Kami dari Lembaga Amil Zakat Pimpinan Pusat Muhammadiyah (LAZISMU), yang juga sebagai bagian dari lembaga pengelola zakat, menyatakan kerisauan atas krisis kemanusiaan yang terjadi menimpa aktivis kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0.

Kami sekaligus mengecam setiap bentuk intervensi yang dilakukan dengan kekerasan yang sewenang-wenang oleh pasukan militer Israel terhadap misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0.

Bantuan kemanusiaan amanah rakyat Indonesia, berupa pangan, logistik, dan penunjang medis serta kesehatan yang diambil-alih dengan paksa merupakan upaya perampasan, dan tidak semata menahan sementara tetapi menghentikan akses atas hak hidup rakyat Palestina. Ini juga merupakan bentuk perendahan martabat kemanusiaan dan solidaritas internasional, termasuk Indonesia.

Ancaman represif tersebut adalah pelanggaran nyata terhadap hukum humaniter internasional. Tindakan militer Israel, melanggar Pasal 59 Konvensi Jenewa IV (1949) serta Protokol Tambahan I Pasal 70 dan 71, yang mewajibkan perlindungan mutlak bagi personil pekerja kemanusiaan dan kewajiban untuk memfasilitasi akses lintasan bantuan tanpa hambatan.

Pencegatan distribusi bantuan kemanusiaan yang disengaja turut melukai wajah kemanusiaan dan ancaman kelaparan di Gaza, Palestina, serta mencederai prinsip-prinsip dasar kemanusiaan universal yang dijunjung tinggi oleh komitmen internasional yang dibuat pada World Humanitarian Summit 2016, sebagai Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030 dan sejumlah inisiatif global lainnya.

Berpijak dari prinsip dasar kemanusiaan dan hukum humaniter internasional tersebut, Kami dari LAZISMU, dalam situasi darurat yang menyertai, dan atas nama solidaritas kemanusiaan, dengan ini menyampaikan pernyataan sikap:

  1. MENGECAM KERAS TINDAKAN REPRESIF YANG MENGEHENTIKAN MISI KEMANUSIAAN:  Tindakan pencegatan dan pembajakan KAPAL AKTIVIS KEMANUSIAAN di perairan internasional menodai niat baik masyarakat global. Kami menuntut agar seluruh armada kapal dan bantuan kemanusiaan dari Masyarakat Indonesia untuk rakyat Palestina seutuhnya dikembalikan agar misi kemanusiaan dapat berlanjut.
  2. MENUNTUT UNTUK SEGERA MEMBEBASKAN 9 AKTIVIS KEMANUSIAAN INDONESIA: Aktivis kemanusiaan Indonesia adalah delegasi yang berkomitmen menyampaikan bantuan. Maka, 9 orang yang ditahan harus segera dibebaskan oleh otoritas Israel dengan tetap mendesak dan menjaga keselamatan fisik dan mental mereka merupakan tanggung jawab penuh pihak yang menyandera.
  3. MEMINTA PEMERINTAH RI UNTUK LAKUKAN DARURAT DIPLOMASI KEMANUSIAAN: Menuntut Pemerintah Republik Indonesia, melalui Kementerian Luar Negeri, untuk mengambil langkah krusial dengan diplomasi kemanusiaan yang tegas di berbagai forum global agar keselamatan dan pembebasan para aktivis kemanusiaan segera terwujud. Hal itu merupakan langkah nyata "melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia" yang termaktub dalam UUD 1945.
  4. MEMPERKUAT ALIANSI PROAKTIF LINTAS ELEMEN KEMANUSIAAN: KAMI bersama seluruh elemen pegiat filantropi dan gerakan kemanusiaan lainnya akan terus berkoordinasi dengan intensif kepada PP Muhammadiyah dan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dan mendukung Langkah Global Sumud Flotilla untuk memantau perkembangan dan berupaya melakukan dukungan pembebasan terhadap segenap aktivis kemanusiaan.

Berikut pernyataan sikap yang LAZISMU sampaikan sebagai wujud solidaritas kemanusiaan universal dan akan terus ikut mengawal dengan tetap menjunjung tinggi perlindungan akses kemanusuiaan global bagi hak kemerdekaan rakyat Palestina.

Kami menyerukan kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk tidak pernah lelah mengawal setiap aksi kemanusiaan, sekaligus memanfaatkan ruang-ruang media sosial dengan narasi solidaritas kemanusiaan dan dukungan penuh bagi kemerdekaan rakyat Palestina. LAZISMU juga menyerukan kepada Masyarakat Indonesia untuk tidak letih membantu rakyat Palestina.

  

SELENGKAPNYA
20 Mei 2026
Lihat Lainnya
LAZISMU adalah lembaga zakat nasional dengan SK Menag No. 90 Tahun 2022, yang berkhidmat dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendayagunaan dana zakat, infaq, wakaf dan dana kedermawanan lainnya baik dari perseorangan, lembaga, perusahaan dan instansi lainnya. Lazismu tidak menerima segala bentuk dana yang bersumber dari kejahatan. UU RI No. 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang

Alamat

Jl. Menteng Raya No.62, RT.3/RW.9, Kb. Sirih, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10340
Jl. Jambrut No.5, Kenari, Kec. Senen, Jakarta Pusat 10430
info@lazismu.org
0213150400
0856-1626-222
Copyright © 2026 LAZISMU bagian dari Persekutuan dan Perkumpulan PERSYARIKATAN MUHAMMADIYAH
cross